Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 59 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-03-02
Downloads: 11
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 59"

Selamat datang.

Kami tiba. Masuklah.

Senang bertemu dengan Anda. Namaku Choi Go Ya...

Bu.

- Nona, kamu... - Apa?

Kalian saling mengenal?

Ini ibumu?

Kenapa...

Kenapa dia ada di sini?

Apa maksud Ibu?

Inilah orangnya. Aku ingin Ibu bertemu dengannya.

Apa?

Tunggu, bagaimana kalian bisa saling mengenal?

Kamu serius? Dia orangnya?

Dia

pacarmu?

Selamat datang.

- Bu Jang. - Apa?

Kamu juga mengenal nenekku?

Dia nenekmu? Benarkah, Bu Jang?

Benar. Aku neneknya Ji Seok.

Mari saling menyapa sambil makan malam.

Sampai kapan kalian akan berdiri?

Kamu akan membiarkan tamu kita berdiri di sini?

Ya, ayo masuk. Ayo makan dahulu.

- Ya, masuklah. - Baik.

Tidak. Tidak mungkin.

Bagaimana bisa?

Sungguh?

Tukang belanja

yang Nenek sebutkan adalah dia?

Ya.

Dia bilang apa tentang aku?

Dia bilang ada wanita muda yang dia cemaskan.

Kurasa karena semuanya sudah ditakdirkan.

Bukan begitu, Bu?

- Apa? - Maksudku, Go Ya.

Dia pasti ditakdirkan untuk keluarga kita.

Itu sebabnya dia sudah bertemu dengan Nenek dan Ibu.

Tunggu, bagaimana kalian bisa saling mengenal?

Berkas kami tertukar.

Berkas?

Ya, pendaftaran kontesku ada pada Ji Seok.

Dia menyerahkan berkasnya untukku.

Begitu rupanya.

Makanannya enak sekali.

Syukurlah.

- Coba ini juga, - Baik.

Enak, bukan?

Aku akan membawakan sebotol anggur.

Aku punya keju yang cocok dengan anggurnya.

Biar kubantu.

- Ibu. - Sa Ra.

Astaga.

- Anda baik-baik saja? - Sa Ra.

Sebelah sana.

- Astaga. - Anda baik-baik saja?

- Kamu baik-baik saja? - Ibu.

Astaga.

Sedang apa kamu?

Memijat tangan akan membantu menenangkannya.

Aku sudah baik-baik saja.

Aku membawakan air hangat. Minumlah.

Astaga. Seharusnya kamu berhati-hati.

Sulit ibu percaya ini terjadi saat ada tamu.

Kamu pasti terkejut.

Tidak apa-apa. Bukankah sebaiknya Anda ke dokter?

Aku baik-baik saja.

Terima kasih.

Kamu berutang nyawa kepadanya.

Aku ingin berbaring.

Sebaiknya Anda beristirahat. Kalau begitu, aku pamit.

Aku sungguh minta maaf.

Kami bahkan tidak bisa menjamu dengan layak setelah mengundangmu.

Tolong segera mampir lagi.

Biar kumasakkan lain kali.

Aku akan mengantarnya pulang.

Tidak, aku bisa pulang sendiri.

Ibumu tidak sehat. Tetaplah bersamanya.

Aku sudah meminta kakakku datang.

Dia akan segera tiba.

- Tapi... - Kamu boleh pergi.

Ibu tidak apa-apa sendirian.

Kamu tidak akan sendirian.

Ibu akan menemanimu.

Tidak usah cemas. Antarkan dia.

- Lihat? - Baiklah.

Terima kasih telah mengundangku hari ini.

- Aku pamit, Bu Jang. - Ya, sampai jumpa lagi.

Kamu sungguh baik-baik saja?

Tidak bisa kupercaya.

Bisa-bisanya dia membawa gadis itu.

Sungguh?

Kamulah yang bertengkar memperebutkan lobster dengan ibuku?

Berhenti tertawa. Aku serius.

Seharusnya aku menahan diri andaikan tahu dia siapa.

Kenapa ini bisa terjadi?

Kini aku tahu kenapa ibuku amat terkejut melihatmu.

Bukan hanya itu.

Kami bertemu beberapa kali setelah itu.

Setiap bertemu, kami selalu bertengkar.

Tampaknya ibumu tidak menyukaiku, ya?

