The first 200 lines.
DRAMA INI ADALAH FIKSI
TIDAK TERKAIT TOKOH, PARTAI, LOKASI, PERUSAHAAN ATAU PERISTIWA
Bingsu satu.
Ini bingsu -mu.
- Enak? - Sungguh?
Cobalah, Tae-jun.
Enak.
Kita juga makan bingsu saat kencan pertama.
- Kau ingat? - Ya, kau pakai blus biru langit.
Kau tumpahkan susu kental manis ke blusmu
- karena kau terlalu gugup bersamaku. - Astaga.
- Apa maksudmu? - Kau tak ingat?
Kau sangat gugup dan menumpahkan semua.
- Kau salah. - Tidak.
Kau yang gugup.
Kau yang gugup bertemu denganku sampai kau terus minum.
Astaga.
Dulu,
menyenangkan kita bisa pergi tanpa khawatir.
- Bagaimana dengan sekarang? - Sekarang?
Tetap menyenangkan.
Tak seburuk itu.
Kenapa kau gemetar?
Lihat ini. Kau gemetar.
Masih menyukaiku seperti dulu?
Anggota Jeong Eun-hui ditunjuk sebagai jubir baru Partai Daehan.
Dia ungkapkan tekadnya untuk menyampaikan
opini anggotanya secara jujur kepada masyarakat.
Dia juga mengatakan akan berusaha keras sebagai jubir
- agar partai didukung masyarakat. - Kau tak apa-apa?
- Dia akan mendengarkan opini rakyat - Begitulah.
dan tingkatkan komunikasi dengan pers.
Setidaknya kau selamatkan RUU-ku.
Lebih baik begini.
Tugas jubir banyak.
Kini aku akan fokus ke Jungil-gu.
Apa persiapan dengar pendapat lancar?
Ya, sejauh ini.
Begitu dengar pendapat dimulai,
semua yang dilakukan Pak Song akan diungkap.
Bahkan Samil Association.
Kau benar.
Samil Association mungkin akan menjatuhkanmu.
Aku tahu.
Aku tahu itu, jangan khawatir.
Kita bekerja tanpa lelah sampai hari ini,
tapi jalan kita
masih panjang.
Semua orang berlari menuju cahayanya masing-masing.
Namun...
makin dekat ke cahaya itu, makin sulit melihat.
Kau bahkan tak bisa melihat kegelapan di bawah kakimu.
EPISODE 6
Nomine Menteri Kehakiman, Song Hui-seop, akan menjalani
dengar pendapat oleh Majelis Nasional
pada pekan ini.
Mayoritas partai berkuasa menyetujui
nominasi Pak Song, ketua fraksi Partai Daehan,
tapi partai oposisi diperkirakan akan menentang keras.
Menentang keras apa.
Mereka juga anggota majelis.
Tak ada alasan menghentikan anggota menjadi menteri.
Mereka tak akan menghentikanku sekalipun tak mendukung.
Akan ada reporter.
Aku sudah tulis sambutan sederhana.
Ada konferensi pers juga untuk umumkan kebijakan.
Lakukan.
Nanti aku mau bertemu Lee Chang-jin.
Dia mau traktir untuk merayakan.
- Ikutlah. - Ya, Pak.
Cuaca hari ini sangat cerah.
CUCI KERING
Siapa namamu tadi?
Kim Myeong-su... Kim Myeong-su...
Di mana?
Aku ingat menaruh di sini.
Tunggu sebentar. Do-gyeong?
Apa dia masih tidur?
Berapa banyak dia minum kemarin?
Do-gyeong! Bangun.
Astaga, bangun!
- Apa? - Kau pindahkan setelan tahun lalu?
Apa? Setelan?
- Pelanggan datang, tapi ibu tak lihat. - Astaga.
Kenapa dia tiba-tiba datang mengambilnya?
Dia lupa, tapi ingat sebelum pindah.
- Kau lihat? - Bagaimana aku tahu?
Akan kucari.
Bilang kepadanya kita akan cari dan antar.
Baik, kita harus lakukan itu. Dia sibuk berkemas untuk pindahan.
Do-gyeong.
Ya, apa?
Belajar pasti membuat stres.
Tapi tetap saja, jangan minum terlalu banyak.
Kau harus jaga kesehatan. Ujianmu sebentar lagi.
- Semangat! - Baiklah.
Aku terlambat.
Maaf. Aku akan mencari...
- Kau mau ke mana? - Belajar.
Kami akan cuci setelanmu dan mengantarnya.
- Jangan khawatir. - Sudah sarapan?
Makan di sana saja.
Maaf.
Ada keperluan apa?
Aku pemagang di kantor Pak Song,
aku lupa bawa kartu masuk.
- Kau yakin bekerja di sini? - Ya.
