The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, kasus, dan insiden"
"Dalam drama ini fiktif"
Apa ini?
Sepertinya alat penyadap, Pak Jo.
Kenapa ada di sini?
Tampaknya dia mengawasi semua pegawainya.
Mengawasi?
Cari dan temukan ponsel Pak Lee dahulu.
Saat ini, perusahaan kita sedang mengalami krisis manajemen.
Nona Oh, bawa mesin penyalin data.
Ada banyak yang harus disalin. Lekaslah.
Ko Mal Sook, kamu.
Di mana ibuku?
Kenapa kamu sendirian?
Aku harus kembali membawa dokumen.
Dia benar-benar
mengabaikan aku lagi.
Apa? Kenapa mereka menuju ke sana?
Sial.
Kenapa kamu menghindariku?
Kamu pikir aku lelucon?
Tentu saja tidak.
Rapatnya tidak berjalan lancar.
Pimpinan menyuruhku segera membawa dokumennya.
Ya, kamu memang menghindariku.
Kamu. Kamu sengaja menghindariku, bukan?
Untuk merayuku, bukan?
"Kamu wanita pertama yang memperlakukanku seperti ini. "
Itu yang kamu pikirkan.
Kamu pikir dengan begitu, aku akan jatuh cinta kepadamu.
Kamu sangat mabuk. Aku harus kembali sekarang.
Diam!
Aku akan jatuh cinta kepadamu.
Dasar...
Sakit.
Astaga, sakit sekali.
Hei, Ko Mal Sook!
Kamu sangat kuat. Serius.
Aku akan mengadukanmu kepada ibuku dan membuatmu dipecat.
Astaga, aku pusing.
Sialan.
Ke mana dia pergi?
Aku sudah bilang jangan asal menerobos masuk ke sini.
Orang sepertimu tidak bisa berada di sini. Beraninya kamu.
Kamu bukan siapa-siapa! Beraninya. Pikirmu kamu siapa?
Hei, tidak bisakah kamu berhenti dari pekerjaanmu?
Jangan lakukan pekerjaan ini. Berhentilah.
Jika masalah uang, akan kuberikan. Akan kuberi kamu pekerjaan.
Kamu akan dibayar lebih dari gajimu di sini.
Jadi, berhenti melakukan pekerjaan ini.
Kamu bahkan tidak tahu berapa banyak gajiku.
Sangat besar, bajingan sepertimu tidak akan bisa membayangkannya.
Untuk pemilik toko pojokan seperti dirimu,
ini jumlah yang sangat besar.
Jangan panggil aku bajingan.
Sudah kubilang kamu harus lebih sopan.
Apakah kamu
sangat menyukaiku?
Ya.
Benar.
Aku sangat mencintaimu.
Omong-omong, bagaimana kamu bisa masuk ke sini?
Tunggu di sini sebentar.
Aku akan segera kembali, ya? Tunggu saja.
Kejutan. Tunggu disini, ya?
Maafkan aku. Aku sedang terburu-buru.
Apa?
Pewarisan ilegal?
Ilegal?
Ini perusahaanku.
Ini perusahaan yang susah payah kubangun.
Aku menyerahkannya ke putraku. Punya hak apa kalian untuk bicara?
Kalian mau menyerahkan perusahaan ke orang asing? Dasar!
Wanita ini benar-benar gila.
Dia bahkan tidak membiarkan pegawainya yang tewas bertugas
mengeklaim kompensasi untuk musibah industrial.
Tapi dia mau menyerahkan perusahaan
ke putra menyedihkannya yang bahkan tidak bekerja?
Dia sangat tidak masuk akal.
Hei, Duk Gu.
Ada pencuri di sini.
Yang Tae Soo.
Pencuri harus ditangkap.
Jika ada api...
- Hei! - Kita harus pergi sekarang.
Kenapa kamu memukul kepalanya?
Astaga, dia bau alkohol.
Kurasa kepalanya sangat kuat.
Cepat! Kita harus pergi!
Agennya ada di sini.
Tidak, aku perlu menyalin semua fail ini terlebih dahulu.
- Kamu memiliki USB? - USB tidak akan cukup.
Anda membutuhkan peralatan teknis...
Aku membawa peralatan teknis!
- Hei. - Hati-hati.
