The first 200 lines.
Ayo, bangun...
Bangun...
- Hei, bangun... - Ayo, bangun.
- Bangun... - Ayo, bangun.
Ayo.
Kiri-kanan, kiri-kanan...
Kiri-kanan, kiri-kanan...
Tetap antri...
Ayo.
Ke sebelah sana.
Bu, permisi sebentar...
Tolong.
Jika kau membawa orang banyak tanpa pemberitahuan...
Bagaimana kami mengakomodasi semuanya?
Apa yang harus dilakukan, Bu? Ini tindakan pencegahan perang.
Tapi kami tidak bisa membiarkan orang-orang seperti itu tinggal di sini...
Beberapa waktu yang lalu, bukankah kami membawa satu lot dari kota?
Jika kita melepaskan mereka, tidak bisakah kita menampung yang ini?
Biarku lihat...
- Aku akan bicara dengan Dr. Arun... - Oke.
Kami bisa mengganti mereka yang merasa sudah baik.
Lagipula tidak ada pilihan lain.
Terima kasih, Bu.
Entah itu karena perang atau kunjungan presiden, semua yang memusingkan adalah tanggung jawab kami.
Kau menyeret orang dari jalanan dan membuangnya ke sini.
Meski belum diumumkan secara publik, situasinya adalah Darurat Perang.
Kami sudah diminta untuk mengangkut semua gelandangan dari jalanan.
Warga sipil tanpa identitas ini adalah ancaman nasional, dokter.
Terutama di masa perang.
Apa akan terjadi perang?
Aku tidak tahu.
Tapi, semua orang waspada.
Buka matamu.
Lebar.
Lihat ke atas.
Buka mulutmu.
Ya.
Ambil napas dalam-dalam.
Tidak ada yang salah denganmu.
Semuanya baik.
Berikutnya...
Sudah berapa lama kau di sini?
Sudah lama.
Berapa bulan tepatnya?
Sekitar enam bulan.
Buka mulutmu.
Rentangkan lidahmu.
Oke.
Aku akan memeriksanya.
Lihat ke atas.
Sekarang mata ini.
Oke.
Ambil napas dalam-dalam.
Santai, dan tarik napas dalam-dalam.
Tarik napas dalam-dalam.
Tidak masalah... kau bisa pulang.
Kesehatanmu baik.
Oke?
Bahkan saat aku dibawa ke sini aku tidak ada masalah, dokter.
Semua pasien gangguan jiwa mengatakan hal itu.
Sampai saat ini, kau tidak punya masalah, oke?
Minumlah obatmu selama beberapa hari.
Baiklah kalau begitu.
Bolehkah aku bertanya sesuatu?
Silakan.
Dokter, apa kau marah?
Aku?
Tidak.
Semua pasien gangguan jiwa bilang begitu, kan?
Selanjutnya, selanjutnya.
Ayo, duduk.
- Kuharap kau tidak bertanya. - Tidak pak.
Buka matamu.
Buka matamu, bukan mulutmu.
Tablet ini... Ambil satu, tiga kali sehari.
Ini, satu di pagi hari dan satu lagi di malam hari.
Yang ini, sebelum kau tidur.
Minumlah secara rutin ya.
- Siapa namamu? - Kunjikrishnan.
- Siapa namamu? - Ramesh.
Hei lihat...
Jika kau berkeliaran di jalanan lagi,
Polisi akan membawamu kembali, oke?
Akan lebih baik bagimu jika kau berhati-hati.
Ambil satu, tiga kali sehari.
Satu.
Dua.
Tiga.
Satu di pagi hari.
Dan satu di malam hari.
Tiga kali sehari.
Di seluruh negeri, peraturan keamanan sudah diperketat.
Menurut laporan tidak resmi, perang bisa dimulai kapan saja.
Menteri Pertahanan menegaskan keamanan perbatasan diperkuat.
Namun saat ditanya apa akan terjadi perang, dia tidak menjawab.
Ada juga laporan pembangkit listrik tenaga atom baru sudah dimulai
berfungsi di berbagai bagian negara.
Menteri Pertahanan juga tidak menanggapi pertanyaan ini.
Jumlah penerbangan internasional berkurang secara signifikan.
