Release info

The Prince Who Turns Into A Frog E02 INDO PecintaSosis
A Commentary by PecintaSosis
♡ Subtitle by WeTV ♡ PecintaSosis ♡

Tags

other
Published on: 2021-01-14
Downloads: 16
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 187 lines.

The Prince Who Turns Into A Frog

Prince Become Frog-

Episode ke-2-

Kamu sedang apa?

Kin.

Tenang sedikit!

Cukup! Kumohon padamu.

Kepala desa.

Dia mengira dirinya konglomerat,

dia kaya jadi boleh menindas kita seenaknya.

Dia ini jelas menindas orang miskin.

Ada hutang maka harus dibayar.

Jangan jadikan miskin sebagai alasan.

Memuakkan sekali.

Maaf.

Kita harus bertindak sesuai hukum.

Kantor Polisi-

Kin kelak jangan lakukan hal berbahaya seperti ini.

Aku sangat mencemaskanmu.

Baik.

Kin.

Aku tahu kau yakin bisa mengendalikan semuanya.

Tapi kadang kau harus hati-hati saat berbicara.

Karena ucapanmu hampir saja merenggut nyawa seseorang.

Paman itu sama sekali tidak berhak mengancamku.

Dia seharusnya instropeksi diri.

Tidak seharusnya main-main dengan nyawa.

Kin, tenang sedikit.

Pak Kin Thong, bagaimana kondisi warga desa?

- Pusat Kontrol- Pak Kin Thong, bagaimana kondisi warga desa?

Pak Kin Thong, bagaimana kondisi warga desa?

Bagaimana perusahaan kalian mengatasi warga yang bermasalah?

Maaf, sekarang Pak Kin Thong belum siap diwawancarai.

Kejadian sebelumnya adalah masalah perusahaan Chanwell.

Kami akan mengatasi hal ini dengan baik.

Selanjutnya kami akan membuat pernyataan untuk kalian semua.

Skyline Real Estate Thailand-

Perusahaan Chanwell-

Kenapa kau berbuat begini?

Kamu jahat, kau...

Jujurlah, jika tidak mau ada lebih banyak masalah.

Karena aku membencimu.

Kamu kejam.

Memotong upah hanya karena kesalahan kecil.

Aku jadi kelaparan karena potongan upah.

Juga hanya mengandalkan hukum dalam hal apa pun.

Bukankah manusia harusnya punya sedikit perasaan?

Oleh karena itu,

jadi seisi perusahaan ini tidak menyukaimu.

Tanya mereka jika tidak percaya.

Kamu terlalu banyak bicara.

Ada banyak karyawan di perusahaanku.

Jika tidak bertindak sesuai aturan,

perusahaan tak bisa berdiri.

Biarkan mereka membenciku.

Aku tidak peduli.

Tapi untukmu,

aku mau memecatmu.

Gila, berdarah dingin!

Penipu!

Baik aku pergi.

Kenapa berbuat begini?

Apa memecatku begini saja?

Brengsek.

Kami sudah tahu.

Ibu.

Ibu dan yang lain... tenang sedikit.

Kepala desa bukan sengaja.

Masih ada jalan keluarnya.

Lookpat, minggir.

Maaf.

Aku yang tidak berguna.

Membuat kalian ikut terseret.

Aku ini brengsek.

Pukul saja aku kalau kalian mau.

Kepala desa berbuat begini, itu demi kalian semua.

Kalau mau menyalahkan,

salahkan perusahaan jahat itu.

Mereka itu sengaja mau mengambil tanah kita.

Ibu, jangan salahkan kepala desa lagi.

Aku tak menyalahkannya.

Kepala desa, bagaimana bisa kau melakukan ini?

Apa kau tahu?

Saat kita melihat video dari Lookhin,

saat kau mau melompat,

seluruh warga desa sangat terkejut.

Jika tidak ada kau,

siapa yang akan menjaga desa kita?

Kalian tidak marah padaku?

Tentu marah!

Ibu.

Kamu ini mau menghiburnya atau memarahinya?

Kalau kau masih berbuat begitu,

aku pasti akan marah.

Aku orang pertama yang akan naik dan menendangmu turun!

Jangan coba bunuh diri lagi!

