The first 200 lines.
Film ini berisi penggambaran prasangka etnis, ras, dan kultural
yang lazim dalam masyarakat Jepang pada saat produksi film.
Kendati kami memahami bahwa para kreatornya tidak bermaksud
untuk menunjukkan ketidakpekaan, kami memikirkan ini dengan sangat serius.
Kami menayangkan film ini di masa kini, karena yakin harus menyampaikan ke dunia
tema yang mendasarinya, seperti cinta terhadap keluarga dan kehormatan.
Tugas kami untuk melestarikan animasi, yang juga bagian penting dari kultur Jepang.
Kami dengan tegas menentang segala bentuk rasisme dan diskriminasi.
Dibanding menghapus penggambaran dari film,
kami ingin mengambil pelajaran dan memulai dialog-dialog yang bermakna
untuk masa depan yang lebih baik.
TEZUKA PRODUCTIONS
Jungle Emperor Leo, aka Kimba the White Lion
Di benua Afrika, ada sebuah lembah yang membentang dari utara ke selatan.
Lembah itu disebut Lembah Celah Besar.
Meskipun disebut lembah, luasnya seolah-olah bumi terbelah.
Di sebelah barat lembah terdapat hutan Kongo,
di sebelah timur terdapat sabana Uganda dan Kenya,
di sebelah utara adalah Sungai Nil yang mengalir dari Danau Victoria
dan juga gurun Sahara.
Dalam waktu yang lama, alam yang kasar di tanah ini
mencegah Afrika dari memiliki budaya yang beradab
sehingga benua ini disebut sebagai Benua Hitam.
Namun, sekarang sudah berbeda.
Hari telah menyingsing di Afrika.
Pada abad ke-20,
Afrika memulai perjalanan menuju pembangunan budaya beradab.
Namun, jika kamu meninggalkan dunia umat manusia yang terang
dan mengambil langkah ke hutan...
di sana masih Benua Hitam.
Ada hukum rimba,
di mana yang kuat akan bertahan dan yang lemah musnah,
dan mati.
Kisah ini dimulai di kerajaan hewan
yang terletak di hutan dekat khatulistiwa.
Ratu Panja ada di sini?
Ya. Yang Mulia Ratu Eliza akan ikut serta.
Hore!
Tidak, Bodoh.
Dia ditangkap oleh manusia.
Dan, juga
ratu yang malang itu akan melahirkan.
Bagaimana jika kita mendukungnya?
Setuju!
Terima kasih karena langsung setuju.
Ayo mulai sekarang!
Bayinya sudah lahir.
Dia bayi laki-laki putih yang lucu.
Sekitar sebulan sudah berlalu.
Semua hewan dijual di berbagai pelabuhan,
tapi, ratu Panja, Eliza, masih berada di kapal.
Hei, siapa ini?
Oh, itu ayah gadis ini.
Di mana ayahku?
Oh, itu...
Kemarilah, putraku.
Ada apa, Ibu?
Anak singa bukan lagi bayi saat mereka sudah tumbuh seukuranmu.
Jadi, hari ini Ibu akan menceritakan
cerita tentang ayahmu, Panja.
Panja adalah singa cerdas yang pemberani.
Ayahmu, Panja,
selalu melindungi seluruh hewan
dari manusia yang datang untuk merusak hutan.
Singa putih belum muncul sama sekali.
Dia pasti terintimidasi melihat kita.
Terus berjaga. Dia ada di sekitar sini.
Itu dia!
Biar kuurus!
Hei, berikan senapannya!
Oh, tidak!
Hewan-hewan kita kabur!
Sial!
Ayah sangat kuat, 'kan?
Tidak hanya kuat,
dia juga sangat baik.
Dan itulah kenapa
banyak hewan-hewan lemah yang suka berkumpul di sekitar Panja.
Apa? Kita akan punya bayi?
Ya, Sayang.
Selamat, Ratu Eliza dan Raja Panja!
Selamat!
Terima kasih.
Aku akan memeriksanya.
Apa ada yang dimakan lagi?
Apa aku terlambat?
Yang Mulia. Seekor monyet diserang.
Pelakunya macan kumbang seperti biasa.
Aku sudah menghukumnya sebelumnya. Ini tak bisa diterima.
Tak ada gunanya.
Mereka semua sama saja, Yang Mulia.
Mereka menggila saat lapar.
Mereka mengejar sisanya di sini.
Yang Mulia!
Mandy, di mana Panja?
Dia pergi.
Apa dia pergi ke desa manusia lagi untuk mencari ternak?
Ya, mungkin...
Dia membuat dirinya dalam bahaya besar.
