Release info

나도엄마야ㅡI'maMothertooㅡE81 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-09-26
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 81"

Baiklah.

Apa kalian bersenang-senang?

Ya, kami bersenang-senang.

Apa kamu bermimpi indah?

Ya, tentu saja. Kami banyak bermimpi indah.

Apa kalian tinggal di dalam rumah dan tidur, bukannya bepergian?

Itu bagus. Paman harap kalian segera memiliki anak

dan membuat orang tuamu bahagia.

Nikmatilah hidupmu.

Apa Ibu sudah memindahkan semua barang?

Ya, ibu tinggal dengan nyaman berkatmu.

Bagus.

Omong-omong, Jenny akan menggunakan kamarmu, Ji Young.

Itu bagus.

Aku dengar kamu yang menyarankan.

Terima kasih banyak.

Jangan berterima kasih kepadaku, tapi kepada Bibi Ki Sook.

Terima kasih.

Seharusnya aku yang merawat Jenny,

tapi kalian selalu merawatnya dengan baik.

Kamu tidak bisa merawatnya. Dia sudah dewasa.

Lebih baik bila kami yang merawatnya.

Selain itu dia selebritas terkenal.

Dia model kosmetik,

- dan dia tampil di TV. - Kamu benar.

Bisa hidup dengan selebritas sudah sangat bagus.

Tentu saja. Dia bisa dibilang putri bungsu kami sekarang.

- Dia benar. - Ya.

- Ayo pergi. - Awas.

Ayo.

Ji Young, ibu membelikan hadiah untuk mertuamu. Sampaikan ini.

- Masih ada lagi. - Berat sekali.

- Hati-hati. - Ibu tidak perlu membeli apa pun.

Ini dia.

- Astaga. - Kenapa Ibu membeli begitu banyak?

Ibu memberimu yang terbaik agar kamu bangga.

Young Ran punya banyak uang belakangan ini.

Ji Young memberikan uangnya, dan kamu memberinya kartu kreditmu.

Ibu mertuamu mulai kembali

ke masa lalunya sebagai wanita kaya.

- Astaga. - Dia bahkan

membelikanmu hadiah terbaik.

Ibu tinggal sendirian, jadi, tidak perlu belanja banyak.

Itu sebabnya aku menghabiskannya untuk itu.

Terima kasih, Ibu. Aku menghargainya.

- Kami akan pergi sekarang. - Baiklah.

Semoga kalian selamat sampai tujuan dan patuhlah pada orang tuamu.

- Baiklah. - Pergilah.

- Kami pamit. - Baiklah.

- Sampai jumpa, Ji Young. - Sampai jumpa.

Kalian tidak perlu keluar.

- Telepon aku. - Baiklah.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

- Selamat bersenang-senang. - Sampai jumpa.

Sampai jumpa di kantor, Pak Shin.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Astaga, kenapa ibumu membelikan kami banyak barang?

Dia tidak perlu membelikan sebanyak itu.

Apa kamu menikmati bulan madumu?

Ya, itu luar biasa.

Ibu melemparkan banyak kurma dan berangan pada hari pernikahanmu.

Jadi, cepatlah punya anak.

Ibu tahu bekerja itu penting,

tapi kamu tidak perlu menunggu terlalu lama untuk memiliki bayi.

Usiamu 34 tahun sekarang,

jadi, jika kamu bergegas, kamu dapat memiliki setidaknya tiga anak.

Baiklah, kami akan berusaha.

Ayah tahu kalian tinggal terpisah,

tapi ayah ingin kalian makan bersama setiap akhir pekan.

Kamu tidak bisa melupakan keluargamu hanya karena tinggal terpisah.

- Baiklah. - Baiklah.

Sudah sewajarnya menantu baru

memasak sarapan selama sepekan.

Apa kamu akan mengikuti aturan itu?

Astaga.

Astaga, itu tidak perlu.

Astaga, dia bahkan harus pergi bekerja.

Aku tidak sekuno itu.

Tapi itu etiket dasar, dan harus dijaga.

Bahkan teman-teman Ibu

akan bertanya apa menantu baru Ibu memasak sarapan yang enak.

Aku rasa kamu benar. Bila sekelompok wanita berkumpul,

hanya itu yang mereka bicarakan.

Aku akan datang untuk memasak sarapan kalian.

Tidak perlu.

Kami sibuk dan aku sulit bangun pagi.

Tidak apa-apa. Aku akan datang.

Baiklah, kalau begitu.

Ibu mertuamu suka menyombongkan diri di depan orang lain.

Baik, Ayah.

Para pembantu memasak semua lauk,

jadi, kamu hanya perlu datang dan membantu.

Baiklah.

Kamu harus tiba di sini pukul 6 pagi

karena mereka sarapan pukul 7 pagi.

Baiklah.

Apa kamu belum selesai? Kita harus pulang, Sayang.

Aku hampir selesai.

Kyung Shin, Ji Young mungkin masih lelah karena penat terbang.

Aku pikir sepekan terlalu lama.

Tidak bisakah dia melakukannya hanya besok saja?

