The first 200 lines.
Alih bahasa oleh: Felixx
Sumber: Dingdongpogi
Green 88! Green 88!
Siap! Hut!
Nyonya2 dan tuan2, inilah akhir babak pertama...
...dengan skor Cleveland 17, Los Angeles 10.
Ayo. Cepat, cepat!
Billy Cole.
- Billy Cole. - Permainan kalian di babak pertama sangat buruk!
Buatlah celah. Bermainlah dengan jantan, gagah!
- Billy Cole, kau ada telfon di saluran 3. - Ayo! lanjutkankan babak ini...
...dan hajar mereka! Ayo kita keluar dari kota ini sebagai pemenang.
Aku benci Cleveland.
- Halo. - Halo, William. Aku Milo .
Sudah banyak uang yang dipertaruhkan untuk pertandingan ini.
Sebaiknya kau mulai mencetak beberapa gol, William.
Gunakan segala cara. Mengerti?
Atau kau tinggal sejarah.
Selamat datang kembali di babak yang ke 2. Kita masih di Cleveland...
...tempat pertandingan antara L.A. Stallions dan Cleveland Cats.
Saya Vern Lundquist, ditemani Dick Butkus.
Oh ya sobat, hujannya benar2 lebat.
Baiklah, Vern, meskipun Stallions tertinggal angka 17 banding 10...
...di sana ada orang yang sedang bahagia:
Sheldon Marcone, pemilik the L.A. Stallions.
Timnya ada di papan atas di Divisi Barat antara 6 dan 2.
Sheldon saat ini bersama Lynn Swann. Mari kita menuju kesana.
49.256.
Sangat sedikit penonton yang datang meski pertandingan malam, bukan begitu?
Aku tak bisa mengatakannya, Lynn.
Mungkin bisa anda jelaskan menurunnya penonton dan rating di TV.
Apakah ini matinya sepak bola pro?
Tidak, ku rasa kita akan menyaksikan kematian seorang wartawan yang baik.
Tn. Marcone, apa masih ada pemain utama tersisa di pertandingan ini?
Pertandingan apa yang kamu tonton? Ayo bicarakan tentang pemain utama.
Billy Cole sedang menyajikan pertandingan menarik malam ini.
Set! Set!
Hut! Hut!
First and 10 di Cleveland garis 47 yard.
- Sedikit lagi. - Kerja yang bagus. Kerja yang bagus.
First and 10, waktu kurang dari 2 menit.
Ini mungkin bola yang terakhir untuk L.A.
The Stallions membutuhkan 7 angka. Jarak lapangan tidak memungkinkan.
Dick, kau pasti berpikir, "Berikan Bolanya pada Billy Cole."
Hut! Hut!
Operan itu sudah pasti untuk Billy Cole.
Terus, terus, terus!
Tidakkah hidup ini menyebalkan?
- Orang mabuk. - Astaga.
Ayo kita kerjain.
Lakukan!
Sial, Orang ini benar-benar mabuk.
Lakukan. Ambil jamnya.
Dia punya senjata!
Ini Hallenbeck Investigasi.
Tinggalkan pesan setelah bunyi bip.
Aku Mike Matthews. Aku punya pekerjaan untukmu.
Tahan. Tahan sebentar.
- Mike. - Joe.
Kukira kau masih di Las Vegas. Aku baru saja mau meninggalkan pesan untukmu.
Kau terdengar mengerikan. apa yang kau lakukan semalam?
Kurasa aku bercinta dengan tupai sampai mati, dan aku tak ingat.
Dengar, Joe. Kau masih menerima sumbangan?
- Apa yang kau punya? - Stripper. Maaf, penari exotis.
Dia sering diganggu orang aneh, dan aku sedang banyak pesanan.
Dia seksi, Joe. Nilainya adalah tiga jariku.
Yang berarti aku akan potong tiga jariku jika tuhan ijinkan aku tidur dengannya.
Buat saja dia senilai hidungmu. Bisa meningkatkan penampilanmu.
Ya, ya. Terserah. Dengar, aku sudah ada pesanan. Kau ada rencana?
Aku sedang memikirkan tentang merokok.
Bisa kau tunda dulu?
- Ini adalah rokok yang sangat enak. - Ini 500 dolar, Joe.
Aku masih harus melakukan beberapa pesanan. Kita ketemu di kantormu sejam lagi.
Baguslah. Sisir rambutmu. Aku akan meminjamimu jaket yang bagus...
Tak seorangpun menyukaimu.
Semua orang membencimu.
Kau pasti kalah.
Senyumlah, brengsek.
Sial.
- Jimmy? - Ya.
Kau masih disini?
Kurasa iya.
Tolong aku!
Ray. Kau apakan gadis itu, bung?
- Dia tak mau mengulum anuku. - Tolong aku.
Terlalu pagi untuk melakukan itu. Lepaskan dia.
Tak akan kulepaskan sampai dia mulai mengulum.
Ray, dia bisa mati tenggelam.
- Hei, persetan denganmu! - Lepaskan dia, Ray.
Apa yang kamu lakukan di sini? ini pestanya tim. Kau sudah dikeluarkan, ingat?
Ingat?
Brengsek kau!
- Ayo, pergilah. - Dasar celeng!
Muka mesum!
Lengan terbaik di TimNas.
Ingatlah itu, gendut sialan.
Hai, Joe.
Kukira kau di Las Vegas.
Memang.
- Tidur di mana kau? - Kantor.
