The first 200 lines.
"Episode 95"
Tidak. Astaga.
Pak.
Apa Anda tahu ada sekeping besi
yang tertanam di otak Anda?
Ya.
Aku kecelakaan setahun lalu dan dioperasi.
Tampaknya itu
tertanam makin dalam akibat hantaman dari luar.
Jika makin dalam lagi...
Jangan bilang
aku akan
mati atau semacamnya.
Maaf.
Itu konyol.
Kenapa? Kenapa aku?
Kenapa aku?
Omong kosong.
Kenapa aku harus mati?
Kenapa aku? Tidak.
Pak.
Bangunlah.
Kamu sudah membawa undangan
untuk pameran Cho Ae Ra, bukan?
Kenapa Soo Ho menyuruh kita pergi ke sana?
Aku tidak mau menyaksikan dia bertingkah sok elegan dan arogan.
Soo Ho bilang
ada kabar amat baik yang menanti kita.
San Ha mungkin berada di sana juga.
Kita akan tahu saat tiba di sana.
Seul Ha! Kenapa lama sekali?
Ayo berangkat!
Baik! Aku datang!
Baik.
Hei.
Hei! Apa yang kamu kenakan?
Apa itu?
Ini pesta hari jadi galeri.
Aku yakin ada banyak selebritas ternama.
Aku harus berdandan agar tidak merasa terintimidasi.
San Dal juga akan hadir.
Mertua kakakmu juga. Apa yang kamu pikirkan?
Bergantilah dengan pakaian yang lebih sederhana.
Biarkan saja dia. Dia masih muda.
Biarkan dia mencoba selama tidak buruk.
- Ayah yang terbaik. - Tentu saja.
- Ayo. - Baik.
Ini?
Baik. Ayo.
Lantas, aku tidak boleh kalah.
Tunggu aku!
Ini lukisan terakhir Pak Park.
Pastikan Esther menerimanya
tanpa sepengetahuan Cho Ae Ra.
Jangan cemas.
Akan kuserahkan kepadanya dan kuberi tahu Anda.
"Kejayaan, Kehancuran, dan Kebangkitan"
"'Rahasia Keluarga Aura' oleh Baby"
Bukankah raut wajahnya tampak hidup?
Siapa saja bisa tahu dengan melihat sekilas
bahwa Gang Chul, putra kedua keluarga Aura adalah
pembunuhnya.
Luar biasa dia bisa melukis sesuatu
dari kenangannya 35 tahun lalu dengan baik.
Sungguh bakat luar biasa.
"Selamat atas hari jadi ke-21"
Ibu, periksalah perhiasan juga.
Tunggu.
Kamu.
"Selamat atas hari jadi ke-21"
Hei, Kamu.
Ada apa?
Apa menurutmu bunga norak begitu tampak bagus di lorong?
Itu dari Pimpinan Dewan Nasional,
jadi, aku mau meletakkannya di tempat paling bagus.
Pameran "Rahasia Keluarga Aura" oleh Baby adalah
sorotan pameran hari jadi.
Aku tahu itu bunga,
tapi kurasa akan bagus jika diletakkan di sana.
Terima kasih. Kamu boleh meninggalkannya dan pergi.
Kita akan menyingkap ini dua jam lagi,
jadi, pastikan ini ditutup sampai saat itu.
Baik.
Kamu membawa lukisan yang San Ha berikan?
Kenapa kamu tidak ikut?
Ya, Ibu. Aku datang.
Bawa ke ruang kerja di bawah tanah
segera setelah aku pergi.
Orang yang akan menyusunnya menunggu di sana.
Tolong cepat.
Jadi, ini kalung Josephine, istri Napoleon, benar?
Ini pasti amat mahal.
Harganya setidaknya 30 juta dolar.
30 juta dolar?
Begitu rupanya.
Jadi, itu alasan pria berbaju hitam yang mengerikan berdiri di sana.
Jika sampai kehilangan ini,
tamat riwayat kita, bukan?
Ayah.
