Release info

My Unicorn Girl episode 01-08 iQiyi
A Commentary by JinHan_27

Tags

other
Published on: 2020-08-31
Downloads: 8
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 165 lines.

Setelah tinggal di rumah selama berhari-hari,

ada orang mencoba meningkatkan keterampilan memasak mereka,

ada orang yang berhasil menurunkan berat badan,

ada orang yang berusaha menaikkan level dalam gim.

Namun, sebagai kartunis amatir,

aku akhirnya selesai menggarap buku komik pertamaku dalam hidup.

Ini adalah kisah cinta yang romantis, ditemani kepingan salju yang jatuh.

Semuanya dimulai dari hari ujian.

[Kandidat berikutnya, Nomor 36, Sang Tian.]

Aku ingin tahu apakah dia bisa mendapat tempat di universitas kami.

Sayang sekali gerakan terakhirnya tidak meningkat.

Kandidat terakhir, Meng Na, adalah juara liga SMA tahun lalu.

Jadi, dia seharusnya yang akan masuk ke universitas kami.

Sepertinya dia tidak ada.

Apa? Dia absen dari ujian?

[Selamat kepada kandidat No. 36, Sang Tian,]

[yang berhasil lulus ujian masuk Departemen Seluncur Indah.]

Pernahkah kau mendengar tentang Gadis Koi?

Dia selalu lebih beruntung dalam segala hal.

[Benang merah nasib. Bukan, ini benang hitam.]

Aku masih punya identitas lain.

Di lapangan khusus putra,

semua orang memanggilku,

Tuan Muda Sang.

Maaf.

[Liga Hoki Es 2020 SMA Negeri Qianbei]

[di pertandingan Liga Hoki Es 2020 SMA Negeri Qianbei.]

[pemain yang mengenakan kaus merah dan putih berasal dari SMA Qianbei.]

[pemain yang mengenakan kaus biru dan putih berasal dari SMA Liuye.]

Ayo!

[Liga Hoki Es 2020 SMA Negeri Qianbei]

[Baiklah, pemain terakhir dari SMA Liuye adalah...]

[Wen Bing, pemain terbaik liga SMA selama tiga tahun berturut-turut.]

Ayo!

Pertandingannya belum dimulai, tapi situasinya sudah tampak tegang.

[Zhang Kuo, kapten dari SMA Qianbei merebut puck pertama...]

[SMA Liuye bereaksi cepat dan bersiap untuk bertahan.]

[Wen Bing, kapten Tim Liuye, tidak bergerak sama sekali.]

[Setelah mendapatkan puck, Zhang Kuo, kapten Tim Qianbei,]

[Zhang Kuo melewati Wen Bing sambil membawa puck.]

[Pemain lain dari SMA Qianbei satu demi satu melewati garis tengah.]

[Mereka sudah berada di lebih dari separuh lapangan Liuye.]

[Dia bergegas menuju Zhang Kuo yang terus meluncurkan serangan.]

[Wen Bing secara akurat menjauhkan stik Zhang Kuo...]

[dan dengan cepat tiba di lapangan tengah.]

Ayo.

Ayo!

Gol!

Luar biasa!

[Dia bisa dikatakan seperti serigala sendirian di lapangan.]

Ini bukan stikku.

Ini stik mahal.

Tuan Muda Sang, semua orang menunggumu.

- Pergilah. - Baik.

Lekas.

[Stik Baru Kecil, aku akan membawamu pulang setelah pertandingan selesai.]

Hebat, Tim Qianbei langsung merebut pucknya.

[Zhang Kuo dengan cepat melewati lapangan tengah membawa puck.]

Ini sungguh tidak terduga.

Ayo!

[Hebat! Wen Bing meraih puck-nya lagi dan memulai serangan balik,]

[Wen Bing mulai menyerang sambil membawa puck.]

[Wen Bing berjuang menghindari serangan mengapit Tim Qianbei.]

[Apakah Wen Bing siap untuk menembak langsung?]

Ini sangat menegangkan. Wen Bing layak menjadi pemain terbaik.

Stik Baru Kecil, kita tak sengaja bertemu,

tapi kau membantuku memenangkan pertempuran terakhir ini.

Itu artinya kita ditakdirkan untuk bertemu.

Meskipun aku enggan meninggalkanmu, kau tetap harus kembali ke pemilikmu.

