The first 200 lines.
"Episode 74"
Menikahlah dengannya.
Ibu.
Bukankah kamu bilang
ingin menunjukkan jati dirimu
kepada keluarga itu?
Lakukanlah.
Mereka menganggapmu sebagai anak tidak tahu diri
yang menggugat ayahnya demi uang.
Buat mereka menyesal.
Buat mereka berterima kasih kepada ibu
karena membesarkanmu dengan baik.
Itu baru adil bagi ibu.
Ibu.
Kamu meminta ibu
untuk mendukungmu sekali ini.
Baik, ibu akan melakukannya.
Ibu akan mendukungmu.
Kamu hanya hidup sekali.
Kali ini, kamu harus hidup untuk dirimu sendiri,
bukan untuk ibu atau Go Woon.
Jangan bilang begitu.
Aku bisa terpengaruh jika Ibu berkata begitu.
Ibu ingin kamu terpengaruh.
Kamu bilang dia sangat berharga
dan kamu rela merasakan sakit apa pun demi dia.
Kamu bilang dia membuatmu bahagia.
Jadi, sudah seharusnya kamu tetap bersamanya meski ibu tidak suka.
- Ibu. - Dengarkan ibu.
Mulai sekarang, jangan lagi mengorbankan hidupmu
demi orang lain.
Juga jangan takut.
Ada ibu, bibimu,
San Deul, Go Bong, dan Go Woon.
Seluruh keluargamu mendukungmu.
Kami bukan boneka.
Tidak ada yang perlu kamu takuti.
Kamu sungguh tidak akan menjalani perawatan?
Ji Seok.
Aku hanya ingin sakit agar bisa merasakan hukuman.
Jangan bilang begitu.
Ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang dialaminya.
Rasa bersalahku akan berkurang jika aku tetap seperti ini.
Rasa bersalah?
Kenapa kamu harus dihukum?
Di luar dingin. Sebaiknya Kakak masuk.
Aku akan segera menyusul.
Sudah kubilang.
Apa pun yang terjadi, aku akan selalu mendukung Kakak.
Bibi akan mendukungmu.
Ji Seok adalah anak yang masa lalunya menyakitkan.
Tolong bahagiakan dia.
Kamu berhak mencintai seseorang.
Kamu pantas mencintai.
Mulai sekarang, jangan lagi mengorbankan hidupmu
demi orang lain.
Ada apa?
Kakak ingin mencari udara segar.
Kak Go Ya.
Turuti saja kata hati Kakak.
Bukankah Kakak pernah begitu saat sekolah dahulu?
Saat jawaban dalam tes diganti, itu selalu salah.
Kembalikan seperti semula.
Terima kasih, Go Bong.
Pasti dia sangat menderita.
Pak Min, aku hanya merindukanmu.
Bisa kita bertemu sebentar?
Tidak bisa hari ini.
Adikku sedang tertekan.
Kenapa?
Kehidupan percintaannya sedang bermasalah.
Kakakku juga.
Sulit kupercaya situasi kita sama.
Yang mendengar
mungkin akan berpikir kakakmu dan adikku berpacaran.
Kamu lucu sekali.
Aku makin merindukanmu karena mendengar suaramu.
Inikah yang dimaksud dengan
"Jauh di mata, jauh di pikiran"?
Itu bukan ungkapan yang tepat untuk situasi ini.
Pokoknya, sampai jumpa lagi.
Astaga.
Dia pasti selalu ketiduran di kelas bahasa Inggris.
Ya ampun.
Aku bisa tertawa berkat kamu, Go Bong.
- Bibi, aku datang. - Kamu datang rupanya.
Aku ingin memberi Bibi hadiah sebelum ke tempat kerja.
Selamat ulang tahun.
Tidak perlu repot-repot. Terima kasih.
Sama-sama.
Apa itu bros baru? Bagus sekali.
Ini dari Ji Seok.
Tapi ada yang aneh.
Apa yang aneh?
Bibi sebenarnya melihat hadiah
yang dia belikan untuk bibi di kamarnya.
Lalu?
Bibi membukanya karena penasaran.
Isinya syal, bukan bros.
Berarti itu bukan untuk Bibi.
Kita berpikir sarung tangan merah untuk Lee Jeong Hwa,
tapi ternyata untuk orang lain.
Tidak, sudah pasti itu untuk bibi.
