The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX
TAS DAN SEPATU PAK KOEN
Selamat pagi, Naci.
Ada apa?
RUMAH PENDIRI KITA HANCUR DIBOM
SIPRUS ADALAH TURKI
Koran, koran!
Rumah Atatürk dibom! Bacalah di koran hari ini!
Koran, koran!
Rumah Atatürk dibom! Bacalah di koran hari ini!
THE CLUB
Berkumpullah, Saudara-saudara.
Ayo.
Kalian bisa baca di sini.
Mereka menyerang rumah Atatürk!
- Apa? - Beraninya mereka!
Di Tesalonika!
- "Tesalonika milik kami," katanya. - Itu konyol!
"Kami akan hancurkan rumah pendirimu," kata orang Yunani itu.
"Siprus milik kami. Istanbul juga, tentunya," kata mereka.
Istanbul milik kita!
Mereka menyebutnya "Konstantinopel"!
Siapa mereka?
Siapa?
Mereka penjaga toko sebelah.
Berjalanlah di sepanjang Jalan Besar Pera!
Bangunan dan toko paling megah adalah milik mereka.
Kita membeli dari mereka.
Kita membeli sepatu, gaun dari mereka.
Tapi ke mana perginya uangku?
Ke sana!
Untuk membeli bom itu!
Membeli peluru yang mereka tembakkan ke saudaraku di Siprus!
Berjalanlah di sepanjang Jalan Besar Pera!
Kita memelihara pengkhianat, Saudaraku!
Apa itu?
Ada apa ini?
Siapa yang melemparnya? Siapa?
Siapa?
Para bajingan itu mengebom rumah pendiri kami.
Kumohon, Semuanya.
Kalian tahu itu tak ada hubungannya denganku.
Ini Istanbul, bukan Tesalonika. Jangan tertipu.
Kita semua bersaudara.
Jangan tertipu. Jangan percaya.
Mau apa dari tokoku? Ini mata pencaharianku!
Kumohon, demi Tuhan.
Diam kau, orang Yunani!
- Tenanglah! - Hati-hati, Anak Muda.
Aku lebih tua darimu…
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Hentikan EOKA!
Hentikan EOKA!
Hentikan EOKA!
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
HENTIKAN EOKA
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Boleh aku masuk?
Aku tutup. Pulanglah, Sayang.
- Kumohon! - Ini akan rusuh.
Kau juga harus pergi. Jangan di sini.
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Minggir!
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Ada apa ini? Ada protes?
Orang Yunani mengebom rumah Atatürk di Tesalonika.
Sial.
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Kematian bagi orang-orang Yunani!
Tak usah dikasihani!
Tak usah dikasihani!
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Hei! Berhenti!
Berhenti!
Lepaskan! Lepaskan dia!
Berhenti! Kalian memalukan!
- Kalian memalukan! - Kau memihak siapa?
Yang pasti bukan kalian!
Mobilnya di sini!
Mobilnya di sini.
Jangan sentuh dia!
DR. ESAT MİNKARİ - AHLI X -RAY
TREM MAÇKA-TEROWONGAN TOKO KERAJINAN TANGAN
LAMPU & PERLENGKAPAN LAMPU
TOKO BULU MADAME
TAS DAN SEPATU PAK KOEN
TOSERBA PERA
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
GUNAKAN BAHASA TURKI!
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Siprus adalah Turki, dan akan tetap Turki!
Siprus adalah Turki…
Tenang, Bu.
Sudah.
- Ayolah. - Tidak mau.
Hampir selesai. Jangan buat Niko kesal.
Dokter
Dokterku tersayang
Tolong carikan obat untuk masalahku
Datang dan sembuhkanlah lukaku
Luka di sekujur tubuhku
Bahtiyar, biarkan aku pergi! Bahtiyar!
Bahtiyar!
- Diam! - Kumohon.
- Demi kebaikanmu. - Kumohon.
Kau akan berterima kasih nanti.
- Biarkan aku pergi. - Minggir!
Bahtiyar! Bahtiyar.
Jangan pergi! Jangan tinggalkan aku di sini!
Bahtiyar!
Bahtiyar, buka! Bahtiyar!
Bahtiyar, buka pintunya. Bahtiyar!
Hasan, apa Raşel ke sini?
Tidak.
- Ada apa, Bu Matilda? - Entahlah.
- Pintu satunya? - Kukunci. Ini juga akan kukunci.
Ini kacau. Pak Orhan dan Çelebi juga tak ada di sini.
Matilda! Kau tak apa?
Orang-orang menyerang toko dan pemilik toko.
Rumah Atatürk dibom.
Aku baru dengar di radio.
Aku harus cari Raşel.
Jangan! Dia seharusnya aman.
- Dia bersama İsmet. - Tidak!
Aku baru dari sana.
Mereka bertengkar, Raşel pergi.
- Aku ikut. - Lindungi orang-orang di sini.
Malam ini akan berat. Aku akan cari Raşel dan kembali.
Hati-hati!
Luka di sekujur tubuhku
Jadi, Orhan.
Sampai di mana kita?
Kemitraan kita.
Kemitraan?
Ya.
Situasinya berbeda sekarang.
Kita tak bisa mengabaikannya, bukan?
Apa maumu?
Jadi, ini rumahmu sebelum kau bersembunyi.
Aku yakin kau banyak berdoa di altar ini.
Apa yang kau doakan?
Apa maumu?
Katakan.
Langsung saja.
Aku ingin apa yang menjadi milikmu,
tapi itu tak penting lagi.
Ternyata kau sudah menjadi milikku, Niko.
Kau tak bisa buktikan.
Buktinya ada di sana.
Tidak.
Tidak. Lepaskan.
Jangan.
Baiklah.
Tapi biarkan kami pergi.
Kau bisa ambil semuanya.
Biarkan kami pergi.
Baiklah.
Kau tak berhak.
Jangan lakukan ini.
Satu-satunya hakmu di negara ini
adalah menjadi budakku, Niko.
Hentikan!
Mereka tetangga kita! Berhenti membobol masuk!
Ini salah! Jangan!
Berhenti memukul! Mereka tetangga kita!
Berapa lama kau akan menahanku di sini?
Bahtiyar, biarkan aku pergi.
Apa salahku kepadamu? Astaga.
Tak ada yang peduli kepadamu hari ini.
Kita punya urusan lain.
- Bahtiyar. - Lihat aku.
Lihat aku.
Seperti kau melihatku malam itu.
Kau menembus hatiku. Kau sangat cantik.
Kau membuat anak desa yang malang bahagia.
Kau juga melihatku.
Kau juga tampan.
Lalu, kenapa kau menghindariku?
Biarkan aku pergi.
- Berhenti berbohong. - Cukup.
- Aku tak bohong. - Duduk.
Aku tak bohong.
- Kau akan melihatku. - Bahtiyar.
- Kumohon! - Kalian semua.
- Jangan! - Jika perlu, kupaksa.
Jangan, Bahtiyar. Lepaskan aku.
- Berhenti. - Lepaskan.
Lepaskan aku!
Lepaskan! Kubilang lepaskan! Lepaskan aku!
Lepaskan! Jangan!
Berhenti!
Tasula!
Minggir!
Tasula!
Minggir, Bodoh!
Minggir!
Dia pacarku! Lepaskan dia!
No comments yet. Be the first to leave one.