The first 200 lines.
Tokyo International Film Festival 1985 Young Cinema Category
Grand Prix Festival des Films du Monde - Montréal 1985
TYPHOON CLUB
Lihat!
Apakah itu Akira?
Ya. Itu Akira.
Anak muda! Kau! Anak muda!
Makanlah kacang ini.
Jauhkan dariku!
Bergembiralah, kakek.
Kamis
Oh, Mikami. Waktu yang tepat.
Kemarilah. Lihat apa yang terjadi.
Sesuatu yang mengerikan. Tragis.
Akira.
Akira?
Akira!
Oh tidak!
Apa yang kau lakukan?
Apa yang terjadi?
Hei, apa dia sudah mati?
Dia masih hidup.
Sepertinya dia tenggelam.
Apa yang harus kita lakukan?
Mari kita lihat...
Napas buatan?
Cobalah. Cobalah! Apapun itu!
Aku baru-baru mempelajarinya.
Aku akan mencoba mulut ke mulut.
Ya, cobalah...
Akira! Kau mendengarku?
Apa yang terjadi?
Dilarang pergi ke sekolah di malam hari, bukan?
Mengapa kau tidak meneleponku?
Aku tidak tahu siapa yang menelepon, jadi aku datang seperti ini.
Kalian buruk sekali.
Apa yang kau lakukan padanya?
Aku tidak ada hubungannya dengan itu. Mereka yang melakukannya.
Apa yang mereka lakukan padamu?
Aku sedang berenang...
dan grupnya Yasuko datang...
Pertama-tama mereka melepas celana dalamku...
Kemudian?
Mereka mengambil tali pembatas kolam...
Selamat pagi!
Jumat
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Maaf. Aku terlambat.
Ibuku menahanku.
Apa kau marah padaku?
Tidak... hanya sedikit...
Sedikit apa?
Kau sedikit membenciku?
Jauhi Yasuko dan teman-temannya.
Kau salah. Kemarin Michiko...
Sama saja. Aku benci omong kosong seperti itu.
Maaf...
Tapi Akira lucu sekali... Kami hanya terbawa suasana.
Untuk menghitung luas segitiga ini,
kau harus mencari panjang sisinya lebih dulu.
Untuk itu kita punya teorema Pythagoras.
Ingat?
Di sini, kita memiliki segitiga siku-siku. Sisi AB adalah 20 cm.
Sisi AC 15cm...
Dengarkan ini!
Kita membutuhkan panjang sisi BC.
Untuk mencari panjangnya kita bisa menggunakan teorema Pythagoras.
Dengarkan baik-baik!
Teorema Pythagoras: BC2 = AB2 + AC2.
Begitulah caramu mendapatkannya.
Masukkan lebih banyak!
Satu lagi.
Hei!
Siapa itu? Akira?
Kenapa hidungmu berdarah ketika pelajaran berlangsung?
Apakah kau mendengarkan?
Dengar baik-baik, anak-anak petani.
Apa yang salah dengan petani?
Apa itu Teorema Pythagoras?
Aku tidak tahu.
Ada di papan tulis!
Jangan. Ini sudah terlalu jauh.
Aku tetap akan melakukannya.
Lupakan itu kataku.
Tidak. Aku akan memberitahu mereka.
Paman Hideo, hentikan dia.
Hentikan. Tidak ada gunanya kau ikut juga.
Kau tidak mengerti?
Oke.
Ini adalah seorang petani. Dia ayahmu.
Dari tiga segitiga ini...
dia ingin memilih yang terbesar. Yang mana?
C.
C? Dia tidak akan memilih C,
karena ayahmu serakah. Benar kan?
Pak Umemiya?
Aku ingin kau menjelaskan semuanya hari ini!
Di tengah jam pelajaran?
Jangan bertindak bodoh.
Murid-muridmu harus tahu apa yang telah kau lakukan.
Kakakku dari Mito juga ikut kesini.
Bisakah kau menunggu sampai jam pelajaranku habis?
Tunggu? Kau selalu bilang tunggu! Dia 29 tahun!
Menurutmu berapa lama putriku bisa menunggu?
Kami telah membahas ini sebelumnya.
Membahasnya? Kau belum membahasnya denganku.
Ngomong-ngomong, berapa umurmu?
32 tahun.
Apa yang kau tunggu?
Kau menunggu untuk mati?
Pak Umemiya, sebagai seorang guru, dia selalu berpikir
tentang masa depan muridnya dan sebagainya...
Kenapa kau begitu lembut?
Apa maksudmu lembut?
Sebentar.
Adikku tidak di sini untuk berbicara tentang kapan kau mau menikah.
Dia kemari karena mendengar Junko memberimu banyak uang.
Lebih dari satu juta yen!
Apa yang akan kau katakan?
Kau salah paham.
Apa maksudmu? Kau tak tahu malu!
Bagaimana dengan sweater ini?
Junko memberikannya padamu, kan?
Aku melihatnya di meja riasnya.
Kau ini pria macam apa?
Karena guru-guru seperti ini
kalian tidak bisa apa-apa.
Apa yang kau bicarakan?
Bodoh.
Apa?!
Diam!
Apa?!
Beri tahu mereka, Junko! Hah? Dimana Junko?
Junko. Datang ke sini sekarang.
Silakan pergi!
Beritahu mereka!
Silakan!
Itu sangat konyol!
Pria sepertinya membuatku marah!
Kasihan pak Umemiya.
Kau gila?
Itu sangat memalukan.
Yang bisa dia lakukan hanyalah berdiri diam.
Katsue.
Tidak apa-apa disini. Kita bisa membicarakannya sendiri.
Aku minta maaf.
Aku minta maaf.
Aku penasaran apa topan akan datang.
Benarkah?
Apakah kau penasaran juga?
Sepertinya aku tidak melihat apa-apa selain hal-hal buruk akhir-akhir ini.
Kau tidak apa apa?
Nenekku sekarat. Ini menyedihkan.
Ibumu?
Tidak. Nenek.
Hei, Yasuko. Akira ingin berbicara denganmu.
Tidak, aku tidak.
Apa yang kau inginkan?
Tidak ada apa-apa.
Aku sibuk. Keluar dari sini.
Sampai jumpa.
Aduh! Aduh...
Kau pikir topan akan datang?
Kau aneh akhir-akhir ini.
Ya... Kau juga.
Apa yang aneh denganku?
Kau jadi lebih pendiam.
Aku selalu pendiam.
Apa kau serius?
Ada apa dengan orang-orang itu?
Siapa?
Pak Umemiya dan yang lainnya.
Mereka pergi saat jam makan siang.
Ohhh.
Itu saja.
Hah?
Kau akan pulang?
Bukankah kau juga?
Ayo pergi ke suatu tempat.
Kemana?
Kedai kopi.
Tempat itu menyedihkan.
Apa?
Muram.
Aku suka tempat itu.
Kau aneh akhir-akhir ini.
Tunggu sebentar.
Aku pulang.
Selamat datang.
Aku pulang.
Selamat datang.
Aku pulang.
Selamat datang.
Aku pulang.
Tidak adil untuk mengatakan semua itu salahku...
Apakah kau mendengarku?
Brengsek. Aku sudah muak.
Aku lapar.
Kenapa kau memberitahu mereka namaku?
No comments yet. Be the first to leave one.