Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 83 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-04-06
Downloads: 10
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kamu melakukan tes transplantasi ginjal?

- Itu... - Jangan berusaha membohongi ibu.

Dokter Han sudah mengatakan segalanya.

Benar.

Go Ya mengetahuinya?

Tidak.

- Ibumu? - Dia juga tidak tahu.

Lalu...

Jika tes pertama cocok,

aku akan memberi tahu semuanya.

Jika kamu lolos tes pertama...

Aku akan menjalani operasi.

- Terima kasih. - Ibu.

Terima kasih.

Ibu sungguh berterima kasih.

Jangan bilang begitu.

Tapi kamu harus berhenti.

Apa?

Jangan melanjutkan tes. Jangan lakukan itu.

Ibu akan selalu ingat kamu begitu pengertian.

Ini bukan keputusan mudah.

Ibu tahu.

Bahkan untuk anggota keluarga pun tidak mudah.

Ibu tahu betapa besar pertimbanganmu.

Tapi kamu harus mendengarkan ibu.

Akan ada cara lain

agar keadaan Go Woon membaik.

Pikirkan cara agar keluargamu tetap bahagia.

Ibu.

Terima kasih sudah sangat perhatian

terhadap Go Woon.

Itu sudah cukup.

Jadi, dengarkan ibu.

Jika melanjutkan tes, kamu tidak akan melihat ibu lagi.

Teganya kamu melakukan ini kepada bibi, Ji Seok.

Ji...

Astaga.

Kenapa Ji Seok bersama wanita itu?

- Kembalilah. - Hanya sampai Ibu pergi.

Sampai nanti.

Ji Seok.

Siapa wanita itu?

Wanita yang bicara denganmu.

Siapa dia?

- Kenapa Bibi bertanya. - Jawab dahulu. Siapa dia?

Kenapa kamu bersamanya?

Dia klienku.

Klienmu?

Bibi mengenalnya.

Bibi ingat?

Soal seorang ayah dan selingkuhannya yang menuntut

agar mendapatkan uang dari putri yang ditinggal ayahnya.

- Lalu? - Itu ibunya.

Ternyata putranya sakit.

Selingkuhannya menyuruh dia melakukan aborsi

saat dia masih mengandung putranya,

lalu kabur membawa uang operasinya.

Bibi juga kasihan kepadanya, bukan?

Apa? Ya.

Itu sebabnya aku masih berhubungan dengan mereka.

Dia mampir untuk menyapaku.

Kenapa?

Bibi juga mengenalnya?

Apa?

Tentu saja.

Selingkuhan yang merusak keluarga Go Ya adalah Bibi.

Tidak, mana mungkin bibi mengenalnya?

Lantas kenapa Bibi ingin tahu?

Bibi hanya ingin tahu kamu sibuk dengan siapa

sampai tidak bisa menemui bibi.

Bisa-bisanya kamu tidak berkunjung saat bibi di rumah sakit.

Bibi sudah mengabari bahwa bibi kolaps.

Bibi di UGD dan hampir meninggal.

Tampaknya Bibi baik-baik saja sampai berlari ke kantorku.

- Sebaiknya Bibi pergi. - Haruskah kamu

sekasar ini?

Bibi sangat merindukanmu.

Kamu kejam sekali.

Haruskah Bibi mati?

Silakan pergi.

Silakan lindungi ibumu jika itu yang kamu inginkan.

Tapi

kamu juga harus melindungi bibi.

- Keluar. - Ji Seok.

Baiklah, jika Bibi enggan pergi, aku yang akan pergi.

Ayah minum-minum?

Ya.

Ayah tidak bisa menghadapimu jika tidak mabuk.

Apa lagi? Apa yang Ayah inginkan kali ini?

Tidak ada yang ingin kamu sampaikan?

Kamu sudah menikah.

Ayah kemari

bukan untuk merundungmu.

Lantas apa?

Kamu bahagia?

Apa?

Kini kamu bahagia?

Ya, aku sangat bahagia sampai takut kebahagiaanku akan dirampas.

Jadi, tolong berhenti memedulikanku.

Baiklah.

