The first 200 lines.
"Episode 17"
Sedang apa kamu?
Aku di sini untuk mati.
Aku tidak takut melakukan apa pun.
Aku tidak bisa pergi.
Aku tidak bisa pergi meski mati.
Kenapa kamu begini?
Karena seorang simpanan,
aku tidak sanggup melihat
putriku hidup sebagai simpanan juga.
Aku bertahun-tahun hidup dengan sangat berhati-hati
karena aku tidak ingin dipukuli sampai mati oleh istri sah.
Aku bisa menahannya.
Aku masih bisa menahan segalanya meski kembali
selama anakku akan tetap bersama ibu yang tidak berguna sepertiku.
Aku bisa menerima apa pun yang terjadi.
Kami polisi.
Kami datang ke sini karena menerima laporan.
Beri kami kesempatan sekali ini saja.
Tolong beri kami kesempatan!
Halo? Kami polisi.
Ada masalahkah?
Aku benar-benar mengerti.
Aku sendiri hidup sebagai wanita simpanan.
Aku tahu putriku berbuat salah.
Aku memahaminya
melebihi orang lain.
Karena itu,
karena sudah menjalani hidupku sebagai wanita jalang,
aku akan meninggalkan dunia ini
sambil membawa dosa anakku.
Tolong berbaik hatilah sekali ini saja.
Kumohon kepadamu.
Ini tidak akan mengubah apa pun.
Aku akan membayar semuanya.
Aku akan membayar semua
kesalahan putriku.
Tunggu sebentar.
Ibu benar-benar harus melakukannya?
Minggir.
Aku paham perasaan ibu, tapi...
Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana perasaanku.
Tidak ada
yang bisa mengerti perasaanku.
Aku bisa!
Aku tidak terlalu berbeda.
Setelah So Myung lahir,
pada akhirnya, bahkan aku
akan menjadi seperti Ibu
atau orang lain yang kita kenal.
Aku tidak mau mengakuinya,
tapi itu benar.
Ibu,
Bu Se Young,
dan aku.
Kami polisi.
Halo?
Menjengkelkan sekali.
Kamu yang bicara dengan polisi.
Sudah lama menunggu?
Belum terlalu lama.
Kamu pulang terlambat.
Di mana Sang Jin?
Dia pulang hari ini.
Begitu rupanya.
Masuklah dahulu.
Aku tidak minum kopi, jadi...
Tidak apa-apa, terima kasih.
Tapi kenapa ke sini? Mencari Pak Sang Jin?
Itu...
- Silakan duduk. - Baik.
Bapak akan bertemu dengan Jung Hyo?
Itu tetap
sulit.
Maksud Bapak?
Aku tidak tahu.
Aku tidak menyadari hubungan kami tidak mudah.
Tapi tetap saja, Bapak lebih baik bertemu dengannya...
Ini masalah besar.
Aku tidak bisa mengatasinya sendiri.
Bukannya Bapak menentang dia melahirkan bayi itu?
Aku juga tidak yakin.
Sulit memutuskannya.
Tapi aku harus siap.
Tidak masalah jika dia memilih melakukan aborsi atau melahirkan.
Bukankah itu yang harus dilakukan seorang ayah?
Apa pun pilihan Jung Hyo,
aku tidak boleh mempersulitnya.
Bagaimanapun...
Ya, silakan.
Aku seharusnya bertanya kepada Sang Jin,
tapi kamu harus menjawabku karena dia tidak di sini.
Tanya apa?
Apa golongan darah Min Soo
dan Sang Jin?
Kenapa ingin mengetahuinya?
Aku harus mengetahuinya.
Bagi Jung Hyo dan bayinya, tidak,
bagi So Myung dan Jung Hyo,
mereka orang terdekat.
Sudah tidur?
Tidak.
Kenapa kamu melakukannya?
Aku tidak tahu.
Baik Ibu atau pun Bu Se Young
tampaknya seperti aku.
Ini karena cerita yang kamu dengar dari Min Soo?
