The first 43 lines.
Akan kutunjukan dalam perumpamaan
sampai sejauh mana alam kita tercerahkan
atau tak-tercerahkan.
Bayangkan sosok manusia yang tinggal di sebuah gua bawah tanah
dengan pintu masuk panjang melintas ke dalam gua
di sini mereka tinggal sejak kecil dengan kaki dan leher mereka dirantai,
sehingga mereka tidak bisa bergerak dan hanya melihat apa yang ada di depan mereka
tercegah oleh rantai, untuk memutarkan kepala mereka ke arah sekitar
Di atas dan di belakang mereka ada api yang menyala dari jauh
mereka hanya melihat bayangan mereka sendiri
dari cahaya api yang terlempar dari seberang dinding gua
Bagaimana mereka bisa melihat yang lain, selain dari bayangan?
jika mereka tidak pernah bisa menggerakkan kepala mereka sendiri?
Diantara api dan para tahanan
ada sebuah jalan
dan dinding yang rendah yang dibangun di sepanjang jalan seperti layar
dimana para pemain boneka ada di depannya menunjukkan wayang-wayangan
Anda lihat orang-orang yang berjalan di sepanjang dinding
membawa segala macam benda yang terproyeksikan pada dinding
patung manusia dan binatang, yang terbuat dari kayu, batu dan berbagai bahan yang lain
dari objek yang dibawa dengan caranya,
mereka hanya akan melihat bayangannya
dan jika mereka mampu berkomunikasi dengan yang lain,
apakah mereka akan menyebut bayangan tersebut sesuai dengan objek aslinya?
Kemudian ada sebuah gema
yang datang dari dinding gua
Apakah mereka bisa memastikan suaranya ketika salah satu dari orang yang lewat berbicara?...
bahwa suara-suara itu datang dari bayang-bayang yang lewat?
Bagi mereka,... kebenaran tidaklah lain, selain dari gambar bayangan tersebut.
Dan sekarang lihat lagi, lihatlah apa yang berlaku secara alami jika salah satu tahanan dilepaskan.
Pada awalnya ketika ia terbebaskan dan kemudian tiba-tiba berdiri dan membalikkan kepalanya ke arah sekitar dan melihat api...
semua ini akan menyakitinya, dan dia akan tersilaukan untuk bisa melihat dengan jelas hal-hal yang belum pernah ia lihat sebelumnya, yang selain dari bayangan
dan kemudian seseorang meyakinkan dan berkata kepadanya bahwa apa yang dilihat sebelumnya adalah ilusi.
dan kemudian, ketika matanya telah menyesuaikan lebih dekat dengan kenyataan yang lebih nyata, ia pun memiliki penglihatan yang lebih jelas,
apa yang akan ia simpulkan? ..
Dan mungkin Anda bisa menyimpulkan, ketika gurunya menunjuk pada objek-objek dan kemudian menyebutkannya dengan sebutan yang lain
akankah dia menjadi bingung?...
akankah dia menyimpulkan bahwa bayangan yang sebelumnya ia lihat
adalah lebih benar daripada objek yang ditunjukkan kepadanya sekarang? ...
dan sekali lagi, misalkan ia enggan, kemudian gurunya menyeretnya untuk sebuah pendakian curam dan kasar
sampai ia dipaksa melihat matahari dengan matanya sendiri
ketika ia melihatnya, matanya akan tersilaukan
ia tidak mampu melihat yang lain, dari apa yang sekarang disebut sebagai.. "realitas"
No comments yet. Be the first to leave one.