The first 171 lines.
Bajingan sepertimu ...
Apa benar telah berpikir bisa merebut koin emas ini?
Dari diriku? Penyihir Magma Asrama Orca.
Rhodeus Eamus!
Kudengar kau secara mengejutkan agresif untuk seukuran Orca.
Tapi kelihatannya kau hanya sebatas agresif saja.
Hunter no Sekai
Melangkah dan pacu adrenalin otot-ototku
Fumikome kakato adorenaru My Muscle
Berlatih penuh semangat setiap harinya
Hageme tanren isoshime ebidei
Kuminta diriku untuk melepaskan ultra instinct
Honnou no houkou wo onore ni tou zo
Yang kuinginkan, artinya gula untuk tubuhku
What I Want tsumari nou to zou ni tou
Cepat lepaskan teknik rahasia Saitama
Toriisogi keijijou de hanatsu ougi wo
Lalu lampaui batasmu seperi Asta
Kurikaeshite tsukamu imeeji no shippo
Mereka yang memusingkan kepala kita
Ataman naka hipparu renchuu
Jatuhkan saja dengan sekali jotos
Dotsukimawasu kankaku de Knock Out
Tanpa ada asal-usul
Yuisho mo yurai mo nai
Aku ada sebagai diriku sendiri
Ore ga ore de aru dake
Kuingin mengutarakan sesuatu padamu
Tsutaetai nanika tsutaetai
Kira-kira apa yang ingin kuutarakan padamu?
Nani kashira tsutaetai
Sampai-sampai kepalan tangan ini ...
Sono tsukiageta kobushi ni
... sudah tidak memiliki keraguan
Mayoi wa iranai teki na koto
"Abrakadabra", bacot, tolong diamlah
Abura kadabura yakamashii damattoke
Habis-habisan build psikal dmg, tanpa adanya Mana
Fijikaru zen furi MP wa zero
Maju menerobos segalanya, dan jadi pahlawan
Ikioi de ike Be a Hero
Pukulan ke perutmu terasa "ugh", kasihan mendengarnya
Mizoochi haittara "ugh" tte naru guupan omimai
Berbakat dalam sihir, dan berharga diri tinggi.
Elit Asrama Lang, Magia Lupus, dipenuhi oleh siswa seperti itu.
Pemimpin mereka bisa dipastikan siswa terbaik di sekolah ini.
Aku ingin menghindari 'cuma duduk diam saja' melawan mereka yang dianugerahi kekuatan.
Tapi, sekolah ini merahasiakan lokasi tiap asramanya.
Hal itu demi mendorong persaingan antar asrama.
Maka dari itu ...
Kita akan mencari tahu lokasi mereka agar bisa merebut koin.
Ya.
Kau beneran dengar, kan?
Dan juga, sudah lewat sebulan sejak kau diterima.
Ini jubah asramamu. Pakailah.
Ya.
Kau lagi bercanda, kan?
Wah, logonya.
Bukan logo, tapi tanda Adler.
Omong-omong, namanya logo itu huruf yang diubah menjadi desain.
Ya.
Dengan begini, orang sepertimu pun bisa sadar dirimu bagian dari asrama.
Tapi, pertama-tama ...
Mash-kun!
Kabar buruk! Tom-senpai ...
Tunggu sebentar, kue krimku ...
Tom-senpai telah ...
Sudah kubilang, kue krimku ...
Tom-senpai telah ...!
Mereka pergi ke UKS.
Ah, kalian. Apa kabar kalian ... terasa bambu?
Atau mungkin terasa lebih bamboo?
Ciri khas Senpai ...
Apa yang terjadi? Kau terlihat sangat lesu.
Sebenarnya, aku juga tidak terlalu ingat.
Saat bangun, aku sudah di sini.
Biasanya aku hidup berkecepatan penuh. Saat tidur, tahu-tahu sudah pagi.
Aku tidak bermimpi.
Tapi, hanya di malam sebelum aku pingsan ...
Aku bermimpi terkunci di dalam kotak gelap.
Suaraku tidak keluar, tapi aku sadar penuh.
