The first 200 lines.
Bagaimana dengan ayah bayi itu? Sudah pulang?
Aku akan menyuruhnya pergi
saat dia bangun larut malam.
Aku jadi ingat. Ada paket untukmu dari Amerika.
Siapa yang membelikanmu sesuatu dari Verves?
"Aku akan segera ke Korea."
"Kita harus menemui Muyeong. Oh Heeeun."
Siapa Oh Heeeun?
Bedebah itu.
Kukira kau fokus
pada perawatan pranatal untuk bayimu.
Benar.
Halo.
Ini. Selamat.
Haruskah kau keluar selarut ini?
Aku akan segera pulang.
Tunggu. Kulihat ada yang memberimu selamat.
Bukan apa-apa.
Bagaimana kabar orang tua dan nenekmu?
Mereka sudah tenang sejak kemarin.
Omong-omong,
kenapa kalian selalu datang bersama?
Apa dia pacarmu?
Ya, dia pacarku.
Ayo duduk di sana.
Tentu.
Bukannya aku tidak terkejut sama sekali,
tapi aku mendukung keputusan adikku.
Jika kau butuh bantuanku,
silakan beri tahu kapan saja.
Terima kasih.
Apa kau tahu
Muyeong sudah lama menyukaimu?
Aku? / - Ya.
Dia selalu berkonsultasi denganku.
Dia menyukaimu, tapi takut mengencanimu.
Cukup, Hyeonjeong.
Apa kau mencoba menjauhiku
padahal kau sangat menyukaiku?
Astaga. Aku tahu.
Hei. / - Apa?
Bagaimana kalian bisa saling mengenal?
Dia sering mentraktir juniornya makan,
jadi, dia cukup populer.
Masalahnya, aku berutang sesuatu
kepada Muyeong.
Kau berutang kepadanya?
Dia
menjodohkanku dengan wanita yang salah.
Tapi aku yakin, karena hal itu,
aku bisa bertemu denganmu.
Kau harus berbaring di kamarmu.
Kenapa duduk diam di sini?
Hei, Geonu tidur di rumah itu.
Tampaknya, dia tinggal di sana mulai hari ini.
Apa? / - Astaga.
Dia tidak pernah membuat kita khawatir.
Kenapa dia juga menyebabkan masalah?
Ayo ke rumah itu sekarang.
Apa? / - Sayang.
Tunggu. / - Sayang.
Geonu, bangun. Cepat bangun.
Cepat bangun.
Apa? / - Hei!
Apa yang kau lakukan di sini?
Kau pikir kau masuk sekolah kedokteran
agar diperlakukan seperti ini?
Apa hubungan ini dengan sekolah kedokteran?
Apa kau sangat menyukai Bu Jang
sampai tidak memedulikan kami lagi?
Bu Yu.
Bukankah sikapmu tidak sopan?
Kau tidak bisa menerobos masuk
dan membuat keributan selarut ini.
Saat Geonu bersikap seperti ini,
kau harus mencegahnya dan memulangkannya.
Kau pikir menerimanya adalah tindakan tepat?
Permisi, Bu Choi.
Cucumu hanya ingin bertanggung jawab
atas perbuatannya.
Tapi kenapa kau membuat keributan selarut ini?
Bertanggung jawab?
Dibutuhkan dua orang untuk menari tango.
Ini bukan jalan satu arah.
Geonu, ikut kami sekarang.
Ibu dan Nenek, berhentilah bersikap seperti ini.
Ini sebabnya aku tidak mau pulang.
Apa katamu?
Kukira kau akan membesarkan bayi itu sendirian.
Apa yang kulihat di sini?
Permisi, Bu Choi.
Kau sungguh ingin putriku
menjadi ibu tunggal?
Tolong hentikan.
Geonu, kau harus pergi.
Inilah sebabnya kita tidak bisa bersama.
Hyeonjeong, jangan pedulikan orang lain.
Pikirkan saja kita bertiga.
Geonu. / - Kau sudah gila?
Kenapa kau berusaha menghancurkan hidupmu?
