The first 200 lines.
DUA HARI SEBELUMNYA
Brendan?
Emily?
Ya.
Bagaimana keadaannya?
Tak ada perubahan.
Benarkah?
Itu bagus.
Ada apa, Em?
Aku senang bisa melihatmu, Brendan.
Sudah cukup lama.
Dua bulan.
Ya, aku bahkan tak tahu di mana lokermu. Aku harus bertanya pada Brain.
Em, kenapa kita tak bertemu di sebuah tempat?
Aku tak bisa.
Kenapa tidak?
Aku membuat kacau.
Aku sungguh membuat kacau.
Kacau bagaimana?
Aku menurutinya memakai barang itu.
Aku tak tahu itu barang buruk.
Tapi Pin menyalahkan si malang Frisco...
...dan kini mereka mengejarku.
Pelan-pelan. Apa?
Kau harus menolongku, Brendan. Kumohon.
Aku pikir... Tidak!
Brain!
Brendan, sudah cukup lama.
Di mana kau makan?/ Di belakang sekolah.
Ya, tak ada yang melihatmu.
Sudah berapa lama, dua bulan?/ Cukup lama.
Kau beri Emily nomor lokerku?
Beberapa hari lalu. Aku salah?/ Tidak.
Sudah lama sekali aku tak tahu status hubungan kalian.
Ya, sudah cukup lama. Dengan siapa dia biasa makan?
Entahlah, cukup sulit mengetahuinya.
Begitu?
Cukup sulit untuk mengetahui hal-hal seperti itu...
...karena makan siang itu adalah banyak hal.
Makan siang itu sulit.
Keadaanya tak terlalu baik, Brendan.
Ya, aku tak berusaha mempersulit.
Kehidupan Em miliknya, tapi dia minta pertolonganku.
Pertolongan apa?/ Entah.
Aku bahkan tak peduli. Itu bukan urusanku.
Aku cuma ingin tahu dia baik-baik saja.
Jadi aku harus mencarinya. Itu saja.
Aku tahu dia sering bergabung...
...dengan kelompok pemandu sorak elit, Kelompok Laura Dannon.
Laura Dannon?
Dan Brad Bramish.
Krim lapisan atas.
Em mengikuti mereka sebentar, tapi tak berhasil.
Dia keluar dari kelompok tersebut.
Terakhir aku lihat dia bersama si pecinta drama. Siapa namanya?
Kelompok kecil, jahat, yang biasa kau kencani.
Kara./ Itu bus-ku.
Kau tahu nomor lokernya?/ Loker Kara?
Loker Em./ 269.
Terima kasih, Brain.
Tetaplah waspada. Cari aku bila dia muncul.
Akan kulakukan.
Halo, Kara.
Halo, Brendan./ Kara.
Datang untuk melihat pertunjukkan?/ Tidak.
Anjing piaraan teraniaya./ Jangan ke mana-mana.
Aku perlu informasi./ Aku mendengarkan.
Soal Emily Kostich.
Lari ambil tasku. Ayo, lekas.
Masih suka mengerjai anak baru?/ Kau juga pernah jadi anak baru.
Dulu sekali, Nona.
Kau dan Em sedikit akrab. Dengan siapa dia makan kini?
Makan bersama?/ Ya. Makan siang. Siapa?
Kau lucu.
Brendan.
Aku tak tahu di mana dia berada.
Aku yakin kau tahu, kenapa tak mau bilang?
Mungkin karena aku menjagamu.
Aku hargai itu.
Brendan.
Bila kau ingin kembali lagi...
...aku bisa memakaimu.
Baiklah. Jadi.../ Pergi. Ucapkan kalimatmu. Baiklah.
Pergi./ Jadi aku cuma...
Tidak, dia harus katakan lebih dulu, lalu kau bisa ucapkan kalimatmu.
Halo?
Halo, Nyonya. Ini Tom. Seorang teman sekolah.
Bisa bicara dengan...
Tentu, Tom. Laura ada. Tunggu sebentar.
Ya?
Aku menelepon untuk tahu lebih jelasnya./ Untuk apa?
Yang sejelasnya soal pesta ini./ Siapa kau?
Atau akan kututup./ Kau tak mengenalku.
Aku menghemat waktumu.
Aku kenal semua orang dan aku memiliki banyak waktu.
Keuntungan masa muda.
Tanya undangan siapa yang kudapatkan.
Apa maksudmu.../ Emily Kostich.
Jalan Busch 15, di Stockton. Teluk kecil. Ke 42 di gerbang.
Pukul 9:00. Tapi siapa yang memberimu...
