Jaggi

Jaggi

Download Indonesian Subtitle

Release info

Jaggi 2022 WEBRip id
A Commentary by Kudalumping
Durasi: 01:53:57

Tags

webdl
Published on: 2024-05-22
Downloads: 253
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Semua orang menginginkanku melakukan apa yang mereka mau.

Baik itu orang tuaku atau orang-orang di desaku.

Suara-suara di kepalaku kini meledak, beberapa hari terakhir,

tidak bisa kutanggung lagi.

Ledakan-ledakan itu terjadi

karena rasa takut yang menghantuiku selama bertahun-tahun.

Aku tidak bisa tidur karena apa yang akan terjadi ke depan.

Aku tidak bisa membuat Raman mengalami apa yang sudah kualami sepanjang hidupku.

A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G

Hei! Kenapa kau tidak angkat teleponku?

Kau bisa saja memberitahuku kau ada di sini, di pertanian.

Kau akan tunangan besok! Kau malah bersikap seperti itu.

Ayahmu yang pemabuk sudah mengacaukan semuanya.

Setidaknya kau harus berperilaku benar.

Lagipula, apa yang kau lakukan di sini.

Aku mencarimu ke mana-mana.

Katakan! Kenapa bersembunyi?

Semua orang akan menikah, tidak terkecuali kau!

Satte!

Antar aku ke tempatku.

Naik.

Buruh taniku mengambil motorku. Jaggi, geser.

Kau dan Jaggi sedang apa?

Aku datang menjemputnya.

Kudengar dia akan tunangan besok.

Ya, ya.

Oke, "Jaggi", jadi seberapa cantiknya dia? Hmm?

Dia lebih cantik dari ibumu? Hmm?

Ayolah, kau terlalu pemalu, Jaggi. Santai sedikit.

Katakan, kau sudah membuat ceri atau belum?

Katakan.

Malam pernikahan adalah urusan yang rumit, Jaggi, aku memberimu peringatan.

Selamat sore!

Apa yang terjadi, katakan.

Baiklah, jangan beritahu aku. Aku akan datang saat kau menikah.

Ayolah, kau harus bicara lebih banyak, bersenang-senanglah.

Apa?

Aku hanya memintanya untuk sedikit terbuka.

Bangun, matahari sudah terbit.

Jaggi, ayo, bangun dan minum tehmu.

Ayah!

Bangun, tehnya sudah datang.

Hari ini kita akan belajar HTML.

HTML memiliki berbagai tanda dan kita akan membahas kegunaannya.

Setelah kelas 8, aku diterima di sekolah menengah,

untuk kelas 9-ku,

Sekolah khusus laki-laki.

Itu sebabnya para siswa sering mengumpat.

Mereka juga membicarakan seks tiap ada kesempatan.

Rasanya enak sekali kalau ngocok seperti itu.

Aku pun begitu.

Aku juga.

Berapa kali sehari kau ngocok?

3-4 kali.

Benarkah! Aku 7-8 kali.

Aku 9 kali! 9 kali!

9 kali?

Apa katamu?

Aku melihat perempuan telanjang kemarin.

Aku muncrat dan mengeluarkan banyak sperma.

Aku tidak percaya.

Itu konyol!

Ibu! Tolong ambilkan aku chapati lagi.

Jaggi baru pulang dari sekolah. Kapan kau akan ada di sini?

Oke, sampai jumpa lagi, sampai jumpa.

Jaggi! Buka pintunya, ayahmu pulang.

Paman! Tutup pintunya.

Lepaskan sepatunya dan baringkan dia dengan benar.

Diam! Jalang!

Kau membuatku jadi bahan tertawaan di desa.

Pelacur sialan! Kau mempermalukanku.

Jaggi! Letak saja dia di tempat tidur.

- Kau tahu apa? - Apa?

Hari ini aku melihat dengan jelas belahan dada Guru.

Sialan! Aku harus ke kamar mandi untuk ngocok.

Hah, aku tidak percaya.

Aku di kursi depan saat dia membungkuk mengambil pena.

Kau mungkin tak tahu karena kau di kursi belakang.

Kau tahu tubuhmu akan melemah, brengsek!

Itu mitos, bodoh. Minumlah susu tiap hari semua akan baik-baik saja.

Aku tidak melakukan sebanyak itu,

Aku sendirian cuma hari Minggu, jadi cuma sekitar 3-4 kali.

Berapa paling banyak kau dalam sehari?

Apa maksudmu? Aku belum pernah melakukannya.

Apa? Belum pernah?

Ya! Aku bersumpah, belum pernah.

Kau akan impoten, bodoh. Tidak ada perempuan yang akan menikah denganmu.

Aku tidak mengerti.

Artinya, kau tidak akan bisa ereksi bahkan saat kau sudah lanjut usia,

jika kau tidak pernah ngocok.

Semua orang bilang, ada momen euforia saat ngocok.