- Bagaimana dengan KTP? - KTP?
- Halo. - Halo.
Dia pemagang kami.
Terima kasih.
- Terima kasih. - Akses diberikan.
Kenapa kau berhenti jadi reporter?
Artikelmu sangat bagus.
Aku tak mau menulis artikel lagi.
Pria yang kau lihat di rumah sakit.
Pak Shin Jae-gyeong.
Dia jadi seperti itu karena artikelku.
- Halo. - Selamat pagi.
Kau sudah datang.
Apa? Kalian semua sehat?
Astaga, perutku sakit.
Nn. No.
Nn. No, bisa buatkan kopi? Dengan tiga sendok gula.
Baik.
Dengan Yun Hye-won, kantor Pak Song.
Daftar pertanyaan nomine dan dokumen untuk dengar pendapat?
Ya, akan kuisi dan kirim lagi.
Ya, baik.
Daftar pertanyaan dari anggota majelis akan mulai berdatangan.
Kenapa kita tak bisa istirahat?
Ramai sekali.
Kurasa bagus jika banyak orang hari ini.
Itu dia.
Selamat atas nominasimu.
Bagaimana perasaanmu?
Ini posisi penting, jadi, aku merasakan tanggung jawab besar.
Aku akan mendengarkan opini rakyat
dan menjaga komunikasi dengan Gedung Biru.
Bagaimana posisimu dalam reformasi kejaksaan?
Reformasi kejaksaan
hal yang tak terhindarkan untuk melindungi demokrasi
dan konstitusionalisme negara kita.
Aku akan terus memikirkan bagaimana seharusnya kejaksaan,
menerima opini dari berbagai pihak,
dan menanganinya dengan bijaksana.
Banyak anggapan bahwa reformasi sulit diteruskan
jika Menteri Kehakiman mantan orang kejaksaan.
Aku mungkin dulu bekerja di kejaksaan, tapi...
Kau masih di sini?
Aku harus menyelamati Pak Song sebelum pergi.
Aku ingin tunjukkan tekadku untuk reformasi.
Aku ingin dukungan kalian, bukan kekhawatiran.
Terima kasih. Aku menantikan dukungan kalian.
Terima kasih.
Reformasi kejaksaan
adalah hal yang tak terhindarkan untuk melindungi demokrasi
dan konstitusionalisme negara.
Pak Song bertemu Lee Sang-guk semalam,
ketua Komite Yudisial.
Pak Song ingin menarik diri setelah dapat yang dia butuhkan.
Aku yakin Nn. Kang yang membujuk Ketua Lee.
Kau akan membiarkannya?
Organisasi wanita akan memberinya penghargaan atas RUU itu.
- Biarkan saja. - Sungguh?
Jika kau tak bertindak, akan sulit bagimu
ditunjuk sebagai ketua fraksi.
Hei.
Hanya jika Pak Song lolos dengar pendapat.
Komite Yudisial memimpin dengar pendapat Menteri Kehakiman.
Jika kau ikut campur, akan sebabkan banyak masalah.
Bukan aku orangnya, Kang Seon-yeong yang akan lakukan.
- Apa? - Nn. Kang?
Ya.
Biarkan dia nikmati kemenangan sampai saat itu.
Orang ini telah berkontribusi besar meningkatkan hak-hak wanita
sebagai wanita yang membanggakan. Karena itu, kami berikan penghargaan ini.
Selamat.
ORGANISASI WANITA JUNGIL-GU ACARA PENGHARGAAN
Terima kasih.
Ini bagan tempat duduk anggota komite dengar pendapat.
Jo Nam-hyeon, Baek Seung-hwan,
dan Kim Sang-jun, yang memihak Pak Jo
tak akan membuat masalah.
Mereka mungkin tahu situasi sudah berubah.
- Bagaimana dengan oposisi? - Semuanya baik,
tapi Pak Jang masih memihak Pak Jo.
Jang Yong-gi? Dia buat keributan saat audit lalu, 'kan?
- Pak Song Hui-seop! - Diam, kau.
Jika kau tak bawa Pak Lee sebagai saksi, inspeksi tak bisa dilanjutkan!
Tapi jangan khawatir.
Pak Jang terlibat tuntutan hukum mengemudi saat mabuk.
- Aku bisa mengatasinya. - Baiklah.
Bagaimana dengan Mun Sang-hyeon dari Partai Kookmin?
Mun Sang-hyeon?
- Apa karena Pak Lee punya... - Cukup!
- hubungan khusus dengan Pak Song? - Kami sudah tetapkan daftar saksi.
Dia seperti lintah, mengisap darah di mana-mana.
Dia mungkin bisa jadi masalah, jika tak dapat apa-apa.
Di mana distriknya?
No comments yet. Be the first to leave one.