Baiklah. Peluk aku.

Lepaskan tanganmu.

- Kau... - Apakah itu milikmu? Jangan menyentuhnya.

Siapa kau?

Aku?

Yang punya stik itu.

Katakan kepadaku, berapa sentimeter stik ini?

Bagaimana aku tahu?

Jangan berpikir kau bisa merebutnya.

- Kenapa? - Kenapa?

Panjang stik hoki ini ditentukan dari tinggi dan posisi atlet.

Kau bahkan tidak tahu ini.

Kenapa kau bilang stik hoki ini milikmu?

Sebenarnya, stik ini milik tuan mudaku.

Bagaimana aku bisa memercayaimu?

Aku punya bukti.

Tuan, ini stikmu.

- Kau... - Jangan! Tenang!

Ganti rugi.

Sebelum ini,

tuan mudaku tak sengaja mematahkan stikmu dalam pertandingan.

Ini adalah ganti ruginya.

Ada apa?

Apa itu cukup?

Cukup.

Sudah pasti cukup!

[Tuan Muda, aku sudah mendapatkan stikmu kembali.]

[Sudah waktunya kau melapor ke Sekolah Bisnis Shuren.]

Kenapa kau masuk ke sini?

Aku merasa rambutku tidak terlihat bagus.

Aku mau pergi ke toilet.

Kelas kita akan dimulai. Ayo cepat.

Ikut aku.

Poniku berantakan, ya?

Ada yang punya tisu?

Aku harus pipis. Tunggu aku.

Apakah ini agak lengket?

Kenapa kau masuk ke toilet wanita?

Seharusnya aku yang bilang begitu.

Dengar.

Nama panggilanku adalah Koi.

Aku selalu beruntung.

Aku berjanji aku bisa memberimu solusi dalam sepuluh detik.

Kau harus percaya kepadaku, paham?

Satu,

dua...

Sepuluh.

Dia pria atau wanita?

Dia pasti pria.

Kenapa kau ada di sini?

Ini tidak seperti dugaan kalian. Biar aku jelaskan.

Biar aku jelaskan.

- Aku... - Dasar mesum!

Keluar.

- Keluar. - Kau mesum.

Kau harus menjelaskannya!

Kenapa kau ada di sini?

Jelaskan sekarang.

Kau harus menjelaskannya di sini.

Jika tidak, kami akan memanggil polisi.

Jelaskan!

Biar aku jelaskan.

Aku akan menjelaskan.

Sudah kubilang dia seorang wanita.

- Wanita. - Kenapa dia menjadi seorang wanita?

Kakak-Kakak, aku suka memakai busana pria.

- Maaf. - Maafkan aku.

Aku pikir kau seorang pria.

Selamat tinggal.

Dasar berengsek.

Awas kalau aku melihatmu lagi!

Hai, tolong dibaca.

Untungnya, aku seorang gadis yang pintar dan cerdas...

yang bisa mengubah malapetaka menjadi berkah.

Jika tidak, aku pasti celaka karena si berengsek itu.

Saat aku mengetahui namanya, aku tidak akan membiarkannya lolos.

Permisi, apa pendapatmu tentang Tim Qianbei?

Mereka adalah lawanku yang terhormat.

Wen Bing, aku punya pertanyaan terakhir untukmu.

Dari hasil yang sangat baik di liga ini, apakah masuk Universitas Olahraga Liuye...

Itu juga tim juara kita.

Jadi, bolehkah aku tahu apa pilihanmu?

Kau akan mengetahuinya nanti.

Wen Bing?

Apa yang ingin kau katakan kepada mereka?

Permisi.

Mari kita akhiri wawancara hari ini di sini.

Terima kasih sudah memberi begitu banyak perhatian kepada Wen Bing.

Sudah waktunya untuk melapor ke Universitas Shuren.

- Terima kasih, Semuanya. - Terima kasih, Semuanya.

Terima kasih, Semuanya. Itu saja untuk hari ini.

Kak Wen Bing!

Kak Wen Bing!

Kak Wen Bing, aku juga diterima di Sekolah Bisnis Shuren.

Meng Na, bukankah kau belajar seluncur indah selama ini?

Agar satu sekolah denganmu, aku tidak ikut ujian masuk Liuye.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left