The first 200 lines.
"Episode 29"
"Panggilan tidak terjawab, Perawat Baek"
"Perawat Baek"
"Perawat Baek"
"Ponsel akan dimatikan"
Astaga, maaf.
So Young.
Maaf.
Bok Nam.
Astaga. Aku tidak bisa menemukan dia.
Ayo coba ke sana.
Apa?
So Young!
Kim So Young!
So Young!
Kenapa kamu di sini?
Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu melakukan ini?
Pergilah.
Kenapa kamu melakukan ini?
Berikan pasporku.
Kamu tidak boleh pergi seperti ini. Aku tidak akan membiarkannya.
Kenapa kamu peduli?
Kita sudah putus. Kamu sudah lupa?
Ya, aku tahu.
Namun, tetap tidak bisa kubiarkan pergi seperti ini.
Kalau kamu mau pergi, ketahuilah yang sebenarnya dahulu.
Apa yang sebenarnya?
Apa aku harus tahu lebih banyak lagi?
Ya.
Jin Ok dan aku...
"Jin Ok"?
Kamu baru saja memanggilnya "Jin Ok"?
Kami tidak berhubungan.
Kami tidak memiliki hubungan seperti yang kamu pikir.
Dahulu dan bahkan sekarang.
Apa maksudmu? Ibuku bilang
kalian pernah berhubungan.
Dia berbohong agak kamu putus denganku.
Kami mungkin punya sedikit rasa suka,
tapi bergandengan tangan saja tidak. Kami sungguh hanya teman.
Ibumu berbohong kepadamu
karena kamu tidak akan mau melepaskanku.
Lalu kenapa kamu tidak memberitahuku?
Kamu bisa saja memberitahuku.
Aku tidak tahu ibumu bertindak sejauh itu.
Karena memang benar aku punya perasaan suka sebelumnya.
Kupikir dia tidak menyetujui karena itu.
Itulah kenapa aku tidak bisa menanyakanmu lagi.
Aku bisa memahami ibumu
dan kupikir aku harus melepaskanmu demi dirimu.
Kupikir itulah
ungkapan rasa sayang terbesar yang bisa kutunjukkan kepadamu.
Dasar bodoh.
Kamu sangat bodoh.
Hei, lepaskan dia.
Dasar berengsek. Berani-beraninya kamu ke sini?
Kamu pikir siapa dirimu, datang ke sini dan menemuinya?
Ayah, tolong dengarkan.
Dengarkan apa?
Berani-beraninya kamu memacari ibu dan putrinya?
Itu kesalahpahaman.
Kesalahpahaman apa?
Ibu berbohong kepada kita.
Bok Nam, sudah kubilang.
Sudah kubilang mustahil dia akan melakukan itu.
Astaga.
Lepaskan dia.
Tidak bisa. Aku tidak mau melepaskan dia lagi.
- Lepaskan. - Aku tidak bisa.
Kalau Ayah tidak akan menyetujui, aku akan kabur.
Apa? Apa katamu?
Bok Nam, kurasa kini kendali sudah di tangan mereka.
Saat keadaan menjadi rumit, sebaiknya mengikuti arus saja.
Istriku di rumah masih tidak setuju. Aku akan bilang apa kepadanya?
Kamu harus tegas
dan membuat keputusan.
Bok Nam!
Kalian tunggu apa lagi? Ikuti dia. Astaga.
Apa yang harus kulakukan?
Astaga. Hei, kemarilah.
Minumlah ini.
Minumlah ini dan tenangkan dirimu.
Bisakah kamu menghubungi Heo Se lagi?
Baiklah, aku akan menghubunginya lagi.
Minumlah ini dahulu.
Astaga.
Astaga.
So Young, kamu menemukannya?
Kenapa kalian berdiri saja?
Masuk dan duduklah.
Apa yang akan mereka lakukan?
Sebaiknya aku ke sana atau tidak? Astaga.
Berdirilah. Kalian berdua.
Tolong restui kami.
Kami akan hidup bahagia.
Baek Hyeon U.
Aku sudah mendengar tentang semua yang terjadi.
Aku tidak akan melepaskannya, apa pun yang Ibu katakan.
Jadi, restuilah kami.
Kamu sudah mendengar semuanya? Tapi masih mengatakan ini ke ibu?
Apa kamu tidak mengerti kenapa ibu melakukan itu?
Aku mengerti.
Itulah kenapa aku meminta kepada Ibu untuk kali terakhir.
Kami ingin menikah.
Kamu bukan meminta.
Kamu mengancam ibu.
