Specials

Release info

비켜라운명아 It'sMyLife E12 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-11-21
Downloads: 7
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"It's My Life"

Kamu bicara dengan wanita di lantai satu tadi?

Aku tidak ingat.

Ini orangnya. Namanya Jung Jin Ah.

Siapa dia? Kenapa kamu menanyai aku tentang dia?

Dia temanku. Teman yang sangat spesial.

"Teman yang sangat spesial"?

Aku harus menemukan Jin Ah. Tolong bantu aku.

Jung Jin Ah?

Ya, tingginya sekitar 165 cm, berambut lurus, dan sangat cantik.

Aku melihatmu bicara dengannya di lift.

Kamu tidak ingat?

Aku tidak ingat.

Tolong diingat lagi.

Kamu masuk ke lift bersamanya.

Dengar, Pak Yang.

Haruskah kuingat semua orang yang naik lift bersamaku?

Pergilah ke kantor polisi jika kamu mencari seseorang.

Kenapa kamu mengganggu orang yang sibuk?

Maafkan aku,

tapi tolong ingat itu baik-baik sekali lagi.

Aku sungguh harus menemui Jin Ah.

Baiklah. Aku akan mengabarimu jika mengingat sesuatu.

Terima kasih, Direktur Choi.

Kamu boleh pergi.

Ya, terima kasih atas waktumu.

Dia memiliki kekasih?

Orangnya adalah Jung Jin Ah?

Ini menarik.

Ya, Direktur Choi.

Bawakan biodata pribadi para peserta kompetisi.

Nam Jin.

Entah kenapa aku merasa sakit.

Aku merasa mual seperti wanita hamil.

Aku juga merasa demam.

Tubuhku terasa aneh.

Nam Jin.

Nam Jin.

Ya?

Ada apa denganmu? Apa sesuatu terjadi?

- Aku melihat Jin Ah. - Jin Ah?

Kamu pasti salah orang. Kenapa dia ada di sini?

Aku yakin itu Jin Ah.

Kenapa kamu tidak mengejarnya jika melihatnya?

Lift yang dinaiki Jin Ah berhenti di lantai tujuh.

Jadi, aku mencarinya di lantai itu, tapi tidak menemukannya.

Kamu sudah banyak pikiran dan kurang tidur.

Kamu mungkin berhalusinasi.

Kubilang itu Jin Ah.

Aku tidak akan pernah salah melihatnya.

Baiklah.

Sepertinya kamu sudah kehilangan banyak energi.

Ayo pulang. Akan kuminta ibumu membuatkan makanan sehat untukmu.

- Pak Lee! - Aku mengerti. Itu Jin Ah.

Lalu kamu mau aku melakukan apa?

Aku sudah banyak urusan dan merasa mual.

Kenapa kamu juga bersikap seperti ini?

Ayo pulang.

Ada apa dengan Dae Sik?

Kenapa dia selalu menghalangi apa pun yang kulakukan?

- Halo? - Apa ini Nona Jung?

Ini Choi Si Woo dari Hyunkang.

Ya, Pak.

Ada yang ingin kutanyakan kepadamu.

Kamu mengenal pria yang bernama Yang Nam Jin?

Apa? Ya, aku mengenalnya.

Kenapa kamu bertanya tentang dia?

Dia memintaku memberitahukan keberadaanmu.

Katanya, dia harus menemukanmu.

Boleh kuberikan nomormu kepadanya?

- Tidak. - Kenapa?

Berdasarkan resumemu, kalian berasal dari kota yang sama.

Dia penguntit. Jangan pernah memberitahukan keberadaanku.

Penguntit?

Katanya, kamu adalah temannya.

Teman yang sangat spesial.

Kami memang berasal dari kota yang sama.

Tapi dia menyusahkanku dengan mengikutiku ke mana-mana.

Bagaimanapun juga, aku tidak mau bertemu lagi dengannya.

Begitu.

Jika begitu berat, kenapa kamu tidak melaporkannya ke polisi?

Aku tidak mau melakukan itu.

Aku tidak bisa melakukannya karena kami dari kota yang sama.

Aku mengerti. Bagaimana kakimu?

Jangan terlalu banyak bergerak dan jaga dirimu baik-baik.

Baiklah.

Penguntit?

Jadi, dia pria menyedihkan yang mengejar-ngejar seorang gadis?

Dia biasanya tidak minum sebanyak itu.

Mungkinkah sesuatu terjadi?

Seseorang memberitahuku

bahwa orang-orang yang saling menceritakan hal kecil

bersama tawa dan air mata

adalah keluarga.

Benar.

Akan kulakukan apa pun demi putraku, Si Woo.

- Kerajaan binatang? - Ya.

Dia memungut anjing telantar di kota,

kucing kampung, kelinci, ayam,

bahkan kura-kura. Dia merawat mereka di rumah.

Apa lagi sebutannya jika bukan kerajaan binatang?

Nam Jin sangat baik.

Bukan itu saja.

Tiap melihat orang yang membutuhkan, dia memberikan sepatu

dan jaket yang dia kenakan.

