East of Eden

East of Eden

Download Indonesian Subtitle

Release info

East Of Eden 1955 720p BluRay x264-[YTS AG]
A Commentary by Chyrus

Tags

BluRay
x264
720p
720
TS
YTS
Published on: 2016-10-26
Downloads: 61
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Setoran yang bagus. Anda pasti berada dalam usaha yang tepat, Sally.

Terima kasih.

Selamat pagi.

Setoran.

Setoran yang bagus lagi.

Anda dan Sally pasti berada dalam usaha yang tepat.

Aku terburu-buru.

Hai, Kate.

Kau sudah bersihkan rumah di seberang jalan itu?

Aku masih belum ada waktu.

Harusnya kau bersihkan rumah itu lebih dulu.

Anne!

Kemari.

Kemari.

Kau pernah lihat pemuda itu sebelumnya?

Mungkin dia yang di bar kemarin malam.

Panggil Joe kemari.

Joe.

Halo, pemuda tampan.

- Memanggilku, Kate? - Ya. Coba lihat di jendela itu.

Pemuda itu terus mengikutiku dari bank hingga pulang.

Kemari, kau pemuda ingusan, kemari.

- Kau memanggilku? - Untuk apa kau lempar batu itu?

Ada pelanggaran hukum dengan melempar batu?

Kau berani, huh? Kemari!

Untuk apa kau berkeliaran di sini?

- Dia bisa bicara denganku? - Kate?

Untuk apa? Apa maumu?

Hanya ingin bicara dengannya.

- Apa maumu? - Tak ada.

Kau tinggal di sini?

- Di Monterey? - Salinas.

Siapa namamu?

Kau tak mau bicara? Sekarang, dengar.

Untuk apa kau mengikuti Kate?

Ada urusan apa, nak?

Ada pelanggaran hukum dengan mengikutinya di kota...

nyonya, apapun kau memanggilnya.

Aku tak tahu apa ada pelanggaran hukumnya tapi dia tak suka, itu saja.

- Dia pemilik rumah di sebelah sana juga, kan? - Ya.

Tapi kau jangan pergi ke sana, nak. Kau terlalu muda.

Sekarang ayo. Pergilah.

Itu nama dia yang sebenarnya?

- Kate. Itu nama dia yang sebenarnya? - Tentu, selama yang kutahu. Kenapa?

Siapa nama belakangnya?

Tak ada yang punya nama belakang di sini, nak. Kenapa?

Kau bilang padanya aku membencinya.

Harusnya aku masuk ke dalam.

Harusnya aku masuk ke dalam dan bicara dengannya.

Cal tak pulang semalaman. Dia akan berurusan dengan ayah.

- Kau tahu bagaimana gadis-gadis di kelas memanggilnya? -Tidak, apa?

Pencari mangsa.

- Aku akan bilang padanya. - Sebaiknya jangan, Aron.

- Berjanjilah untuk tak mengatakannya. - Kenapa tidak?

Tolong jangan. Aku tak ingin kau...

- Hai, Cal. - Hai.

Halo, Cal.

Maaf membicarakanmu.

Kami ingin lihat tempat penyimpanan es yang akan ayah beli.

- Kau mau ikut bersama kami? - Tempat penyimpanan es apa?

Tempat yang ayah beli untuk mendinginkan sayuran.

Ayah membicarakannya setiap malam selama seminggu belakangan ini.

Ayah akan ke sana?

Tentu, ayah akan membelinya.

Aku akan lewatkan.

Lain waktu kau harus melihatnya, Cal.

- Ayo. - Hey, Aron.

Ya?

- Kenapa kau tak tanya aku pergi ke mana? - Kau mau bilang padaku?

- Tidak. - Lantas apa gunanya aku menanyakannya?

- Ayah marah padaku? - Kau keluar semalaman.

Ayah khawatir.

Ya, aku yakin itu.

Kau mau ikut atau tidak?

Baiklah. Sampai ketemu makan malam nanti.

Dia ikut.

Dia ikut.

Kau tahu, Will. Aku dapatkan ide dari artikel yang aku baca.

Mereka berhasil menemukan seekor mastodon di suatu tempat di Siberia.

Berada di dalam es ribuan tahun lamanya dan dagingnya masih bagus.

Mastodon?

Apa yang kan kau katakan pada dirimu sendiri?

Ini putraku, Cal.

Sewaktu kau seumuran dengannya, aku membayangkan kau berpikir ini adalah benar

membiarkan ayahmu tahu sebelum kau pergi semalaman.

Atau setidaknya menyampaikan permintaan maaf ketika kau pulang.

Masa telah berganti.

Seperti yang kubilang, mastodon itu sejenis gajah.

Sudah tak ada lagi di muka bumi dalam waktu yang lama.

- Dagingnya masih segar? - Sesegar daging babi.

Kau jauh lebih antusias akan hal ini dibanding sebelumnya dalam waktu yang lama.

Aku juga merasa seperti itu.

Kau tahu, Will, aku cenderung mempertahankan pekerjaan di ladang yang membosankan ini.

- 17, 17 tahun, aku terus mempertahankannya. - Aku tahu.

Tapi sekarang aku merasa... jika aku bisa berbuat sesuatu

suatu hal sederhana, sebelum aku mati. Suatu hal kecil demi kemajuan...

untuk masyarakat, mungkin. Kau bisa sebut apa saja yang kau mau.

Aku akan putuskan berhenti menanam sepanjang tahun ini.

Belakangan ini aku sempatkan membaca segala hal tentang pendinginan.

