Grey's Anatomy

Grey's Anatomy

Download Indonesian Subtitle

Season 10

Release info

Greys Anatomy S10E06 720p HDTV SonyChannelAsia SubIndo NacitaTV ind
A Commentary by NacitaTV

Tags

HDTV
hdtv
720p
720
HD
Published on: 2020-03-26
Downloads: 35
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Saar ini para ilmuwan sedang berusaha memetakan otak manusia.

Mungkin itu peta paling kompleks yang pernah diciptakan.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Berjuta-juta neuron menciptakan triliunan koneksi.

Hei.

Sekilas, itu tampak acak.

Hati-hati panas.

Tapi tak ada yang acak dari itu.

Semua koneksi ini harus terjadi.

Dalam pola tertentu.

Dirancang untuk sebuah fungsi.

K oneksi ini menentukan semua hal tentang kita.

Hal yang kita sukai.

Hal yang kita benci.

Ucapan dan perbuatan kita.

Semua tindakan yang kita lakukan. Buka tanganmu, Mickey.

- Seperti ini? - Tepat seperti itu.

Ya, Sayang!

Kini, ayo tutup.

Saat berpikir bergerak, kita lihat aktivitas otak di sini dan di sini.

Area yang menyala ini.

Koneksi komputer dengan otak adalah kunci kemungkinan baru.

Entah itu robot bagian tubuh buatan untuk disabilitas seperti Mickey.

Atau biarkan aku menang dalam permainan Tetris lagi.

Lihat ini, Kawan. Jari kelingking dan jempol.

Di mana dr. Torres?

Kenapa dia melewatkan ini? Ini hal terbaik yang kita lakukan.

Shane, SMS dia lagi.

- Ada yang salah? - Tak banyak...

...aktivitas lobus temporal. Tak ada apa-apa di sini.

Apa karena koneksi buruk di sensor?

Kuharap begitu. Jika tidak, ini karena koneksi buruk di otaknya.

Buatjadwal bagi Mickey untuk tes MRI.

Aku tak sengaja membawa ini dari rumah.

Bisa kau taruh di tas popok dan keperluan lain milikku?

Kucoba temukan Torres.

Apa kabar, Tahun Kedua? Ini peningkatan, bukan?

- Apa sudah dikonfirmasi? - Ya.

Ada jas lab dengan namamu.

Kenapa kau senang?

Aku tak bisa bilang. Kau mau tahu, tapi aku tak bisa bilang.

Jadi tolong jangan tanya. Kenapa tak ada pintu di sini?

Aku tahu. Seperti, "Halo, tampon, perkenalkan semua."

Ada jas di sini atas nama Heather Brooks.

- Astaga. - Benarkah?

- Bukankah dia bersikap aneh? - Apa dia gagal ujian?

Dia langsung pergi. Dia tak merayakan.

Dia juga menciumku.

Ya. Dia menciumnya. Mungkin karena itu.

Aku mengerti. Aku juga punya rahasia.

Tak ada kopi di sini. Ini buruk.

Tapi aku tak bisa bilang siapa yang menciumku.

- Hei. - Hei.

Aku bangun di rumahmu, sendiri, lagi.

Ya, aku keluar larut.

Ini sudah tiga malam.

Ya, aku terus berada di luar rumah. Itu saja.

Aku lulus tes magangku. Aku belum dengar kabar darimu.

Apakah ada sesuatu yang terjadi?

Alex, bicaralah kepadaku.

Alex?

Kupikir dia tak akan pergi.

Kau terima SMS aku? Aku lulus tes magang.

Ya, sudah. Aku sudah membalasnya. Aku tulis, "Selamat."

Aku ingin menemuimu.

Aku mengalami saat yang luar biasa tempo hari.

Ya, itu menyenangkan.

Sepertinya aku siap membawa hubungan itu lebih jauh.

Kau tahu, itu bukan ide yang bagus.

Ini tempat kerja. Aku sangat paham. Sampai jumpa nanti malam?

- Kau menyerantaku? - dr. Edwards.

Ben Bosco dan istrinya, Joyce. Pergelangan kakinya retak.

Ini karena tempat berjalan di bandara.

Kami berlari untuk mengejar pesawat kami ke Alaska.

Untuk melihat aurora borealis.

Lalu dia menginjak benda itu dan aku mendengar suaranya.

Seakan seluruh dunia menginjak rem dan aku terus melaju.

Dan di sinilah kita. Dia butuh cek lengkap dan konsultasi ortopedi,

juga rontgen dadanya karena mungkin itu perlu dioperasi.

Terus kabari aku.

Baiklah, aku akan lakukan rontgen.

- Permisi. Maaf. - Permisi. Maaf.

- Kau yakin ini tak aneh? - Aku meneleponmu.

Robbins tak tahu kita berkencan, 'kan?

Karena aku tak mau menukar apa pun yang kita miliki saat ini...

...agar bisa mengamati operasi.

- Tidak. - Bagus.

Aku ingin kita tetap profesional di tempat kerja.

Tentu saja.

Kita tak beri tahu orang-orang? Karena sebagian orang kuberi tahu.

Ya, boleh. Harus. Aku akan melakukannya.

Bagus.

Kita sedang berada di tempat kerja, jadi..

- Terima kasih atas teleponnya. - Ya.

- Hai. Permisi. - Halo.

Membawa pacarmu pada hari kerja?

