The first 158 lines.
Perpisahan
Boruto.
Hei.
Bangun, Boruto.
Boruto!
Hei.
- Hokage Ketujuh --
Ini bohong, 'kan?
Boruto!
Ya, ampun.
Siapa sangka akan begini jadinya.
Apa tidak masalah kau santai begitu, Code?
Bukannya bagimu, Boruto adalah kurban penting untuk Shinju?
Apa yang akan kau lakukan setelah dia mati di sini?
Mau bagaimana lagi?
Siapa sangka Kawaki akan kembali memperoleh Karma
dan membunuh Boruto?
Hei.
Aku tidak bermaksud mengomentari soal tujuanmu.
Hanya ada satu hal yang ingin kukatakan.
Jangan berpikir konyol
untuk mengorbankan Kawaki demi menggantikan Boruto.
Soal itu,
aku tidak akan menjawabnya.
Akan kubunuh dia jika kau mendekat lebih dari itu.
Silakan.
Aku tidak peduli.
Jangan besar kepala, Kawaki.
Meski kau kembali memperoleh kekuatanmu,
seumur hidup kau tidak akan pernah bisa bebas.
Sudah takdirmu
untuk terus dipermainkan selamanya.
Aku tahu akan hal itu.
Sudah, ya.
Sampai jumpa lagi.
Sukunahikona?
Ukuran cakarku dikecilkan hingga mustahil untuk berpindah.
Tampaknya kau tidak mengerti.
Bukan saatnya membicarakan takdir orang lain dengan begitu sok,
Code.
Orang yang mengancam nyawa Hokage Ketujuh
akan kusingkirkan meski dia saudaraku sekalipun.
Apalagi kau.
Mana mungkin aku membiarkanmu lolos.
Naruto!
Boruto.
Hei, buka matamu.
Kuatkan dirimu.
Apa aku
sedang bermimpi buruk?
Aku tahu ini menyakitkan,
tapi pertarungannya belum berakhir.
Ini bohong, 'kan?
Tolong katakan kalau ini bohong!
Naruto...
Lihat!
Kawaki mendesak Code.
Ayo kita bantu dia untuk menghabisi Code di sini!
Kuatkan dirimu!
Kau seorang Hokage!
Ini jalan yang dipilih Boruto.
Sebagai orang tuanya, kau harus menguatkan dirimu!
Celaka.
Kalau begini terus,
aku akan dihabisi oleh Kawaki.
Kau bilang ada orang yang ingin bertemu denganku.
Entah apa maunya,
tapi dia juga tidak akan kuampuni jika dia berniat menentang Hokage Ketujuh.
Tapi,
dimulai dari kau dulu.
Apa?
Apa maksudnya ini?
Kenapa Kawaki yang terlempar?
Kau menarik Deimon seenaknya!
Hah?
Di mana ini?
Maaf sudah membangunkanmu, Deimon.
Aku tertolong
berkat kemampuanmu untuk memantulkan.
Siapa anak itu?
Kau sedang bertarung?
Siapa lawanmu?
Biar kuhajar dia!
Tidak perlu. Sudah selesai.
Kau boleh pulang, Deimon.
Kita bicara nanti.
Kenapa dia? Membosankan sekali!
Tingkahmu terlalu seenaknya, Code.
Kawaki baik-baik saja, 'kan?
Jika terjadi sesuatu padanya,
kau tidak akan selamat dariku.
Kau bisa lega, Eida.
Pangeranmu masih hidup.
Kau bisa melihatnya, 'kan?
Harusnya kau yang merasa lega.
Tergantung pada jawabanmu,
akan kukirim lagi Deimon ke sana
untuk menghabisimu.
Benar-benar menyebalkan.
Terpaksa harus kuakui,
aku yang sekarang
tidak bisa menandingimu, Kawaki.
Tapi, aku akan membawamu.
Kau tidak akan lolos, Code!
Pasukan elite Konoha sebentar lagi tiba.
Kau tidak bisa lari lagi!
Kau kira gertakan seperti itu akan membuatku takut?
Kalau begitu, kau coba saja.
Staminamu harusnya sudah terkuras karena melawan Kawaki.
Aku harus melepas pembatas kekuatanku lebih dulu.
Sampaikan kepada Amado.
Aku pasti akan membuatnya mengembalikan kekuatan sejatiku.
Kita harus memikirkan apa yang akan kita lakukan pada Kawaki.
Memikirkan?
Apa maksudmu?
Bukannya sudah jelas?
Dia membunuh rekannya!
Meski situasi memaksa, tapi dia melakukannya tanpa ragu!
Tanggung jawab atas perbuatan Kawaki bukan hanya ada padanya saja.
Mungkin kau benar.
Tapi masalahnya adalah
dia tidak pilih-pilih cara dalam mencapai tujuannya.
Kejadian kali ini telah mengonfirmasi hal itu.
Lalu, kau mau apa?
Kau mau mengusirnya
karena Konoha tidak bisa mengontrolnya?
Aku bukan ingin melepas tanggung jawab secara sepihak,
tapi kita harus menjaga martabat desa lain.
Dia harus dihukum secara resmi.
Kita tidak boleh memberikan perlakuan khusus.
Boruto menganggapnya sebagai saudara.
Dia sudah seperti keluarga kami,
tanpa peduli apa pun yang dia lakukan
dan apa pun yang dikatakan orang.
Jika bukan keluarganya
yang mendampinginya di saat seperti ini,
siapa lagi yang akan memihaknya?
Apa kau bersungguh-sungguh, Naruto?
Saat ini pun kau masih berpikir
kalau Kawaki adalah anggota keluargamu?
Hentikan.
Putramu dibunuh olehnya!
Kubilang hentikan!
Siapa
yang dibunuh?
Apa?
Aduh.
Jangan seenaknya memperlakukanku seperti orang mati.
Boruto.
Boruto!
Kau membuat orang tuamu cemas!
Aduh.
Ayah, maaf.
Apa maksudnya ini?
Jelas-jelas tadi tubuhmu berlubang.
Hei.
Apa yang terjadi?
Jika kehilangan wadah,
No comments yet. Be the first to leave one.