Mentari yang sinarnya adalah bayangan semua
Dengan kemenangan yang pernah ada
Jangan menyangkal Yang Mulia
Dia datang untuk menceritakan sebuah kisah
Dia tidak berseru
Aku tersipu karena malu jadi tolong bermurah hati
Tapi tetap keras dan tegas
Dalam setiap emas Kemenangannya akan datang
Maksudku untuk menguasai bumi Karena dia sebagai langit
Kita sungguh tahu nilai kita Mentari dan aku
Dan pelatih yang bodoh, pelatih tidak membiarkanku bermain.
Jadi, bersoraklah.
Indah. Maksduku, aku Brad Bramish. Pelatih
Kau harus biarkan aku bermain.
Bagaimana aku bisa melakukan permainan terbaikku...
...bila aku cemas tentang aku akan berada di sana atau tidak?
Hei.
Hei!
Apa yang kau lakukan di sini?/ Mau pergi.
Oh, ya?
Brad bukan jenis orang yang ingin kau buat marah.
Pria pemberani.
Berhenti bicara dan buatkan aku satu.
Aku takkan bisa lewati semua ini.
Kenapa kau di sini malam ini?/ Aku mencari Emily.
Em sudah lama menghilang. Tak ada yang melihatnya.
Aku melihatnya kemarin.
Hampir mustahil.
Kau mengetuk pintu yang salah.
Aku tak kenal baik Em sampai tahu masalahnya.
Aku cuma dengar sedikit saja.
Bila kau tak tahu masalahnya, lalu kenapa namanya...
...bisa membuatku datang ke pestamu yang eksklusif?
Dengarkan. Aku tak tahu, tapi sepertinya kau tahu.
Dan seseorang punya hak untuk bersikap ingin tahu.
Kini aku tak yakin./ Maka, istirahatkan saja.
Aku tak tahu sama sekali soal apa pun dan itu bagus untukku.
Aku cuma ingin menemukannya.
Coffee and Pie.
Kedai Coffee and Pie, Oh My?
Dan kau tak dengar dariku.
Itu Tugger./ Baiklah.
Tunggu aku di sini?/ Tentu.
Duduk dan tunggu. Cuma lima menit.
Ya./ Baiklah.
Kenapa kau tak bicara?
Aku tak mau membicarakannya.
Kita akan bicarakan sekarang!/ Aku tidak mau!
Aku akan bicarakan sekarang!
Di mana Dode?
Brendan. Mungkin sebaiknya kau tak berada di sini.
Kara bilang kau tahu di mana Em berada.
Kenapa kau mencari Em?
Dia minta bantuanku.
Aku sudah banyak masalah...
...tanpa harus berurusan dengan mantan yang tak puas.
Ini bukan soal itu.
Soal apa pun itu, bertindaklah lebih pintar dari rupamu dan lupakan.
Di mana dia berada?
Sebaiknya kau pergi selagi semua masih baik.
Dengar itu, bodoh
Keroyok aku, bila kalian mau.
Aku tahu yang kulakukan dan aku tidur kemarin malam.
Itu membuatku sadar daripada kalian.
Tenang, Bung.
Di mana Em?
Baiklah!
Di mana Em?
Dia bersamaku.
Dia tegang saat meneleponmu. Datang padaku ketakutan.
Menyuruhku mengusirmu bila kau datang.
Katanya kau cuma akan membuat keadaan semakin buruk.
Hadapi apa pun itu dan lupakan.
Beritahu Em aku ingin menemuinya.
Katakan dia mau bantuanku atau tidak, itu urusannya.
Tapi aku mau dengar langsung darinya.
Dia tak mau...
Hari ini! Dia tahu di mana aku makan siang.
Dan jangan kembali!
Aku pasti kedengaran gila kemarin waktu di telepon.
Kau harus melupakannya.
Cuma dengan begitu kau bisa membantuku...
...kumohon, lupakan itu.
Brendan...
Aku tahu kau marah pada semua orang-orang ini...
...karena kau pikir aku meninggalkanmu untuk pergi dengan mereka.
Tapi kau harus melihatnya sebagai keputusanku.
Berhenti marah cuma karena aku ingin berada di mana...
...adalah berbeda dengan di mana kau ingin berada di mana, paham?
Siapa yang memberimu kalimat itu, Em?
Berhenti ganggu Dode. Dia pria yang baik.
Si pengadu?
Dia teman yang baik.
Jadi siapa aku ini?
Ya, siapa kau ini?
Makan di belakang sini, membenci semua orang.
Maksudku, siapa kau untuk menghakimi semua orang?
Aku amat mencintaimu.
Aku tak tahan.
Aku harus berhubungan dengan orang-orang. Aku tak dapat menjalani hidup bersamamu lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.