Robbins menderita tumor selama tiga bulan, dan Emma...

dr. Marling akan mengamatinya.

Itu bagus.

Ini tak akan jadi aneh, 'kan?

Aku? Yang benar saja.

Akankah dia merasa aneh?

Maksudku apakah dia tipe wanita yang tak tahan...

...dengan mantan istrimu?

Sial.

Mer? Ada apa?

Bukan apa-apa. Aku hanya coba menentukan proyek riset.

Menentukan di antara apa?

Bukan apa-apa. Sudah beres.

Rasa sakit ini tak mau hilang.

Bahu kiriku terus terasa sakit.

Menurutmu apa penyebabnya? Apakah kau terluka saatjatuh...

Kau yang beri tahu aku. Kau dokterku.

Benar, maaf. Tapi kau juga guruku.

Permisi, dr. Bailey.

Kau ingat pernah membaca

soal riset cangkok vena iliak yang belum selesai di suatu tempat?

- Kenapa? - Malam ini tenggat waktu...

...untuk menyerahkan riset NIH yang kuinginkan.

Dan aku kesulitan menentukan antara iskemia...

Kau menandai wilayah kekuasaan.

Ya, dokter tahun pertama takut mengacau.

Dia menangani kasus-kasus mudah. Dia tetap rendah hati.

Tapi di tahun kedua harus lebih baik.

Menangani kasus-kasus sulit. Mempublikasikan penelitian.

Menapakkan jejaknya. Membuat dirinya terkenal.

Vena portal. Ada yang ingat?

Itu hal yang dialami ibumu.

lnterposisi vena portal dengan cangkok vena iliak.

Ellis sedang mengerjakannya saat dia sakit.

Itu ada di salah satu jurnal yang kau berikan kepadaku.

Sial.

Aku punya cangkir seperti itu.

Jika kau tak bisa menemukan penyebab nyeri bahuku...

...kau keluar dari kasusku.

Sebagai guru atau pasien?

Keluar.

Aku butuh pandangan berbeda soal nyeri bahu Webber.

Radang sendi? Radang kandung lendir?

Penyakit-penyakit yang diderita orang tua.

Aku masih menunggu hasil pemindaian dada pasienku.

Kau punya kopi.

Alex tak mau bicara kepadaku.

Kurasa karena aku memaksanya bicara dengan ayahnya yang pecundang.

Alex punya ayah?

- Kau bicara kepada Shane? - Kuharap masalah itu pergi.

Shane menciumku, aku tak membalasnya. Itu masalahnya.

Dia punya tumor yang besar di jantungnya.

Tidak.

Pergelangan kakinya retak.

- Terima kasih. - Ya.

- Kau baik-baik saja? - Ya, kenapa?

Kami menguji sensor baru dengan Mickey Wenschler pagi ini.

Dan sukses besar. Tapi dia terus bertanya kenapa kau tak hadir.

- Kau tak terima SMS aku? - lsinya "Aku tak akan datang."

Baiklah. Begini.

Pindah ke rumahku membuatku ingin tetap di sana.

Fokus pada hal yang membuat jati diriku.

Aku melakukan regenerasi tulang rawan.

- Itu yang ditunjukkan TED... - Apa maksudmu?

Aku tak akan meneruskan proyeknya. Kau saja.

Tidak. Ini proyekmu. Mickey adalah pasienmu.

Aku tak bisa. Tak ada waktu.

Aku dan Meredith sibuk dengan anak dan dia juga butuh waktu.

Kalau begitu batalkan saja. Selesai, bukan?

- Katakan kepada Mickey Wenschler. - Dia akan baik-baik saja.

Edwards, aku baru melihat kasus pergelangan kaki retak milikmu.

Tak perlu operasi. Hanya perlu dibelat.

Dia tak akan baik-baik saja. Itu akan membunuhnya.

Benar sekali.

- Aku tak bisa melakukannya. - Kau yang melakukannya?

- Aku harus cari Kepner. - Tidak. Siapa yang memecahkannya?

Ya. Maaf, aku menjatuhkannya.

dr. Yang! Tolong lihat ini.

- Astaga. - Maksudku, ini parah, 'kan?

- Ini bukan milikmu... - Shane, jangan sekarang.

Ada AVM di ventrikel kiri.

Itu mendesak ke arah katupnya.

Jika tak ditangani, dia akan mati dalam hitungan bulan.

Dia masuk karena pergelangan kakinya retak.

Kini aku harus bilang kalau dia sekarat.

Biar aku lihat hasil tes darahnya dan kita akan beri tahu bersama.

Astaga, terima kasih banyak. Tempat ini seperti labirin.

- Itu dr. Robbins? - Ya, dan kau siapa?

dr. Robbins, aku Emma Marling.

Ya. Kau akan mengamati.

Dan aku bersiap untuk operasi, kuharap begitu.

Murphy, maafkan aku.

Dengan dr. Marling, kurasa mejanya penuh. Lain kali?

Kami baru saja memberi tahu persiapannya ke orangtua Erin...

...dan kami akan membawanya.

Murphy bisa tolong tunjukkan dia tempat persiapan operasi?

Dokter bedah yang berkunjung?

Ya, perinatologist.

Dia meneliti tentang tumor rahim yang jinak.

Dan dia seksi.

Aku hanya berkata, hal yang bagus jika aku di sana untuk mendampingi.

Apa? Kita tak bercanda untuk yang ini?

Sampai nanti di sana.

Ini.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left