The first 200 lines.
LEBIH DARI 3 MILIAR ORANG TERHUBUNG LEWAT MEDIA SOSIAL.
SETIAP MENIT, 500 JAM VIDEO DIUNGGAH KE YOUTUBE,
450.000 CUITAN KE TWITTER DAN 2,5 JUTA KIRIMAN KE FACEBOOK.
TIDAK SEMUA YANG DIUNGGAH PENGGUNA DIBIARKAN OLEH PEMILIK PLATFORM.
TANPA KAMI, INTERNET AKAN KACAU-BALAU.
KAMI MENGHAPUS FOTO, VIDEO DAN TEKS,
YANG MELANGGAR ATURAN MEDIA SOSIAL.
SEBAGIAN BESAR KONTEN YANG KAMI PANTAU DI MANILA BERASAL DARI EROPA DAN AS.
ADA UNIT-UNIT LEBIH KECIL DI NEGARA-NEGARA LAIN,
TAPI FILIPINA ADALAH YANG TERBESAR.
ADA RIBUAN PEKERJA DI SINI.
KALAU PERUSAHAAN SAMPAI TAHU BAHWA SAYA BICARA DENGAN KALIAN,
SAYA AKAN MENDAPAT MASALAH.
KLIEN MENGANCAM AKAN MEMBATALKAN SELURUH ORDER.
Saya harus tetap anonim, karena kami sudah teken kontrak.
Kami tidak boleh mengatakan untuk siapa kami bekerja.
Saya bicara dengan kalian karena
dunia perlu tahu
bahwa kami ada.
Ada yang mengawasi media sosial.
Kami berupaya keras agar platform ini aman untuk semua.
Hapus.
Abaikan.
Abaikan.
Hapus.
Hapus.
Abaikan.
Abaikan.
Kami hadir untuk menghubungkan semua orang.
Untuk sebuah komunitas global.
Untuk memberi semua orang kesempatan berbagi apa pun dengan siapa pun.
Mark Zuckerberg kini ibarat editor halaman depan semua koran di dunia.
Platform media sosial perlu dan ingin kontrol penuh atas apa yang terjadi.
Populasi Facebook lebih besar dari populasi negara mana pun di dunia.
Jadi, ketika bertindak sebagai sensor, Facebook berkuasa ibarat negara.
Tanpa media sosial,
pesan saya takkan tersiar.
Bisa jadi saya malah takkan berdiri di sini.
Ada puluhan ribu orang yang melakukan pekerjaan ini.
Semuanya berlangsung tersembunyi,
dilaksanakan oleh orang-orang anonim,
dan mereka mengambil keputusan editorial yang berdampak luas.
MANILA, FILIPINA
Kami tidak mencari penghargaan.
Kami seperti polisi.
Tujuan utama kami adalah membuat platform sesehat mungkin.
Ada yang harus menjaganya,
sama seperti di dunia nyata.
Saya sangat menyukai pekerjaan saya.
Moderator konten itu ibarat penjaga.
Kami melindungi para pengguna.
Itulah pekerjaan saya.
Kami tidak boleh membocorkan apa pun.
Tidak ada yang boleh tahu tentang pekerjaan ini.
Nanti orang akan penasaran.
Saya sudah enam tahun bekerja sebagai moderator konten.
Saya sudah mengamati tidak terhitung banyaknya video dan gambar.
Gambar-gambar ditampilkan di monitor.
Lalu kami menyisir semuanya
dan menghapus gambar-gambar yang melanggar garis pedoman.
Kuota harian adalah 25.000 gambar. Per hari kami amati 25.000 gambar.
Bisa jadi saya ada dalam Guinness-Book of Records.
Tugas utama moderator konten adalah
menyingkirkan sampah.
Itu satu-satunya tujuan kami.
Itu tanggung jawab utama kami:
memastikan hal-hal mencurigakan tidak diunggah.
Itu saja.
TUGAS KAMI ADALAH MENGAWASI DAN MEMODERASI KONTEN DARI PENGGUNA.
SAYA MEMBANTU ORANG LAIN.
SAYA MENYETOP PENYEBARLUASAN EKSPLOITASI ANAK.
SAYA HARUS MENGIDENTIFIKASI TERORISME. HARUS MEMBENDUNG PERUNDUNGAN SIBER.
ALGORITME TIDAK BISA MENGGANTIKAN PEKERJAAN KAMI.
Saya mulai di Google tahun 2004.
Saya merasa mendapat privilese
untuk turut mengembangkan infrastruktur di dunia saat ini.
Menjadi bagian dari sesuatu yang begitu dahsyat
dan punya potensi untuk mengubah kehidupan menjadi lebih baik,
itu sesuatu yang luar biasa dan merupakan privilese.
Kita berangkat dari pertanyaan apa yang boleh ada di platform kita,
dan apa yang tidak patut.
Apa yang tidak kita kehendaki di dalam komunitas kita?
Dan itu berarti menentukan pilihan.
Ada pilihan untuk berkata, tidak ada yang boleh diunggah sebelum ditinjau.
Itu sebuah pilihan.
Atau, saya akan biarkan sebagian besar konten
dan hanya meninjau hal-hal yang dilaporkan.
Itu juga sebuah pilihan.
Kalau kita mementingkan keragaman pendapat,
kalau kita ingin agar platform yang demokratis bisa benar-benar hidup,
saya pikir, kita akan memilih kebijakan yang cenderung liberal.
