Release info

Wild Chives and Soy Bean Soup ~ Episode 19 [iPOP]
A Commentary by asm4fru1ty
http://www.facebook.com/AsmaFruity.ISC

Tags

other
Published on: 2015-02-16
Downloads: 20
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diterje

Diterje mahkan

Diterje mahkan oleh

Diterje mahkan oleh Tim

Diterje mahkan oleh Tim Asma

Diterje mahkan oleh Tim Asma Fruity

★ Diterje mahkan oleh Tim Asma Fruity ★

★ Diterje mahkan oleh Tim Asma Fruity ★

★ Diterje mahkan oleh Tim Asma Fruity ★

★ Diterje mahkan oleh Tim Asma Fruity ★

◆ Ep iso de 19 ◆

Kenapa kau mengikutiku?

Karena kau mabuk.

Tidak, Aku tidak mabuk.

Orang-orang yang mabuk biasanya mengatakan kalau mereka tidak mabuk.

Kenapa kau peduli jika aku mabuk atau tidak?

Kenapa kau terus berteriak padaku? Aku tidak tuli.

Aku tidak bisa membiarkan Wanita pulang sendirian di malam hari. Biarkan aku mengantarmu.

Kemana?

Ke Rumahmu.

Rumah?

Rumahnya siapa?

Rumah Jang Dal Rae.

Lucu sekali. Kenapa?

Sebenarnya...

Aku ingin memintamu sesuatu.

Ada sesuatu yang harus kuperiksa.

Memeriksa?

Memeriksa apa?

Lakukanlah sekarang.

Kubilang lakukanlah sekarang.

- Pelukan... - Apa?

Banyak orang yang saling berpelukan, kan?

Bisakah aku melakukannya lagi?

- Apa katamu? - Biarkan aku memelukmu lagi.

Apa kau gila? Apa kau ditembak? Apa kau ditembak dengan senapan mesin?

Kau bisa berbicara dengan Logat?

Itu Logat yang khusus. Apa kau biasanya tinggal di Daerah Gyeongsang?

Tidak... Tidak, Bukan.

Kedengarannya begitu tidak dibuat-buat.

Dimana kampung halamanmu?

Tinggalkan aku sendiri.

Jangan menggangguku lagi.

Kenapa kau melakukan ini padaku?

Dal Rae.

Maafkan aku.

Silakan jalan saja.

Ada apa denganku?

Daging sapi ini enak sekali.

Kenapa Joon Soo tidak kembali?

Apa yang sedang dia lakukan? Apa dia tersesat di kamar mandi atau bagaimana?

Maaf, Aku harus pulang. Tolong jaga Da Hae.

Apa?

Huh?

Kurasa sesuatu menimpa Joon Soo.

Joon Soo?

Tidak, keluarganya.

Apa itu karena Dal Rae atau bagaimana?

Tidak, bukan.

- Dia bilang ada sesuatu yang menimpa. - Apa menurutmu aku mempercayai itu?

Joo Da Hae, mungkin tidak ada apa-apa.

Jika kau terganggu dengan setiap hal tentangnya, kau tidak akan tahan.

Da Hae... Sial.

Masih ada daging sapi yang tersisa. Tunggu aku.

Ini kelihatan enak. Ini. Makanlah, Joo Hong.

Ayah, Aku ingin Sikhye.

Iya, Aku akan membelikannya untukmu.

Joo Hong, Kurasa kita tidak harus terus tinggal disini.

Aku akan mencarikan tempat tinggal untuk kita tempati. Kau harus menunggu disini.

Baiklah. Ayah, periksalah. Aku tidak demam lagi.

Baguslah.

Aku akan keluar cuma satu jam saja.

- Baiklah. - Putraku tersayang.

Selamat Malam. Kau bisa memakan semuanya.

Kau harus tidur disini, mengerti?

Bagus.

Kenapa dia tidak datang?

Apa seseorang harus menemuimu malam ini?

Ya, Kurasa dia mampir saat aku tidak disini selama hari itu.

Dia bilang dia akan datang.

Apa kau ingin menunggu disini denganku?

Tidak, Aku akan menonton Drama.

- Sampai Jumpa. - Pulanglah dengan selamat.

Aku harus membeli sepatu baru.

- Permisi. - Hai.

Nyonya dari Makelar Tanah yang lainnya merekomendasikanku disini.

Ya, Aku dapat Telepon darinya. Silakan duduk.

Jadi, kau mencari kamar sewa, kan?

Ya, dia bilang tidak ada kamar yang tersedia di daerah tersebut tapi mungkin ada di daerah ini...

- Apa kau... - Tunggu, Joo Chul Soo.

Kau salah orang.

- Da Hae... - Tidak, Bukan.

Ayahnya Da Hae.

Kubilang bukan.

Dia sekarang seorang Dokter.

Young Hee juga baik-baik saja.

Kenapa dia tidak menjawab Teleponku?

Hei, apa yang sedang kau lakukan?

Aku makan malam dengan Jung Han dan barusan pulang.

Aku cemburu sekali.

Kau bilang kau akan mencari Pria yang baik.

Kau bisa memiliki kehidupan sepertiku nantinya.

Jadi, apa kau memberi tahu Da Hae?

Ya, dia bilang aku bisa menceraikannya.

Dia bilang aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan dengan hidupku.

Tapi itu Ayahnya Da Hae. Tidak mungkin sesederhana itu.

