The first 200 lines.
Cerita ini berdasarkan kisah nyata.
Aku bersumpah kepada Tuhan demi sumpah suci ini :
Aku selalu taat kepada Adolf Hitler tanpa syarat apapun.
Fuhrer dari Kerajaan Jerman dan orang-orangnya.
Pemimpin tertinggi dari pasukan bersenjata.
Dan aku akan siap kapan saja, sebagai prajurit yang baik,
untuk memberikan hidupku demi sumpah ini.
Janji-janji Fuhrer mengenai perdamaian dan kemakmuran sudah hancur...
...dan tidak meninggalkan apa-apa. Hanya kehancuran.
Keburukan Hitler dengan S.S-nya membawa hal memalukan ke tentara Jerman.
Di kumpulan para perwira sudah tersebar luas kemuakkan.
Tentang berbagai hal buruk yang sudah dilakukan Nazi.
Pembunuhan warga sipil,
penyiksaan dan kelaparan dari narapidana.
Pembantaian massal orang-orang Yahudi.
Tugasku sebagai seorang perwira, tidak lagi untuk menyelamatkan negaraku.
Tapi untuk menyelamatkan nyawa manusia.
Aku berpikir, tidak ada Jenderal yang memiliki keberanian untuk melawan Hitler.
Kolonel Claus Von Stauffenberg, Jenderal akan tiba dalam beberapa jam.
Terima kasih. Aku ingin bertemu jika dia sudah tiba.
Aku melihat diriku dikelilingi oleh orang-orang yang tidak mau melihat kenyataan.
Hitler bukan hanya musuh utama seluruh dunia,
tapi juga musuh utama Jerman.
Perubahan harus dibuat.
Kolonel, perintahku untuk membantu ke Sidi Mansour dan bertahan. Itu yang akan kita lakukan.
Tentara Inggris datang dari arah selatan dan mendekat dari pantai.
Kau tahu, kita seharusnya pergi sejak 2 hari yang lalu. - Tidak, Kolonel. Kita akan terus berjuang.
Sampai kemenangan terakhir.
Afrika Utara sudah kalah dan kau memerlukan orang-orang ini 1 tahun dari sekarang untuk mempertahankan Jerman.
Kita bisa melayani Jerman atau Fuhrer, tapi tidak keduanya.
Karena pembicaraan singkat itu, yang sudah mengirimmu ke sini, Kolonel.
Apa yang aku katakan adalah lebih buruk.
Jenderal.
Aku hanya mencoba untuk mengeluarkan orang-orang ini dalam keadaan hidup.
Apa yang kau ingin aku lakukan?
Kau katakan kepada Komandan bahwa kita kehabisan air. Kita harus mengubah rute bersama 1st unit Panzer.
Lalu setidaknya kita mempunyai kesempatan.
Dan laporan akan menunjukkan kita tidak mempunyai air yang cukup untuk menjangkau Sidi Mansour?
Aku bisa menjamin itu.
Sepertinya sudah selesai.
Jenderal.
Duduk.
Hitler akan segera pergi. - Sekarang? - Ya! Fusenya.
Kolonel Brandt.
Hadiah untuk Kolonel Stieff.
Terima kasih, jadi kami tidak akan kehausan di perjalanan.
Ini Tresckow.
Dia sudah mendarat.
Ini Jenderal Tresckow. Sambungkan aku dengan Kolonel Brandt.
Kolonel, ini Tresckow.
Aku senang kau sampai dengan selamat.
Aku benci menyusahkanmu, tapi sepertinya kau membawa botol yang salah.
untuk Kolonel Stieff.
Kau masih memilkinya?
Oh, tidak, tidak, tidak. Kebetulan saja aku mendapat panggilan untuk ke Berlin.
Aku bisa tiba di kantormu besok pagi untuk mengambilnya.
Maaf merepotkan, Kolonel. Ya, terima kasih.
Menurutmu dia tahu?
Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya.
Kita sudah ketahuan. - Apa yang membuatmu berpikir demikian?
Oster sudah di tangkap. Gestapo mendatangi dia semalam.
Gestapo bisa menangkapnya karena apa pun.
Menurutmu apa yang salah? - Kita tidak tahu.
Fuse, temperatur, ketinggian, siapa yang tahu. Benda itu sama sekali tidak meledak.
Jenderal Tresckow mencari Kolonel Brandt.
Kolonel sudah menunggumu, pak.
Istirahat.
