The first 200 lines.
DRAMA INI ADALAH KISAH FIKTIF
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, LOKASI, INSIDEN, DAN AGAMA
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKTIF
ADEGAN YANG MELIBATKAN HEWAN DIBUAT DENGAN PROPERTI DAN EFEK VISUAL
Menurut rumor, Yang Mulia dikurung di Istana Timur.
Aku juga mendengar para cendekiawan membicarakan itu.
Kukira itu hanya rumor. Apakah itu benar?
Apakah kalian pernah melihat ayah kalian membahas ringan hal macam itu?
Karena kalian mengungkitnya...
Karena keadaannya menjadi kacau,
aku ingin mengundurkan diri
dan menjadi petani saja.
Ayo makan.
Yang Mulia dikurung?
EPISODE 12
Itukah kenapa tak ada kabar dari Cendekiawan Park?
Perhatikan jalanmu.
Sudahlah.
Kurasa itu tak mungkin.
Maaf.
Kuharap aku tak menyinggungmu.
Lama tak bertemu!
Kau tak mengenaliku?
Ini aku, Kim Myeong-jin dari Manyeondang.
- Ya. - Namun, kenapa berpakaian seperti itu?
Ini misi rahasia Yang Mulia?
Apakah dia mau mengirim pesan kepadaku?
Kudengar dia dikurung di...
Aku tak boleh membicarakan yang terjadi di istana.
Sebaiknya aku pergi.
Kenapa dia?
Aneh.
Yang Mulia dikurung di Istana Timur
dan pengawalnya bepergian dengan menyamar?
Ya. Pasti telah terjadi sesuatu.
Bagaimana Kasim Go?
Kau sungguh mengkhawatirkannya?
Kau tak tahu arti dikurung?
Dikurung artinya dia dibatasi
dan menurutmu oleh siapa?
Pastinya oleh Raja.
Yang Mulia, yang tak punya dasar untuk melindunginya,
telah kehilangan dukungan ayahnya,
jadi kenapa kau hanya cemaskan Kasim Go?
Aku akan mengambil buku baru dari perpustakaan.
Perutku...
Aku makan banyak kesemek kering tempo hari
dan sekarang perutku sakit.
Apa yang kau lakukan? Pergilah ke kamar mandi.
Astaga, kesemek kering itu pasti menyumbat perutku.
Aku tak bisa buang air,
tetapi akan kucoba lagi.
Ini akan cukup lama.
Akan kupastikan berhasil.
Cari Park Han-su, dia wakil Menteri Pertahanan
sepuluh tahun yang lalu.
Di antara lima wakil yang menumpas para pencuri bersama Cho Won-bo,
hanya dia yang bukan keluarga Cho.
Tanyakan kepadanya yang terjadi sepuluh tahun lalu.
Kau bisa membaca?
Apakah kau bercanda?
Aku lulus dengan memuaskan pada ujian militer.
Beraninya katakan itu ke orang yang ahli bela diri dan sastra?
Namun, kenapa rasanya kau hanya mengangguk-angguk
padahal tak sungguh mengerti?
Dasar kau...
Kau harus makan untuk pulihkan tenagamu. Sesuap saja, ya?
Seolah Kakak Hwan dikurung tak cukup buruk,
sekarang kau tak mau makan?
Kakak Hwan dikurung? Apa maksudmu?
Lupakan saja. Itu bukan urusanmu.
Makanlah saja ini, ya?
Suara geomungo -mu indah seperti selalu.
Baginda, kudengar Putra Mahkota memintamu
menarik perintahmu terkait orang dari Byeokcheon.
Apakah kau juga tahu...
yang terjadi di Byeokcheon sepuluh tahun lalu?
Para pencuri menyebabkan kegaduhan
dan pamanku pergi untuk menumpasnya sendiri.
Aku mungkin bagian dari keluarga Cho,
tetapi aku milikmu.
Aku juga tahu jelas mengenai temperamen dan keserakahan pamanku.
Kalau kau akan melawannya,
kau harus menjaga jarak dariku.
Kalau tak memilikimu,
siapa yang akan menghiburku
di istana yang luas ini?
Aku tak akan pernah melepaskanmu.
Jangan khawatir juga soal pamanmu.
Aku tak sebodoh itu.
Baginda, Putra Mahkota adalah calon raja.
Sudah sebulan sejak dia dikurung.
Kasim dan dayang menyebarkan rumor tentang dia.
Kumohon, cabutlah perintahmu agar dia bisa menyelamatkan reputasinya.
