Specials

Release info

Cheer Up E10 LIMO
A Commentary by tsubasa_raa
I D F L

Tags

other
Published on: 2015-11-04
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diterjemahkan Oleh tsubasaraa IDFL™ Subs Crew

- Kwon Soo Ah. - Kau sudah berjanji.

Tapi, kau menusukku di belakang seperti ini?

Aku tahu kau pasti tekejut. Tapi, bukan aku yang melakukannya.

Ya, kau mulai lagi bersikap sok baik.

Kenapa? Apa kau menyesal telah meng-upload nya?

Karena si baik Kang Yeon Doo tak mungkin tega melakukannya?

Jadi, kenapa kau malah meng-upload nya, hah?

Aku memperingatkanmu untuk tidak membuka mulutmu itu.

Aku memperingatkanmu untuk tidak membuka mulutmu itu.

Kau pikir aku percaya?

Aku tahu kau dan Kim Yeol yang sudah merencanakannya!

Lepas! Lepaskan aku sekarang!

Aku akan membunuhmu. aku akan membunuhmu, Kang Yeon Doo!

- Kau baik-baik saja? - Oh! tidak!

Hei, itu Kim Yeol.

Bukankah itu darah?

- Darah. Darah. - Dia mengalami pendarahan.

Kim Yeol.

Hei, Kim Yeol!

Hei, sadarlah, Kim Yeol.

Telepon ambulans! Cepat! Cepat!

Kim Yeol! Kim Yeol, sadarlah!

Kim Yeol!

Dong Jae, bagaimana ini? Apa Kim Yeol baik-baik saja?

Yeon Doo.

Yeon Doo! Masuklah.

Ya.

Kembali ke kelas kalian.

Bagaimana ini? Sepertinya luka Kim Yeol parah.

Kudengar Soo Ah lah yang mendorongnya. Kenapa dia bisa sejahat itu?!

Di mana dia sekarang? Tunggu saja jika aku melihatnya,

tamat riwayatnya...

Kwon Soo Ah!

Apa?

Bagaimana dengan kondisi Kim Yeol?

Masih belum ada kabarnya.

Guru Yang akan menelepon sekolah, jika hasilnya sudah keluar.

Tapi, bagaimana jika ayahnya sampai menuntut sekolah?

Dan kenapa bisa dia bisa melakukan hal seperti ini. Kwon Soo Ah?!

Em~ sepertinya sudah hukum alam bagi siswa pintar untuk tetap bertahan.

Dan juga! Kenapa kau harus ceroboh dengan USB mu itu?

Jadi, maksudmu Soo Ah lah yang mencurinya?

Soo Ah?

Ya, baiklah. Aku akan ke sekolah besok, bu.

Apa sesuatu terjadi pada Soo Ah?

Ternyata Soo Ah lah yang mencuri USB soal ujian mid-semester itu.

Dan juga, dia baru saja mendorong temannya dan terjatuh di tangga.

Jadi, apa yang selama ini

kau kerjakan dan tidak mengurus dia?!

Kau sudah memberitahu anakmu?

Aku sudah membuat janji dengannya akhir pekan ini.

Sepertinya sudah saatnya aku memberitahu dia tentang kita.

Mereka pasti akan terkejut.

Pasti. Mereka pasti akan terkejut.

Ibunya akan menikah dengan ayah teman sekelasnya.

Tunggu, jika mereka menjadi saudara siapa yang akan jadi kakak?

Bukannya Yeon Doo lahir di bulan November?

Berarti Yeol adalah kakaknya.

Bukan itu yang penting, tapi ijin mereka yang penting sekarang.

Ah, tunggu sebentar.

Wali kelas Yeol menelepon. Kenapa , ya?

Ah, ya. Halo, pak?

Apa?

Ya, pak.

Ya, aku mengerti.

Ya.

Ayah Yeol akan segera datang. Kau juga harus menelepon ibumu.

Ah, tidak perlu, pak.

Dia pasti akan sangat khawatir jika aku memberitahunya.

Tapi, apa kau baik-baik saja?

Ya.

Hei, apa wajahmu akan cemburut seperti itu terus?

Dokter bilang Yeol akan baik-baik saja.

Tapi, dia belum sadarkan diri...

Itu karena efek dari pengobatannya.

Aku harus menelepon sekolah, masuklah.

Ya.

Dasar jelek.

Kau ini!

Kenapa kau malah melompat dan terluka begini karena aku?

Aku sangat takut dan khawatir.

Aku pikir aku mungkin tak bisa melihatmu lagi. Kau tahu itu?

Jadi, sadarlah sekarang.

Dan aku pastikan akan membalasmu karena telah membuatku ketakutan begini.

Bagaimana caranya kau akan membalasku?

Ah, Kim Yeol. Kau baik-baik saja?

Kang Yeon Doo...

Kau sendiri baik-baik saja?

Iya. Aku akan memberitahu Guru Yang dulu.

Apa anda bisa memberitahuku kamar berapa pasien yang baru masuk bernama Kim Yeol?

Dia adalah murid SMA Sevit.

Kang Yeon Doo.

Sepertinya kau selalu lupa menjawab tiap pertanyaanku.