Apakah Anda bersumpah bahwa kesaksian Anda
mengungkapkan kebenaran secara utuh, tanpa ditambah-tambahi?
Terima kasih.
Nicole Wong,
wakil pimpinan bagian hukum dan pejabat privasi tertinggi di Google.
Nyonya Wong,
staf kami mengakses internet dan memasukkan kata "praremaja" plus
"seks" plus "video".
Melihat situs-situs Google saja...
itu seperti daftar pornografi hardcore.
Ada permainan seks, seks praremaja
dan pornografi remaja...
Ada beberapa level yang harus kami tinjau.
Memang mengerikan bahwa ada situs web seperti itu,
dan kita perlu... - Kita semua sepakat,
tapi perusahaan Anda tampaknya paling enggan memblokir atau mencegahnya.
Itu maksud saya.
Di samping peninjauan berjenjang yang kami lakukan untuk menyaring,
kami juga memiliki mesin pencari terbesar di Internet.
Jadi seharusnya lebih mudah menemukan konten seperti itu
dan memblokirnya, mengingat Anda mesin pencari terbesar.
Kami memiliki mesin pencari terbesar dan amat banyak laman untuk ditinjau.
Staf kami terlatih kami untuk melacak dan menyingkirkan situs seperti itu.
Kami berusaha sebaik mungkin - Oke.
Di awal pelatihan saya tidak tahu apa itu moderator konten.
Itu kali pertama saya mendengar istilah tersebut.
Kami diberi tahu apa yang akan kami lihat, alat apa yang akan kami pakai,
dan apa yang menanti kami dalam pekerjaan ini.
Saya masih ingat ...
bahwa saya mau langsung berhenti saja.
Hal paling mengejutkan yang pernah saya lihat sebagai moderator konten
adalah anak kecil lagi mengulum penis di sebuah bilik kerja.
Anak itu telanjang bulat.
Anak perempuan, kira-kira enam tahun,
dengan penis di mulut.
Pada foto lain
anak perempuan itu terbaring di sebuah tempat tidur
dengan sperma berceceran di sini.
Menurut saya itu betul-betul tidak layak dilihat.
Saya langsung mendatangi atasan saya
dan memberi tahunya bahwa saya tidak sanggup.
Saya tidak sanggup melihat anak itu.
Dia hanya bilang, itu bagian dari tugas saya
dan saya sudah terikat kontrak.
Kalau kita bisa hilangkan semua rintangan dan mengundang seluruh dunia
untuk menampilkan dirinya,
untuk mengunggah segenap hidupnya,
berbagi apa saja yang bisa dibagikan,
orang akan menanggapinya,
orang dengan beragam motif, minat dan hasrat akan menanggapinya.
Kalau Facebook atau Google mengaku tidak memiliki karyawan di Manila,
pernyataan itu memang benar,
sebab yang dipakai adalah tenaga kerja perusahaan alih daya pihak ketiga.
Memang benar bahwa gaji dibayar bukan oleh Google atau Facebook,
melainkan oleh perusahaan alih daya yang berkedudukan di Filipina.
Moderator konten komersial
bekerja di bawah bayang-bayang platform media sosial.
Tanpa terlihat, tanpa dipedulikan.
Tanpa diketahui oleh jutaan pengguna platform, yang tidak ambil pusing
siapa yang menjaga kebersihan di platform mereka.
Moderator konten ibarat penembak jitu.
Sasaran kami adalah para pengguna
yang melanggar peraturan aplikasi.
Kena!
Saya bangga dengan putra saya.
Dia membantu segala kebutuhan kami.
Saya tidak tahu apa kerjanya sebagai moderator.
Saya hanya tahu sebatas yang dia ceritakan kepada saya,
yaitu bahwa dia moderator di tempat kerjanya.
Ibu saya selalu bilang, kalau saya tidak rajin belajar,
saya bakal jadi pemulung.
Sepanjang hari mereka mengais sampah.
Mereka hidup dari sampah.
Itu satu-satunya mata pencaharian yang mereka tahu.
Saya takut bernasib jadi pemulung.
Itu salah satu alasan saya rajin belajar di sekolah.
Gaji di Filipina sangat kecil.
Berkat pekerjaan sebagai moderator konten
kami bisa menyambung hidup.
Hapus.
Abaikan.
Hapus.
Ini bisa dihapus.
Hapus.
Abaikan.
Hapus.
Hapus.
Hapus.
ILLMA GORE, SENIMAN, LOS ANGELES
Januari 2016 saya membuat lukisan Donald Trump dengan penis kecil,
yang saya beri judul "Make America Great Again".
Lukisan itu menjadi viral
dan jutaan orang membagikannya lewat berbagai platform.
Beberapa hari kemudian Trump menyinggung ukuran penisnya
di sebuah acara debat.
Saya masih ingat, teman saya ...
Dia menelepon dan berkata:
"Apa kau yang membuat Donald Trump membahas penisnya di acara debat?"
Kata dia, kalau tangan saya kecil, pasti ada lagi yang kecil.
Saya jamin, tidak ada masalah.
Saya taruh di laman Facebook saya,
dan dalam tempo tiga hari sudah dibagikan lebih dari 50 juta kali
di begitu banyak platform media sosial.
Benar-benar gila.
Saya tidak menyangka akan seperti ini.
Ini Donald Trump telanjang.
Dia bukan pemimpin yang tangguh.
Karena itu penisnya cenderung kecil.
Dia kurang perkasa
No comments yet. Be the first to leave one.