Jika tidak, ibuku yang akan mati duluan.

Saat ibuku melihat kepala desa jatuh,

dia hampir pingsan.

Benarkah, ibu?

Kamu terlalu banyak bicara, Lookhin.

Aku hanya tak mau melihat situasi yang tragis itu.

Lookpat.

Bagaimana denganmu, putriku?

Aku rindu sekali padamu, sangat cemas padamu.

Terima kasih, begitu mencemaskanku.

Kamu baik-baik saja, 'kan?

Kelak tidak akan kuulangi lagi, juga tak akan ke tempat tinggi lagi.

Tenanglah.

Hari ini aku traktir kalian makan.

Kasihanilah kami.

Berikan kami waktu satu tahun.

Atau enam bulan juga boleh.

Aku janji jika nanti tidak mampu membayar.

Kalian boleh mengambil kembali tanahnya.

Kamu menjual tanah pada kami.

Tapi tidak punya uang untuk membayar kami.

Kamu masih berani membuat permintaan?

Dia mengira dirinya konglomerat,

dia kaya jadi boleh menindas kita seenaknya.

Dia ini jelas menindas orang miskin.

Kalender-

Kepala desa, kepala desa.

Lookpat.

Untuk apa semuanya kemari?

Datang untuk menangani masalah hukum ya?

Kepala desa, begini...

...kami semua sudah berdiskusi.

Kita akan jadi teladan untukmu.

Kamu sudah menjaga dan melindungi kami begitu lama.

Sudah saatnya giliran kami melindungimu dan desa ini.

Kalau mereka mau menyita tanah di sini.

Tak boleh kita biarkan mereka masuk dengan mudah.

Benar tidak, semuanya?

Benar, kami tidak terima.

Sudah datang.

Kak Lookpat, kau tidak berniat untuk isi bensin motor?

Lookhin, siapa yang datang?

- Itu... - Ibu, apa si brengsek itu datang?

Apa si brengsek itu datang?

Biar kuberi dia pelajaran, beri tahu aku...

...di mana dia?

Di mana dia? Katakan.

Bukan.

Kamu jangan hanya terengah-engah saja.

Cepat katakan, siapa yang datang.

Yang datang bukan siapa...

...tapi video.

Nitcha, aku sedang bersiap untuk keluar.

Kin. Ada masalah.

Masalah apa?

Ada yang menyunting video kemarin,

lalu disebar luaskan.

Lihat.

Ini sengaja memfitnah kita.

Siapa pelakunya?

Jangan pedulikan siapa pelakunya.

Yang perlu kau khawatirkan adalah direktur lain yang merasa tidak puas.

Karena video ini membuat saham perusahaan anjlok.

Sekarang wartawan sedang menunggumu mengadakan konferensi pers.

Tapi aku tak ada janji dengan wartawan hari ini.

Karena semuanya ingin tahu,

jadi kami mengundang wartawan kemari.

Kamu tidak boleh mengabaikan hal ini begitu saja.

Saham sudah jatuh.

Mereka semua sedang mengawasi kita.

Jika perusahaan tak mampu mengembalikan nama baik...

Maka kerjasamamu dengan Skyline Real Estate mungkin akan batal.

Malu dan kehilangan nama baik tidak masalah.

Tapi kau akan rugi beberapa miliar.

Yang lebih penting lagi,

Techit sedang cari kesempatan untuk melawanmu.

Terima kasih untuk video live-mu.

Meski kau tidak memerintahkan,

aku tadinya juga mau berbuat begitu.

Terima kasih, Pak Techit.

Segera hubungi Skyline Real Estate.

Sampaikan kalau kita akan ada sebuah proyek untuk mereka.

Hal yang harus terjadi akhirnya akan terjadi.

Tapi kalian tidak perlu khawatir kalau akan sama dengan 3 tahun lalu.

Tidak ada air.

Bagaimana pun aku akan memohon pada CEO.

Agar mereka memberi kita jalur untuk mengambil air.

Tidak perlu melakukan itu, Kepala Desa,

Jadi biarkan mereka menyita tanah,

memutus jalur air kita dan membiarkan warga desa mati?

Lookhin kau ini bodoh.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left