The first 200 lines.
"Episode 9"
Oh Chi Hun, Dokter Ahn dari RS Segyeong,
dan Pastor Park sedang diinterogasi.
Mereka menangkap semua orang.
Jika mengikuti jejak, bukankah itu akan mengarah kepadamu, Bu Jang?
Atau haruskah aku memanggilmu Kandidat Jang?
Kita tidak punya pilihan.
Kita harus melepaskan mereka selagi bisa.
Ini aku.
Carikan aku beberapa orang yang cepat dan mahir bersembunyi,
bisa tutup mulut, dan murah.
"Bagian Kriminal"
"Kantor Polisi Segyeong"
Itu bukan kasus penipuan.
Kenapa memberi kekebalan untuk menangkap tersangka pembunuhan?
Anggota parlemen negara ini punya banyak hak istimewa, bukan?
Surat perintah penggeledahan dan penyitaan akan segera diberikan.
Kirim orang-orang ke rumah sakit.
Baik, Pak.
"Komunitas yang bahagia dan aman"
Bagaimana kondisi putraku? Apa kondisinya kritis?
Mereka menyuntikkan obat antikoagulan.
tapi pendarahannya tidak berhenti, jadi, mereka harus mengoperasinya.
Dokter menyuruhmu bersiap untuk kemungkinan terburuk.
Tidak, dia putra tunggal dari tiga generasi.
Ini tidak mungkin terjadi.
Segera bawa Pengacara Ahn ke rumah sakit.
Baik, Pak.
Bawa aku ke Rumah Sakit Segyeong dalam lima menit.
Apa? Akhirnya aku melakukannya.
Sulit kupercaya aku melakukan cinta satu malam dengan istriku.
Astaga, rasanya ini salah. Ini canggung sekali.
Dasar gila.
Kamu sudah bangun.
Benar.
Hai, selamat pagi.
Kenapa responsmu canggung begitu?
Benar, aku merasa agak canggung hari ini.
Berhentilah bermain-main dan bersiaplah.
Jalan ke gerbang tol akan macet karena ini jam sibuk.
Gerbang tol? Kita akan masuk jalan tol?
Tidak ada alasan untuk mengambil jalan raya nasional.
Ayah, apa aku terlihat cantik?
Ya, kecantikanmu hampir menyilaukan.
Lihat. Bukankah aku terlihat seperti model?
Dasar pencuri! Kemarilah.
Berikan kepadaku. Kemari!
- Berikan jepit rambut itu. - Ibu!
Ada apa? Kamu membuatku pusing.
Ini
jepit rambut.
Rambut Ibu pendek, jadi, aku akan memakainya.
Si On, biar kujelaskan
Bo Na, pergilah mandi.
Sekarang.
Baiklah.
Si On, ini tidak seperti dugaanmu. Biar kujelaskan.
Itu ada di sini hanya karena...
Itu bukan apa-apa. Aku saja tidak tahu.
Si On, jangan seperti ini.
Tidak!
Si On?
Jae Sang,
terima kasih.
Kamu ingat perkataanku.
Apa?
Mari bersiap.
Dia akan menunggu hadiah ini.
Ini hadiah untuk seseorang?
"Rumah Abu"
Kamu baik-baik saja?
Ini bibimu.
Bibi?
Dia punya keponakan?
Kamu juga harus menyapa. Ayo.
Benar.
Tunggu...
Ini Bo Na.
Bukankah itu selalu mengejutkanmu?
Bo Na semakin mirip dengan Se Rin
saat dia tumbuh dewasa.
Se Rin?
"Maafkan aku, Se Rin. Aku akan segera menemuimu."
Jadi, ini Se Rin?
Sial, kenapa mobil ini ada di sini?
Kapan ini tiba di tempat parkir?
Pak!
"Ahn Se Rin"
Jika masih hidup,
dia akan berusia 17 tahun ini.
Aku tidak tahu kamu akan ingat
janji yang kubuat dengan Se Rin.
Kubilang akan membelikannya jepit rambut cantik saat dia SMA.
Kalau saja aku bisa memberikannya secara langsung.
Se Rin,
maafkan aku.
Aku belum bisa menemukan ayahmu.
Aku juga belum bisa menangkap
orang yang melakukan ini terhadapmu.