Ayah tahu kita mau ke mana?
Ya.
Menghukum orang jahat.
Benar.
Kita akan menghukum orang jahat di pameran,
lalu meraih tanganku lagi
dan pulang.
- Ayo, Ayah. - Baik.
Apa maksud Kakak dengan "Ayah"?
Kenapa dia ayah?
Ha Young.
Siapa Kakak?
Apa ingatan Kakak sudah kembali?
Apa maksudmu?
Kamu pasti salah dengar.
Aku tidak pernah memanggilnya itu.
Ayo pergi, Pak.
Tidak. Aku yakin dengan pendengaranku tadi.
Aku masuk mau bertanya soal Nam Joon karena aku tidak bisa menghubunginya
dan malah dengar perkataan Kakak.
Bahwa Kakak akan menghukum orang jahat di pameran dan pulang.
Mereka orang jahat.
Keluarga Aura.
Mereka menjebak Pak Park atas pembunuhan istrinya
dan mengasingkannya selama 35 tahun.
Apa?
Kakak salah?
Apa maksud Kakak, Kakak akan pulang?
Kamu mengajak bertengkar karena pemilihan kata?
Entahlah. Kakak pasti salah.
Kakak tidak punya waktu untuk berdebat denganmu.
Ibu mencereweti kakak
untuk membawanya ke galeri.
Pak, ayo.
Baik. Ayo.
Tidak.
Ada yang tidak beres. Aku yakin.
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.
Kenapa Nam Joon mematikan ponselnya?
Apa dia sudah meninggalkan rumah sakit?
Penyakit Anda akan memburuk dengan cepat.
Tidak. Itu sudah memburuk.
Pusing parah itu hanya efek samping.
Pertama, Anda akan bingung
soal di mana Anda dan kenapa Anda di sana.
Waktu dan ruang akan kacau balau.
Tidak. Hidupku tidak akan berakhir begini.
Aku akan menyintas sampai akhir dan menjadi yang terbaik.
Aku akan berteriak dari puncak dunia.
Aku bisa mengambil alih Grup Aura lagi.
Ibu.
Aku menuju ke galeri sekarang.
"Pameran Hari Jadi ke-21 Pusat Seni Aura"
"Kejayaan, Kehancuran, dan Kebangkitan"
"Selamat"
Halo.
Selamat.
- Terima kasih, Anggota Dewan. - Tentu.
- Selamat. - Apa kabar, Profesor?
- Baik. - Terima kasih.
- Selamat. - Sudah lama tidak berjumpa.
Selamat.
Terima kasih, Anggota Dewan.
- Selamat. - Terima kasih.
Aku hanya mengundang Anda karena sopan santun,
tapi seluruh keluarga malah datang.
Aku tersentuh.
Tentu.
Hidupmu hancur
dan kamu berusaha keras untuk menyintas.
Kami tidak bisa melewatkan pemandangan indah seperti itu.
Dasar wanita licik.
Beraninya kamu menyiksa anak kami, Hae Chul.
Ayo masuk.
Baik. Ayo.
Apa yang Anda lakukan?
Kami akan menyingkap potongan yang mengejutkan di akhir,
jadi, tolong tinggallah sampai akhir.
Ini hadiah terakhirku untuk keluarga.
Begitu rupanya.
Aku senang.
Aku juga menyiapkan hadiah.
Kita lihat mana dari keduanya
yang lebih mengejutkan.
Ayah, Ibu, ayo masuk.
Baik.
Kita bisa menunggu di sini sampai pameran dimulai.
Aku akan memeriksa lukisannya.
Anda mau melukis?
Ya. Aku mau melukis.
Duduklah.
Ini.
Maaf.
Ayah berbuat salah, Jemma.
Tidak apa-apa. Itu akan hilang.
Tetaplah di sini selagi aku ke toilet.
Duduklah di sini dan melukislah, ya?
Baik.
Aku sudah menerima lukisannya.
Dia sungguh hebat.
Mari bicara nanti.
No comments yet. Be the first to leave one.