Release info

비켜라운명아 It'sMyLife E80 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2019-02-23
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"It's My Life"

"Episode 80"

Lama tidak bertemu.

Kukira kita tidak akan pernah bertemu lagi.

Ada apa Anda kemari?

Aku tahu kamu sakit hati karena aku.

Kamu pasti membenciku.

Tidak ada yang ingin kubicarakan. Jadi, silakan pergi.

Jin Ah.

Si Woo sakit keras.

Si Woo

sekarat.

Baju kami bermasalah gara-gara seseorang.

Merosotnya penjualan mereka

berarti penjualan kami juga turun.

Dia tidak mungkin membahayakan reputasi Hyunkang

hanya untuk menyabotase mereka.

Ya, tidak mungkin.

Semua salahku.

Setelah kamu pergi,

dia terpaku bekerja dan lembur tiap hari.

Dia juga

minum-minum tiap malam.

Aku melakukannya demi Si Woo,

tapi dia sangat terluka pada akhirnya.

Maafkan aku.

Aku tidak akan kembali sebanyak apa pun Anda meminta maaf.

Lagi pula, Anda tidak akan menerimaku.

Lalu, bertemu dengannya hanya untuk meninggalkannya lagi...

Aku tidak bisa melakukannya. Tidak.

Aku tidak akan melakukannya.

Maafkan aku, Jin Ah.

Aku tidak akan pernah melakukan itu lagi.

Jika kamu memintaku menandatangani perjanjian, akan kulakukan.

Tidak, kalian mau mendaftarkan pernikahan kalian lebih dahulu?

- Anda serius? - Ya.

Ayo daftar pernikahan kalian lebih dahulu.

Lalu, setelah Si Woo pulih,

adakan pesta pernikahan.

Lalu, apa yang kukatakan kepadanya?

Apa yang kukatakan jika dia menanyakan alasanku pergi?

Bisakah aku berkata Anda memaksaku meninggalkannya?

Jangan.

Jangan katakan...

Tolong jangan katakan itu.

Jika Si Woo

tahu mengenai itu, dia akan meninggalkanku.

Aku tidak bisa hidup tanpanya.

Kamu tahu itu.

Lalu, kenapa...

Kenapa Anda melakukan itu? Anda seharusnya menyetujui hubungan kami.

Kenapa Anda harus memisahkan kami dan membuat kami tersiksa?

Maafkan aku, Jin Ah.

Tolong maafkan aku sekali ini saja.

Si Woo

butuh transplantasi lever untuk hidup.

Aku ingin menjadi donornya,

tapi leverku tidak cocok.

Bagaimana nasib Si Woo sekarang?

Bagaimana jika dia mati?

Tidak.

Dia tidak akan mati.

Dia tidak akan meninggalkanku dan bayi kami seperti ini.

Apa? "Bayi"?

Jadi, itu benar?

Kamu sungguh hamil?

Ayo pergi.

Aku akan melindungi

Pak Choi dan bayi kami.

"Rumah Sakit Hanguk"

Jin Ah.

Apa ini

mimpi?

Bukan.

Ini bukan mimpi.

Ini...

Ini sungguh kamu, Jin Ah?

Aku merindukanmu.

Aku sangat merindukanmu.

Ke mana saja kamu?

Aku sangat merindukanmu.

Kenapa kamu baru kembali sekarang?

Maafkan aku.

Aku tidak akan...

Aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi.

Kamu sungguh harus pergi seperti ini?

Setidaknya berpamitanlah kepada Nam Jin sebelum pergi.

Lagi pula, aku akan bertemu dengannya di kantor.

Terima kasih atas segalanya.

Bu Yang dan Bu Heo.

Kalau begitu, seharusnya kamu di sini dan membalas kebaikan kami.

Haruskah kamu pergi seolah-olah kabur seperti ini?

Akan kubalas kebaikan kalian saat penghasilanku besar.

Jaga kesehatanmu sampai saat itu.

Jaga lututmu

dan hati-hati dengan debu halus.

Kamu punya tempat tinggal?

Aku menyewa kamar di tempat Seon Hui tinggal.

Untuk sementara, Pak Lee akan langsung pergi ke rumah sakit

untuk mengurus anak-anak.

Aku juga akan datang nanti.

Soal membaca buku cerita,

- aku ahlinya. - Baiklah.

Nona Han dan Pak Koo, bekerja dengan Minhan untuk produksi baru.

