The first 200 lines.
Sang Konglomerat Legendaris
Episode 29 -
Dalam hal ini, dia telah menghancurkan reputasi Perusahaan Film Kemgahan Baru,
untuk itu kami akan merampas semua barang yang dia agunkan berdasarkan kontrak,
termasuk studio film di Hong Kong ini.
Kurasa tidak demikian.
Tn. Kiao, kudengar selama masa perang,
kau membantu Jepang membuat film.
Dalam hal itu, apa penjelasanmu?
Itu cuma desas-desus. Berikan buktinya.
- Hati-hati aku bisa menuntutmu karena pencemaran nama baik. - Apakah itu benar atau tidak?
Semuanya, satu-satunya kesalahan Tn. Gu Yanmei
adalah mempercayai seorang penjahat, masuk kedalam perangkap mereka,
nyaris menghancurkan reputasinya,
dan ditipu untuk memberikan hartanya.
Apa semua ini benar?
Kau bicara omong kosong. Aku bahkan tidak tahu darimana kau mendengar semua kebohongan ini?
Apa ada orang yang membayarmu untuk menyebarkan kebohongan dan mencari masalah disini?
Kau bersekongkol dengan tentara Jepang.
Kau bukan hanya membantu Jepang membuat film yang menggambarkan indahnya penjajahan mereka,
kau juga menjalin kerjasama bisnis dengan mereka dan menyediakan bahan makanan untuk mereka.
Surat-surat ini bisa menjadi alat bukti bahwa kau bersekongkol dengan mereka.
- Semuanya bisa melihat ini. - Dasar kau pengkhianat!
- Semuanya, silahkan ambil gambar ini. - Darimana dia mendapatkan itu semua.
- Aku... - Bukankah kau sudah membakar semuanya? - Harap lihat.
- Aku tidak tahu. - Silahkan ambil gambarnya. - Biar kulihat.
Semuanya, harap lihat baik-baik.
Apa kau ingin mencelakaiku? Kenapa kau menyimpan surat-surat ini?
Yao Zuguang! Kau yang memaksaku melakukannya!
Kau terus menyimpan seluruh bukti penyelewengan dana rakyat yang kulakukan dan mengancamku.
Memaksaku untuk melakukan perintahmu melakukan hal-hal yang keji.
Aku tahu pada akhirnya...
kau juga akan membuatku menjadi kambing hitam.
Karena itu, untuk keselamatanku sendiri,
aku menyimpan surat-surat ini.
Bagus sekali. Kelak, aku akan membuatmu membayarnya.
Yao Zuguang, kau bukan hanya pengkhianat,
kau bahka memfitnah Gu Yanmei, orang yang dulu menolongmu.
Kau benar-benar memuakkan dan tidak tahu malu!
- Omong kosong! - Pengkhianat!
Kenapa aku pengkhianat?
Saat Jepang menyerang Cina, aku juga dipaksa....
Dipaksa mereka untuk membuat film!
Apalagi, seluruh kru pembuat filmnya adalah orang Cina.
Apa hak kalian menuduh aku sebagai pengkhianat?
Hanya dengan surat di tanganmu itu, kau tidak akan bisa mengancamku.
Benarkah?
Apakah nama ini terlihat akrab bagimu?
Aku sudah memeriksanya dengan hati-hati. Semua nama orang dalam daftar ini
merupakan anggota penting dalam gerakan gerilya anti-Jepang.
Kau memberikan daftar nama ini kepada Jepang.
Kau dengan kejam mencelakai para pahlawan dan mengkhianati negaramu.
Kau dengan sukarela memilih untuk jadi pengkhianat, kacung.
Bahkan Langit pun tidak akan memaafkanmu!
Aku tidak.... aku bersalah.
Aku bersalah.
Dia pelakunya. Fang Rong. Fang Rong yang ingin menjebak Gu Yanmei.
Dia yang mencuri naskahnya yang memberikannya langsung pada Gu Yanmei!
Dia ingin menggelapkan kekayaannya.
Dia pelakunya! Aku harusnya mendapat tanda jasa karena telah mengadukannya.
Aku berjasa. Kalian tidak bisa menangkapku.
- Dia pelakunya. - Kau bangsat!
Kau ingin menyeretku jatuh bersamamu?!
Kau yang membawa petaka untukku! Kenapa kau tidak membakarnya?!
