The first 174 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
"Episode 89"
Apa? Bu Choi adalah ibu kandungnya Pak Ahn?
Itulah yang dikatakannya.
Dia mencuri Pak Ahn tanpa mengetahui bahwa kedua bayi ditukar.
Aku mendengarnya. Sungguh.
Tapi aku menanyainya lagi karena tidak percaya.
Pak Ahn pasti benar-benar bingung.
Ibu kandungnya mencurinya
dan mencoba menyingkirkannya.
Itu pasti sangat mengejutkan bagi pria baik hati itu.
Tapi kenapa kamu menangis?
Kamu sedih karena Pak Ahn?
Ya, aku sangat kasihan kepadanya.
Hatiku sedih karenanya, dan aku kasihan kepadanya
sampai tidak bisa berhenti menangis.
Sudah pasti. Bahkan aku sesedih ini.
Kamu pasti sedih karena dia.
Pada saat ini, dia tidak bisa menerimanya.
Tapi dia akan menerima Bu Choi seiring waktu.
Meskipun dia terluka di dalam,
dia hanya akan menelan semuanya.
Entah kenapa hal seperti ini
terus terjadi kepada pria yang baik, Ayah.
Pertama, suruh dia melupakan soal transplantasi lever.
Man Seok, apakah ini artinya
Seung Joo akan memiliki dua ibu mertua
saat dia dan Pak Ahn menikah?
Satu yang melahirkannya dan satu yang membesarkannya.
Bagaimana dia hidup dengan dua ibu mertua?
Tidak bisa kubiarkan ini terjadi.
Tidak semua ibu kandung pantas disebut seorang ibu.
Pak Ahn harus memutuskan hubungan dengannya.
Nam Jin tidak akan bisa melakukan itu.
Lalu apa yang akan dia lakukan?
Kamu akan terpaksa menerimanya sebagai ibu mertuamu?
Bu Choi dan aku telah melewati batas yang tidak semestinya.
Kami saling mencemooh dan berkata kasar.
Aku tidak bisa menerimanya untuk hidupku,
tapi Nam Jin akan kesusahan jika aku menghalangi mereka.
Bahkan demi dirimu,
Nam Jin harus memutuskan hubungan dengan wanita itu.
Karena aku... Aku tidak bisa memintanya
memutuskan hubungan dengan ibu kandungnya demi aku.
Ayah, aku harus bagaimana?
Bagaimana ini?
Kamu puas sekarang?
Pikirkan betapa sedihnya Nam Jin saat ini
sampai dia berkeliaran seperti itu semalam ini.
Benar.
Bahkan aku merasa hatiku tercabik-cabik.
Nam Jin pasti sedih sekarang.
Maafkan aku, Bu Yang.
Benar.
Aku yakin kamu juga tidak nyaman.
Ini terjadi karena kamu ingin putramu hidup nyaman.
Kamu pasti juga sangat sedih.
Kamu membesarkan
Nam Jin dengan sangat baik.
Terima kasih.
Aku pasti akan membalas budimu.
Nam Jin, apa hal pertama yang ingin kamu katakan
saat bertemu dengan ibu kandungmu?
Aku ingin bertanya bagaimana perasaannya saat melahirkanku.
Aku ingin tahu apakah aku adalah berkah baginya
dan apakah dia sangat sedih setelah kehilangan diriku.
"Jurnal Kehamilan"
"Rumah Sakit Hanguk"
"Jurnal Kehamilan"
Pada hari kelahiranmu,
aku sangat bahagia.
Bagiku, kamu adalah berkah
dan karunia.
Kamu menyelamatkanku dari keputusasaan,
dan membuatku ingin hidup lagi.
"Jurnal Kehamilan"
Tapi harus kuakui,
hidup bisa menjadi begitu aneh.
Siapa yang mengira kamu adalah anakku?
Aku tidak mengenali anak yang kulahirkan.
Aku mencoba menghancurkan dan menyakitimu
agar aku bisa melindungi anak Kim So Young.