Orang yang melakukan ini terhadapnya?
Apa itu pembunuhan?
Kumohon
tunggu sebentar lagi.
Aku akan pastikan
bahwa orang yang melakukan ini terhadapmu
dipenjara.
Aku juga akan mencari ayahmu yang masih buron
atas pembunuhanmu.
Jadi, kumohon
tetaplah bersabar denganku.
Apa yang dia katakan?
Apa kakaknya difitnah membunuh putrinya?
Pak Ku, aku akan meneleponmu kembali...
Maaf, tapi kamu dibutuhkan di sini.
Anggota Dewan Oh Chi Hun ditemukan tewas.
Apa?
Apa yang terjadi?
Kenapa Pak Oh mau bunuh diri di sini?
Setelah diinterogasi di stasiun,
dia dibebaskan sementara untuk berada di dekat anaknya.
Tapi dia berakhir di sini.
Ini surat bunuh diri yang kami temukan.
Agar bisa menyelamatkan putraku sendiri,
aku melakukan hal yang tidak termaafkan.
Terlepas dari semua itu,
aku masih belum bisa menyelamatkan putraku.
dan kini tidak ada alasan bagiku untuk hidup.
Aku meninggalkan dokumen mendetail mengenai perbuatanku
selagi aku mengucapkan selamat tinggal.
Ini mustahil.
Seorang ayah yang dalam perjalanan menemui anaknya yang sekarat
bunuh diri tanpa pergi ke sana?
Bukan itu saja.
Jo Ae Suk juga meninggal tadi malam.
Apa?
Kamu mengakui penipuan asuransi?
- Hai. - Yang benar saja.
Detektif Kim, ini sup sundae.
- Tinggalkan di sana. - Tentu.
Satu porsi sup sundae, bukan?
Aku memesan sup tulang sapi, bukan sup sundae.
Aku tidak makan jeroan.
Sulit dipercaya.
Bu Jo?
Hei, hubungi paramedis!
Bu Jo?
Penyebab kematiannya
adalah kegagalan pernapasan akibat renjatan anafilaksis.
Jo Ae Suk alergi biji perilla
dan pasti ada di sup sundae yang dia makan.
Si On,
jika kita tidak beruntung,
kita tidak akan bisa mendakwa siapa pun.
Sial.
Ini perbuatan Jang Do Sik.
Aku yakin itu.
Ya, tentu saja.
Dokter tidak akan mengatakan apa pun
dan Pastor Park akan segera dibebaskan.
Bagus sekali, Pengacara Kang.
Minggir!
- Ya, kita akan bicara lagi. - Beraninya kamu!
Minggir.
Kenapa ribut-ribut?
Beraninya kamu memperlakukanku seperti ini!
- Lihat ini. - Lepaskan aku!
Kamu bahkan tidak membuat janji. Pergilah sekarang.
- Keluarkan dia dari sini. - Lepaskan.
- Minggir! - Biarkan saja dia.
Preman juga warga, jadi, biarkan saja.
Astaga.
Kenapa kamu kemari, Detektif Ra?
Preman mungkin warga,
tapi mereka tidak boleh menjadi wali kota.
Dunia yang kacau.
Ini mungkin dunia yang kacau bagimu,
tapi kamu menimbulkan keributan.
Kamu tidak merasa aku muak denganmu?
Dua orang tewas tadi malam
dan keduanya adalah saksi yang bisa bersaksi menentangmu
terkait kasus pengambilan organ ilegal.
Astaga, sayang sekali
Apa hubungannya denganku?
Kenapa keberuntungan selalu menemukanmu?
Setiap kali kamu tersudut,
saksi akan mati.
Kamu tahu kenapa?
Saat itulah
hidup mereka seharusnya berakhir.
- Apa? - Detektif Ra.
Kamu tahu apa yang lebih buruk?
Menemui ajal sebelum waktunya.
Itu terjadi pada orang-orang yang bertingkah.
Dengar, Pak.
Nasib sial.
- Apa? - Hidupmu juga akan singkat
jika kamu memaksakan keberuntunganmu seperti ini.
- Apa-apaan... - Begitu sampah sepertimu
menjadi wali kota,
seluruh kota akan membusuk.
No comments yet. Be the first to leave one.