Maafkan aku, Jenderal. Penggerebekan ini membuatku sibuk menulis laporan seharian.
Penggerebekan?
Pendeknya. - Konspirasi lain melawan Fuhrer.
Siapa orang-orang ini?
Kau akan terkejut.
Untuk inikah kau datang ke sini?
Mungkin kita harus membukanya.
Maafkan aku?
Kau sudah datang jauh-jauh, kau pasti haus?
Kau tahu, aku sedang memikirkan bagaimana perasaan Fuhrer,
terhadap seorang prajurit yang tidak melakukan tugasnya.
Kolonel Brandt.
Aku melihatmu sebagai prajurit yang jujur, Jenderal.
Dan aku juga.
Kita masih dalam bisnis.
Carikan pengganti untuk Oster.
Tidak ada yang bisa kita percaya, tidak di Berlin.
Maka berhentilah mencari di Berlin.
Ny. Frau von Stauffenberg.
Mungkin sebelum kau masuk, kita bisa berbicara di kantorku.
Aku akan melihat suamiku sekarang.
Tangan kanannya sudah diamputasi dari pergelangannya.
Dia kehilangan jari keempat dan kelima di tangan kirinya.
Kami tidak bisa menyelamatkan mata kirinya.
Kolonel.
Apa kau sudah siap, pak?
Aku adalah prajurit, aku melayani negaraku.
Tapi ini bukan negaraku.
Aku terbaring di luar sana, bercucuran darah, berpikir...
...jika aku mati sekarang, aku tidak meninggalkan apa pun untuk anak-anakku, kecuali rasa malu.
Aku tahu sekarang hanya ada satu jalan untuk melayani Jerman.
Jika seperti itu, aku akan menjadi pengkhianat.
Aku menerima itu.
Katakan padaku, bisakah orang ini menyelesaikannya?
Kita harus menyusun ulang, memikirkan lagi strategi kita,
merekrut orang baru.
Karena itulah kami menginginkanmu.
Kau mengerti apa yang akan terjadi dengan istri dan anakku...
...jika orang ini tidak bisa menyelesaikannya?
Datang dan dengarlah apa yang akan mereka katakan.
Kau tahu di mana harus mencari kami.
Cukup, cukup. Aku tidak mau mendengarkannya lagi. Kau sudah mendapatkan kesempatan, kau gagal.
Solusi pemikiranmu tidak berjalan.
Satu-satunya pilihan kita sekarang adalah menghadapi Hitler secara langsung.
Ini adalah operasi militer.
Ini bukan operasi militer, ini adalah organisasi politik.
Dan tidak ada yang akan memberikan kekuatan militer terlalu banyak kendali.
Di setiap latihan militer, kau harus bisa mengukur penyimpangan tertentu.
Ukuran, ukuran apa? Bagaimana dengan total keseluruhan kegagalan?
Tuan-tuan, aku rasa ini saatnya kita menghadapi kenyataan bahwa...
...musuh kita akan datang cepat atau lambat. Aku bilang, kita duduk saja,
dan biarkan mereka menghabisi Nazi.
Dan tanya setiap orang di Eropa harus membayar harganya? Gunakan otakmu.
Carl, tolong. - Maafkan aku, Ludwig. Aku sudah menahan lidahku terlalu lama.
Kita harus menghadapi Hitler sekarang. Paksa dia keluar.
Lalu apa?
Maafkan aku?
Setelah Hitler tidak ada, lalu apa?
Maafkan aku, siapa orang ini?
Kolonel Stauffenberg adalah pengganti Oster.
Dia telah dipindahkan kekantorku, di Departemen Peperangan.
Bagaimana kabar pamanmu? - Dia baik, pak. Dia mengirimkan salamnya.
Dia sering memujimu. - Dan kau juga, Jenderal.
Karena apa yang membuat Oster adalah organisator yang hebat,
adalah dia menyimpan pendapatnya untuk dirinya sendiri.
Aku hanya menanyakan hal yang sederhana, apa yang akan kau lakukan setelah Hitler tidak ada.
Kau tidak benar-benar percaya bahwa kau bisa masuk begitu saja ke Reichskanzlerei,
dan memerintahkan pasukan untuk mengakhiri perang?
Ya, itu benar.
Kau berada di hadapan orang-orang yang sudah di bagian dalam lingkaran Hitler.
Sebagai gantinya, kami menolaknya, Kolonel.
Orang-orang tahu kami meletakkan prinsip kami di atas kepentingan pribadi.
