The first 200 lines.
"Di Pulau Ulleung yang misterius"
"Lakukan Semua Sesukamu"
Sungguh?
"Latar belakang alam yang indah"
"Pulau Ulleung memiliki banyak pesona"
Jauh sampai ke sana.
"Semua itu menyembuhkan tubuh dan jiwa mereka"
"Setelah kegiatan selektif melihat pemandangan yang menyenangkan"
"Mereka bersaing untuk makan malam yang 100 persen memuaskan"
"Hanya ada tiga tiket makan malam!"
"Untuk makan malam mewah"
"Mereka mengirim tinta terbang"
"Jung Hoon memenangkan babak dan kursi pertama"
"Babak Dua, Tingkatkan Desibelnya"
"Aku bisa berteriak paling keras!"
"Dengan skor mengesankan, Ravi dapat kursi kedua"
"Siapa orang terakhir pemenang udang Dokdo dan ramyeon boga bahari?"
"2 Days 1 Night"
- Babak terakhir. - Yang terakhir. Sungguh.
Permainan ini tentang Udang Dokdo.
Judulnya "Luruskan Punggungmu".
Ambil pelampung yang kamu suka, membungkuk,
dan masukkan bokongmu.
Kemudian, berdirilah secepat mungkin
dan lempar pelampung itu ke belakang.
"Luruskan Punggungmu, urutan tantangan"
Aku tidak mengerti caranya.
Tunjukkan contohnya. Ini bisa terbang?
Bagaimana caranya?
Tidak muat.
"Tolong aku"
Bokongmu harus masuk.
- Tidak muat. - Ada yang besar di sana.
"Dia mencoba dengan pelampung lain"
Se Yoon harus berkorban.
"Ini tidak bagus"
"Pukul!"
"Menggunakan tenaga manusia untuk memakainya"
- Tidak mau masuk ke bokongnya! - Hei. Bisa lepaskan?
- Yang ini pas. - Aku merasa kasihan pada Se Yoon.
Permainan ini tidak cocok dengannya.
Aku akan memakai ini.
Ini akan pas untukku.
Apa ini pas?
Ya.
Dia datang.
"Selamat, Se Yoon"
Ya.
"Seon Ho berlatih"
Bokong alpukat.
Bokong alpukat.
Tunggu.
Aku harus menendangnya.
Itu terlalu menjulur.
"Tidak percaya"
Bagaimana bisa? Teganya kamu melakukan itu?
Memang terlihat sangat menarik untuk ditendang.
Benar, bukan?
Apa ini?
Tunggu.
"Se Yoon mengambil foto bokong Seon Ho"
"Apa dia mencoba menjadi menawan?"
Cantiknya.
"Untuk keperluan pribadi"
Lengkungan yang bagus.
Akan terkenal saat ini tayang.
Astaga.
Kim Seon Ho.
Kamu harus melempar dalam 20 detik.
"Seon Ho sangat ingin makan udang Dokdo"
- 20 detik, dimulai! - Sudah lepas!
"Tembak"
Terlempar jauh. Jaraknya bagus.
Giliranmu sudah berakhir.
Tempelkan di pinggir.
- Siapa yang kedua? - Kamu.
Aku?
Se Yoon butuh bantuan untuk memasukkannya.
- Apa itu mungkin? - Yang ini?
"Dia akhirnya menemukan rekannya"
"Kesulitan"
"Terlalu banyak tekanan"
Apa itu?
"Sangat terkejut"
- Jangan bergerak. - Lebih besar dari pelampungnya!
Terlihat seperti bola pantai.
Nanas itu hidup.
Sekarang waktunya.
"Aku ingin makan banyak udang Dokdo"
"Aku akan mengubah namaku menjadi Moon Udang"
"Dia sangat bertekad"
"Dia serius sekarang"
Jangan terlalu banyak berpikir. Mengerti?
Berdiri tegak saja. Ya.
"Apa yang baru saja terjadi?"
Bagus!
Berdiri tegak saja. Ya.
"Pelampungnya berguling dan mengalahkan rekor Seon Ho"
"Tidak ada yang menduga Se Yoon akan bermain sebaik itu"
"Cara mencicipi udang Dokdo"
"Minggir, Seon Ho"
Sepertinya aku mencapai kepala udang.
"Seon Ho kehilangan kesempatan untuk mencicipinya"
Kamu siap?
Ada angin haluan. Lakukan sekarang.