Nona Kim, rilis artikel mengenai itu

- dan amati komentar di Internet. - Baik.

Bisnis kepada pelanggan.

"Sentuh hati pelanggan adalah strategi pemasaran terbaik."

Itu nasihat yang kudapat dari Pak Heo kemarin.

Kita jelas membuat kesalahan,

tapi jika kita berusaha memperbaiki kesalahan yang kita buat,

kepercayaan pelanggan pasti kembali.

Pak Ahn, kamu sangat menginspirasi.

Apa karena aku tergila-gila kepadamu?

Aku tidak tergila-gila, tapi kurasa dia amat menginspirasi.

Namun, di mataku, ada yang lebih menginspirasi.

Astaga.

Masuk.

- Halo. - Maaf mengganggu.

Masuklah.

Ini reporter dari Koran Seom Yoo.

Dia ingin mengikutimu hari ini untuk menulis artikel mendalam.

Aku?

Jangan merasa tertekan. Bekerjalah seperti biasa.

Kamu ingat pemasaran bisnis kepada pelanggan, bukan?

Bagaimana dengan bayi kita?

Apa yang terjadi kepadanya?

Aku hamil sembilan minggu.

Julukan janin ini adalah Woo Jin. Itu dari nama kita.

Woo Jin.

Woo Jin terdengar bagus.

Saat kudengar denyut jantung bayi ini, aku ingin menangis.

Pasti menyenangkan jika kamu mendengarnya bersamaku.

Katakan

kenapa kamu harus pergi seperti itu,

padahal kamu tidak melakukan aborsi.

Aku...

Aku hanya takut.

Bu Choi bilang aku harus berhenti bekerja saat hamil.

Aku sungguh tidak mau.

Sungguh hanya itu yang terjadi?

Maaf. Aku gegabah.

Jika aku memberitahumu, kamu pasti akan menghentikannya.

Aku tidak mau bertengkar dengan Bu Choi karena itu.

Bu Choi bilang kita sebaiknya mendaftarkan pernikahan kita.

Benarkah?

Dia juga berjanji akan menjadi ibu mertua yang baik.

Jadi,

kamu harus segera pulih.

Saat Woo Jin lahir, kamu harus bermain bola

dan berjalan-jalan dengannya.

Tentu saja. Akan kuajak dia ke taman hiburan,

dan berolahraga. Aku juga akan mandi bersamanya.

Si Woo terlihat bahagia setelah bersama Jin Ah.

Terima kasih, Ibu.

Terima kasih sudah menemukan Jin Ah.

Ayo daftarkan pernikahan kalian minggu ini.

Aku lupa. Jin Ah, bisa kita bicara sebentar?

Ya, Bu Choi.

Akan menyenangkan jika kamu memanggilku "Ibu".

Ya,

Ibu.

Aku akan melakukan tesnya juga.

Golongan darah kalian pasti berbeda.

Tidak ada gunanya.

Lalu, bagaimana?

Apa yang harus kulakukan?

Oleh karena itu,

bisakah kamu meminta Nam Jin melakukan tesnya?

Nam Jin?

Jika kamu meminta tolong kepadanya, dia akan melakukannya.

Aku?

Kamu pasti tahu

Nam Jin tidak akan mendengarkanku.

Hanya saat Si Woo meninggal,

dia bisa menjadi penerus Hyunkang.

Nam Jin bukan orang seperti itu, Ibu.

Meskipun Nam Jin setuju,

Seung Joo tidak akan membiarkannya.

Jangan membuang waktu, Jin Ah.

Jika Si Woo mengalami komplikasi,

seperti koma hepatik, dia tidak bisa menerima transplantasi.

Aku selalu melakukan hal buruk kepada Nam Jin.

Kita harus menyelamatkan Si Woo bagaimanapun caranya sekarang.

Jin Ah, hanya kamu

yang bisa meyakinkan Nam Jin.

Kamu mengerti, bukan?

Namun, sungguh haruskah aku melakukan itu?

Hanya ini cara membuat Bu Choi

menebus perbuatannya.

Masuk.

Selamat datang. Duduklah.

Sun Ja, kamu di sini juga.

Sun Ja sayang,

kamu baik-baik saja?

Kamu disengat tawon?

Kenapa bicaramu seperti itu? Itu memalukan.

Astaga. Jangan mengabaikanku.

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left