Aku tak bisa berhenti memikirkannya bahwasanya kau mampu menyimpan sayuran itu dengan baik.

Selama kau bisa membuatnya terus dingin. Seperti mastodon itu.

- Selamat sore, Abra. - Selamat sore, Mr. Trask.

- Halo, Mr. Hamilton - Halo.

- Halo, nak. - Hai, ayah.

Sekarang putraku, Aron ini, berpikir aku punya ide yang bagus di sini.

Ayah bungkus selada dengan kertas lilin...

lalu menyimpannya di lemari es selama tiga minggu lebih...

setelah dikeluarkan selada itu masih segar dan bagus. Benar, ayah?

Benar sekali, nak.

- Yah, apa tak apa kami lihat-lihat sekitar? - Tentu saja, Aron. Sudah jadi milik kita sekarang.

Kau tahu di mana pasar terbesar untuk sayuran di musim dingin?

- Di mana? - Kota New York.

Mereka tak bisa menanamnya di sana.

Tapi perusahaan kereta menjanjikan padaku sebuah gerbong untuk buah.

Kau tak punya sesuatu yang ingin kau sampaikan pada ayah, Cal?

- Ya. - Ini masalah waktu. Apa?

Aku baca di surat kabar Monterey...

jika kita memasuki masa peperangan ini.

akan ada sejumlah keuntungan yang bisa didapatkan.

Tapi ayah harus menanam kacang, jagung, dan sejenisnya.

- Ayah tak butuh semua es ini. - Kau benar sekali.

Kacang naik jadi tiga sen.

Kau ingin dapat keuntungan, kau tanamlah kacang.

Mereka menyimpannya juga, kan?

Tapi ayah tak tertarik mencari keuntungan, Cal.

Dengar, Will.

Aku bukan penemu maupun ilmuwan

tapi aku tahu aku dapat ide di sini.

Aku berasal dari sebuah keluarga yang semuanya penemu. Orang penuh dengan ide seperti yang ini.

Hanya aku seorang yang tak punya ide

dan hanya aku saja yang pernah dapat uang recehan.

Kau ingin dapat keuntungan, kau tanamlah kacang.

Buang rokok itu! Tempat ini penuh dengan serbuk kayu!

- Sudahlah, Adam, dia tak sengaja. - Tak sengaja? Dia itu tak peduli.

Entahlah. Habis kesabaranku dengan anak ini.

Aku tak bisa memahaminya. Tak pernah bisa.

Aron aku bisa memahaminya sejak dia masih kecil.

Bantu aku berdiri.

- Dia tak seperti yang lain. - Siapa, ayah?

Bukan, Cal.

Gelap dan menyeramkan di sini.

Kenapa dia menyendiri setiap saat?

- Dia menginginkannya. - Tak ada yang suka menyendiri terus-terusan.

Ayah membuat pembelian yang hebat, kan? Kami bisa mendinginkan sayuran.

Ini benar-benar bisa memberinya sesuatu untuk hidup sekarang.

Ada apa, Abra. Kau tak suka Cal?

- Kurasa aku tak begitu mengenalnya dengan baik. - Aku menyayanginya.

Tentu saja, dia itu saudaramu. Dia menakutkan.

- Menakutkan? - Ketika dia memandangmu.

Seperti binatang.

Entahlah, dia menakutkanku.

Aron, kapan kita menikah?

Segera setelah aku lulus sekolah.

Kuharap itu terjadi sekarang juga.

- Aku juga. - Sungguh?

Abra.

- Ketika kita... - Aku mencintaimu, Aron.

Ketika kita menikah, ini akan jadi sempurna.

Semuanya akan jadi sempurna.

Kau akan jadi ibu yang luar biasa, Abra.

- Kuharap begitu. - Tentu saja.

Ibu yang sempurna.

Kau tak ingat dengan ibumu sama sekali, Aron?

Tidak, dia meninggal tepat setelah Cal dan aku lahir.

Pasti berat tak pernah mempunyai ibu.

- Suara apa itu? - Lihat, apa yang dia lakukan di atas sana?

- Orang gila. - Dia melihat kita.

- Tidak, dia tak melihat kita. - Ya, dia melihat kita.

Lekas pindah dari sini. Aron.

- Dia tak melihat kita. - Aku rasa sepertinya dia masih melihat kita.

Aku mencintaimu, Aron.

Sungguh, sangat. Sungguh.

Tentu. Aku juga mencintaimu.

Cal, hentikan! Hentikan, Cal!

Apa yang kau lakukan? Hentikan!

"Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya,

yang dosanya ditutupi!

"Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan,

dan yang tak berjiwa penipu!

Kau sudah diampuni, Cal.

Ayah pikir tak ada yang patut disalahkan atas segala tindakanmu...

hanya satu hal yang tak ayah mengerti.

Kenapa kau jatuhkan es itu ke bawah?

Aku tak tahu.

Apa ini

Apa ini pelampiasan? Marah?

Takut ayah akan menghukummu karena tak ada di rumah kemarin malam?

Apakah itu?

Aku ingin lihat es itu dijatuhkan ke saluran itu.

- Mungkin sebaiknya kau baca mulai dari sini. - Aku yang bacakan, yah.

Tidak, Biar Cal yang membacanya.

Mulai dari ayat kelima.

Ayat lima.

"Dosaku kuberitahukan kepada-MU dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan.

Aku berkata: "Aku akan mengaku kepada Tuhan pelanggaran-pelanggaranku,

"dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela.

Teruskan.

Enam.

Ayah sarankan sedikit lebih pelan, Cal.

Kau tak perlu bacakan bilangan ayatnya.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left