Menghancurkan hidup? Siapa yang kau maksud?
Apa aku harus menjawabnya?
Aku tidak tahan lagi.
Aku sudah berusaha bersabar demi Geonu.
Sejujurnya, putramu yang menghamilinya
dan menghancurkan hidupnya.
Apa katamu?
Jika ada yang marah dan membuat keributan,
seharusnya aku.
Seharusnya aku, ibu Hyeonjeong.
Astaga.
Maafkan aku, Ibu.
"Ibu"? Siapa ibumu?
Dia tidak bisa menjadi ibu mertuamu
hanya karena kau menghamilinya.
Bu Yu.
Tolong jaga sikapmu.
Kalau begitu,
apakah mencuri putra orang lain itu sopan?
Dengar, Bu Yu.
Putramu sudah berusia 30-an.
Mereka berdua sudah dewasa.
Kau tidak bisa bilang siapa yang mencuri siapa.
Astaga.
Bu Jang, jangan lakukan ini.
Maksudku, kau seorang guru.
Bagaimana bisa melakukan itu dengan muridmu?
Bukankah sudah cukup, Nenek?
Akulah yang mengejarnya.
Aku memohon padanya untuk mengencaniku.
Geonu! / - Sadarlah!
Ada banyak wanita di luar sana.
Kenapa kau harus
menghamili bibimu?
Astaga.
Keluar, Nenek. Ibu juga. Sekarang!
Kim Geonu, kau juga harus pergi.
Bu Choi, tolong hentikan di sini.
Aku tidak berniat menimbulkan masalah
hanya untuk bersama Geonu.
Aku senang mendengarnya.
Ibu, tolong hentikan.
Keputusanku selalu sama.
Aku akan melahirkan tanpa Geonu
dan membesarkan anakku sendiri.
Hyeonjeong.
Aku tidak mau mertua yang menolak anakku.
Kurasa mereka tidak akan
memberi pengaruh baik kepada anakku.
Apa katamu?
Sepertinya kau selalu lupa,
tapi aku sedang mengandung.
Aku merahasiakannya selama ini,
jadi, aku tidak bisa menjaga diriku dengan baik.
Tapi aku butuh istirahat total.
Itulah alasanku tinggal di sini dan merawatmu.
Jangan konyol.
Kau pikir ini merawatku dengan baik?
Kubilang aku akan membesarkan anakku.
Aku sudah bilang dengan jelas
aku akan membesarkan anak ini tanpa putramu.
Tolong bawa putramu bersamamu.
Aku tidak pernah memintanya menyokong kami.
Hyeonjeong,
mustahil kau bisa melakukan ini sendirian.
Ibu. Ini sudah sulit bagiku.
Tolong pulangkan mereka dan bantu aku.
Hyeonjeong.
Akhirnya kau sadar
bahwa kau menyulitkanku?
Geonu, sudah cukup.
Jangan ganggu aku.
Itu yang harus kau lakukan sebagai ayah.
Dia benar. Bu Choi, tolong pergi.
Hyeonjeong harus beristirahat.
Dokter Geonu, aku juga ingin kau pergi.
Kau sungguh akan melahirkan tanpa aku?
Kau ingin aku mengalami kekacauan ini?
Kau sungguh berpikir ini untukku?
Kau tahu kenapa kami bersikap seperti ini.
Hentikan, Nenek.
Kau punya harga diri? / - Kubilang, hentikan!
Ada apa ribut-ribut?
Maafkan aku.
Seharusnya kuhentikan dan kutenangkan mereka.
Geonu, sebaiknya kau pulang sekarang.
Itu tindakan terbaik.
Ibu. Ayo.
Pergi. Ayolah.
Sial.
Pergilah.
Maafkan aku.
Ini semua salahku.
Kau harus menenangkan orang tuamu dahulu.
Sampai nanti.
Tidak perlu menemuinya lagi. Sudah berakhir.
Hyeonjeong, tapi...
Ibu.
Aku sudah memutuskan, tidak bisa diubah.
Kau putriku, tapi kau terlalu keras kepala.
No comments yet. Be the first to leave one.