Aku sudah memasak sarapan selama lebih dari 17 tahun.

Jangan membesar-besarkan soal sepekan.

Aku sungguh baik-baik saja. Jangan khawatir.

Jangan pedulikan dia, Kyung Shin. Aku akan melakukan permintaanmu.

Sang Hyuk.

Kami punya aturan sendiri di rumah ini.

Sebagai menantu yang lebih tua,

aku ingin membantu Ji Young beradaptasi dengan keluarga kita.

Kami akan mengurus urusan kami sendiri,

jadi, jangan terlalu khawatir.

Astaga, ada apa denganmu?

Tapi sepekan terlalu lama.

Bagaimana kamu akan mengatasinya?

Ada apa?

Ada masalah apa?

Ini tentang dia memasak sarapan.

Ibu, bukankah sepekan terlalu lama?

Sangat merepotkan untuk datang ke sini sebelum berangkat bekerja.

Benarkah? Lakukan satu hari saja. Ibu mengizinkanmu.

Benarkah?

Terima kasih, Ibu.

Ibuku memang yang terbaik.

Tidak apa-apa, Ibu. Aku bisa memasak selama sepekan.

Astaga, ini juga merepotkan bagiku.

Kita bahkan tidak hidup bersama.

Datanglah pada akhir pekan untuk bertemu ayahmu.

Jangan hanya menghabiskan waktu sendiri.

Baiklah.

Ibu akan memberi tahu Kyung Shin tentang hal ini.

Terima kasih, Ibu.

Kenapa kamu terus ikut campur dalam urusan kami?

Aku sungguh tidak apa-apa.

Aku benci tradisi irasional seperti ini.

Menantu perempuan bukanlah budak.

Ayo kita pulang. Ayo.

Aku sudah memberitahunya untuk memasak sehari saja.

Ingatlah itu.

Ibu, apa jadinya itu bagiku?

Aku terlihat mencoba menyulitkan Ji Young.

Tidak akan ada yang berpikir seperti itu.

Jangan khawatir,

Ya, sehari sudah cukup.

Ini tidak praktis dan kuno.

Kami akan pamit sekarang.

- Baik, pergilah. - Baiklah.

Ji Young, ada yang ingin kuberikan. Bisakah kamu ikut denganku?

Apa yang kamu lakukan?

Aku tidak percaya kamu memanfaatkan Sang Hyuk untuk berkelit.

Apa kamu tidak peduli ucapanku?

Kamu cukup melakukan apa yang diperintahkan.

Kenapa kamu malah bersiasat?

Bukan itu yang terjadi.

Kamu mengatakan itu,

tapi kamu menggunakan Sang Hyuk dan Ibu agar bisa memasak sehari.

Itu menunjukkan bahwa kamu menyepelekanku.

Maaf jika itu yang kamu rasakan.

Aku akan mengikuti perkataanmu dan memasak selama sepekan.

Baiklah.

Ibu dan Ayah bukan satu-satunya orang tua dalam keluarga ini.

Kamu juga harus menghormatiku dan suamiku.

Aku ingin kamu menunjukkan rasa hormatmu kepada kami semua.

Jangan beri tahu siapa pun kalau aku yang menyuruhmu.

Katakanlah kamu melakukannya dengan sukarela sambil tersenyum.

Mereka mungkin berkata tidak usah,

tapi mereka akan senang jika kamu memasak setiap pagi.

Kyung Shin.

Aku tidak nyaman dengan caramu memperlakukanku.

Mulai sekarang, kamu harus mulai memperlakukanku seperti adik iparmu.

Itu tidak mudah

karena kamu adalah ibu penggantiku saat kita kali pertama bertemu.

Aku akan terus berusaha.

Aku akan memasak sarapan untuk orang tuamu selama sepekan,

jadi, jangan hentikan aku.

Sayang.

Kamu tidak perlu datang jika kamu tidak mau.

Aku akan pergi sendiri.

Bagaimana aku tidak pergi bila kamu pergi?

Jangan ikut campur lagi.

Kamu hanya membuatku canggung. Aku akan menanganinya sendiri.

Astaga.

Baiklah.

Lucu sekali.

Kenapa repot sekali?

Mereka bahkan tidak tinggal bersama kita.

Kenapa kamu menyuruh mereka ikut sarapan? Ini tidak praktis.

Aku sudah memasak selama 17 tahun. Sepekan bukan apa-apa.

Dan ini bukan hanya tentang kamu.

Kita mungkin gelisah di dekatnya, tapi kita masih perlu beradaptasi.

Begitulah cara kita menjadi keluarga.

- Baiklah. - Dan satu hal lagi.

Tidak bisakah kamu juga memihakku

di depan orang lain seperti Sang Hyuk?

Kenapa kamu selalu diam meskipun aku dalam masalah?

Apa yang harus aku katakan? Itu bahkan bukan urusanku.

Apa yang kamu bicarakan? Itu urusan keluarga kita.

Kamu harus belajar dari Sang Hyuk.

Dia menjaga istrinya

agar dia tidak perlu menghadapi masalah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left