Ted Lasso

Ted Lasso

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Ted Lasso S02E12 1080p WEB Pahe in
A Commentary by ChoBot
AppleTV Retail

Tags

web
1080
Published on: 2021-10-11
Downloads: 84
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kita mulai dalam lima detik.

Empat, tiga, dua…

Selamat pagi. Ini hari Jumat.

Senang Anda bisa bergabung. Aku pembawa acaramu, Jeff Stelling,

di sini bersama Chris Kamara dan George Cartrick.

Selagi kita menuju pekan terakhir di musim ini,

kami ada kabar terbaru soal rumor perubahan di West Ham United.

Pertama-tama, kita alihkan perhatian ke liga kasta kedua

dan AFC Richmond, klub dari mantan kolega bermulut kasar kami…

Roy Kent.

Tajuk utama di pagi ini adalah kabar kalau

Ted Lasso pergi dari pertandingan melawan Tottenham di musim ini

bukan karena masalah perut, melainkan karena serangan panik.

Lasso tampaknya akan pergi?

George?

Lasso jelas tak cocok melatih.

Ayolah, George.

- Jangan bicara begitu. - Ayolah, Jeff. Ayo.

Apakah Bill Shankly akan mengalami serangan panik? Brian Clough?

- Alex Ferguson akan kena serangan panik? - Ayo bersikap adil.

Tentu saja tidak. Dengar, jika kapalmu sedang diserang, ya?

Dan kau berlari ke anjungan,

kau ingin mencari kapten yang otaknya bekerja,

bukan pria lemah dan pengecut.

Aku rindu Roy.

NESTLE SEREAL GANDUM

REBECCA ALIAS BOS TED… ABAIKAN PARA PEMBENCI.

TELEPON AKU JIKA BUTUH SESUATU.

DOK SHARON PESAN SUARA

Hai, Ted. Ingat, kebenaran akan membebaskanmu,

tapi awalnya itu akan membuatmu marah.

Aku di sini jika kau ingin bicara. Semoga beruntung akhir pekan ini.

MICHELLE LASSO - HAI, TED. AKU LIHAT BERITA. SEMOGA KAU TAK APA.

KETUK KETUK.

SIAPA DI SANA?

EROPA.

EROPA SIAPA?

EROPA TELAT.

HAHA. JELAS KAU BAIK-BAIK SAJA.

JADI… DINI HARI ATAU LARUT MALAM?

MAAF, BUKAN URUSANKU. TERIMA KASIH SUDAH MENGHUBUNGI.

LASSO DILAPORKAN MENINGGALKAN LAPANGAN KARENA KERACUNAN MAKANAN,

KINI ADA SUMBER MENGEKLAIM KALAU ALASANNYA ADALAH SERANGAN PANIK.

Hai, teman-teman.

- Ya. - Bagus.

Pagi, Susan.

Kau baik-baik saja, Ted?

Ya, Bu.

Apa kau yakin?

STAR SPORT APAKAH TED TERKENA GANGGUAN MENTAL?

LASSO PANIK

Hei, Pelatih.

Terima kasih.

Hei, Berengsek.

Jika ayahku terkena serangan panik di Normandia,

kita semua akan berbahasa Jerman.

Ya, Pak.

Lakukan saja pekerjaanmu, Sobat. Kau akan baik-baik saja.

Kuasumsikan kautahu tadi itu soal apa, ya?

Tidak.

Ini bagus sekali. Dari siapa?

Edwin Akufo.

"Turut prihatin atas kehilanganmu."

Baik sekali dia.

Ia pasti mendengar kabar soal wafatnya ayahmu.

Aku belum usai. "Tapi kami akan memberikan rumah bagus untuk Sam di Casablanca."

Tetap saja, itu sikap yang baik.

Jadi, Leslie, ada indikasi soal keputusan Sam?

Tidak ada, dan aku mencoba bersikap santai saja.

Jadi, tiap kali aku melihatnya di lorong, aku memberi anggukan saja.

Kau tahu, seperti ini.

Sial. Itu keren.

Benar, 'kan? Aku melihatnya di film Denzel Washington,

dan kupikir, "Akan kulakukan itu."

Tetap saja, tampaknya tak bagus.

Hei. Apa kabar, Paul Shorey?

Ted.

Turut prihatin soal berita itu, Ted.

Tak masalah, Keeley.

Kau tahu mereka bilang apa. Tak ada yang namanya publisitas buruk, 'kan?

Meski menurutku mungkin mereka salah soal yang satu itu,

dan itu mengecewakan karena mereka benar perihal bir sebelum miras.

- Silakan, Bos. - Terima kasih, Ted.

Dan kau tahu kalau kami mendukungmu sepenuhnya.

Kuhargai itu.

Aku masih berharap aku bisa lakukan sesuatu

sebelum Trent Crimm sialan itu menerbitkan artikelnya.

Tidak, ayolah. Dia orang baik. Hanya melakukan pekerjaannya.

Jangan khawatir. Aku akan bicara dengan pemilik korannya

dan cari tahu siapa sumber anonim itu.

Ayolah, tak perlu. Faktanya, semua yang mereka bilang itu benar.

Dan tak seperti Letnan Kaffee, aku bisa terima kebenarannya.

Kalau begitu, saranku adalah jangan temui pers sampai setelah pertandingan.

Aku sepakat.

Fokuslah pada tugas di depan mata, kalahkan Brentford.

Ya, karena jika kita kalah, itu akan membunuhku.