Kenapa kamu tiba secepat ini?
Kamu memintaku untuk cepat.
Ada apa dengan pria ini?
Kejutannya sungguh berlebihan.
Dengan sekuriti?
Aku terkunci di luar pintu darurat lantai 18.
Bisakah kamu membukanya?
Cepat. Dia datang!
Jangan membuat kesalahan.
Ini fail penting untuk menjatuhkan Choi Seo Ra.
Aku tidak bisa memercayai si berengsek ini.
Apa yang kamu lakukan?
Kita mungkin ketahuan!
Siapa yang mengunci pintu ini?
Orang yang aku kenal.
Dia pria bodoh yang berpikir hal seperti ini adalah kejutan.
- Tidak perlu khawatir. - Permisi, Nona.
Menurut peraturan Ruang VIP,
hal paling sepele, tapi tidak biasa harus dicatat.
Kami ingin kamu mengatakan soal kejadian tadi.
Baik. Silakan ikuti aku.
Tolong tunggu di sini.
Biar kuambil dokumennya dahulu.
Apa ini?
Apakah dia mati?
Tidak.
Dia masih hidup.
Seseorang telah masuk tanpa izin.
Hubungi tim medis darurat dan beri tahu polisi.
Jangan polisi.
Ini Ruang VIP.
Jika ada invasi...
Pimpinan Choi Seo Ra
ada di bangsal ini.
Ayo pindahkan dia ke dalam dahulu.
Pastikan ini tidak tersebar.
Hubungi Dokter Han.
Tidak ada orang lain yang boleh masuk.
Mereka sudah pergi, bukan?
Semua fail sudah disalin?
Astaga.
"Special Labor Inspector Jo Jang-Poong"
Apa...
Apa ini?
Bajingan mana yang melakukan ini?
Tae Soo.
Kamu melihat si brengsek itu, bukan? Siapa itu?
Aku tidak ingat.
Astaga!
Kapan kamu akan bersikap dewasa?
Di mana kamu tadi?
Kenapa bisa tidak tahu ada pencuri masuk kemari?
Saat aku tiba, pencuri sudah...
Diam!
Kamu hanya bisa mengarang alasan.
Kamu bersekongkol dengan mereka, bukan?
- Jawab aku! - Tidak, Bu!
Jika bukan kamu,
- siapa lagi yang tahu - Astaga.
- tentang brankas rahasiaku? - Choi Seo Ra, dasar psikopat.
Jalang!
Tahan. Bisakah kamu memutar ulang bagian itu?
Lagi.
Aku ingin melihat rekaman
di koridor, kebun tengah, dan lift.
Berhenti.
Perbesar
ke pria di koridor itu.
Cheon Duk Gu...
Bisakah kamu mengulanginya?
Ko Mal Sook?
Hei. Katakan yang sebenarnya.
Jika kamu jujur, akan kulupakan kali ini.
Aku akan memaafkanmu!
Aku tidak punya alasan untuk melakukan itu, Bu.
Anda pasti akan mengetahuinya.
Seandainya begitu, aku tidak akan di sini sekarang.
Kemarikan ponselmu.
- Apa? - Ponselmu!
Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak mendengar apa pun?
Apa? Apa itu?
Informasi kita bocor dari dalam.
Aplikasi mata-mata telah dipasang di ponselnya.
Apa?
Aku tidak ada hubungannya dengan ini. Sungguh. Aku jujur.
Kamu mengenal Cheon Duk Gu, bukan?
Cheon Duk Gu?
Hei, Mal Sook.
Jangan bilang kamu pacaran dengan si berengsek itu.
Kamu selalu bersikap seperti orang arogan,
tapi malah memacari pria dari agensi detektif?
Agensi detektif?
Nomor yang Anda hubungi telah dimatikan.
- Sial. - Tolong tinggalkan...
"Rumah Sakit Myeongseong"
"Yayasan Sekolah Swasta Myeongseong"
"Konstruksi Myeongseong"
"Yayasan Beasiswa Mirinae, TS Technologies"
"Variabel, Jo Jin Gab"
Entah menyadarinya atau tidak,
tapi dia orang yang kompeten.
"Variabel, Jo Jin Gab"
Bisakah dia mencapai sejauh ini?
- Halo. - Halo.
- Lama tidak bertemu. - Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.