Wednesday - First Season

Wednesday - First Season

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Wednesday (2022) - S01E02 - Woe is the Loneliest Number (1080p NF WEB x265 Ghost)
A Commentary by koleksifilmserial
🅺🅾🅻🅴🅺🆂🅸🅵🅸🅻🅼🆂🅴🆁🅸🅰🅻

Tags

other
Published on: 2022-12-30
Downloads: 216
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX

Kisah ini akan menjadi kelam.

Biasanya, aku suka itu.

Misalnya saat rem komidi putar tiba-tiba blong di ulang tahunku.

Kali ini aku tak suka.

Sudah berjam-jam kita cari. Anjingnya butuh istirahat.

Mungkin terlewat?

Sebaiknya kita balik arah, sisir sungai Collet, lalu sudahi.

Baiklah.

Bagaimana bisa mayatnya tak ketemu?

Memang tak ada. Tak ada jejak kaki, darah, tanda perlawanan.

Nihil. Tim pencariku mencari semalaman.

Penglihatan timmu pasti bermasalah.

Rowan dibunuh monster di depanku.

- Kau lihat jelas monsternya? - Ia pergi dalam sekejap.

- Mungkin monster itu temanmu. - Pertanyaan Sheriff tak sopan.

Masa bodoh. Masih ada tiga mayat lain.

- Pendaki yang mayatnya hancur. - Wali Kota bilang itu serangan beruang.

Aku tak sependapat dengannya.

Kau langsung berasumsi pembunuhnya murid Nevermore

meski belum terbukti ada tindak pidana?

Maaf. Aku baru ingat muridmu cuma anak buangan baik-baik.

Kurasa Rowan kabur.

Polisi merilis info orang hilang, keluarganya sudah dikabari,

tapi mereka pun belum dikontak Rowan.

Orang mati tak bisa menjawab telepon.

Kenapa kau di hutan bersamanya, Nona Addams?

Aku dengar suara, makanya kuselidiki.

Saat itulah kulihat serangan itu.

Lalu?

Aku bertemu Bianca dan menyuruhnya mencari bantuan.

Lalu aku terbangun di kamar asramaku.

Jadi, monsternya bukan beruang atau hewan liar lain?

Aku pernah hibernasi bersama beruang.

Aku tahu bedanya.

Terima kasih, Sheriff.

Urusan Nona Addams sudah beres.

Aku ingin bicara empat mata dengan Sheriff Galpin.

Aku tak bisa mengizinkan.

Aku bisa bawa dia ke kantor untuk dimintai keterangan.

- Ayo berangkat. - Baiklah.

Lima menit saja, dan pembicaraan tidak untuk dicatat.

Jaga sikapmu.

Atau kulaporkan ke Wali Kota.

Ada yang menutupi pembunuhan Rowan.

Karena itu TKP-nya bersih.

Itu pendapat ahlimu sebagai anak pembunuh?

Ayahku lebih hebat darimu.

Yang dia bunuh cuma kualitas lagu saat bernyanyi di kamar mandi.

Malam ini aku sibuk. Aku lelah meladenimu.

Aku tak main-main.

Aku jujur.

Kau ingin menepis pernyataanku, tapi tak bisa.

Kenapa?

Karena kita sama-sama tahu ada monster berkeliaran.

Rowan korbannya yang terbaru.

- Sheriff? - Apa?

Kau harus lihat ini.

Kata Edgar Allan Poe,

"Jangan percaya pendengaranmu dan sebagian yang kau lihat."

Alumnus Nevermore ternama itu pasti belajar dari pengalaman di sini.

Tak heran dia jadi pencandu sinting.

BAB 2 "DUKA ADALAH 'NOMOR' YANG PALING KESEPIAN"

Jelaskan kenapa kau mengaku menyaksikan pembunuhan.

Mencari perhatian?

Untuk apa kujelaskan?

Kau sudah yakin aku berbohong.

Aku tak salah lihat.

Akhir-akhir ini, hidupmu bergejolak.

Wajar kalau kau kebingungan.

Jangan pancing aku ke perangkap psikologismu.

Tak ada yang menjebakmu. Aku membantumu mengelola emosi.

Emosi itu pemicu awal.

Dari emosi muncul perasaan, yang bisa memicu tangis.

Aku tak sudi menangis.

Kau bisa beradaptasi di sekolah?

Kata Sartre, "Orang lain itu neraka."

Dia cinta pertamaku.

Orang tuamu menyekolahkanmu ke Nevermore

agar kau bertemu orang senada. Hidup berkelompok.

Aku suka terasing seperti pulau.

Berbenteng kokoh, dikelilingi hiu.

Mungkin kau cenderung antisosial akibat takut ditolak?

Kalau sekarang kau menolakku, aku takkan sedih.

Aku tak bisa disingkirkan semudah itu.

Lihat, kau berhasil melalui satu sesi tanpa mencoba kabur.

Kuanggap itu positif.

Jadinya tetap di Jericho, ya?

Kau juga terapi di sini?

Asal tahu saja, ini perintah pengadilan.

Sama. Perintah pengadilan.