Jumlah daging yang dibawanya kembali,
tidak akan cukup mengisi perut semua hewan di hutan.
Yang Mulia.
Raja Panja pasti cukup bijaksana untuk mengetahui hal itu.
Dia harus pergi meski dia tahu keterbatasannya.
Aku sudah percaya padamu!
Aku tidak ingin mengundang seseorang yang tak berguna jauh-jauh dari London.
Orang-orang Janga marah besar.
Berburu singa mungkin olahraga bagimu,
tapi itu masalah hidup atau mati bagi mereka.
Babi dan sapi adalah sumber hidup mereka...
-Tapi, Tuan... -Tapi singa putih mencuri
semua ternak mereka.
Saat penduduk desa pergi berburu singa putih,
lima atau enam orang diserang.
Sebagai petugas pengelolaan satwa liar, aku diajak berkonsultasi.
Maka aku memanggilmu, pemburu bersertifikat.
Aku sudah percaya padamu!
Aku tidak ingin mengundang seseorang yang tak berguna jauh-jauh dari London.
Dia mulai lagi. Ini sudah yang kelima kalinya.
Itu yang dia katakan padamu?
Singa yang mencuri ternak biasanya dalam keadaan pincang.
Tapi yang ini berbeda.
Menurut petugas pengelola, dia sepertinya melindungi hewan yang lemah.
Tapi ternak juga hewan yang lemah.
Bagi binatang di hutan, binatang di pihak manusia itu pengkhianat.
Aku mendengar suara sapi.
Sudah terlambat untuk menembaknya.
Lihat ini.
Pak Ham-dan-telur! Singa itu di sini!
Apa yang kamu lakukan?
Aku sedang merekam.
-Apa? -Petugas.
Kamu bilang seekor singa punya seekor pasangan, 'kan?
Ya, aku mengatakan itu. Lalu?
Bagus!
Lihat saja, aku akan menangkapnya besok
dengan senjata rahasiaku.
Keesokan harinya,
manusia-manusia jahat datang lagi.
Panja?
Dia seharusnya ada di hutan melawan manusia. Ini aneh.
Ini jebakan!
Panja! Jangan datang ke sini! Panja!
Jika kamu datang, manusia akan membunuhmu!
Tetap di sana, Panja!
Eliza.
Panja.
Aku sudah memilih nama yang bagus.
Nama untuk putra kita yang akan segera lahir adalah Leo.
Tolong beri nama dia Leo.
Itu cerita ayahmu.
Kamu harus menjadi putra yang layak menyandang nama ayahmu.
Kamu mengerti, Leo?
Ya.
Leo.
Itu nama yang bagus.
Leo.
Kamu harus segera menyelinap keluar dari kapal ini
dan kembali ke Afrika, ke hutan.
Ya, Bu.
Apa Ibu tidak ikut?
Ibu terjebak di kandang ini.
Kamu harus pergi sendiri.
Tidak!
Aku tak ingin pergi tanpa ibu, Bu!
Aku tidak mau!
Tak ada jalan lain.
Leo.
Apa kamu pikir kamu bersikap seperti putra Panja?
Itu kejam. Leo masih sangat kecil.
Dengar baik-baik. Kapal ini akan segera tenggelam.
T-Tenggelam?
Hanya hewan yang bisa merasakannya.
D-Dia membiarkan putranya pergi sebelum--
Mereka berburu tikus!
Mengerikan sekali! Aku akan pergi dan membantu mereka!
Sebentar. Jika kamu cukup berani untuk membantu mereka,
kenapa kamu tak bisa pergi ke Afrika?
Hutan lebih buruk daripada di sini.
Selamat tinggal, Putraku.
Selamat tinggal, Ibu.
Ibu!
Jangan menghalangi. Bisakah kamu berenang lebih cepat?
Tapi aku tidak bisa berenang.
Astaga! Tunggu di sini.
Pak Tuna akan mengajarimu, Bocah.
Gerakkan sirip ekormu.
Aku tak punya itu.
Bukankah ini sirip ekormu?
Sekarang, perhatikan. Jaga agar tubuhmu tetap rata.
Ya, itu dia.
Sekarang, buang napas.
Pertama, bentangkan sayapmu.
Lalu, kamu terbang di udara.
Tendang airnya seperti ini, mengerti?
Astaga. Aku belum pernah melihat ikan yang kemampuan berenangnya seburuk kamu.
Berhenti berenang dan gunakan ini.
Manusia kadang juga menggunakan ini.
Wah! Ini cepat!
Dia tak ada harapan, dia senang didorong oleh kita.
No comments yet. Be the first to leave one.