The first 200 lines.
Selamat malam, El Paso dan Juárez.
Malam ini, dari Garasi Ray,
Gigántico akan melawan petarung El Paso, Tikus Tanah.
Selain itu, exótico yang disukai dan dibenci semua orang, Beltran Besar!
Hei, lihat!
Lihat otot-otot ini.
Otot apa? Kau berkhayal.
-Berengsek. -Lihat ini.
Seperti yang lain itu.
Ini caraku berjalan setelah mengalahkan Tikus Tanah.
Semoga beruntung, Nak.
-Pete, ada apa? -Menyapa rivalmu?
Dia tak mau bersiap, ya? Tentu tidak.
-Baik. -Tikus Tanah!
Kau suka menggali lubang atau menjadi lubang?
Kenapa kumismu?
Kumis ini? Kupanjangkan untukmu, Sayang.
Kau suka jika tergelitik.
Dia lucu!
Lepas saja topengmu dan menjadi exótico.
-Gerardo, kenapa kau selalu terlambat? -Tolong bicara dengannya.
Cium dia!
Berhenti main-main!
Dari ring keramat Garasi Ray,
untuk menghibur Anda, algojo dari Tijuana...
Gigántico!
Berhadapan satu lawan satu dengan pria
yang hanya keluar saat malam agar tidak tertangkap Patroli Perbatasan,
makhluk paling menjijikkan di Jalan Mariscal,
Tikus Tanah!
Jaga itu. Hanya itu yang kupunya.
Bunuh tikus kecil itu!
Mari berikan pertunjukan bagus.
Ikuti aku.
Cium bokongku!
Berdiri, Tikus Tanah!
Dasar gay.
Dia gay berengsek.
Lebih keras!
Ayo, bergulat!
Gay!
Enyahlah, Pecundang!
Lihat! Tikus tanah kecil.
Sepertinya kau salah satu orang
yang senang merangkak.
Itu dia!
Tikus Tanah kalah!
Para hadirin!
Pemenang pertandingan spektakuler ini adalah algojo Tijuana,
Gigántico!
Pria itu tidak puitis.
Sama sekali.
Dia tidak main-main.
Tidak sepertimu. Kau bodoh, Bung.
Lumayan, Nak.
Pekan depan, kita lakukan lagi. Kau dan Gigántico.
Lagi? Dengan Gigántico lagi?
Ayolah, Pete! Kita selalu melakukan hal yang sama.
Mau bergulat atau tidak?
Jangan tidur dulu, Juárez. Malam ini baru dimulai.
Lawannya, dengan kekuatan 1.000 kupu-kupu,
dan membawa gaya eksotis ke ring.
Beltran Besar!
Keluar!
-Keluarkan dia! -Keluar!
Pengecut!
Konfrontasi membara dan romantis.
Ayo! Satu, dua...
Satu, dua, tiga, selesai!
Tanganmu!
Bagus! Mundur!
Tuan, sudah selesai.
Kau kalah, seperti biasa.
Bagus!
Hei, Saúl. Silakan.
-Ya? Baik. -Silakan.
Aku tahu dia akan mati.
Drago melihatmu dan diam saja.
Tenang.
Dari mana kau tahu?
Dokter. Dokter Roberto baru memberitahuku lewat telepon.
Namun, Roberto...
Lihat anting itu.
Cincin itu sangat berkilau.
Menurutmu aku cocok dengan itu?
Anting atau pincangnya?
Kau jahat. Tentu saja antingnya, Bodoh.
Dia akan membunuhnya.
Dia akan matikan oksigennya.
Ibu, apa Jezebel bisa berfungsi?
Aku menyalakannya semalam.
Klem koplingnya rusak.
Bisa bantu antar cucian?
Ya. Setelah aku selesai memperbaiki ini.
Ada beberapa tombol hilang.
Anakku, sangat terampil.
Suatu saat kau akan membahagiakan orang.
Jangan bawa pulang pacar yang payah.
Apa kau gadis baru?
Siapa namamu?
Hitung semua pakaian, jangan sampai ada yang hilang.
Semuanya ada.
Kapan aku pernah mencuri? Apa masalahmu?
Kau sudah lama mengusikku. Apa aku berutang kepadamu?
Ayo pergi, Ibu.
Dia dibayar berapa?
Separuh gajimu.
Jaga keperawananmu supaya tidak menjadi seperti ini.
Ayo! Naik ke motor!
Bagus! Yang keras!
Keras! Bagus!
Ayo. Ya.
Bagus. Lalu sekarang?
Bagus! Ayo.
Bersama-sama.
Itu dia!
Bagus. Seperti itu.
Bagus.
Bagus. Sampai jumpa besok? Ya. Bagus.
Wah.
Kau mau berlatih atau hanya menonton?
Aku melihatmu di Coliseum.
Ya, itu benar.
Nona Anarquía.
-Sabrina. -Saúl.
-Hei. -Senang bertemu.
-Kau juga bertarung di sana? -Tidak.
Tidak. Aku bertanding di Garasi Ray.
Ya, terkadang muridku juga di sana. Aku belum pernah melihatmu.
Sudah berapa lama kau bergulat?
Sejak kecil.
Namun, aku baru mulai serius beberapa tahun lalu.
Pekan depan, aku akan melawan Gigántico de Tijuana.
Aku ingin menang.
Aku ingin membaliknya.
Aku ingin menangkap bokongnya dan mengalahkannya.
Menghancurkannya.
Kau bersemangat. Mau berupaya?
Kemarilah.
-Kau yakin? -Ya, ayo.
Baik.
Baiklah, ayo.
Biar kutebak,
kau selalu menjadi yang kalah?
Ya, mereka tak lihat hal lain.
Ya? Siapa nama pegulatmu?
Tikus Tanah.
Tikus Tanah. Lucu.
Sial.
Kau baik-baik saja?
Aku bisa melatihmu.
Namun, aku tak bisa.
-Aku tak punya uang. -Diam. Kita akan cari cara.
Kembalilah besok.
-Baik. -Baik.
Baik.
Aku harus jemput putriku.
Astaga.
Kau tahu butuh berapa kali latihan agar aku sepertimu?
Seratus.
Minimal.
Baik.
Tikus Tanah.
Baik.
Satu putaran. Lari. Aku mau 40 putaran. Lari!
Ayo, lebih cepat.
Cepat! Lebih cepat!
-Cukup! -Kau mau apa?
Ayo, berdiri. Cepat. Lagi.
Ayo. Bagus. Jatuh.
Regangkan bokongmu. Ayo.
-Satu, dua, tiga, empat, lima, enam... -Bagus. Ke sini.
-tujuh, delapan, tidak. -Satu, dua, tiga!
-Empat, lima... -Tidak.
Terus sampai kubilang berhenti!
Bersulang.
Untuk laki-laki.
Menurutmu aku bisa mengalahkan Gigántico?
Saul...
Seolah kau mencoba bertarung seperti Hijo del Santo atau semacamnya.
Itu bukan dirimu.
Ada banyak cara untuk bertarung.
Kau tak harus kalah.
Kau pernah berpikir menjadi exótico?
Tidak.
Tidak.
Tidak. Exótico tidak pernah menang.
-Apa kabar, Nak? -Apa kabar?
Apakah akan lama?
Sedikit.
Suruh mereka bersihkan asbaknya.
-Kau mau sesuatu? -Taco.
-Ya. -Jangan terlalu lama.
Tidak.
Kau kenal mereka?
Tidak.
Aku pernah melihatnya.
Dia pegulat.
Dijuluki Komandan.
Mau menyapanya?
No comments yet. Be the first to leave one.