Ayah mengerti.

Apa?

Ayah akan berhenti memedulikanmu.

Hiduplah dengan bahagia.

Ayah kemari ingin menyampaikan itu.

Ayah bersungguh-sungguh?

Ini hadiah uang atas pernikahanmu.

Ayah tidak bisa memberi banyak.

Seperti yang kamu tahu, penghasilan ayah tidak banyak.

- Selamat tinggal. - Kenapa

Ayah menemuiku?

Hei.

Kamu tidak mendengar ucapan ayah?

Ayah ingin mengucapkan selamat tinggal.

Serta mari jangan bertemu lagi.

Ayah rasa itu hal terakhir

yang bisa ayah lakukan untukmu.

Selamat tinggal.

Tidak ada lagi yang bisa dilakukan.

Kini aku sudah memutuskan.

Aku hanya perlu bungkam.

Itu akan membuatnya bahagia.

Hanya itu yang bisa kulakukan untuknya.

Ji Seok.

Kamu syok dengan yang terjadi kepada bibiku hari ini, bukan?

Bagaimana kabarnya?

Dia menghubungiku dan memintaku datang ke rumah sakit.

Manajerku datang menggantikanku.

Harga dirinya pasti hancur.

Tapi aku memang harus memutuskan hubungan dengannya.

Dia tidak akan menghubungiku lagi.

Sebenarnya,

tadi ayahku datang menemuiku.

Dia bilang apa?

Dia tiba-tiba bertanya apakah aku bahagia.

Lalu dia berharap kami tidak akan bertemu lagi.

Dia mengucapkan selamat tinggal.

Dia tampak berbeda.

Ayahmu dan bibiku

mulai menjauh dari kehidupan kita.

- Kuharap kamu benar. - Aku yakin.

Mereka akan makin menjauh dari kita.

Kita bisa melupakan mereka.

Kenapa kita berakhir seperti ini?

Aku harus mencari cara

untuk mengembalikan semuanya.

Kakak, sesi dialisis Go Woon berjalan lancar?

Ya.

Kenapa Kakak tampak sangat sedih?

Kakak mendengar kabar buruk?

Tidak.

- Kakak mendengar kabar mengharukan. - Apa?

Ji Seok menjalani tes

demi memastikan apakah dia bisa menjadi donor untuk Go Woon.

Dia ingin memberikan ginjalnya kepada Go Woon?

- Ya. - Go Ya tahu soal ini?

Tidak, itu keputusannya sendiri.

Astaga.

Bahkan sulit untuk anggota keluarga.

Dia baru bergabung dengan keluarga kita.

Dia sangat pengertian.

Lalu?

Kakak menyuruhnya menyerah.

Apa? Kenapa?

Kenapa?

Pikirkan saja.

Anggaplah San Deul baru menikah.

Dia ingin memberikan ginjalnya kepada adik iparnya.

Kamu tidak masalah?

Itu konyol.

Memangnya aku gila?

Aku tidak bisa membiarkan mereka membedah perut anak kesayanganku.

Lebih baik mereka bercerai.

Itu sebabnya.

Orang tua mana pun akan merasa begitu.

Selain itu, dia sama berharganya dengan putra sendiri.

Kakak tidak bisa memintanya melakukan itu.

Tidak akan bisa.

Kakak benar.

Tapi itu tetap membuat kakak berpikir.

Manusia sangat egois.

Tapi mereka juga baik.

Ji Seok sangat baik.

Benar.

Bahkan ayahnya Go Woon

bersandiwara untuk menghindari operasi.

Kakak hampir menangis.

Go Ya sungguh memilih pria baik.

Berarti Go Ya dicintai.

Saat mencintai pasangan,

kita pasti ingin bersikap baik kepada mertua.

Kakak lega sekali

Go Ya dicintai suaminya.

Dia tidak mendapatkan kasih sayang cukup dari kakak.

Jangan bilang begitu.

Kakak membesarkan Go Ya dengan cinta dan kasih sayang.

Aku tahu itu.

Kamu benar.

Kakak menganggapnya putri sendiri.

Kakak memberinya kasih sayang,

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left