Release info

Sword of Desperation 2010 DVDrip-id
A Commentary by gp_mobiles

Tags

DVD
DVDRip
dvdrip
dvdr
Published on: 2019-05-15
Downloads: 84
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Sword of Desperation" Film Toei TV Asahi

Alih Bahasa: GP Mobiles

Kapten Infanteri Kanemi Sanzaemon

Lord Ukyo Dayu

Permaisuri: Lasdy Renko

Kapten Infanteri Hoshina Junai

Wakil Kepala Tsuda Minbu

Maafkan aku.

Lady Renko!

- Lady Renko! - Tn. Kanemi!

- Lady Renko! - Tn. Kanemi!

Renko! Renko! Renko!

Renko! Renko! Renko! Lord, mundur! Lord!

Lady Renko ...

Renko!

Kanemi...

Mengapa kau melakukan ini?

Aku menyerahkan diri pada Anda.

Pedang Keputusasaan

Tolong. Boleh aku bertemu Tn. Sanzaémon?

Tidak ada yang bisa bertemu dia sampai ada perintah sebaliknya.

Bahkan sanak keluarganya?

Sanak keluarganya? Tentu saja tidak!

Tentu saja tidak!

Tolong beri pengecualian. / Tentu tidak bisa!

Tolong beri pengecualian.

Tolong beri pengecualian. / TIDAK!

Ini aku, Rio.

Ayah. Apa jenis hukuman yang Tn. Sanzaemon akan terima?

Bukan hanya akan dipenggal kepalanya, tetapi semua keluarganya juga akan ikut dihukum.

Masalah akan menimpa kita, seluruh keluarga?

Mengapa Tn. Sanzaémon melakukan hal seperti itu?

Tidak ada cara untuk mengetahui apa yang ada di pikirannya.

Tapi seandainya Lady Mutsue masih hidup, ini akan pernah terjadi.

Inspektur Kepala. Samar-samar aku ingat Kanemi, tapi ... orang macam apa dia?

Ia dikenal sebagai orang serius, dapat dipercaya, dan selalu tenang.

Mengapa dia bisa melakukan ini? Apakah ada indikasi sebelumnya?

Kanemi tak pernah tampak membenci Lord atau Lady Renko,

atau menyatakan ketidakpuasan atas kebijakan perdikan.

Bagaimana dengan saudara Lord, Tn. Obiya Hayato-no-sho; ada kaitan?

Tampaknya tidak ada kaitan apapun.

Jadi menurutmu dia bertindak sendirian?

Begitulah.

Apakah Kanémi punya keluarga?

Istrinya lama sakit dan meninggal, dan ia tidak memiliki anak.

Karena tidak memiliki ahli waris, dia siap dihapuskan garis keluarganya.

Kanémi bergaji 280-koku, benarkah?

Benar ..

Jika saja kita bisa menghukum dia untuk melakukan hara-kiri.

Hukuman pancung mungkin akan lebih tepat.

Aku keberatan.

Kanémi Sanzaemon ..

Tindakan gilamu tempo hari di aula utama adalah puncak penghinaan.

Namun, mengingat penyerahan dirimu secara suka rela, maka Lord...

akan menghadiahkan pengampunan khusus.

Berdasarkan itu, hukumannya telah ditetapkan.

Kanemi Sanzaemon, kau dihukum tahanan rumah selama satu tahun.

Pendapatanmu akan dikurangi dari 280-koku menjadi 130-koku.

Selain itu, kau diberhentikan sebagai Kapten Infanteri, dan jabatan lainnya.

Itu saja.

Tunggu sebentar...

Tunggu sebentar./ Sanzaemon... Tahan dirimu!

Aku telah membunuh seseorang yang sangat berharga bagi Lord.

Aku sudah siap untuk dihukum pancung.

Sanzaemon.

Sanzaemon!/ Hentikan.

Lord telah menilai kasusmu secara pribadi.

Tidak boleh ada bantahan atas hukuman ini.

Paman ..

Guru ..

Lakukan seperti yang diinstruksikan.

Terima kasih untuk semua yang telah Anda lakukan pada kami, selama ini.

Jaga diri kalian, kalian berdua.

Terima kasih banyak.

Ayo.

Paman. Aku membawa makan malammu.

Rio.

Ya.

Ya. / Apa rencanamu?

Mengingat situasi keluarga kita, kau harus memikirkan apa yang terbaik bagimu sendiri.

Paman. Setelah dibatalankannya pertunanganku, aku tak punya pilihan selain kembali ke rumah.

Tetapi atas kebaikan hati Bibi Mutsue, aku diijinkan untuk tinggal di sini.

Bahkan lebih dari itu...

Bahkan lebih dari itu... / Tolong.

Aku tidak ingin pergi ke tempat lain.

Izinkan aku untuk tetap tinggal di sini bersama Anda.

Mendiang Kotoku Jomutsu

Selamat datang kembali.

Selamat datang kembali. / Bagaimana keadaan Mutsue?

Nah, demamnya sudah turun hari ini. Dia tampak jauh lebih baik.

Oh, begitu.

Selamat datang kembali.

Kau tetap berbaring saja, tidak perlu bangun.

Kau sudah tidak sepucat seperti kemarin.

Ya. Batuknya sudah berhenti. Aku merasa jauh lebih baik.

Oh, begitu.

Sayang ... tolong buka partisinya.

Oh ya ... Tn. Hoshina bilang terapi air panas akan efektif untuk penyakitmu.

Mengapa kau tidak pergi mencobanya?

Aku sudah cukup sedih karena tidak bisa melayanimu. Aku tidak bisa melakukannya.

Kau tidak perlu mengkhawatirkanku.

Cepat sembuhlah. Itu saja yang kuinginkan.

Hana.