Aku tidak tahu,
tapi nantinya,
aku mungkin akan melalui waktu yang lebih sulit
dari yang Ibu atau Bu Se Young lalui.
Seperti kata Min Soo kepadaku,
sudah cukup sulit bagi kami untuk menanganinya sendiri.
Karena kamu membahasnya, biar kutanyakan ini kepadamu.
Bagaimana kamu akan hidup setelah So Myung lahir?
Aku tidak tahu.
Ini masalah yang paling penting,
tapi aku tidak bisa memikirkan jawabannya sama sekali.
Tunda semua yang belum kamu jawab.
Meski sudah buat rencana menyeluruh, nantinya bisa kacau.
Seperti Min Soo atau Pak Sang Jin?
Banyak hal tidak berjalan seperti yang Ibu rencanakan.
Nantinya kepadaku juga begitu?
Aku harus selalu mendapatkan hasil
yang tidak kuharapkan?
Begitulah yang terjadi di hidupku.
Ibu juga
merasa kasihan
kepada Nenek Ok Ja, bukan?
Tidak.
Kurasa aku penasaran.
Soal apa?
Tentang wanita itu
dan ibunya.
Ibu sudah sampai? Seharusnya Ibu menghubungiku.
Percayalah kepadaku.
Aku akan menelan harga diriku dan bertahan di sini.
Tunggu saja.
"Tagihan air"
"Tagihan listrik"
Kenapa dia tidak membalas pesanku?
Bu, maaf,
tapi bisa aku meminjam 1.000 dolar?
"Bu, maaf, tapi bisa aku meminjam 1.000 dolar?"
Aku benar-benar menyedihkan.
Astaga, yang benar saja.
Beraninya kamu membuat seniormu menunggu?
Halo.
Aku pikir Bapak tidur di rumah Se Young.
Omong-omong, ke mana Pak Su Cheol?
Apa?
Pak Su Cheol ke sini?
Ya, kelihatannya dia ingin bicara dengan Bapak.
Lalu?
Aku hanya memberitahunya yang kuketahui.
Kamu tahu apa soal aku sampai memberitahunya?
Tidak terlalu penting.
Aku yang putuskan penting atau tidak.
Benar-benar tidak penting.
Astaga.
Ya, ampun. Aku terlambat.
Ya, ampun. Dasar berandal.
- Ini dia. - Ya, Pak.
- Semoga harimu menyenangkan. - Terima kasih. Sampai jumpa lagi.
- Lima dolar. - Baik.
Maaf, Anda
mungkin ingat
- satu pekerja 10 tahun lalu? - Siapa?
Namanya Oh Yeon Ji, 10 tahun yang lalu,
dia berumur sekitar 37 tahun.
Oh Yeon Ji?
Yeon Ji.
Aku ingat. Dia cukup lama di sini.
Dia berhenti dua tahun lalu.
Kalau begitu, tahukah Anda dia ke mana setelah berhenti?
Entahlah. Aku tidak tahu ke mana dia pergi.
Tapi dia menikahi pria pengantar barang
dan membuka restoran Tionghoa.
Begitu rupanya.
Ibu tidak bisa tidur, bukan?
Ya.
Kamu sendiri?
Aku juga.
Tidak nyaman sekamar denganku?
Ibu yang katakan sendiri.
Wanita lebih tua selain ibu sendiri
semuanya tidak mudah.
Pasti aku tidak tidur karena ada dua wanita lebih tua di sini.
Apa yang akan Ibu lakukan?
Entahlah.
Apa yang harus kulakukan?
Dia mungkin masih di sini.
Kamu mandi di sini saja.
Aku mungkin tidak semengganggu yang di luar sana.
Tidak ada jalan lain, bukan?
Ya. Tidak ada.
Aku mandi lebih dahulu.
Sudah siang begini. Kenapa mereka masih belum keluar juga?
Sepertinya Pak Su Cheol
ingin menerima Min Soo.
No comments yet. Be the first to leave one.