Kumohon jangan kalah, Ted. Kumohon.

Hei, jangan takut, Hig Newton. Aku bisa menanganinya.

Astaga. Rasanya tak enak.

Ya. Malam yang sulit, dan kini aku yakin kalau

gulanya tertukar dengan garam. Maaf soal itu.

Tidak, tidak.

Tidak, ini menarik.

Dia ini jalang yang licik nan asin.

Seperti Heather Locklear di Melrose Place, ya?

- Ya. - Ya.

Benar, 'kan?

- Tepat seperti deskripsi sifat dia. - Ya.

Heather.

Halo.

- Aku tak akan aman di sana. - Hei.

SAM, TAK SABAR MELIHATMU MENGENAKAN INI!

KUHARAP KAU TAK MASALAH, KUPILIHKAN NOMORMU… EDWIN AKUFO

Baiklah.

Apakah Roy di sini?

Aku tak mendengar suara dengusan.

- Hei, pagi. - Selamat pagi, Nate.

Apakah Roy di sini?

Tidak.

Kau sudah lihat ini?

Ya. Itu buruk sekali.

- Ya. - Ya. Ini buruk.

Ya.

Roy…

Jamie mencarimu.

Benarkah?

Tartt!

Aku?

Ke sana? Ya.

Tunggu. Bisa aku bilang sesuatu lebih dahulu?

Ya, oke. Itu ide bagus

karena setelah aku usai, kau tak akan punya gigi lagi

dan kau butuh gigi untuk bicara.

Baiklah. Ya, oke.

Jadi, di pemakaman ayah Rebecca, kubilang pada Keeley aku masih mencintainya.

Itu salah, dan tak seharusnya kulakukan itu,

tapi aku tak terbiasa berada di sekitar orang yang telah wafat.

Itu membuatku merasakan sesuatu, secara emosional, kau tahu?

Tapi, tetap saja harusnya tak kulakukan, dan itu salah,

tapi aku hanya butuh kautahu aku menghargaimu,

dan aku menghargai Keeley, dan juga hubungan kalian,

dan aku tak akan melakukan hal seperti itu lagi.

Sial!

Maaf, aku semacam membeku saat kalian masuk,

dan aku tak tahu harus apa.

Baiklah.

Ya, jelas itu terdengar membantu dan juga suportif.

Tapi, kurasa

kau memandu sesi antara Pelatih Lasso dan psikiater pesohor

bukan langkah terbaik saat ini.

Perhatiannya sedang terfokus pada Brentford.

Terima kasih banyak.

Sialan kau, Piers Morgan.

Astaga!

Astaga…

Berkumpul!

Terima kasih, Pelatih.

Hei, teman-teman.

Sebelum kita mulai, aku ingin bicara soal

artikel yang kalian lihat di koran pagi ini.

Sebenarnya, mungkin kalian melihatnya di ponsel.

Aku masih membaca koran karena

kau tak bisa menggunting kartun dari ponsel, 'kan?

Ya, tapi kau bisa lakukan tangkapan layar dan mengirimkannya.

Itu pelanggaran hak cipta, Sobat.

Aku paham, Zoreaux,

tapi tangkapan layar tak bisa digantung di kulkas.

Kulkasku ada televisinya.

Kurasa aku punya yang sama.

- Aku membelinya… - Poinnya adalah,

kalian tahu soal sesuatu dari suatu tempat,

yang seharusnya kalian tahu itu dari aku terlebih dahulu.

Tapi aku memilih tak memberi tahu kalian, dan itu bodoh.

Teman-teman, kita membuat banyak pilihan dalam hidup kita setiap hari,

mulai dari, "Apakah aku akan memakan sesuatu yang bernama yogurt Yunani?"

Hingga, "Haruskah kutinggalkan keluargaku dan kerja di belahan dunia lain?"

Aku memilih untuk tak jujur dengan kalian, itu adalah pilihan buruk.

Tapi aku tak bisa buang waktu berharap untuk bisa melakukan ulang semua itu.

Karena tak begitu cara pilihan bekerja.

Pilihan itu, dan jaket resmi klub Chicago Bulls milikku

yang kupinjamkan pada Janelle Rhodes pada tahun keduaku karena

ia menumpahkan saus ke badannya hingga tampak seolah ia habis tertembak,

itulah dua hal yang tak bisa kudapatkan kembali.

Karena setiap pilihan adalah kesempatan, teman-teman.

Dan aku tak memberi diriku kesempatan untuk membangun kepercayaan dengan kalian.

Mengutip pelatih bola basket hebat dari kampus UCLA, John Obi-Wan Gandalf,

"Pilihan kita, tuan-tuan, adalah yang menunjukkan jati diri kita,

jauh melebihi kemampuan kita."

Kuharap kalian bisa memaafkan apa yang telah kuperbuat.

Karena tentu saja aku tak akan mau

kalian menahan apa pun dariku.

- Kami paham, Pelatih. Kami paham. - Kami paham, Pelatih.

Ya, tak masalah, Bos.

Dan saat kita tahu siapa yang membocorkannya,

boleh kita jejalkan kaus kaki penuh sabun ke perut dan dada orang itu?

Akan kita cari orangnya dan kita hajar!

- Ya! - Kita bunuh dia!

Ikuti uangnya!

Teman-teman, dengar. Akan kugigit ide itu di bokongnya dari sekarang.

"Tunas" bukan "bokong", Pelatih.

More Indonesian subtitles for Ted Lasso

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left