Bagaimana kamu bisa melakukan ini? Teganya kamu melakukan ini ke ibu?
Aku akan menyayanginya seumur hidupku.
Kami akan berusaha lebih keras dan hidup bahagia selamanya.
Sudahlah. Cukup.
Aku merestui kalian.
Tenangkan diri kalian dan menikahlah.
- Sayang. - Diamlah.
Lalu apa? Dia akan pergi dan kamu akan melawannya lagi.
Berapa lama lagi kamu akan melakukan itu?
Cukup. Berdirilah.
Kamu sungguh akan melakukan ini?
Diamlah.
Kemarilah. Ayo bicara di dalam.
Astaga, kalian ini.
Berdirilah kalian. Kamu juga, Hyeon U.
Hati-hati.
Hei, apa kamu senang?
Kamu baru saja membuat ibumu sedih.
So Young, kamu harus bersikap baik kepada ibumu.
Ya, maafkan aku.
Syukurlah kamu kembali.
Hyeon U, ajak dia pergi dan minta dia memakan sesuatu.
Jin Ok akan menjadi lebih stres kalau kamu tetap di sini.
Kamu bisa kembali nanti.
Baiklah.
Bagaimana kamu bisa melakukan ini?
Ini hidup So Young.
Bagaimana kamu bisa berbohong seperti itu kepadanya?
Apa kamu tahu
berapa banyak hidup orang yang kacau untuk mencegah pernikahannya?
Pikirkan betapa putus asanya aku.
Menurutmu kenapa aku menahan diri terhadap rasa malu
dari kamu dan So Young?
Aku tidak mau dia hidup sepertiku. Aku mau dia bahagia.
Apa maksudmu kamu tidak mau dia hidup sepertimu?
Maksudmu hidupmu sulit karena aku?
Ya, aku memang membuatmu sangat kesulitan.
Lalu kenapa?
Aku tidak menginginkan ini! Aku tidak mau!
Ada apa denganmu?
Apa kamu pikir
kamu bisa menghentikan mereka meski kamu tidak menyetujui?
Apa kamu mendengarkan ibuku saat dia bilang akan bunuh diri?
Apa kamu pikir putrimu akan mendengarkanmu?
Ini sudah final. Menyerahlah.
Aku tidak bisa menyerah.
Bagaimana aku bisa melupakan hidup putriku?
Jujurlah.
Apa kamu sungguh melakukan ini demi hidup So Young?
Ya.
Aku tidak suka So Young menikah dengan pria tua
dan aku juga sangat benci orang itu adalah Hyeon U.
Aku tidak mau dia melihat
bagaimana kamu memperlakukanku
seolah aku lebih rendah daripada manusia!
Hei! Cha Jin Ok!
Aku bilang kepadanya bahwa aku menjalani hidup yang luar biasa.
Aku berpura-pura bahagia.
Tapi apa ini?
Dia melihatku di titik terendahku.
Astaga. Aku tidak bisa percaya ini.
Aku tidak mau ini.
Astaga.
Astaga. Jangan menangis.
Kita harus bagaimana?
Jin Ok, kamu sangat sedih.
Astaga, orang-orang berengsek itu.
Baik Bok Nam maupun Hyeon U berengsek.
Astaga.
Hei, Bok Nam.
Biar kutuangkan.
Ada apa?
Apa semuanya tidak berjalan lancar dengan Jin Ok?
Apanya yang tidak lancar?
Aku kepala keluarga. Dia harus mengikuti keputusanku.
Kalau begitu, kamu menyampaikan berita mengejutkan itu tanpa bicara
dengan Jin Ok dahulu?
Berita mengejutkan apa?
Tidaklah mudah bisa memutuskan itu. Kamu tahu itu.
Jin Ok bilang dia tidak mau pria itu melihatnya hidup tidak pantas.
Dia kehabisan alasan,
karenanya mengarang hal aneh untuk membuatku marah.
Bagaimana dia bisa menyetujui dengan mudah
saat temannya tiba-tiba menjadi menantunya?
Kamu harus menghibur Jin Ok dan...
Heo Se.
Kepala keluarga
merupakan posisi yang sepi.
Keputusan. Tanggung jawab. Semuanya di tanganku.
Kalau aku sudah memutuskan arahnya, maka aku harus terus maju.
Kamu tidak perlu berputar-putar untuk membahasnya dengannya.
Bagaimana kamu akan menghadapi akibatnya?
Akibatnya?
Pria tidak bisa melakukan hal besar dalam hidup jika takut itu.
No comments yet. Be the first to leave one.