Tidak masalah.

Bahkan sesama anggota keluarga terkadang tidak saling menyukai.

Kalian harus mengakrabkan diri perlahan.

Kamu tidak perlu membuatnya langsung menyukaimu.

Andai saja aku bisa memutar waktu.

Aku membuat kesalahan hari ini?

Aku terus memandangi wajahmu, jadi, tidak menyadari apa pun.

- Kamu mulai lagi. - Aku serius.

Aku menyadarinya lagi hari ini.

Aku merasa agak bersalah terhadap Ibu dan Nenek,

tapi aku hanya bisa memandangimu.

Kamu memantraiku atau semacamnya?

Hentikan, Sayang. Kamu membuatku merinding.

Panggil aku "Sayang" lagi.

Kenapa kamu amat menyukainya?

Hati-hati di jalan,

Sayang.

Apa rahasianya?

Kenapa kamu sangat cantik?

Pergilah sekarang. Ibumu pasti menunggumu.

Baiklah. Selamat malam, Sayang.

Sampai jumpa.

Kakak tidak bisa berhenti tersenyum, ya?

Astaga.

Aku merinding.

Selama ini Kakak hidup tanpa seorang pacar?

Sudah berapa lama kamu berdiri di sana?

"Hentikan, Sayang. Kamu membuatku merinding."

Kenapa kamu menguping pembicaraan kami?

Bukan hanya itu.

"Apa rahasiamu?"

"Kenapa kamu sangat cantik?"

Diam.

Perhatian, Semuanya! Go Ya berpacaran.

Benar, aku berpacaran.

Kamu sudah puas?

Astaga.

Silakan.

Teganya kamu menipu ibumu dan berhenti mengajar.

Hidup ibumu menjadi berarti karena kamu seorang guru.

Apa yang akan kamu lakukan sekarang?

San Deul, kapan kamu pulang?

Baru saja. Aku datang untuk membantu.

Ibu harus melakukan semuanya sendirian.

Tidak masalah.

Ibu bisa menahan apa pun selama kamu menjadi guru.

Siapa dia? Dia putramu?

Ya, dia masuk dan lulus

dari universitas pendidikan terbaik di negeri ini dengan nilai terbaik.

Kini dia mengajar?

Ya. Putraku, Choi San Deul, mengajar murid kelas enam

di SD Kkumnamu.

- Aku pesan sebotol sake. - Baik.

Aku sibuk sekali.

Silakan.

"Kelas Memasak Jang Ok Ja"

Aku pulang.

- Kamu mengantarnya pulang? - Ya.

Itu hadiah dari Go Ya?

Ya, bagaimana menurutmu?

Nenek terlihat 20 tahun lebih muda. Sungguh.

Dia datang untuk kali pertama dan harus pulang seperti itu.

Nenek merasa tidak enak.

Nenek bahkan tidak sempat berterima kasih.

Akan kusampaikan kepadanya.

Tapi nanti pun nenek akan bertemu dengannya lagi.

Mulai sekarang, nenek akan sering melihatnya.

Aku senang mendengar nenek ingin terus melihatnya.

Kamu bahagia?

Ya, sangat bahagia.

Maka nenek pun turut bahagia.

Bagaimana keadaan Ibu?

Nenek rasa dia tidur. Eun Seok sudah tiba.

Terima kasih sudah mengundangnya.

Hai, Bibi.

Tolong bantu bibi.

Ada apa tiba-tiba?

Bibi ingin kamu membawa seseorang menemui bibi.

Siapa?

Kakak di sini rupanya.

Ibu pasti lelah. Dia ingin sendirian.

Kakak dengar tadi kondisi Ibu serius.

Go Ya menyelamatkannya.

Gadis yang menyelamatkan hidupmu juga menyelamatkan hidup Ibu?

Benar.

Ibu mengatakan hal lain?

Kakak menanyakan pendapatnya soal gadis itu

dan dia bilang tidak yakin karena baru sekali makan bersama.

- Sungguh? - Itu masih mending.

Jika tidak menyukainya,

dia pasti sudah mengeluh kepada kakak.

Aku juga ingin mengenalkannya kepada Bibi.

Hei, tidak boleh begitu.

Ibu tidak tahu kamu diam-diam menemui Bibi.

Jika dia tahu,

bukan hanya kamu yang akan terkena masalah,

pacarmu juga.

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left