The first 139 lines.
Sora, geser tanganmu sedikit.
Geli, Aki-neechan.
Aki-neechan, apa dadamu tambah besar?
Kau mau pegang?
Tidak, aku bukan bayi lagi.
Kau tetap boleh menghisap dan memegangnya saat kau sudah besar.
Di balik itu semua, kami hanya membodohi diri kami.
Aki-neechan, apa kau mencintaiku?
Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu!
Aku tidak akan pernah membayangkan...
bahwa akan ada hari aku tidak bisa mengucapkan kata itu begitu saja.
Aki-neechan...
Kau bilang sudah kau bersihkan kemarin.
Oh, iya, aku ingat aku menyewa film yang belum aku tonton.
Ada tiga.
Untung saja.
Jika aku tidak ingat, aku harus bayar denda 750 yen.
Mudah sekali mengambil keuntungan.
Itu alasan yang bagus.
Apa yang harus kulakukan?
Apa aku harus nonton semua dan bayar denda atau kembalikan saja?
Sora, bagaimana menurutmu?
Aku takkan perduli.
Ini stuasi yang membingungkan.
Aku akan bersihkan ini, jadi bisakah kau...
Hey, jadi menurutmu aku harus bagaimana?
Ja-Jangan tanya aku!
Sora-nii!
Dimana kau?
Oh, kau di kamar Aki-nee lagi.
Buatkan aku makanan. Aku lapar.
Tapi aku harus bersihkan kamar Aki-neechan, jadi buat saja sendiri.
Tidak.
Aku akan buatkan sesuatu untukmu!
Tidak perlu!
Tidak sopan!
Kau tahu tidak ada yang tak bisa kubuat.
Kau sama sekali tidak bisa buat apa-apa.
Aku bisa!
Seperti mie instant.
Baiklah kalau begitu.
Aku akan bereskan ini dan buat makan malam, tunggu.
Cepat.
Terima kasih.
Aku mencintaimu.
Sora-kun, apa kau piket hari ini?
Oh, Sumiya-san...
Tidak, Nami yang piket.
Tapi dia lupa dan pergi menghadiri ekskulnya.
Apa kau selalu dikendalikan olehnya?
Tidak mungkin, kami memang kembar tapi aku lebih tua.
Aneh.
Kau dan Aki-senpai sepertinya sangat bertanggung jawab.
Aki-neechan?
Dia terkenal seperti itu.
Dia selalu dapat peringkat satu di kelasnya...
dan kemampuan atletiknya luar biasa.
Para gadis di ekskul atletik selalu minta dia mengajari mereka.
Oh begitu.
Aki-senpai pasti gadis idamanmu, 'kan?
Kenapa kau tanya begitu?
Mm, aku hanya merasa kalu memang begitu, aku tidak punya kesempatan...
Kesempatan?
N-Nami?!
Dasar dungu!
Berikan padaku.
Dungu?
Kana, ayo.
Kau hanya buang-buang waktu bicara dengannya!
Sora.
Terima kasih banyak.
Maaf, aku tak mengira dompetku tertinggal.
Kau harus ingat untuk membawanya.
Bahkan Sumiya-san bilang semua orang memandangmu.
Bukan itu yang aku ingin dengar.
Tapi kau benar-benar sembrono.
Tidak sopan.
Benar.
Mau coba sebentar?
I-Ini memalukan.
Jangan khawatir, lagi pula kau terlihat seperti wanita.
B-Benarkah?
Rasanya banyak angin di selangkanganku.
Coba ayunkan raketnya.
B-Begini?
Pegang raketnya dengan erat.
Benar, lalu kau atur kebelakang seperti ini.
Ayunkan.
B-Begini?
Benar.
Coba lagi.
Aku bisa mencium wangi musim panas yang menjelang,
dan aroma keringat Aki-neechan.
Aku berharap...kami bisa terus seperti ini selamanya.
Senpai?
Huft... Kau bilang takkan ada yang datang.
Maaf.
Dia juga bilang kalau kau imut.
Justru itu malah buatku tambah malu.
Aku tahu itu lucu.
Itu tidak...
K-Kalau kau mau mandi harusnya bilang!
Kenapa?
Kau... mengejutkanku.
Sora.
A-Apa?
Mau masuk bareng?
Apa kau bilang?
Kita biasa mandi bersama selama ini.
Itu 'kan dulu...
Kau tidak mau?
Aku tidak bilang tidak, tapi...
Sudah lama kita tidak begini.
Sudah membesar.
Punggungmu, itu.
Kau sudah besar ternyata.
Ya, tentu saja.
Biar kubersihkan punggungmu.
J-Jangan ganggu...
Lagi pula, hal pertama yang ingin kulakukan adalah membersihkan punggungmu.
Aku tidak sadar selama ini kau sudah dewasa.
Hey, Sora.
Apa punyamu berdiri saat main tenis?
Tidak...!
Terus kenapa sangat keras?
A-Aki-neechan!
Apa gadis manis di klub tenis buatmu nafsu?
Tidak!
Apa kar'na kau memakai pakaian perempuan?
Tidak!
Terus apa kar'na aku?
Dasar anak nakal.
Berpikir seperti itu dengan kakakmu sendiri...
T-Tidak, bukan begitu...
Aku...
Tidak apa-apa.
Aku akan membuatmu merasa enak.
Ayo, jangan tegang.
No comments yet. Be the first to leave one.