The first 200 lines.
Kamu dengar kata dokternya?
Park adalah alasan manajer gudang masih hidup.
Dia tampak lebih andal daripada dokter kebanyakan.
Apa kamu dahulu dokter?
Itu tampaknya bukan kali pertamamu.
Defibrilator.
Dia mengalami henti jantung. Dia butuh RJP.
Satu, dua, tiga.
Apa kamu sekolah kedokteran?
Tidak semua orang bisa melakukan pertolongan pertama seperti itu.
Maaf, tapi aku harus pergi.
Hei, Park.
Aku tahu bagaimana kamu lima tahun lalu.
Ada citra dirimu itu yang kuingat.
Jadi, kenapa aku merasa suamiku ada dalam dirimu.
Tidak.
Kuharap ini tidak rusak sepenuhnya.
Halo, Do Kyung.
Hai, ini aku.
Kamu di mana?
Aku di rumah.
Ada apa?
Kita harus bertemu sekarang juga.
Bisakah kamu keluar?
Ada apa?
Aku harus menanyakan sesuatu soal suamimu, Lee Soo Ho.
Kurasa ada sesuatu
di antara kita.
Apa? Baik.
Aku akan segera keluar.
Do Kyung
menjadi amat aneh.
Dia dahulu pingsan jika melihat darah.
Satu, dua, tiga.
Katanya fobia darahnya
psikogenik.
Itu penyakit psikologis yang disebabkan trauma masa kecil.
Karena kini dia hilang ingatan, itu pasti hilang juga.
Ya, sudah sewajarnya.
Itu tidak aneh sama sekali.
Do Kyung!
San Ha.
Kamu sempat bertanya kepadaku, bukan?
Katamu aku punya
terlalu banyak kesamaan dengan suamimu.
Benar.
Caraku melakukan pertolongan pertama pada ayahmu,
simpul bedah yang hanya diketahui dokter...
Serta hari ini sekali lagi
aku menyelamatkan nyawa orang.
Apa maksudmu?
Aku tidak tahu bagaimana ini memungkinkan,
tapi
aku membuat jantungnya berdetak setelah sempat berhenti
dan aku mengucapkan istilah medis begitu saja.
Aku bertingkah aneh bahkan dari sudut pandangku.
Jadi? Apa maksudmu?
Katamu suamimu, Lee Soo Ho,
dokter, bukan?
Ya, dokter IGD.
Kamu pernah bertemu dengannya.
Aku pernah bertemu denganmu di IGD tempat suamiku bekerja.
Itu saja?
Hanya itu saat aku dan dia bertemu?
Ada saksi yang melihat kamu dan Esther
dengan suamiku saat dia menghilang.
Pada hari dia menghilang?
Ya, pegawai Aura dari hotel tempat kami melangsungkan
bulan madu kami bilang begitu.
Saksi lain datang setelah acara TV-ku juga.
Jika dipikir-pikir,
ada sesuatu yang tidak sempat kusampaikan.
Kurasa ada pria lain bersama Esther dan aku
saat kami kecelakaan.
Kurasa pria itu adalah
suamimu.
Suamiku... Soo Ho?
Astaga.
Sayang! Keluarlah!
Baik.
Ada apa? Kenapa ribut-ribut?
Kamu tahu tanaman di pot yang kamu beli?
Maksudmu, daphne kiusiana?
Benar.
Mereka bilang setelah mekar, aromanya sampai berkilometer.
Ini tidak mekar bertahun-tahun dan tampak lesu,
jadi, aku mau membuangnya, tapi ternyata mekar.
Sungguh?
Tidak heran.
Aku memang merasa mencium aroma wangi di rumah.
Bukankah tampak seperti pembawa kabar baik?
Aku merasa keluarga kita akan sejahtera tahun ini, benar?
Benar.
Indah sekali.
Soo Ho bersamamu saat kamu dan Esther
kecelakaan?
Aku tidak yakin 100 persen.
Aku cukup yakin kami bertiga bersama malam itu.