Aku dalam kondisi itu selama berjam-jam.
Mimpi yang sangat buruk.
Tom-senpai terguncang segitunya.
Aku harus makan kue krim, nih.
Mash-kun, mohon jangan berisik.
Tom-senpai, kondisi tubuhmu baik-baik saja?
Ya. Aku cuma merasa sedikit pusing.
Dan juga ...
Untuk sesaat, aku jadi tak bisa menggunakan sihir.
Aku hampir tak merasakan energi sihir dalam diriku.
Seakan-akan energi sihirku ditarik keluar.
Begitu, ya. Tapi omong-omong ...
Apa-apaan pasien sebanyak ini?
Ya. Sepertinya mereka juga sama sepertiku, tak bisa menggunakan sihir untuk sesaat.
Tepat saat kepala sekolah dipanggil ke Biro Sihir, di waktu-waktu begini ...
Anu, Mash-kun. Ambil ini.
Apa ini?
Jimat keberuntungan buatanku. Dia Shuko-chan.
Belakangan ini aku berfirasat buruk.
Pita apa ini?
Nggak peka!
Yang jelas, jangan terlalu nekat, ya?
Ya.
Dan juga, simpan dan bawalah berpergian, biar terpikirkan aku setiap saat!
Y-Ya.
Pokoknya harus, ya!
Saat tidur, peluklah erat-erat, agar dalam mimpimu aku ...
Binatang buas!
Lalu, malam hari setelah jam malam di asrama.
Peristiwa ini pasti adalah ulah Magia Lupus. Dari penglihatanku—
Bukankah kita tidak boleh berjalan-jalan di sekolah melebihi jam malam?
Kau orangnya beneran teladan, ya.
Nanti tinggal minta maaf, semuanya aman!
Jangan tinggalkan aku sendiri, dong!
Kenapa kalian juga ikut-ikutan?
Jelas karena aku juga ingin koin, Bego!
Jangan tinggalkan aku sendirian di kamar, dong!
Mereka berdua terlihat kasihan. Ajak saja mereka.
Hah? Beneran kalian mau lakukan itu, hah?
Aku takut, lho!
Bikin cemas.
Hei! Lihat!
Ternyata Lemon-chan.
Dia juga terlihat imut dari belakang.
Hei, Lemo ...
Tunggu.
Ada yang tidak beres.
Hei, bohong, kan?
Matanya tidak ada, tapi karena Lemon-chan, dia tetap imut.
Aku baru menyadarinya.
Itu sepenuhnya sihir.
Bagaimana ini—
Tunggu.
Dia pergi ke suatu tempat, tuh.
Kejar dia.
Dia berbelok di sudut itu.
Hilang.
Bohong, kan? Tempat ini jalan buntu.
Hei. Barusan kalian mendengar sesuatu?
Hah? Aku tidak dengar apa-apa.
Tidak, kedengeran kok.
Suara seperti kayu berderit!
Jangan asal-asalan ngomong ...
Aku juga dengar. Pengin mati saja!
Lemon!
Tenanglah. Ini cuma sihir.
Disclose.
Apa-apaan itu?
P-Pintu?
Batas sihirku hanya sampai menampakkan pintunya saja.
Kita butuh sihir khusus untuk membuka pintunya.
Machine Gun Explomb!
Tidak bergeming sama sekali!
Yang begini harus kita apakan, nih?
H-Hei.
Mash-kun?
Dia membuka paksa pintunya dengan kekuatan pengungkit.
Dia bisa apa saja, ya?
Lemon ada di dalamnya. Dan mungkin saja ...
... Magia Lupus juga.
Jangan terlalu nekat, ya?
Maaf, tapi ...
Sepertinya janji itu tak bisa kutepati.
Ayo maju.
Ternyata ada ruang bawah tanah begini di sekolah.
Kayak markas rahasia, kan, Finn-kun?
Y-Ya.
Berengsek! Kalau terus menghilangkan ketegangannya, kubunuh kau!
Maaf.
Tidak, aku nggak akan sejauh itu ...
No comments yet. Be the first to leave one.