Hei, dia belum melihatnya selama 10 tahun. Dia bukanlah seorang Ayah baginya lagi.

Kau benar.

Tapi, Harus kuakui Da Hae itu rasional tapi dia itu dingin.

Terlalu dingin.

Aku pulang, Ibu.

- Apa Joon Soo sudah pulang? - Ya.

Apa? Da Hae bilang akan menemui Joon Soo. Dia sudah pulang?

Aku tidak tahu. Apa dia menemui Da Hae?

Nanti kutelepon lagi. Joon Soo sudah pulang, lalu apa yang sedang dilakukan Da Hae?

Baiklah. Sampai Jumpa.

Jang Dal Rae.

Joon Soo.

Hei, Da Hae.

Jang Dal Rae. Dal Rae...

Darimana dia?

Hai, Ibu.

Hei, dimana kau?

Di depan Rumah Sakit.

- Kau ada pasien yang darurat? - Ya.

Hei, Da Hae.

- Aku penasaran... - Ya.

Apa ada Perjaka yang memenuhi syarat bagimu?

Aku yakin ada banyak Dokter di Rumah Sakitmu.

Pilihlah salah satu dari mereka.

Jangan menghabiskan waktumu menunggu Joon Soo.

Hentikan. Aku harus pergi sekarang. Kututup.

Da Hae... Da...

Apanya yang begitu baik dengan Joon Soo? Ini melukai harga diriku.

Mungkin... Aku harus mendesaknya untuk menikah sebelum aku memikirkan perceraian.

Tidak, Aku harus bercerai dulu jadi aku bisa mencarikan dia pria yang baik.

Ya, Perceraianku harus diutamakan.

Halo? Apa ini Kantor Pengacara?

Ya, Aku butuh nasehat tentang Menggugat Cerai.

Bolehkah aku membuat janji?

Direktur Joo.

Direktur Joo? Sudah lama sekali.

Bagaimana kabarmu?

Kau sudah bertambah tua.

Waktu telah berlalu.

Kapan kau kembali ke Korea?

Belum lama ini.

Tidakkah kau penasaran tentang Da Hae?

Da...

Katamu dia menjadi seorang Dokter?

Dia ada di Tingkat keempat di bagian Ahli Bedah.

Dan Putra Bungsuku ada di Tingkat Pertama.

Mereka berdua adalah Dokter.

Terima Kasih, Tuhan.

Young Hee juga baik-baik saja.

Oh begitu.

Pastinya iya.

Tidakkah kau ingin menemuinya?

Tidak, Aku tidak layak menemuinya.

Apa karena wanita itu?

Tidak, Hubanganku dengannya sudah kandas.

Apa karena ini kau kembali kesini?

Ya, Jung Han.

Aku boleh memanggil namamu, kan?

Aku tidak ingin kita berbicara dengan kaku.

Iya... kenapa tidak?

Jung Han, Aku tahu ada banyak yang kuminta. Tapi, bolehlah aku memohon sesuatu?

Iya. Apapun.

Bisakah kau mencarikanku Tempat Tinggal?

Aku tidak ada tempat untuk ditinggali sekarang.

Iya, Aku akan melakukan itu.

Terima kasih, Jung Han.

Kenapa kau tidak tinggal di dekat kota ini sehingga kau bisa memulai bersama Young Hee dan...

Tidak. Tidak, Jung Han.

Mereka tidak boleh tahu kalau aku kembali.

Kenapa tidak?

- Tidak dalam situasi begini. - Apa kau tidak merindukan Da Hae?

Tidak, Tidak.

Dia anakmu. Bagaimana mungkin kau tidak merindukannya?

Sekalipun aku sangat merindukannya, Aku tidak bisa menemuinya seperti ini.

Kau harus memikirkan Posisinya. Ini sudah lebih dari 10 Tahun sejak kau tidak bersamanya.

Tetap saja aku tidak bisa. Ini harus dirahasiakan.

Bagaimana mungkin aku melakukan itu? Kau telah kembali.

Sebaliknya, Aku akan melarikan diri lagi.

Apa?

Jadi, kau tidak boleh memberi tahukan ini pada Istrimu... atau orang lain.

Baiklah, Aku akan menjaga rahasia ini untuk sekarang.

- Apa kau bertemu Da Hae? - Ya, dengan Moo Chul.

- Oh begitu. - Apa Ibu berbicara dengan Ibunya lewat Telepon?

Ya. Apa Da Hae mengatakan sesuatu?

Tidak, kenapa?

Cuma merasa penasaran.

Oh, bagaimana kemajuannya dengan Jung Hae?

Apa kalian saling bertemu lagi?

Ibu, sebenarnya...

Kami berhenti saling bertemu.

Berhenti... berhenti bertemu?

Ketika kalian saling bertemu pertama kali, kalian berciuman dan... melakukan hal-hal lain.

Itu karena pengaruh Alkohol.

Kami sudah lelah.

12 Years Promise (Wild Chives and Soy Bean Soup: 12 Years Reunion / Dalrae Dwaen, Jangkook: 12nyeonmanui Jaehwe / 달래 된, 장국: 12년만의 재회) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for 12 Years Promise (Wild Chives and Soy Bean Soup: 12 Years Reunion / Dalrae Dwaen, Jangkook: 12nyeonmanui Jaehwe / 달래 된, 장국: 12년만의 재회)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left