Apakah benar kau memohon kepada Baginda untuk mencabut perintah
pengurungan Putra Mahkota?
Dia pasti merasa tidak enak
mengurung anaknya sendiri.
Sebagai ibunya, aku juga sedih.
Ibu?
Ibu siapakah kau?
Pergilah.
Ibu.
Ibu siapakah kau, Ratu?
Pangeran Agung Myeong-ahn satu-satunya anakmu.
Atau kau sudah lupa?
Karena kini duduk di posisi ini,
kau juga mau menjadi ibu Putra Mahkota?
Itu tak bisa.
Aku dan keluarga Cho-lah
yang menjadikanmu ratu.
Bukan Putra Mahkota ataupun Raja.
Jadi, ingatlah untuk siapa...
kau berada di posisi itu.
Kau mengerti, Ratu?
Ratu, apa yang kau lakukan?
Ratu!
Ratu, hentikanlah!
- Ratu. - Tinggalkan aku.
Ratu
Ratu, tidak.
Ratu.
Apakah cara melompati dinding kali ini?
Itu rahasia,
jadi kau harus sangat hati-hati.
Ya, Yang Mulia.
Baginda, Penasihat Negara Kanan datang!
Tunggu. Bukankah kau bekerja di Istana Timur?
- Aku Go Sun-dol, Tuan. - Benar, Go Sun-dol.
Kau mau ke mana buru-buru?
Apakah kau menjalankan tugas untuk Yang Mulia?
Karena dia terjebak di ruangannya,
kau pasti sangat sibuk.
Ya, Tuan.
Aku harus pergi.
Berhenti.
Ada apa, Tuan?
Apakah Yang Mulia memberikanmu surat?
Kurasa hanya itu yang bisa dilakukannya.
Untuk siapa suratnya?
Bagaimana Yang Mulia masih tak memahami ketulusan Baginda?
Dia dikurung
agar tak ikut campur dalam urusan politik.
- Berikan kepadaku. - Tak bisa.
Bagaimana aku bisa tak menaati perintah Yang Mulia?
Apakah aku harus menggeledahmu?
Ada surat dalam buku-buku ini, bukan?
Tidak, Tuan.
Aku tahu kau bukan Go Sun-dol yang asli.
Bagaimana kau bisa berkata begitu, Tuan?
Kalau aku bukan Go Sun-dol, lalu aku siapa?
Kau yang harus memberitahuku.
Apakah kau tahu kenapa kubiarkan kau
sekalipun aku tahu kau bukan Go Sun-dol?
Akan menyenangkan mengetahui orang macam apa
yang bekerja untuk Yang Mulia.
Sekarang, berikan suratnya kepadaku
sebelum kuperiksa semua buku itu.
Tidak. Kumohon, biarkan aku pergi.
Tuan Cho!
Kau pikir apa yang kau lakukan?
Seorang hamba berani mencuri surat Yang Mulia?
Oh...
Aku mau memeriksa apakah Yang Mulia butuh sesuatu karena dia dikurung.
Ada pepatah, Yil-yeop-ji-chu.
"Saat daun jatuh dari pohon,
kau bisa tahu musim gugur telah tiba."
Bagaimana aku bisa tak khawatir
sikap tak masuk akalmu hari ini
pertanda apa yang akan datang?
Yil-yeop-ji-chu...
Kepala Bagian Han, jangan menyimpulkan masa depan hanya dengan satu fakta.
Dan aku bukan hamba Yang Mulia.
Seorang hamba seharusnya hanya setia
kepada Raja!
Sepertinya kau mengabdi pada dua raja, Kepala Bagian Han!
- Begitukah? - Tuan Cho!
Jangan keterlaluan!
Kepala Bagian Han.
Kau harus hati-hati.
Perhatikan ke mana kau melangkah
dan perhatikan ucapanmu.
Selalulah...
sangat berhati-hati
kalau kau tak mau aku mengetahui...
kelemahanmu.
Sampai bertemu lagi, Kasim Go.
Kau pasti terkejut. Kau tak apa-apa?
Sekarang, ya.
Apakah surat itu untukku?
Aku berusaha mencari cara membebaskan Yang Mulia.
Sampaikan aku akan lakukan perintahnya.
Ya, Kepala Bagian Han.
Yang Mulia, kubawakan buku baru.
Bukankah itu buku yang sama?
Tidak, ini buku yang berbeda.
Bagaimana menurutmu?
Aku akan pergi dengan Kepala Bagian Han.
Lakukanlah.
Namun, Yang Mulia...
No comments yet. Be the first to leave one.