Release info

인서울2-In-Seoul-E01-02 YT
A Commentary by JoshuaHwang.
Raw: https://youtu.be/4pKvW8GMxPw

Tags

other
Published on: 2020-06-21
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kang Dami. Kang Dami. Kang Dami.

Selamat datang.

Silakan menikmati.

Bersulang.

Kamu lihat anak-anak berusia 20 tahun dalam antrian itu?

Kita juga begitu tahun lalu.

Saat-saat yang menyenangkan.

- Apa tadi aku terdengar seperti orang tua? - Ya.

- Sedikit? - Aku tidak percaya kita sudah 21 tahun sekarang.

Belum. Masih 10 menit lagi.

Bagaimana kalau kita nikmati sisa umur 20 tahun kita?

- Bersulang. - Bersulang.

Permisi.

Yo, tos!

Tos.

Aku kalah main game.

- Bisakah kalian menuangkan minuman untukku? - Tidak bisa.

Kita tidak punya minuman lagi.

Kalian lucu.

Kalian ke sini sendiri?

Ya. Kita sendiri tapi aku punya pacar.

- Dia... - Teman tinggimu ini tidak punya pacar?

- Kalau begitu, boleh aku minta nomormu? - Tidak.

Maaf kita sedang mengobrol. Bisakah kau pergi?

Oke. Jika nanti kamu berubah pikiran, berikan aku kode.

Kenapa? Kenapa kamu tidak beritahu nomormu?

- Yo, tos. - Kamu bercanda?

Aku sangat tidak suka pria seperti itu.

Seleramu seperti apa?

Aku melihat dari wajahnya.

Tentu saja, aku suka pria tampan.

Aku yakin kamu akan tetap tidak punya pacar sampai tahun depan dan terus bersamaku.

Apa kau gila?

Aku akan punya pacar tahun ini.

Aku serius.

-Follow My Account- @JoshuaFernandez_ Twitter: @JoshuaHwang_ Facebook: Joshua Hwang

Sekarang Seonghyeon tidak ada di kampus.

Tahun ini aku akan lebih serius kuliah.

Ya, fokuslah

dan kenalkan pria kepadaku.

Ketua jurusan agak berlebihan, kan?

Akan bagus kalau kamu carikan aku pria walaupun dia agak berlebihan.

Belakangan ini aku dengar semua orang bersiap-siap untuk cari kerja di tahun kedua ini.

Maka dari itu, cepat dapatkan pekerjaan...

Permisi.

Aku datang ke sini karena ada cahaya terang bersinar dari sini.

Aku sudah punya pacar.

Aku tidak punya pacar tapi kau tidak usah peduli.

Kalau begitu, bagaimana kalau kamu

- mencari kepedulian denganku? - Tidak mau.

Baiklah.

Oh, ya!

Sekarang kamu tinggal dengan Ibumu, kan?

- Apa?! - Apa?

Bukankah aku sudah cerita kepadamu?

Ibuku kali ini tidak bisa datang lagi.

Hey, Ibuku sedang sibuk pacaran dengan paman Seongchul.

Wah, bahkan Ibumu saja punya pacar.

Aku juga mau.

Jadi, semester ini aku tinggal sendirian lagi.

Kang Dami.

Bagaimana kalau kita tinggal bersama?

Serius?

Coba pikirkan lagi.

Pasti seru sekali.

Kita bisa mendekorasi rumah dengan gaya kita.

Aku tidak akan ketakutan di malam hari.

Permisi, coba tebak umurku berapa?

Kita bisa menonton video idol setiap malam.

Kita bisa memesan Yeoptteok dan ayam goreng madu dengan soju.

Kita bisa hemat uang bulanan kamar juga.

Kita tidak perlu makan sendirian lagi.

Kita juga bisa saling tukar pakaian.

Tunggu.

Pakaianmu bukan seleraku.

Pakaianmu terlalu gelap dan panjang.

Hey, itu karena kamu yang pendek.

Kamu yang terlalu tinggi!

Permisi.

Intinya, ayo kita tinggal bersama.

Oke. Ayo kita tinggal bersama.

Ayo.

Oke. Bersulang.

Grup Telegram: @OfficialDramaKoreaID Youtube: Joshua HwangID

Setelah mabuk, Osori ramyeon memang yang terbaik.

Bagaimana menurutmu dengan rumah ini?

Apa?

Kita sungguh akan tinggal bersama?

Kenapa? Kamu tidak mau?

Tidak. Aku dengar ada 1 hal yang tidak bisa kita lakukan dengan teman.

Itu adalah tinggal bersama.

Kalau begitu, teman bisa jadi musuh

saat mereka tinggal bersama.

Itu untuk teman yang tidak terlalu dekat.

