The first 200 lines.
SELURUH TOKOH, ORGANISASI, LOKASI, DAN INSIDEN
YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI SEPENUHNYA FIKSI
Kalian di sini tidak pernah terkena penipuan deposit rumah, 'kan?
Kami berhasil menangkap setelah semalaman mengejarnya.
Tapi surat geledahnya tak keluar.
Apakah ada orang yang sakit di rumah itu?
Ini seperti label yang dilepas dari botolnya.
Apakah mereka hanya mencari seseorang bernama Kim Su-hang?
Urus kasus ini, Seo.
Tapi kau tetap harus ikut.
Kau membawanya pada kami.
Kami yang harus tangani.
Apa kau tahu tentang kasus Kepolisian Segok?
- Di kamar mandi… - "Di kamar mandi…"
Sepertinya dia meninggal karena dianiaya oleh anggota timnya sendiri.
- Sialan! - Ini bunuh diri,
sekaligus pembunuhan, Bu.
EPISODE 5
KEPOLISIAN SEGOK
Kau pasti mendengar rumor
bahwa dia tidak hanya bunuh diri, 'kan?
Semua yang menemukan jasadnya
adalah penganiaya orang itu.
Kau melihat dia dianiaya, 'kan?
Kau tahu yang terjadi, tapi kenapa tak curiga?
Sersan Song terkenal pemurung
sehingga kukira itulah masalahnya.
Tidak ada rumor dia dibunuh.
Sama sekali tidak.
Tak ada rumor sedikit pun walau orang yang dianiaya
- tiba-tiba mati begitu saja? - Tunggu.
Masalah korupsi di kantor kami muncul ke permukaan
beberapa bulan setelah Sersan Song tewas.
Bagaimana kedua peristiwa itu bisa berhubungan?
Selain itu, Sersan Song sangat menderita saat harus bekerja di tim patroli.
Sebelum dia datang sudah tersebar rumor bahwa akan ada sersan menyebalkan.
Dia sersan yang melaporkan atasannya di Dongducheon.
Semua orang tahu rumor ini.
Bukan itu maksudku.
Masalahnya, tempat dia dimutasi.
Kenapa dia harus dipindahkan ke Kepolisian Segok?
Kudengar timnya tahu alasan dia di sana.
Maksudmu, bukan kebetulan Sersan Song sengaja dimutasi ke Tim Segok?
Junior kurang ajar yang menyuruh Sersan Song pergi.
Bukankah dia?
Benar, Kim Su-hang yang mengatakan itu.
Hanya dia yang dicari Jaksa Seo.
Dia keponakan Kepala Polisi Dongducheon.
Menurut informasi kepolisian tahun 2017, mereka ternyata paman dan keponakan.
Laporan yang mana, Bu? Informasi dalam kasus Sersan Song,
atau yang dilaporkan setelah kasus korupsi terkuak?
Kau berharap ini soal Sersan Song?
Tidak, Bu.
Bila dalam kasus bunuh diri Sersan Song menyebutkan Kepala Polisi dan Kim Su-hang
adalah paman dan keponakan,
pembuat laporan pasti menduga Sersan Song dibunuh, faktanya tidak.
Untuk apa ada laporan atas kematian Sersan Song?
Apa kematian Sersan Song
tak terdeteksi oleh Biro Informasi?
Biro Informasi tetap butuh
informasi dari orang lain untuk mengetahuinya.
Kita tak tahu apa yang terjadi dalam tim patroli setiap hari.
Lantas bagaimana nasib Kepala Polisi Dongducheon
setelah kasusnya terbongkar?
Kalau tidak salah dia diturunkan menjadi Kepala Inspektur,
kemudian dimutasi ke tempat lain.
Bila dia memang sengaja mengirim Sersan Song ke tempat keponakannya…
Kepala Polisi Dongducheon juga terlibat dalam kasus pembunuhan ini.
Benar. Ini akan jadi kasus yang sulit.
Apa itu?
Ini laporan persidangan kasus korupsi Kepolisian Segok.
Tidak mungkin kematian Sersan Song disebutkan di sana.
Benar, tidak ada.
Namun, daripada langsung menemui tim patroli di sana,
lebih baik kupelajari kasusnya
agar bisa bicara dengan mereka,
jadi, kuperiksa laporan ini.
Satu lagi, Bu.
Bolehkah aku besok pagi ke Lembaga Pemasyarakatan Anyang?
Siapa yang mau kau temui?
Sersan Lee Dae-seong ada di sana.
Dia seperti orang kedua terkuat setelah Kapten di Segok.
Dia masih menjalani hukumannya.
Karena Opsir Kim tak diketahui keberadaannya,
lebih baik aku ke sana.
Pergilah. Aku akan cari Opsir Kim kalau begitu.
Terima kasih, Bu.
- Mungkin ini bukan hal buruk. - Apa?
Bila memang dia bunuh diri,
kita harus gunakan kasus ini.
Aku akan serang balik mereka.
"Saat tim gabungan polisi dan jaksa bekerja bersama,
kasus yang selesai sekitar dua tahun lalu
disalahgunakan oleh kejaksaan dengan investigasi yang berlebihan.
Mereka berkata bahwa polisi saling membunuh."
Apa hasilnya? Ternyata bukan kasus kriminal.
"Kejaksaan membuat investigasi paksaan dengan tujuan
menjatuhkan pihak kepolisian
sehingga mengganggu pekerjaan tim gabungan."