"Berdoa dengan serius agar dia bisa makan udang"
"Habislah aku"
"Apa yang dia lakukan?"
"Pergilah ke sana"
"Apa yang baru saja kulakukan?"
- Kamu keluar. - Jong Min.
Kamu tidak bermain adil.
- Maafkan aku. - Kamu didiskualifikasi.
- Aku akan melakukannya lagi. - Tidak perlu.
- Kamu gagal. - Entah harus kupakai yang mana.
Dia curang, tapi tetap gagal.
Mari lihat hasil permainan ini.
- Udang Dokdo. - Aku akan terkejut jika dia menang.
Akan luar biasa jika dia menang.
- Kumohon... - Apa aku terlihat sangat buruk?
- Apa? - Apa?
Ya, mengerikan saat kamu menendangnya.
Biar kulakukan lagi.
Tidak, kamu pantas dikritik.
"Kamu harus dikritik, bukannya makan udang"
DinDin banyak berlatih.
Baiklah!
"Udang Dokdo dipertaruhkan"
"Dia putus asa"
Awas. Dia mungkin menggunakan lengannya.
Tolong beri aku udangnya.
"Siapakah yang akan mendapatkan udang Dokdo?"
Ini dekat sekali.
- Kurasa DinDin menang. - Tunggu.
- Ini dekat sekali. - Lihat.
- DinDin! - Lihat baik-baik!
Aku sedikit lebih jauh daripada kamu. Kamu harus lihat ini.
"Siapa yang akan mendapatkan udang Dokdo?"
DinDin, kamu menang.
"DinDin menang. Itu sangat nyaris"
"Dia tidak percaya telah kalah"
Itu nyaris sekali.
Luruskan punggungmu!
"Dia marah"
"DinDin pantas dipukul"
Bagus!
Aku mengerti kenapa dia bahagia.
Benar. Aku juga bisa mengerti.
Ada alasan kenapa aku banyak berlatih.
- Aku ingin makan udang dan ramyeon. - Astaga.
Bawakan makanannya.
Aku ingin tidur di luar dan makan bersamamu.
Apa?
"Bahkan makan siangnya tidak mengenyangkan"
"Udang Dokdo satu-satunya harapannya"
"Tidak, ayo semangat. Yang kalah mendapatkan ramyeon juga"
- Ayo pergi makan. - Ayo!
Ayo!
Itu permainan yang sengit.
Aku iri. Aku sangat ingin udangnya.
Ketiga pemenang akan mendapatkan hidangan terbaik di Pulau Ulleung,
yaitu tiga jenis udang Dokdo.
- Ayo! - Disajikan seperti itu?
Itu masih hidup.
- Astaga. - Terima kasih.
Ini sangat segar.
- Itu udang? - Ya.
- Tampak menakutkan. - Menakutkan!
Ada tiga jenis.
"Melompat"
"Ravi ketakutan"
Ayolah, jangan takut.
Ini disebut Pandalus hypsinotus.
- Pandalus hypsinotus. - Pandalus hypsinotus.
Terkenal karena tubuh mereka yang merah dan cantik.
Kudengar Trump menyantap ini dan memberinya acungan jempol.
- Ya, benar. - Benarkah?
Ini disajikan sebagai lauk,
dan Trump memberinya acungan jempol.
Ini model untuk kudapan terkenal itu.
- Trachysalambria curvirostris. - Trachysalambria curvirostris.
Ya, dan ini disebut lobster berduri Jepang.
Semua ini ditangkap di area yang sama.
Itu sebabnya mereka disebut udang Dokdo secara keseluruhan.
"Mereka akan makan Pandalus hypsinotus dahulu"
Pandalus hypsinotus.
Astaga, dagingnya sangat jernih.
Terlihat seperti daging.
Suara apa itu?
Aku bisa mendengarnya mengunyah.
- Ini gila. Benar. - Astaga.
- Astaga. - Matanya besar sekali.
- Ini sangat padat dan gemuk. - Benar.
Ini juga manis.
- Benar. - Begitu rupanya.
- Rasanya manis, bukan? - Ini sangat manis.
- Maksudku... - Aku iri sekali.
Trump pasti memakan banyak hidangan lezat dalam hidupnya.
Fakta bahwa dia mengacungkan jempol menjelaskannya.
Jung Hoon, itu membuatmu bahagia?
No comments yet. Be the first to leave one.