The first 98 lines.
Sersan Kim!
Sersan Kim! Tidak!
Sersan Kim!
Kat!
Hei, ahjussi yang dibelakang!
Apa yang sedang kamu lakukan?
Aku merasa kasihan karena dia terkena ledakan!
Ahjussi prajurit Korut, orang itu prajurit Korsel!
Dia tidak sepihak dengan ahjussi!
Aku minta maaf. Aku minta maaf!!
Apa aku boleh ke toilet?
Oh! Bisa-bisa hari ini aku tidak dibayar.
Lintah itu tidak akan berhenti menggangguku.
Terobsesi dengan hal mendetail, dasar kejam.
Kalau aku tidak kembali, tidak akan ada yang tahu ini, kan?
Aku akan tidur siang sebentar.
Pekerjaan utamaku adalah menjalankan toko ayam
Aku menggunakan semua dana pensiunku untuk membuka toko ayam
Namun berbisnis itu tidak semudah yang ku kira
Tak lama kemudian, aku mulai mendapatkan serangkaian pekerjaan lain.
Tempelkan 100 mata dan aku akan membayarmu.
100 mata? / - Ya.
Baiklah, aku mengerti.
Selesai. / - Cepat sekali.
Apa-apaan ini?
Aku tidak akan membayarmu!
Ahjussi, apa ada paket untuk 412?
Oh, apel yang dikirimkan dari Daegu?
Ya, benar yang itu.
Terima kasih, aku sudah memakannya!
Apa? Ahjussi menghabiskannya?
Kenapa? / - Disana tertulis untuk diberikan padaku.
Apa? / - Disana tertulis seperti itu.
Apa Anda menyalahkanku?
Mari kita tanyakan, siapa yang benar dan siapa yang salah!
Di kotaknya.. / - Baiklah, mari kita tanyakan.
tertulis untukku.
Dari semua pekerjaan, yang paling menyenangkan
adalah bekerja paruh waktu menjadi figuran.
Cue!
Mohon restui hubungan kami. / - Beraninya kamu berhubungan dengan putraku!
Beraninya kamu! Kamu tidak pantas berhubungan dengan putraku!
Jadi, hari ini aku berperan menjadi prajurit Korut dalam film mengenai Perang Korea.
Apa yang terjadi? Apa semuanya sudah pergi?
Tidak ada seorang pun yang menyadari kalau aku menghilang.
Dasar bedebah!
Ah, tisu! Tisu nya habis!
Syukurlah, masih ada tisu yang tersisa.
Apa? / - Maaf, jika tidak keberatan...
bisakah membagi tisu nya denganku?
Ya, kalau ini aku tidak keberatan--
Terima kasih.
Sekarang ini seluruh peserta majelis telah berkumpul di dalam Gedung Parlemen
Presiden akan menghadiri majelis umum hari ini
dan mengusulkan kebijakan mengenai Korut.
Mau pergi kemana? / - Gedung Parlemen.
Aku memarkir mobilku disana--
Ada apa dengannya?
Ah, yang benar saja...
Hyung, dimana? Apa ada di rumah?
Tidak. Aku ada urusan diluar. Semoga lancar.
Terima kasih atas celana nya. / - Apa?
Ah, kali ini..
Permisi.
Aku datang untuk melenyapkan boneka kapitalis Korsel.
Aku akan membakar habis Gedung Parlemen.
Apa kamu baik-baik saja? Bagaimana aku bisa pergi ke Gedung Parlemen dari sini?
Halo! / - Nona, ada apa?
Ada orang aneh! / - Ada apa denganmu? Hah?
Ada apa?
Tolong buka pintunya!
Oh, terima kasih!
Anda tidak perlu sampai repot-repot begini.
Astaga, bicara apa kamu ini.
Tidak apa-apa, putraku kan sudah lama tidak pulang ke rumah.
Kenapa selama ini kamu tidak pernah mengirimi ibu kabar?
Apa?
Makanlah yang banyak, Deok Hwan! / - Baik nek--
Maksudku, Ibu!
Dia di rumah Nenek Kim yang menderita demensia.
Apa benar dia mata-mata Korut? / - Putra Nenek Kim sudah mati, dia hidup sendiri.
Lewat sini!
Nenek, ini bahaya!
Cepat bawa dia keluar, kami akan menangkapnya!
Kalian ini! Menjauhlah dari putraku!
Kalau ada yang berani melewati garis ini, aku tidak akan tinggal diam!
Kalian semua tahu siapa aku, kan?
Dasar bedebah!
Ambil dan makanlah ini.
Bacalah ini di jalan. Aku menuliskan surat untukmu.
Tolong jaga kesehatanmu.
Putraku, ibu selalu menunggumu, segeralah kembali.
Aku akan kembali lagi, bu.
Aku sudah beres, tapi...
Ini tidak cukup.
Apa?
Kampret. Aku aparat militer.
Ahjussi! Memangnya aku bukan aparat militer? Kenapa bicara tidak sopan?
No comments yet. Be the first to leave one.