Ini bisa jadi senjata bagus.
Sebab itu, jangan sampai jadi kasus pembunuhan.
Aku mengerti, Bu.
Berikan aku salinan laporan itu.
Keputusanmu tepat dengan pergi ke pengadilan lebih dahulu.
Terima kasih, Bu.
LEE DAE-SEONG, DITAHAN KIM SU-HANG
Kami baru tahu belakangan
bahwa sopir kepala polisi dari keluarga berpengaruh.
Mana bisa polisi yang baru masuk
bisa jadi sopir resmi kepolisian?
Kepala Polisi pun tak menghiraukan.
Melihatnya melakukan itu dan dihukum ringan
membuat kami makin percaya bahwa keluarganya berpengaruh.
Karena tak bisa memarahi sopirnya, dia malah menyerang Sersan Song.
Rasa murungnya datang dengan alasan.
Tidak, itu bukan alasannya.
Sersan Song pernah mengatakan ini.
Dia tak bisa diam melihat kalangan atas tak bisa disentuh
dan kalangan bawah hanya bisa menyerang untuk naik.
Dia dianggap pembangkang
dan dicemaskan membuat masalah sehingga akhirnya dimutasi.
Sersan Song terus berpikir…
bahwa kita sebagai polisi tak bisa hidup seperti ini.
Aku pikir dia biang onar,
tapi ternyata masalahnya berat.
KEPOLISIAN NASIONAL KOREA
Aku terpaksa kembali lagi karena kau menelepon.
Maaf, Pak.
Nam In-tae di Divisi Kriminal Tiga.
Apa dia menolak mengeluarkan
surat penangkapan soal penipuan deposit rumah?
Ya. Pelaku penipuan itu akan dilepaskan dalam enam jam.
Begitu rupanya.
Aku ingat Nam In-tae.
Kau mau aku bagaimana?
- Pak… - Kenapa kau ke sini?
Bila mau minta tolong, pergilah ke Seoul Barat.
Bukankah mereka juga punya Kepala Jaksa sendiri?
Sampaikan kepadanya kalau ini salah.
Kenapa menekan kejaksaan di distrik lain?
Pelanggaran hukum residen, dokumen palsu,
dan penyalahgunaan dokumen asli. Haruskah kita melepasnya?
Hwang Si-mok. Aku pernah bekerja di sana.
Kau memintaku menggunakan kekuasaanku pada mereka.
Apa terpuji bila aku menelepon mereka
dan mengatakan aku mantan pimpinan,
lalu tiba-tiba menyuruh mereka?
Nam In-tae memang memperlakukan polisi dengan kotor kali ini.
Namun, itu…
Apa ini?
Kau membuatku kembali ke kantor,
tapi tak mendengarkanku bicara?
- Benar. - Kau sungguh tak mendengarkanku?
Bukan itu. Aku teringat bahwa kau
Kepala Jaksa di Seoul Barat sebelum di sini.
Aku berpikir mungkin ini jalan terbaik untuk masalah tersebut.
Aku memang mantan Kepala Jaksa di sana, tapi tetap saja…
Aku malah minta perlakuan spesial.
Aku bergantung pada mantan pimpinan untuk menyelesaikan masalah ini.
Kenapa kau tiba-tiba menyalahkan dirimu sendiri?
Kau menggunakan ini bukan untuk kepentinganmu sendiri.
Orang lain pasti berpikir sama.
Pelaku pencabutan tali batas
yang menyewa mantan hakim sebagai pengacara mereka
pasti tak merasa perbuatan mereka salah.
Mereka hanya ingin mencari seseorang yang dapat membantu.
Seperti tujuanku kemari.
Apa kau berpikir begitu saat kemari?
Aku bahkan tak terpikir begitu.
Aku tidak berpikir bahwa aku melakukan hal jahat
saat meminta bantuanmu.
Bila ini memang sesuatu yang jahat,
anggap aku membantumu kali ini.
Aku memarahi Nam In-tae, lalu surat penahanan dikeluarkan.
Tiba-tiba, aku mendapat masalah di kemudian hari.
Aku meminta bantuanmu untuk melakukan sesuatu untukku.
Aku memintamu menyelamatkanku.
Bila akan begitu…
apa kau mau bantu aku?
"Aku sudah membantumu kemarin.
Kau tak ingat bahwa aku kena makian karena itu?"
Lalu kau perlahan membantu dan menyelamatkanku.
Itu tak boleh, Pak.
Lupakan saja kalau begitu.
Itu bahkan bukan masalah besar.
Bila melihat daftar kasus perlakuan spesial,
mereka terlihat sangat tidak baik,
tapi itu wajar terjadi di kehidupan nyata.
Bila penangkapan dimulai dari surat yang ada,
tentu kita harus melakukan revisi agar proses menjadi lebih baik.
Hwang Si-mok. Aku pernah bekerja di sana.
Untuk menentukan keluarnya surat geledah,
kita perlu situasi yang jelas.
Bagaimana polisi mengurus itu?
Kau memintaku menggunakan kekuasaanku pada mereka.
Kau ingin berkata apa ke Harian Sungmoon?
Adakah yang ingin kau jelaskan?
Aku bisa membantumu untuk itu.
Bukankah kau sudah menyerang?
Apa kau mau menyerang lagi setelah berita kemarin?
No comments yet. Be the first to leave one.