Kalau ada yang ingin dikatakan, lakukan saja di pengadilan. Ayo jalan!
- Jangan tangkap aku! - Jalan!
Apa dasarnya kau menangkapku?!
Rencana Keji yang Mengejutkan dari Dunia Hiburan
Kebenaran mengenai naskah yang dicuri akhirnya terungkap. Rencana yang dibuat oleh Kemegahan Baru Film telah gagal.
Gu Yanmei akhirnya bisa membersihkan namanya dan mendapat keadilan.
Yao Zuguang ditangkap oleh Polisi Hong Kong dengan tuduhan pengkhianatan.
Perusahaan Film Kemegahan Baru mundur dari panggung perfilman untuk saat ini.
Saat penulis naskah ternama, Tn Yi Fei mengetahui kebenarannya,
beliau segera berdamai kembali dengan Gu Yanmei.
Keduanya melupakan dendam masa lalu dan saling menghargai bakat masing-masing. Mereka berencana untuk segera bekerjasama kembali.
Aktris film Ye Xia kembali ke Hong Kong dan berjanji untuk kembali bekerjasama dengan Gu Yanmei
untuk membintangi film yang ditulis oleh Tn. He Yifei yang berjudul "Cinta Abadi."
Perusahaan Film Kemegahan Baru telah habis dan Tianxia Film dapat mengambil alih kembali studio filmnya.
Perusahaan Film Tianxia secara resmi berganti nama menjadi Perusahaan Film Gu Bersaudara.
Perusahaan akan dipimpin oleh Gu Yanmei dengan dibantu oleh Gu Ruoxia.
Aku tidak tahu apakah perubahan ini akan membawa industri film ke masa yang baru.
Bersulang.
Minum lagi.
Biar aku mengantarmu pulang.
Aku tidak punya rumah.
Maksudku adalah memulangkanmu ke hotel.
Aku belum mau pulang. Aku belum puas minum. Yanmei, minum lagi bersamaku.
Kau sudah terlalu banyak minum.
Siapa bilang? Ini tidak banyak.
Kalau tidak mabuk, aku tidak bisa tidur.
Kalau tidak bisa tidur, aku akan terus terpikir yang tidak-tidak.
Apa yang kau pikirkan?
Masa lalu?
Dulu,
aku membuat begitu banyak kesalahan.
Aku menyakiti dua orang perempuan.
Aku kesepian. Aku pantas menerimanya.
Apakah kau masih ingin agar Wang Jing kembali?
Perempuan itu.....
Aku tidak pernah mencintai perempuan itu.
Karena Wang Ting-en yang terlalu menekanku sehingga aku tersesat sementara dan tidak mampu menolak godaan. Ya,
aku memang menyakiti perasaannya dan melukainya.
Dia menentang bahaya untuk menyelamatkanku.
Tapi aku tidak mampu mencintainya.
Justru sebaliknya. Dengan adanya dia
membuatku sadar bahwa perempuan yang paling kucintai adalah Wang Jing.
Orang yang kucintai begitu dalam adalah Wang Jing.
Meskipun saat ini dia tidak ada di sisiku,
aku tidak bisa berhenti memikirkannya.
Karena kau sudah tahu dengan jelas,
betapa sulitnya bagi seseorang untuk menemukan cinta sejati.
Kau harus ke AS dan membawanya pulang.
Aku tidak berani.
Dulu aku sudah sangat menyakitinya.
Menyebabkan kepedihan yang begitu dalam dan sedih untuknya.
Bagaimana mungkin aku bisa menghadapinya?
Di matanya, aku adalah pendosa.
Orang yang tidak pantas dimaafkan.
San'ge, apakah kau tidak terpikir kalau kau tidak berusaha mendapatkannya kembali,
kau akan menyesal selamanya?
Aku tidak berhak untuk memilih.
Hidup ini bukan seperti film. Kita tidak bisa mengulang adegannya bila melakukan kesalahan.
Oke.
Karena kau tidak bisa mendapatkan kembali cintamu, kau bisa memulai lagi dari awal
lalu kau bisa terus menjalankannya ke masa depan.
Karena kehidupan percintaanmu gagal, kau bisa mencurahkan perasaanmu untuk membuat film, utamakan karirmu.
Yanmei,
kadang aku ingin sepertimu.
Kenapa aku?
Selalu menempatkan film sebagai posisi tertinggi dalam hidupmu.
Apakah melakukan hal itu bisa mengurangi masalahnya?