Dia pernah memberikan penanak nasi kepada lansia yang tinggal sendiri,

jadi, aku harus memasak nasi di panci selama beberapa bulan.

Aku yakin dia dipengaruhi olehmu.

Astaga, tidak.

Aku hanya memikirkan cara memenuhi kebutuhan.

Aku tidak bisa membantu orang lain.

Kudengar kamu membuat kimchi untuk lansia yang tinggal sendiri

dan mengunjungi mereka untuk menemani mereka.

Aku hanya membagikan kimchi yang kubuat untuk aku dan Nam Jin,

Kalian sedang membicarakan apa?

Senang rasanya mendengar kalian mengobrol.

Begitukah?

Kami sedang membicarakan masa kecil Nam Jin.

Apa? Ibu tidak menjelek-jelekkanku, bukan?

- Dia menjelek-jelekkanmu sedikit. - Apa?

Kamu mendapat nilai 30 dari 100 untuk matematika di SD.

Astaga. Ibu juga menceritakan hal seperti itu kepadanya?

Kamu pasti menuruni sifat ayahmu.

Young Gyu sangat membenci matematika.

Benarkah?

Kukira aku menuruni sifat Ibu.

Tapi dia menyangkalnya karena katanya dia pandai dalam matematika.

Hei. Ibu sudah bilang, ibu pandai dalam matematika.

Kamu tidak percaya?

Ibu tahu aku tidak bermaksud seperti itu, bukan?

Kamu tidak perlu menyesal.

Kamu membesarkannya seperti anakmu sendiri.

Aku percaya begitulah Nam Jin menjadi dirinya yang sekarang.

Tentu saja. Sudah pasti.

- Anda benar. - Ayah, aku di sini.

Ada apa kamu kemari sekarang?

Malaikatku di sini.

Malaikat?

Aku ingin menyiapkan makan malam untuk ayah dengan tanganku sendiri.

Makan malam untukku?

Si Woo akan datang nanti.

Mari kita makan bersama hanya sekeluarga saja, Ayah.

Kamu memintaku membantumu menyiapkan makan malam Pimpinan Ahn.

Tapi kamu hanya menaruh makanan kemasan di piring.

Aku membeli semua ini dari restoran yang sangat terkenal.

Kamu tidak akan tahu.

Sebaiknya kunyalakan lilin untuk menciptakan suasana.

Akan kunyalakan lilinnya.

Kamu sungguh tahu caranya menciptakan suasana.

Pimpinan Ahn tidak suka makanan berminyak seperti ini.

Jangan berlagak mengenalnya lebih baik daripada aku.

Bu Heo, tolong bawa Ayah kemari.

Baik, Bu Choi.

- Mari beri mereka privasi. - Kenapa?

Kenapa kita bergabung dengan keluarga yang makan bersama?

Apa salahnya?

- Ikut aku. - Tunggu.

Sampai nanti.

- Namaku Lee Sang Hyun. - Astaga.

- Wi-Fi cinta. - Ayolah. Astaga.

- Kenapa kamu bernyanyi. - Kurasa aku jatuh cinta kepadamu.

- Pandangan pertama, Wi-Fi cinta. - Ayo. Berhenti bernyanyi.

Astaga.

Kamu memajang makanan yang kamu beli di piring?

Aku tidak hanya membelinya.

Aku membuat pesanan khusus untuk chef terkenal.

Kamu bahkan juga menyalakan lilin.

Ini upacara peringatan kematian? Kamu mendoakan aku cepat mati?

Ayah, itu terlalu kasar.

Aku tidak mau meladeni permainanmu.

Ayah.

Bu Heo, tolong

tata lagi mejanya dengan kongbiji jjigae buatan Bu Yang

dan lauk-pauknya.

Baik, Pak.

Ayah kejam sekali kepadaku.

Pernahkah Ayah memperlakukan aku dan Si Woo

dengan hangat sampai saat ini?

Ayah tidak pernah menatap kami dan terus berkata kasar kepada kami.

Ayah tahu betapa sedihnya perasaan aku dan putraku

karena Ayah?

Suamimu meninggal karenamu. Beraninya kamu melantangkan suara?

Berapa kali aku harus memberi tahu Ayah soal itu?

Si Woo sakit pada hari itu.

Dia mengalami demam dan kesulitan bernapas.

Aku takut hal buruk terjadi kepada Si Woo.

Aku tidak menyangka suamiku akan berakhir seperti itu.

Aku sungguh tidak tahu.

Tiap aku bertemu denganmu, selalu seperti ini.

Pergi sekarang.

- Ayo pergi, Ibu. - Si Woo.

Ibu tidak perlu melakukan ini.

Kakek tidak akan pernah mengakui kita sebagai keluarganya.

Jangan buang-buang waktu dan energi Ibu.

Aku tidak bisa melihat ketulusan dari kalian berdua.

Ketulusan? Apa maksud Kakek?

Apa yang Kakek mau dari kami?

Kalian mengunjungiku hanya karena dua alasan.

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left