Kami menghormati orang-orang...
...dan tentara.
Lalu kau tidak membutuhkanku.
Tuan-tuan.
Orang-orang itu kebingungan antara kehormatan dengan ketenaran.
Tentara disumpah dengan sebuah sumpah, Sumpah itu tidak hanya akan mati dengan Hitler.
Apa yang akan kau lakukan? Kau akan melakukan perjanjian dengan Goebbels, Himmler dan S.S?
Mereka akan menghabisimu. - Tidak masalah.
Ini masalah kita bertindak, sekarang. Sebelum kita kehilangan perang.
Jika tidak, ini akan terus menjadi Jerman Hitler.
Dan kita harus menunjukkan kepada dunia, bahwa tidak semua orang seperti dia.
Itu tidak cukup untukku.
Di sana harus ada kemungkinan untuk berhasil.
Maka carilah caranya.
Papa! Papa! Papa di rumah! Papa di sini!
Aku pikir kita sudah setuju, aku akan datang melihatmu di Bamberg.
Anak-anak tidak bisa menunggu.
Anak-anak?
Valkyrie.
Kita sudah mempertimbangkan bahwa Valkyrie tidak cocok.
Tidak cocok saat ini, tapi Kolonel mempunyai ide. Aku rasa kita harus mempertimbangkannya.
Maafkan aku, apa itu Valkyrie? - Operasi Valkyrie.
Ribuan orang pasukan cadangan di seluruh Berlin.
Valkyrie adalah rencana darurat Hitler untuk menggerakkan pasukan itu jika terjadi keadaan darurat nasional.
Tujuannya adalah untuk melindungi pemerintahan Hitler jika dia di pancung atau di bunuh.
Dan apa gunanya ini untuk kita?
Valkyrie dirancang untuk menahan kerusuhan warga sipil.
Tapi bagaimana jika S.S melakukan kudeta?
Keamanan negara sedang mencoba menjatuhkan Hitler, bagaimana Komando tertinggi merespon?
Kita tidak akan punya pilihan. Kita akan menyatakan keadaan darurat negara.
Tepat dan menjalankan Valkyrie. - Hitler menjalankan pasukan cadangannya, menggunakan rencananya sendiri.
Kita tidak akan mempunyai pilihan selain mengambil alih kekuasaan di Berlin,
untuk mencegah S.S mengambil alih.
Mereka akan berpikir, mereka berperang untuk pemerintahan Hitler, bukan melawannya.
Sementara kita diam-diam membuat pemerintahan baru.
Tapi hanya jika dia mati.
Itu yang kau katakan, bukan?
Bagaimana kau meyakinkan orang-orang bahwa S.S mencoba mengambil alih?
Kita harus membunuh Hitler. - Aku kecewa denganmu, Kolonel.
Aku pikir orang dengan latar belakang sepertimu akan memberikan pendekatan lebih terhormat.
Rencanamu mempunyai masalah kecil, Kolonel.
Pertama-tama, Valkyrie harus ditulis ulang untuk meniadakan S.S!
Dan aku akan memerlukan bantuanmu untuk mendapatkan salinan.
Menulis ulang adalah satu hal.
Menyebarkannya adalah hal lainnya.
Dalam hal ini, kita akan menyebarkan bukti tertulis pengkhianatan kepada negara.
Yang mana memerlukan bukti tanda tangan Hitler.
Baiklah, kita bisa melakukan pemilihan untuk melakukan pekerjaan itu.
Bagaimana dengan Fromm? - Fromm? Siapa itu Fromm?
Dia adalah Komandan pasukan cadangan.
Aku bisa membuat pasukan cadangan dalam keadaan siaga tetapi hanya Fromm yang bisa menjalankan Valkyrie.
Bisakah kau mendekatinya?
Kita sudah kehabisan waktu, bisakah kau dekati Fromm?
Dia adalah babi pencari.
Tetapi hanya dia yang sejauh ini menguasai pasukan Hitler.
Bukan rahasia lagi, dia juga tidak menyukainya.
Tawarkan dia posisi yang penting di pemerintahan baru.
Buat dia melihat cahaya.
Kolonel Stauffenberg, mencari Jenderal Fromm.
Kolonel Stauffenberg, pak. Selamat datang kembali di Departemen Peperangan. Suatu kehormatan, pak.
Aku mengirimmu ke barisan depan, apakah aku tidak berpikir kau akan menyerah untuk menjadi pelacur Montgomery!
No comments yet. Be the first to leave one.