Pantas saja Da'ge selalu mengingatkanku
untuk menjaga film ini baik-baik.
Untunglah tariannya dapat direkam.
Itulah keajaiban film.
Dengan arahan kamera Da'ge, Da'sao difilmkan dengan begitu indah.
Kurasa ini karena cinta.
Jika ada cinta, maka kau bisa melihat seluruh keindahan.
Tapi Da'ge tidak akan membuat film lagi.
Sebetulnya aku sudah memikirkan kenapa dia bisa tidak membuat film lagi.
Kurasa itu juga karena cinta.
Bagi Da'ge, keluarga lebih penting daripada film.
Agar dapat menjaga Er'ge dengan baik dan
tidak membuat Da'sao khawatir, dia bersedia melepaskannya.
Menurutmu, apakah aku terlalu memaksa?
Apa maksudmu sebenarnya?
Aku berpikir bahwa orang memang harus melakukan hal-hal yang berbeda dalam setiap tahapan hidupnya.
Persis seperti kita, empat bersaudara.
Pada awalnya, kita semua ingin mengejar impian kita dalam dunia film.
Tapi masing-masing lalu memiliki jalan sendiri dan hanya tinggal aku.
Da'ge bisa melepaskan film demi keluarga dan kesehatannya.
Lalu Er'ge? Hidupnya diberikan untuk negara dan kebaikan.
San'ge sejak awal menganggap membuat film adalah bisnis.
Sekarang, dia mementingkan kehidupan cintanya.
Sepertinya hanya aku saja yang tidak mau sadar
dan menganggap film sebagai hidupku.
Hanya saja, kadang aku tidak tahu apakah yang kulakukan ini benar atau salah.
Aku tahu film sudah membuatku menelantarkan keluargaku dan dingin padamu.
Aku juga tahu kau dulu kesal padaku.
Menurutmu aku egois?
Bagaimana mungkin?
Kau tidak perlu mengubah apapun untukku.
Aku percaya Langit telah
mengatur jalan untuk semua orang.
Kau dulu mengalami penderitaan yang begitu berat.
Tapi kau selalu bisa menghindari kematian dan tetap bertahan.
Aku merasa, film adalah hidupmu.
Kau harus terus melangkah maju. Aku akan mendukungmu.
Apakah film "Romansa Kuda" sudah siap?
Bos Gu, maaf. Kopinya belum dibuat.
Besok mungkin baru akan selesai.
Sekarang sudah tengah malam.
Berapa banyak yang sudah kutonton?
Kau sudah menonton 4 film.
Aku sungguh mengagumi energimu.
Orang tidak akan bosan menonton film buatan kita.
Kau sudah bekerja keras juga. Pulanglah lebih dulu. Sampai jumpa besok.
Oke. Terima kasih, Bos. Sampai jumpa.
Tn. Gu, kau masih akan bekerja lembur? Apa perlu kubuatkan bubur?
Tidak usah. Tuangkan teh panas saja untukku.
- Kau juga cepatlah istirahat. - Oke.
Oh ya, Nyonya mengirimkan surat untukmu dari Singapura.
Aku sudah meletakkannya di meja kerjamu.
Oke. Pulanglah sekarang.
Yanmei, Wenwen dan Tongtong telah berangkat ke Amerika untuk belajar.
Mereka sudah terbiasa dengan kehidupan di sana.
Mereka berdua saling menjaga.
Tali persaudaraan merekapun semakin dekat.
Mereka juga jadi lebih pengertian. Kita akhirnya bisa tenang.
Tapi ada kabar buruk.
Suster Annie dari panti asuhan telah meniggal dunia
karena serangan jantung. Semoga dia bisa beristirahat dengan tenang.
Untuk memenuhi permintaan terakhir Suster Annie,
aku memutuskan untuk tinggal di Singapura untuk sementara
untuk membantu mengelola panti asuhan
sampai kami bisa menemukan orang baru untuk mengelolanya. Setelah itu aku akan kembali ke Hong Kong.
Ada masa untuk hidup. Ada masa untuk mati.
Sulit sekali meramalkan datangnya waktu bahagia atau sedih, perpisahan dan pertemuan.
Meskipun aku terpisah darimu selama setengah tahun, rasanya bagaikan seumur hidup.
Aku harap aku bisa segera kembali untuk menemanimu.
No comments yet. Be the first to leave one.