Aku mencoba berkali-kali untuk merasakannya tapi sia-sia.

Tiga.

Goni! Satu.

Goni! Katakan padaku satu hal.

Ya?

Kapan kau mulai ngocok?

Jangan bicara begitu di sini.

Aku hanya mengatakan.

Tigapuluh. Ayo, beritahu aku.

Umm, kurasa sekitar kelas 5 atau 6.

Dua puluh delapan.

Kosong?

Nol.

Absen?

Dua.

Awalnya kau merasa enak?

Merasa enak? Bagus sekali. Itu baru permulaan, kau tidak ejakulasi.

Sekarang aku muncrat banyak sekali.

Aku bingung, aku tidak merasakan apa pun seperti yang kau katakan. Bahkan tidak sedikit pun.

Kau yakin?

Tidak, bahkan penisku tidak ngaceng.

Apa? Kau tidak ngaceng?

Tidak sedikitpun? Berapa kali kau mencoba?

Sering.

Tidakkah kau pikir kau gay?

Apa maksudnya gay?

Orang yang tidak bisa ngaceng.

Apa yang harus kulakukan, bro?

Hanya ada satu solusi. Kau harus jadi homo.

Lalu aku bisa ngaceng?

Ya.

Tidak lucu. Banci.

Aku tahu ada yang salah denganmu, rambutmu panjang seperti perempuan.

Apa hubungannya dengan rambutku?

Semua ada hubungannya, kau terlihat seperti homo.

Tolong, jangan beri tahu siapa pun.

Tidak! Aku akan memberitahu semua, kau homo.

Apa-apaan?

Dasar homo.

Katakan angka berikutnya, homo.

Aku memperingatkanmu. Jangan berani-berani kau?

Kau suka dipanggil homo atau banci?

Sialan, kerjakan sendiri.

Jaggi! Ayolah! Jaggi! Homo. Gay.

Lucu sekali.

Ada apa, tukang muncrat?

Kenapa kau tidak mengemut penisku?

Bro, aku bukan laki-laki seperti itu.

Oh jangan bertingkah, kau mau uang?

Tidak.

Kami akan memberimu 50 dolar, itu akan menyenangkan.

Tolong tidak.

Baiklah, bagaimana kalau ngocokkan saja?

Kau mau uang?

Bro, tolong tanya orang lain, aku tidak bisa.

Tidak, kami menginginkanmu, kau akan menyukainya.

Bro, tolong jangan. Aku kenal laki-laki seperti itu. Dia akan melakukan secara sukarela.

- Siapa? - Jaggi.

Jaggi siapa?

Teman sekelasku.

Seperi apa teman sekelasmu itu?

Yang punya rambut panjang bergelombang.

Di mana dia tinggal?

Aku tidak yakin, "Khadak", kukira.

- Kothe Khadak Singh? - Ya ya.

Bagus!

Ayahnya polisi, kan?

Ya.

Aku mengerti.

Tapi siapa yang memberitahumu dia gay?

Dia bilang padaku penisnya tidak bisa ngaceng, menurutku dia gay.

Ayah dan anak sama. Ayahnya juga impoten.

Bukankah itu bagus? Ayo kita ngentot dengan homo itu.

Apa lagi yang dia katakan padamu?

Dia bilang dia mencoba melakukan banyak hal tapi tidak ngaceng juga.

Aku sangat yakin dia gay.

Dia pernah melakukannya dengan seseorang?

- Aku tidak tahu. - Tidak? - Tidak yakin.

Ayo kita temui dia. Di mana dia sekarang?

Aku melihatnya di dekat pendingin air.

Pegang ini. Kau sebaiknya diam.

Berapa lama kita harus terus ngentotin para homo? Aku ingin sekali melakukannya dengan perempuan.

Bro, kemarin aku ketemu perempuan di bus. Aku memberinya nomor teleponku.

Tidak mungkin.

Aku tidak bercanda. Dia meminta nomorku.

Makanya aku memberinya nomor teleponku di selembar kertas.

Kau melihat dirimu sendiri di cermin?

Sialan, pasti lebih baik darimu.

Gigit aku.

Itu dia? Dekati dia. Bicara dengannya, oke?

Hei! Apa kabarmu?

Aku baik saja?

Ke mana tujuanmu?

Aku pulang.

Di mana kau tinggal?

Kothe Khadak Singh.

Yakin? Itu juga desa kami.

Kalian juga dari Kothe Khadak Singh?

Ya, siapa ayahmu?

Gurdev Singh.

Oh polisi.

- Benar? - Oh oke, ya.

Kau kenal ayahku?

Aku kenal semua orang di keluargamu.

Aku tidak pernah melihatmu. Kupikir kau tinggal jauh dari rumah atau semacamnya.

Aku sibuk dengan urusan tani, jadi aku jarang keluar.

Kami juga, ayo sesekali kita berkumpul.

Semua laki-laki nongkrong di taman. Kau harus bergabung.

Aku akan mencoba.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left