Bagaimana caranya kau akan membalasku?

~Kau akhirnya datang. Melalui kumpulan kenangan itu.~

~"Cinta" yang kulupakan akhirnya bisa kurasakan~

Inilah balasanku. ~Aku berteriak ke langit.~

~Aku mencintaimu.~

~Bintang-bintang di langit rasanya terjatuh ke kepalaku~

~Bintang itu membisik rasa kesepianku~

~Bintang itu akan membawaku terbang~

~Shooting star~

Entahlah. Aku selalu saja berhadapan dengannya.

Tunggu, jangan!

Aku lapar. Kau tak mau makan ramen?

Sayang, tunggu. Sepertinya aku belum siap.

Kenapa?

Kami bahkan belum pernah ketemu.

Dan saat dia terluka begini, pasti situasinya akan menjadi canggung.

Jadi, kau mau pulang?

Ya. Kau masuk saja. Jangan khwatirkan aku.

Yeol sedang menunggumu.

Baiklah. Nanti akan kutelepon.

Ayah...

Kau baik-baik saja?

Apa ayah berlari ke Rumah Sakit?

Di luar sangat panas tadi.

Apa kabar? Aku adalah teman sekelas Yeol.

Aku pernah melihat anda di sekolah. Anda membawa 2 pengacara. Keren sekali!

Aku masih bisa lebih keren lagi, loh.

Yeol punya teman yang baik.

Halo?

Ya, bagaimana keadaan Yeol?

Ya, dia baik-baik saja.

Lukanya tidak parah.

Syukurlah. Sungguh melegakan.

Nah~ sudah kubilang, 'kan? Dia pasti baik-baik saja.

Kau di mana sekarang?

Oh! Aku sedang di jalan. Aku sudah hampir sampai.

Ya, nanti kutelepon lagi.

Ha Dong.

Yeon Doo, kau baik-baik saja?

Tidak.

Kau terluka?

Iya! Hatiku terasa akan meledak. Aku seperti mau mati saja.

Kau mau minum?

Tidak.

Kau tak mau ke kamar mandi?

Tidak.

Apa kau tak mau memakan sesuatu?

Tidak.

Kenapa sikap ayah berubah akhir-akhir ini?

Bersikaplah seperti biasa. Rasanya kaku jika begini.

"Maafkan aku. Terima kasih. Aku mencintaimu."

Bahkan dengan ketiga kata itu saja mereka pasti akan bahagia sekali.

Terima kasih.

Karena kau tak terluka parah.

Dan bisa tetap sadar seperti ini.

Terima kasih.

Kang Yeon Doo, aku akan membunuhmu!

Apa kau sedang bersembunyi?

Minta Maaflah ke Yeon Doo.

Yeon Doo bukanlah orang yang akan tega meng-upload video itu.

Apa?

Dan juga pada Kim Yeol. Kaulah yang menyebabkan dia terluka.

Aku tahu. Aku tahu, Kim Yeol terluka karena aku.

] --- ]

Kondisi Kim Yeol baik- baik saja.

Dan kita bisa menyelesaikannya tanpa masalah.

Baguslah.

Soo Ah datang.

Kabari aku lagi nanti.

Duduklah.

Aku sudah mendengar semuanya. Dan tindakan yang cepat sangat penting sekarang.

Dan tindakanku adalah untuk memindahkanmu dari SMA Sevit.

Aku sudah meminta Kepala Lee untuk memindahkanmu ke luar negeri-

Ibu...

Aku telah melukainya.

Aku mendorongnya. Dan sekarang dia masuk Rumah Sakit.

Aku sungguh tak bermaksud melakukan itu, aku sungguh-

Apa yang kau maksud adalah Kim Yeol?

Jangan khawatir.

Semuanya sudah kuurus, tak ada yang perlu kau khwatirkan.

Bukan, bukan begitu. Tapi, akulah yang mendorongnya.

Aku tak berniat melakukannya. Aku hanya terlalu takut video itu akan menyebar...

Kamarin, aku meninggalkan Kang Yeon Doo sendirian.

Dan aku manaruh USB di tas Kim Yeol...

Tenanglah Kwon Soo Ah.

Kejadian ini bukan apa-apa.

Bukan... apa-apa?

Aku bisa mengurusnya agar kejadian ini seakan tak pernah terjadi.

Aku akan melindungi nilai sempurnamu.

Kau tak mungkin masuk ke Ivy dengan masalah tak berguna ini, 'kan?

Tak usah pedulikan semua sampah itu dan fokus saja pada dirimu.

Ibu akan melindungimu.

Soo Ah... Ivy sudah di depan mata. Kau tak boleh goyah.

Soo Ah... kau mengerti yang ibu katakan, 'kan?

Soo Ah.

Kau mengerti, Soo Ah?

Jangan sampai goyah.

Kau hanya perlu berjalan di jalan yang ibu siapkan.

Apa kau mengerti?

Tetap berjalan...

yang ibu siapkan?

Bahkan sampai

akhirnya?

Ya tentu saja. Sebuah akhir masa depan yang kita inginkan.

Tapi...

rasanya sangat sulit...

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left