Hei, kenapa kau mengintip?
Aku tidak mengintip.
Apa yang kau inginkan?
Aku...
Aku tinggal di sana.
Aku tidak berada di sini selama beberapa waktu.
Namun, saat aku pergi, tidak ada seorang pun yang tinggal di sini.
Apa aku memerlukan izinmu untuk tinggal di sini?
Sekarang kau tahu siapa yang tinggal di sini, pergilah!
Aku ada kerjaan yang harus dikerjakan.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Aku hanya melihatnya sekali.
Dia tidak pernah ke sini.
Setelah kau pergi, kami tidak ke sana.
Aku melihatnya beberapa kali,
tapi dia tidak bicara.
Tapi kenapa dia tinggal di sana?
Siapa?
Ini kami, Kakek.
Kau sudah memberi makan kambing?
Ya.
Bagaimana kesehatanmu?
Siapa ini?
Ini aku!
Sudah lama sekali sejak kau pergi.
Dari mana kau?
Aku tidak berada di sini selama beberapa waktu.
Polisi menjemputku dan memasukkanku ke rumah sakit.
Kenapa Polisi memasukkanmu ke rumah sakit?
Polisi ada juga yang gila.
Mereka pikir semua orang gila.
Mereka menganiaya orang...
Dan terkadang memasukkannya ke penjara atau rumah sakit jiwa.
Itulah kegilaan mereka, apa lagi?
Mereka menghajarmu?
Tidak.
Tapi mereka menyetrumku.
Aku takut pada Polisi.
Ada laki-laki yang berpenampilan seperti Polisi, sering datang ke sini.
Laki-laki yang terlihat seperti Polisi? Siapa?
Itu pesawat terbang.
Lihat, pesawat lain datang.
Kudengar perang akan segera dimulai.
Perang?!
Ya.
Penuh dengan orang-orang pabrik di sana...
Mereka terlihat seperti Polisi.
Pesawat sering terbang lewat.
Mereka yang datang ke sini berkata, “Perang akan segera dimulai.”
Mereka datang ke sini?
Ya, beberapa kali.
Mereka bilang kita harus meninggalkan tempat ini.
Seseorang sudah membeli tanah ini untuk membangun pabrik.
Aku takut pada mereka.
Kau kenal mereka?
Bisakah kau memberitahu mereka untuk jangan datang ke sini?
Biar kulihat nanti.
Aku akan memberi tahu saat aku bertemu mereka.
Bukankah kau pergi ke sekolah hari ini?
Hari ini hari Minggu.
Oh aku lupa.
Saat ini aku tidak bisa mengingat tanggal atau waktu.
Hei kawan, kecilkan volumenya!
Kecilkan volume lagu itu!
Orang-orang membutuhkan kedamaian di sini!
Apa itu? Festival atau karnaval atau apa?
Laki-laki yang jadi momok itu sudah kembali.
Dia gila.
Jadi meskipun aku tidak datang, kau punya teman.
Teman yang baik!
Kenapa kau memakai seragam saat kau datang?
Seragam ini menghindari kecurigaan.
Tapi jika kau bersikeras,
Aku akan menggantinya.
Jangan terburu-buru.
Kemarilah.
Apa yang kau lakukan?
Kita punya tetangga sekarang.
Bagaimana jika dia penasaran dan mengintip?
Oke.
Matikan radio itu, kawan!
Aku tidak suka lagu.
Sudah kubilang, aku tidak menyukainya!
- Kau melihat? - Ya.
Coba lihat.
Bagaimana jika kita mendekat?
Jangan, mereka punya senjata.
Mereka tidak akan melihat kita.
Ayo.
Ayo lari...
Tahan.
Dari mana kau?
Sudah berbulan-bulan sejak kau pergi!
Karena aku tidak menemukanmu, aku mencari satu, dua orang jadi pembantu.
Tapi tidak ada seorang pun yang tahan lebih dari dua minggu.
Tidak ada yang suka melakukan pekerjaan seperti ini.
Haruskah aku ikut tugas?
Ada mayat tadi.
Mereka mengambilnya.
Besok, kukira mereka akan melakukan postmortem.
Kembalilah lagi besok.
No comments yet. Be the first to leave one.