Benar. Lagipula kita memang sering bertengkar.

Jadi, di mana kita tinggal?

- Di sini. - Coba aku lihat.

Ini bagus.

Bagaimana kalau kita taruh ini di sini?

- Taruh saja di depan pintu. - Depan pintu? Oke. Di sana?

Sofanya sudah sampai.

- Tolong taruh sofanya di sini. - Oke.

- Warnanya cantik sekali. - Kita tidak salah beli.

- Tolong pindahkan sedikit ke sebelah sini. - Kasurnya masukkan ke kamar ini.

Pak, tolong letakkan secara vertikal.

- Tolong sandarkan saja di dinding. - Ya.

Ada barang penting di dalamnya. Tolong berikan padaku.

Hey, taruh di sini.

Hati-hati.

- Ayo kita keluarkan oppa-oppa kita. - Ini barang yang paling penting.

Hati-hati.

Aku akan menggantung ini di dinding.

Cepat gantungkan.

- Apakah ini bagus? - Itu tidak lurus.

Seperti ini?

- Halo. - Ini dia.

Aku memberikan kalian hadiah ini untuk merayakan rumah baru kalian.

Terima kasih.

Tolong jangan bertengkar.

Mahasiswa yang sebelumnya tinggal di sini sangat dekat saat awal mereka pindah.

Lalu seketika mereka menjadi musuh saat pindah.

Tenang saja. Kami tidak akan bertengkar.

Baiklah.

Sampai jumpa.

Ayo jangan pernah bertengkar.

Tentu saja.

- Bagaimana kalau kita mulai membereskan barang? - Oke.

Aku putar ya.

Ya, silakan.

Sudah mulai.

Keren!

Mereka keren!

Album kali ini keren sekali!

Fokus, fokus.

Bagaimana dengan kelas musim dinginmu?

- Lancar? - Ya.

Tapi ada senior di kelasku

yang meminta nomorku.

Senior?

- Siapa? - Dia satu jurusan denganku dan masuk tahun 2016.

Apakah dia tampan?

Lumayan?

- Apakah dia tinggi? - Dia lebih tinggi daripada aku.

- Apakah dia pintar? - Dia mahasiswa terbaik.

Wah, Harim!

Akhirnya sekarang kamu akan punya pacar?

Belum tentu.

Hey, apa kamu yakin dia benar-benar pria yang baik?

Apakah sifatnya baik?

Aku rasa begitu.

Dia punya reputasi yang bagus.

Sulit sekali menemukan pria sebaik dia.

- Semoga lancar ya. - Aku juga sedang berusaha.

Kalau kamu pacaran dengannya,

berarti kamu akan ciuman untuk yang pertama kalinya?

Hey!

Hanya ciuman saja?

Hentikan!

Minum saja.

Aku tidak percaya ternyata kamu sudah melakukan hal sejauh itu.

Apa maksudmu?

Akhirnya kita bisa tidur bersama hari ini.

Tidak bisa dipercaya.

Aku kira kamu tidak akan mau.

Karena ini hari pertama.

Harim.

Semoga aku tidak merepotkanmu.

Kamu sudah mabuk.

Ya, aku mabuk.

Tapi aku tidak mengatakan itu karena aku mabuk.

Aku benar-benar berharap kita bisa menjadi teman serumah yang baik.

Kemarilah.

- Hey, jangan. Jangan lakukan itu. - Kenapa? Tidak akan sakit. Aku hanya ingin pegang tanganmu dan tidur.

Kalau begitu, ayo berpelukan.

Harim.

Tidurlah di kamarmu sendiri.

Harim.

Kamu makan Gomtangku lagi?

Berhenti makan! Aku tidak punya makanan lagi.

Baguslah.

Ayo kita minta Ibumu kirimkan Gomtang lagi.

Ibu sudah menelponku dan bilang akan mengirimkannya lagi minggu depan.

Hey, kamu akan mati kedinginan kalau pakai baju itu.

Hey, ini hari pertama semester baru. Aku harus rapi.

Hari ini ada pesta pembukaan semester juga.

Aku benci hari pertama semester baru.

Padahal aku belum melakukan apapun saat liburan.

Bagaimana bisa sudah semester baru lagi?

Kamu melakukan sesuatu.

Kamu 'kan berkencan.

Oh, dan putus juga.

Aish.

Kenapa bahas itu lagi?

Tapi, kamu kenapa putus?

- Kamu dicampakkan lagi? - Aku yang mencampakkannya!

Kamu tidak berangkat? Kenapa belum siap?

Ya, aku tidak berangkat.

Kenapa? Hari ini kamu juga orientasi jurusan, kan?

Di saat seperti ini, kamu harus membuat citra baik agar kehidupan kampusmu nyaman.

Bertemu dengan para senior.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left