Hana. Ya?

Ya?

Ayo kita tanam sayuran di kebun./ Ya?

Ayo kita tanam sayuran di kebun.

Ayo kita menanam sayuran di kebun. Aku tidak bisa melakukannya sendiri.

Aku tidak bisa melakukannya sendiri.

Aku butuh bantuanmu, Hana. Aku tidak bisa melakukannya sendiri.

Aku akan melakukannya.

Tapi aku perlu bantuanmu, Hana. / Ya.

Bagaimana keadaan Lord akhir-akhir ini?

Kudengar ia melakukan kunjungan rutin ke puri dalam, bahkan di pagi hari.

Sepertinya ia sudah tergila-gila pada perempuan itu.

Aku berharap dia tidak sampai jatuh lagi pada tipu dayanya.

Sangat mungkin. Lord sekarang hanya mau mendengarkan perempuan itu.

Itu yang kudengar ...

Lady Renko.

Anda tidak diizinkan pergi ke sana.

Tolong berhenti, Lady Renko.

Akhir-akhir ini dia tidak tahan untuk menunggu di puri dalam...

Jadi dia pergi ke ruang pertemuan Lord. Percaya, tidak?

Mereka bilang dia mencoret seluruh rencana penghematan anggaran.

Apa yang begitu mengkhawatirkanmu?

Ayo kita coret nomor 4.

"Permohonan untuk pengurangan dalam anggaran masakan. "

"Ditolak"

Kupikir kita juga tidak perlu yang nomor 5.

"Petisi untuk pengurangan anggaran untuk perayaan dan pemberian hadiah."

Mengapa kepala punggawa membiarkan dia melakukan ini?

Jika mereka pun mengajukan keluhan, aku yakin Lord akan mengabaikannya.

Karena jika ia melakukannya, ia akan dijauhi Lady Renko.

Hei. Aku hanya mendengar Akuntan Anzai merobek perutnya (harakiri, red).

Apa....?

Apa? Untuk apa?

Untuk apa?

Rumornya....? Untuk apa?

Lady Renko.

Anda tidak boleh...

Lady Renko...

Yang mana Akuntan Anzai?

Lady Renko. Saya Anzai.

Apa yang membawa Anda ke tempat seperti ini?

Aku dengar kau mengusulkan pada Lord untuk mengurangi anggaran Puri Dalam.

Oh tidak, saya tidak berani melakukan itu.

Dan mengusulkan untuk meniadakan pentas Noh di aula Shungakuden Hall. Benarkah?

Para petani sedang dalam kesulitan karena banjir besar musim ini.

Rekonstruksi lahan ternyata lebih sulit dari yang diperkirakan...

maka saya mengusulkan agar anggaran dapat dialihkan ke arah itu.

Jadi, maksudmu kau mengusulkan tidak perlu ada acara seremoni untuk Lord?

Aku juga mendengar kau mengeluhkan anggaran kimono kami sebagai pemborosan.

Kami melayani untuk menghibur Lord. Maksudmu ini sia-sia belaka?

Oh tidak. Saya tidak berniat seperti itu.

Diam, diam!

Kau mencoba menutupi ketidakmampuanmu sebagai akuntan ...

dan mencari kambing hitam.

Keuangan perdikan ini berantakan karena ketidakmampuanmu.

Robek perutmu. Perutmu!

Lady Renko.

Tanggung jawabmu besar, kau tidak kompeten mengelola keuangan perdikan.

Ini adalah perintah Lord. Robek perutmu.

Lorn! Lord!

Tn. Anzai. Tn. Anzai. Mundur./ Lord! Lord!

Apakah yang dikatakan Lady Renko benar-benar perintah Anda?

Tolong mundur, Tn. Anzai. Tn. Anzai. / Lord! Lord!

Mohon, Lord. Lord! Lord!

Dan, kudengar, itulah yang terjadi.

Untuk delapan hal seperti itu...

Tn. Kanémi.

Mari kita minum.

Ayo temani aku.

Tn. Anzai yang malang.

Semuanya dalam suasana tidak enak hati. Semua yang kudengar ...

tidak lain dari keluhan dan keluhan tentang Lord dan pemerintahan perdikan.

Kudengar Tn Tsuda pun kebingungan.

Kalau saja kita punya solusinya, tapi tidak ada.

Semua orang tak berdaya. Yang dapat mereka lakukan hanya menunggu saatnya tiba.

Saatnya?

Saatnya Lord kita bosan dengan wanita itu.

Tahukah kau tentang permusuhan antara Lord dan Tn. Obiya?

Tidak.

Ini menyangkut rekonstruksi kuil Koboku.

Kuil Koboku?

Ternyata, Lord dari klan kita memiliki hubungan erat dengan kulit itu.

Hal ini terungkap saat Tn. Obiya mengunjungi Lord kita tempo hari.

Jadi, Tn Tsuda.

Tn. Obiya, kau baru kembali dari Edo.

Lupakan basa-basi. Ada masalah yang harus kubahas langsung dengan Lord.

Biarkan aku bertemu dia.

Lord, kau pasti sudah kehilangan akal.

Kuil Koboku adalah bangunan yang sudah sangat tua.

Obiya Hayato-no-sho, saudara Lord.

Betapa pun berartinya kuil itu bagi Anda, Lord...

Aku tidak mengerti mengapa Anda ingin merekonstruksinya.

Biaya rekonstruksinya akan sangat mahal.

Mengingat kesulitan keuangan kita, proyek ini tidak perlu dilakukan.

Kau tidak puas dengan keputusanku, itukah maksud perkataanmu?

Saya telah diberitahu bahwa ide itu berasal dari Puri Dalam, Lord.

Dan ketika kuil selesai, ayah mertuamu akan dijadikan kepala biara.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left