Ada kartu ucapan yang isinya,
"Terima kasih sudah membesarkanku."
Sungguh? Berarti untuk Bibi.
Benar, bukan?
Bagaimana menurutmu? Bagus?
Tentu saja. Kamu yang membuatnya.
Kuharap dia menyukainya.
Bagaimana jika aku
ikut denganmu karena ini ulang tahunnya Sa Ra?
Aku mahir mencairkan suasana.
Kamu sungguh berpikir dia akan senang bertemu denganmu?
Aku ingin kamu berhenti
mendekati kakakku dan Ji Seok.
Astaga, jangan begitu kepadaku.
Kurasa belakangan ini
Ji Seok bersikap dingin kepadaku
karena kamu.
Apa salahku?
Kamu ingat perkataanmu saat di restoran?
Kamu bilang akan menemui keluarga pacarnya
karena kamu sudah seperti ayahnya.
Dia bersikap dingin kepadaku
sejak kamu mengatakan hal bodoh.
Aku juga tidak salah.
Aku mengatakan itu demi dia.
Pokoknya, kakakku dan Ji Seok
tidak mau menemuimu.
Tolong jangan mendekati mereka.
Jangan menyulitkan hidup keluargaku.
Astaga. Aku mau pergi.
Astaga.
Dia sangat perhatian kepada keluarganya,
tapi melarangku menemui keluargaku.
Oh Na Ra merebut rumah
yang Kakak berikan sebagai tunjangan.
Pikirkan saja.
Ibunya menderita strok
dan adiknya berjuang hidup.
Kakak tahu betapa menderitanya Go Ya?
Go Ya sangat bahagia bersama pacarnya.
Ini benar-benar membuatku pusing.
Karena aku, dia putus dengan pria yang sangat disukainya.
Bisakah aku membantunya?
Boleh kakak meminjam sarung tangan plastik?
Ambil ini.
- Kakak butuh lebih banyak. - Ini.
Tunggu, semalam Kakak ke mana?
Kakak menemui ibunya.
Ibunya pengacara itu?
Kakak menjambaknya lagi?
Kakak menemuinya untuk menyampaikan,
kakak akan merestui pernikahan mereka
meski dia berusaha menghentikan kakak.
Kakak menyuruhnya mundur jika dia tidak setuju.
Go Ya tahu?
Kakak bilang dia boleh menikah dengan pria itu
dan kakak akan mendukungnya.
Aku senang sekali Kakak membuat keputusan itu.
Go Ya bilang apa?
Kini semua terserah kepadanya.
Dia akan memutuskan.
- Jawablah. Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Ini Jae Woong.
- Hei, Jae Woong. - Ya, ini kakak.
Apa?
- Kak Tae Pyung? - Ya, ini kakakmu.
Tidak ada lagi pria lain yang akan menghubungimu.
Apa?
Kakak membutuhkan nomor ponsel pacarnya Go Ya.
- Astaga, untuk apa? - Apa maksudmu?
Kakak harus menemuinya dan memastikan dia baik-baik saja.
Kamu bilang Go Ya menderita karena kakak.
Setidaknya dia tidak boleh menderita karena pacarnya.
Kakak bisa tahu apakah dia pria baik. Berikan nomornya.
Kakak akan bilang apa?
Jika dia pria baik, kakak akan mendukung mereka.
Astaga, Kakak berusaha keras untuk menjadi ayahnya.
Tolong jangan ganggu Go Ya.
- Bu Jang. Halo. - Halo.
Ada perlu apa kemari?
Ini...
Kamu kemari karena ini hari ulang tahun Sa Ra.
Ya, aku ragu boleh melakukan ini,
tapi aku ingin melakukan sesuatu untuk hari ulang tahunnya.
Tolong berikan ini kepadanya seperti waktu itu.
Tidak sulit memberikan ini kepadanya,
tapi aku harus bilang apa?
Haruskah kubilang itu dari kamu atau berpura-pura aku membelinya?
- Apa? - Sejujurnya,
kimchi ubi jalar darimu
masih ada padaku.
Kamu memintaku bilang
bahwa aku membuatnya.
Tapi aku tidak bisa berbohong kepadanya.
Tapi aku pun ragu jika harus berkata jujur.
Aku tidak memikirkan itu.
Itu membuatku menyadari sesuatu.
No comments yet. Be the first to leave one.