Jika ada kehidupan selanjutnya,
aku ingin bertemu denganmu lagi sebagai ibu yang baik.
Lalu aku tidak akan membiarkanmu pergi.
Ada apa kamu kemari?
Aku ingin menjenguk Nam Jin dan Si Woo.
Kurasa aku sebaiknya mampir sebelum operasi.
Aku senang kamu di sini.
Ada yang ingin kukatakan kepadamu.
Mendiang pimpinan
pernah berkata kepadaku.
"Aku khawatir Si Woo dibesarkan olehmu.
Orang yang hatinya busuk
dan terobsesi dengan dendam sepertimu
selalu menghancurkan kehidupan anaknya."
Saat orang hanya mempelajari dendam dan pembalasan saat tumbuh,
dia selalu menyalahkan orang lain atas kesalahannya.
Mendiang pimpinan benar.
Karena aku terobsesi dengan dendam yang kumiliki,
dan karena aku mengejar pembalasan,
aku menghancurkan kehidupan kedua anak itu.
Aku sama bingungnya dengan Nam Jin
dan Si Woo.
Aku tidak menyangka cucu Pak Ahn yang dicarinya seumur hidup adalah
Si Woo.
Aku ingin meminta bantuanmu, Pak Heo.
Aku berencana
pergi untuk beberapa lama.
Sampai
operasi Si Woo selesai,
tolong tetap rahasiakan
semua ini.
Bukankah menurutmu Si Woo harus tahu soal ini?
Tapi jika dia terkejut sekarang,
dia akan mengalami syok.
Sedikit banyak, semua keinginanmu
telah terjadi.
Putra kandungmu, Nam Jin,
dalam posisi menguntungkan untuk menjadi penerus Hyunkang.
Dia juga telah mengganti nama keluarganya
menjadi Ahn, yang sangat kamu harapkan.
Hidup sulit dimengerti. Benar?
Keinginan Pak Ahn juga telah terwujud.
Setelah itu, dia memberiku karma
yang bahkan lebih kejam daripada kematian.
Berapa lama kamu akan pergi?
Entahlah.
Kurasa akan sangat lama.
- Hai. - Di mana Bu Choi?
Dia tidak kemari?
Katanya, dia tidak akan bisa kemari selama beberapa hari
karena dia akan sibuk bekerja.
Aku baru saja bertemu dengan Bu Choi.
Di mana Anda menemuinya? Anda melihat ke mana dia pergi?
Ini soal apa?
Bu Choi bertingkah aneh.
Ayo.
Dia menanyakan jalan ke atap.
Tunggu!
Jangan lakukan itu.
Jangan lakukan itu.
Anda orang yang melahirkanku.
Ibu macam apa
yang mengakhiri nyawanya di hadapan putranya?
Anda membuat anak Anda menyimpan dendam seumur hidup.
Bunuh diri tidak akan menyelesaikan apa pun.
Anda mau aku menderita selama sisa hidupku,
memikirkan ibu kandungku yang mati di hadapanku?
Pegang tanganku.
Ayolah.
Jika Anda melakukan ini,
maka Anda melakukan kesalahan lagi kepadaku.
Anda seharusnya tidak lagi melakukan kesalahan kepadaku.
Kamu sudah lebih tenang?
Aku sepenuhnya mengerti perasaanmu.
Namun, mencoba menyelesaikan masalah yang kamu sebabkan seperti ini
bukanlah pilihan yang tepat.
Apa yang terjadi, Bu Choi?
Semua baik-baik saja, bukan?
Pak Jang.
Bisakah kamu antar dia pulang?
Ya, baiklah.
Ayo pergi. Bu Choi, ayo.
Seung Joo.
Kamu membuatku khawatir
dan pergi ke suatu tempat sendirian untuk melepas penat.
Kamu bahagia?
Setidaknya kamu harus merasa bersalah.
Kamu bahkan tidak meneleponku.
Aku tidak bisa tidur semalam.
Coba kulihat.
No comments yet. Be the first to leave one.