Hai, Tom.
Kau kalah berapa banyak?
- Aku ke sana bukan untuk berjudi. - Berapa?
Aku melakukan pelacakan.
50 dolar.
apa ini?
Di kelas Darian ada pelajaran menggambar. Itu miliknya.
Yang pasti, Gurunya ingin bertemu kita.
- Di mana dia? - Pergi ke rumah temannya.
Apa teman-temannya masih mengolok masalah kawat gigi?
Apa kau bercanda?
"Mulut besi" itu yang terbaru. Dasar anak-anak Sialan.
Dia pasti akan meniduri mereka saat dia 14 tahun.
- Jaga mulutmu. - Ya ampun, Sarah.
Kau biarkan dia pakai makeup belebihan. Dia terlihat seperti...
...musang.
Saat aku pulang, Ku pikir dia pencuri. Aku hampir saja menembaknya dua kali.
Kau tidak lucu. Dan semua cewek memakai makeup.
Aku yakin cewek-cewek di sekolahnya tidak memakainya menggunakan semprotan cat.
Sekedar informasi saja.
- Banyak orang menganggapku sangat lucu. - Kalau gitu, tinggal saja sama mereka.
Jangan menggodaku.
Siapa orang yang baru saja menggunakan kloset?
Permisi?
Ternyata benar. Kadang kau lupa kalau aku seorang detektif.
Uap yang ada di kamar mandi, Seperti baru saja dipakai.
Rambutmu masih kering. Jadi, pasti ada orang lain di sini.
Seorang pria. Karena toiletnya terbuka.
Tidak ada di bawah ranjang, Pasti dia masih berada di kloset...
...saat kau mendengar aku membuka pintu pagi tadi.
Jadi siapa pria yang di kloset tadi?
Ya tuhan, kau tidak berubah sama sekali.
Kau masih saja gila.
Mau beri tahu siapa dia?
Kau ingin aku membuka kloset itu?
Aku lakukan, ok? Dan akhirnya kita tahu kalau kau seorang psiko!
- Apa itu yang kau inginkan? - Tidak.
Terima kasih.
Biarkan pintu itu tetap tertutup.
Yang akan aku lakukan hanyalah menghitung sampai 3.
- Lalu akan ku tembak pintu itu. - Oh, Ya tuhan.
Kau bisa menghentikanku kapan saja dengan mengatakan sejujurnya.
- 1. - Hubungi dokter jiwamu, Joe.
- Bilang kalau kau sedang putus asa! - Kejujuran itu indah.
- 2. - Beraninya kau datang ke rumah dan...
- 3. - Jangan!
- Dengar, Joe... - Menghangatkan dia untukku, Mike?
Tenang. Jangan melakukan hal yang bodoh.
Bagaimana dia?
Kalau dinilai dengan jarimu, bagaimana istriku?
- Itu terjadi begitu saja, Joe. Itu... - Tentu, tentu, Aku tahu.
Itu terjadi begitu saja.
Itu bisa saja terjadi pada siapa saja.
Itu tidak sengaja, betul? Kau tersandung...
...terjatuh ke lantai dan tanpa sengaja kemaluanmu tertancap ke istriku .
"Maaf, Ny. H. Kurasa aku sedang sial."
- Joe, Tolong letakkan senjatamu. - Oh iya, senjatanya.
Kau tahu, Sarah, Kurasa kau benar.
Ku rasa aku sedang putus asa.
Pergi sana.
Kepala atau perut, Mike?
Joe, berapa lama kita berteman?
Kira-kira sampai kau meniduri istriku.
Kepala atau perut?
Perut.
- Kau sudah dapat alamatnya? - Huh?
Tugas pengawasan
Kau masih ingin tugas itu?
500 dolar itu banyak, Mike.
Ya. Ku rasa kau benar.
Cory? Kau menidurinya juga?
Pergilah dari sini. Bermainlah di halamanmu sendiri.
Joe!
Aku di sini.
Mobil itu dipasangi bom.
Siapa yang melakukan ini, Joe?
Tn. Rogers.
Bagaimana aku tahu?
Kau bilang pada polisi...
Aku bilang kalau Mike datang untuk menyerahkan tugas penyidikan pagi ini.
Hanya itu?
Kau tidak menyinggung...
Tidak. Aku tidak menyinggung masalah itu.
Kau sudah tahu, ya kan?
- Aku sudah curiga. - Ya ampun.
Kenapa tidak kau katakan sesuatu?
Kau ingin aku mengatakan apa, Sarah? "Kau brengsek, Sarah"?
Ya. Memang. Atau apa saja yang bisa membangkitkanmu.
Bagaimana dengan, "Dasar wanita pembohong"?
Atau "Kalau saja tak ada polisi, Aku pasti meludahi mukamu"?
- Kau ingin aku meludahimu? - Itu bisa menunjukkan kalau kau masih punya harga diri.
Tenanglah, Sayang.
Kau tahu? kau memang brengsek, Joe. Kau tak pernah bersamaku. Aku kesepian!
Beli saja anjing.
Bukan aku yang membencimu, Joe. Kaulah yang membenci dirimu.
Dan aku akan hidup sendirian 24 jam sehari.
Alex, sang astronot.
Alex, sang astronot.
Terakhir kali aku melihatmu minum vodka, karena kau selingkuh dari Cory.
- Kenapa tidak kau tuangkan saja lagi? - Oh, bung. Yang benar saja
No comments yet. Be the first to leave one.