Wah, kita dua remaja urakan.

Tadi malam saat kau tiba-tiba lari,

aku bingung kau kenapa, lalu ada kabar...

Agak absurd.

Semuanya, termasuk ayahmu, menganggapku bohong.

Aku...

Saatnya memahami jiwa pembangkangku.

Ketahuilah,

aku memercayaimu.

Teman-teman, ayo! Lukis giginya.

Lebih garang.

Kucing ini sengit.

Kalau Bianca Barclay menang lagi tahun ini, bakal kucungkil mataku!

Aku rela bayar demi melihatnya.

Hai, Teman Sekamar!

Syukurlah kau tetap di sini.

Kukira kau ingin kamarmu balik.

Sejujurnya, aku tak suka sendirian dan pijatan leher Thing enak.

Kita sama-sama untung.

Jadi, kenapa kau berubah pikiran?

Aku tak mau jadi pion di permainan licik orang lain.

- Maksudmu Rowan? - Aku melihatnya dibunuh.

Tapi pagi ini kita semua melihat dia.

Masih

belum mati.

Aku tahu.

Makanya aku merasa sudah hilang akal.

Ini tidak seseru harapanku.

Kau ratu gosip Nevermore. Rowan itu seperti apa?

Selain penyendiri yang aneh...

- Jangan tersinggung. - Tidak.

Xavier Thorpe itu teman sekamarnya.

Kalau kau punya ponsel, coba kirim pesan dan tanya dia.

Yoko. Ayolah! Kembangkan kumisnya.

Jangan sampai lesu untuk Poe Cup.

Poe Cup itu apa?

Alasan hidupku saat ini.

Perpaduan lomba kano dan lomba lari, tanpa aturan.

Tiap asrama harus mengambil inspirasi dari cerpennya Edgar Allan Poe.

Kalau mau, ambil kuas.

Bu Thornhill baru pesan piza. Mau coba mencari teman?

Aku suka mencaci.

Kalau mencari teman, tidak.

Nanti waktu menulisku berkurang.

Tenang saja.

Yang penting dukunglah kami dari tepi danau saat balapan.

Atau kau bisa melotot risi. Sesukamu saja.

Aku selalu benci ungkapan "tulis yang kau pahami".

Itu cuma dalih orang yang kurang imajinatif.

Tapi ketika hidup dirundung misteri pelik...

mungkin itu saatnya merangkulnya.

Aku ingin bicara dengan Rowan. Dia tak ada.

Tidak bisa. Dia sudah dikeluarkan.

Karena apa?

Lupakan. Keretanya berangkat sore ini.

Kenapa kau di hutan bersamanya?

Sudah kuceritakan.

Aku dengar suara, makanya kuselidiki.

Sheriff mungkin menerima alasan itu, tapi Ibu tak bisa dibohongi.

Kau dapat penglihatan batin, 'kan?

Ibu sadar saat kita melewati lokasi kecelakaan

dan kau tahu leher petani itu patah.

Ibumu mulai dapat penglihatan saat seusiamu.

Penglihatan itu tak bisa dipercaya dan berbahaya.

Seingatku, awalnya,

dia merasa sudah hilang akal.

Sudah cerita ke ibumu?

Sudah jelas kaulah yang menutupi sesuatu di sini.

Boleh pergi?

Setelah kau memilih ekstrakurikulermu.

Kami ingin siswa kami berotak encer.

Aku lebih suka tetap tajam.

Ibu sudah mencatat daftar klub yang mencari anggota baru.

Baik sekali.

Pilihlah satu paling lambat sore ini.

Ibu tunggu keputusanmu.

Pasti ada klub yang menggelitik minatmu.

Orang terakhir yang menggelitikku jarinya putus.

Weems jelas ingin mengawasiku.

Pantau Rowan.

Jangan sampai lolos dari genggamanmu.

Kami bersisik, sisik bermusik...

Weems bilang kau akan mampir.

Jujur saja, mengingat aksimu di Festival Panen,

klub drama cocok untukmu.

Setelah aku pingsan, kau lapor siapa? Sheriff?

Pikirmu aku percaya polisi biasa?

Aku lapor ke Weems agar dia mengurusnya.

Lanjut, ayo kita tuntaskan audisinya.

Apa jenis suaramu? Alto, Soprano, atau orang gelo?

Apa itu?

Nada yang cuma didengar anjing.

HARAP TENANG! 'PITCH SLAPS' SEDANG GELADI

Kau sungguh datang. Pernah memanah?

Cuma ke target yang hidup.

Baiklah.

Berdiri tegak. Pasang anak panah, sisi kuning di luar. Tiga jari.

Tarik ke belakang dan...

lontarkan.

Ada pertanyaan?

Kapan terakhir kali kau bertemu Rowan?

Yang dibunuh monster?

Saat Festival Panen. Belum mengobrol lagi.

Barang-barangnya sudah dikemasi pagi ini.

Rowan memang agak aneh,

tapi dua pekan ini dia makin labil.

Telekinesis memang bisa mengacaukan pikiran.

Aku resah melihatnya.

Apa hubunganmu dengan Tyler?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left