Aku bahkan ke lokasi kecelakaan untuk memeriksanya,
tapi tidak ingat apa pun lagi.
Lantas, ayo ke sana sekarang. Aku akan pergi bersamamu.
Kamu mungkin ingat
sesuatu yang dahulu tidak kamu ingat.
Baik. Ayo.
Halo?
Ya, ini Oh San Ha.
Apa?
Apa maksudmu?
Apa maksudmu, kamu menemukan jasad suamiku?
Baik, Nam Joon.
Sampai jumpa di sana.
San Ha.
Tidak, tidak mungkin Soo Ho.
Dia tidak akan tewas tanpaku.
Tidak akan.
San Ha!
Tidak mungkin.
Ini suamiku?
Di mana kamu menemukannya?
Pekerja konstruksi menemukannya di lokasi konstruksi jalan.
Tapi sulit mengidentifikasinya karena sudah busuk.
Kami tidak bisa memeriksa sidik jarinya juga.
Lantas, bukti apa yang kalian punya
sampai bisa bilang jasad ini adalah Lee Soo Ho?
Kami melakukan tes DNA untuk mengidentifikasinya
dan itu cocok dengan DNA Lee Soo Ho.
DNA-nya terdaftar
di basis data polisi.
Suami Anda menyerahkannya untuk menemukan keluarganya, bukan?
Ini hanya selembar kertas bodoh.
Aku tidak memercayainya.
Jika ini sungguh Soo Ho,
dia pasti mengenakan arlojiku.
Yang dia berikan kepadaku saat kami menikah.
Apa arloji itu ada padanya?
Hanya ada ini padanya.
Dia seharusnya sudah memeriksa jasadnya sekarang.
Mereka bahkan melakukan tes DNA,
jadi, San Ha tidak akan meragukannya.
Tidak, itu belum cukup untuk membuat San Ha
berhenti meragukannya.
Itulah alasanku memastikan menyingkirkan semua keraguan.
Apa maksudmu?
Ada sesuatu.
Ada jus di arlojiku.
Ini awalnya antiair,
tapi tidak lagi sejak rusak sekali.
Biar kulihat.
Ini Four Seasons model 2013.
Benar. Kamu bisa memperbaikinya, bukan?
Kamu harus memperbaikinya.
Arloji ini tidak boleh berhenti.
Kumohon.
Ada tulisan apa di belakangnya?
SH dan SH.
Soo Ho dan San Ha. Inisial kami.
Aku mau beli arloji yang tadi, tapi versi wanitanya.
Kamu bisa mengukirnya, bukan?
Apa itu arlojimu?
Soo Ho.
San Ha!
Sadarlah.
Kamu menemukan jasad tidak bernama, menyogok polisi,
dan petugas rumah jenazah.
Kamu bekerja keras.
Tapi kamu memang seharusnya berbuat sebanyak itu
jika mau menjadikan San Ha milikmu.
Ini kali terakhirku
membantumu. Tidak lagi.
Aku tidak akan menemuimu
seperti ini lagi.
Aku juga mau seperti itu.
San Ha, suamimu, Lee Soo Ho, yang selama ini kamu cari
dengan amat putus asa, tidak ada lagi di dunia ini.
Kamu tidak akan bisa hidup
sebagai istrinya lagi juga.
Namun, aku tidak akan merasa bersalah lagi.
Aku akan mengisi kekosongan itu
di sampingmu.
Halo?
Apa ini ibunya San Ha?
Ini Park Do Kyung.
Kenapa kamu menelepon?
Putri Anda di Pusat Medis Hankuk.
Dia pingsan.
Apa?
San Ha pingsan?
Apa maksudmu, San Ha pingsan?
Berikan ponselnya.
Halo? Ini Oh Chang Soo.
Kenapa putri kami pingsan?
Kamu di mana?
Aku akan segera ke sana.
Kami di pusat medis.
Mereka menemukan
jasad yang merasa duga
suaminya San Ha yang hilang.
Apa?
Menantu kami, Soo Ho?
Sayang, ada apa?
No comments yet. Be the first to leave one.