The first 200 lines.
Tunggu sebentar!
Kenapa kalian menangkapnya?
Seo Yeon, aku baik-baik saja.
Apa kalian keluarga?
Anda putrinya?
Tidak, kami sama sekali tidak berhubungan.
Lantas, kami tidak bisa memberi tahu detailnya.
Apa? Park Pil Hong ditahan?
Bukankah Anda yang melaporkannya?
Apa aku akan segila itu?
Aku tidak akan membiarkannya bicara dengan polisi.
Park Pil Hong akan dihukum atas perbuatannya,
jadi, Anda juga akan menepati janji Anda.
Anda setuju meluruskan kesepakatan Jae Hee.
Kita tidak punya waktu.
Aku tidak tahu
penangkapannya akan menguntungkanku atau tidak,
jadi, bagaimana aku bisa cukup memercayaimu untuk membantu?
- Aku sudah selesai bicara. - Bu Lee!
Apa-apaan ini?
Siapa yang melaporkannya ke polisi?
Ya.
Tolong selidiki Park Pil Hong secara menyeluruh.
Aku akan diinterogasi sebagai saksi jika diperlukan.
Ya. Baiklah.
Pak, tolong beri aku waktu. Akan kuurus apa pun yang terjadi.
Kubilang tidak bisa.
Pak, kumohon.
Kamu tahu keadaan kami sulit. Kamu lebih tahu daripada aku.
Kamu bilang akan mentransfer uangnya kemarin, tapi tidak.
Maafkan aku. Tolong beri aku waktu.
Berhentilah meminta maaf dan transfer aku uangnya.
Maafkan aku. Ini hal terbaik yang bisa kami lakukan.
"Ibuku"
Halo, Ibu.
Tidak, aku tidak sibuk.
Ibu pasti mengkhawatirkan Jae Hee.
Ya. Dia pergi pagi-pagi sekali tanpa sarapan.
Begitu rupanya.
Kurasa dia sibuk menyelesaikan masalah di kantor.
Jangan khawatir. Jae Hee akan mengurusnya.
Tentu. Ibu yakin begitu.
Hei, Chae Woon.
Ibu berpikir
mungkin seseorang sengaja membajak kontrak Jae Hee.
Dia tidak mengatakan hal seperti itu?
Entahlah.
Dia juga sedang menyelidikinya.
Ibu rasa Jae Hee bukan tipe pria yang akan membuat orang kesal.
Jika ada kabar baru, segera hubungi ibu.
Baiklah, Bu.
Hei.
Apa kalian akan bekerja?
Ya, Ibu.
- Ibu. - Ya?
Keadaan tidak berjalan lancar bagi Jae Hee, bukan?
Kurasa begitu.
Saat kudengar Ibu bicara di telepon, ada yang terlintas di benakku.
Jika ada orang,
aku tahu satu orang yang dendam kepadanya.
Siapa itu?
Park Pil Hong ada di kantor polisi sekarang.
Dia ditangkap lebih cepat daripada dugaanku.
Menurutmu siapa yang melaporkannya?
Jae Hee?
Atau Chae Woon?
Skenario terbaik adalah Park Pil Hong membusuk di penjara.
Tapi jika bukan begitu,
itu juga bisa menyakiti kita.
Kita?
Maksudku, aku.
Jika semuanya terungkap,
aku akan disalahkan atas semuanya. Begitulah Pimpinan Lee mengaturnya.
Kenapa kamu menerimanya padahal mengetahui semua itu?
Demi nenekku?
Kamu pikir itu rencanaku?
Karena aku mencintaimu.
Karena itu yang kamu inginkan.
Meski terjadi sesuatu, kamu akan baik-baik saja.
Aku akan menerima semuanya.
Ibu melaporkannya?
Ya. Tapi bukan hanya ibu.
Ibu rasa kontraktor Jae Hee melaporkan dia ke polisi juga.
Omong-omong,
apa polisi datang saat kamu bersamanya?
Ya.
Kasihan.
Maaf kamu harus melihat semua itu.
Aku baik-baik saja.
Ibu pasti lebih frustrasi daripada aku.
Ibu harus melakukan hal itu kepada Park Pil Hong.
Tidak.
Jika tidak, dia akan menyebabkan masalah lebih besar.
Yang lebih penting, dia akan membahayakanmu.
Ibu sangat ingin dia memulai awal yang baru kali ini.
Aku mencuri skema Woo Jae Hee?
Itu kuserahkan ke kompetitornya? Kenapa aku harus melakukan itu?
Menurut Anda kenapa? Ini soal uang.
Anda bahkan menyuap mereka untuk membatalkan kesepakatan.
Apa? Ini konyol.
Siapa yang melaporkanku ke polisi?
Apa orang perusahaan konstruksi? Aku harus menemui orang itu.
Biarkan aku bicara dengan Pimpinan Lee Chun Seok dari Grup LX.
Baiklah. Karena Anda terus menyebutkan namanya,
kami sudah menghubungi Pimpinan Lee.
Tapi dia bilang tidak mengenal Anda.
Begitukah?
Sudah kuduga dia akan seperti itu. Dia tidak menjawab teleponku.
Lantas, biarkan aku bicara dengan Woo Jae Hee.
Mengerti? Woo Jae Hee.
Chae Woon.
Jae Hee.
Aku tidak mendengarmu masuk.
Sedang apa kamu di sini?
Kamu tidak bekerja?
Aku baru mau pergi.
Kantornya berantakan, jadi...
Setelah bersih-bersih, itu akan membantumu
dan memberimu energi yang baik.
Kamu tidak perlu melakukan ini.
Keadaan akan kacau lagi jika orang menerobos masuk ke sini!
Apa gunanya?
Jae Hee.
Chae Woon, maafkan aku.
Pergilah. Aku akan membersihkan ini.
Silakan pergi.
Jae Hee.
Kita harus mengendalikan diri dan saling mengandalkan.
Kenapa kamu goyah seperti itu?
Entah apa yang terjadi antara kamu dan ayahmu,
tapi kamu harus meminta bantuannya
Kamu mengatakan hal yang sama.
Kamu pikir meminta bantuan ayahku akan menyelesaikan semuanya?
Setiap aku mencoba meminjam uang dari seseorang, itul yang kudengar.
"Minta bantuan ayahmu yang kaya dan lunasi utangmu
untuk memudahkan keadaan. Kenapa mengambil jalan sulit?"
Jadi, kamu mengatakan hal yang sama?
Kamu tidak tahu kenapa aku bersikap seperti ini?
Kamu sungguh tidak tahu kenapa aku berjuang untuk bertahan?
Kamu seharusnya memahamiku.
Jae Hee.
Aku... Aku tidak waras.
Kenapa aku melakukan ini kepadamu?
Maafkan aku, Chae Woon.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
Karena ini aku.
Kamu hanya melakukan ini kepadaku.
Aku baik-baik saja. Silakan bentak aku.
Jangan menahannya
dan membuat dirimu sesak.
Silakan saja lampiaskan kepadaku.
Aku baik-baik saja.
Jae Hee.
- Apa yang akan kamu lakukan? - Hei.
Teganya kamu melakukan ini kepadaku.
Kita sudah melalui semua kesulitan bersama seperti keluarga.
Bagaimana kamu bisa menusukku dari belakang seperti itu?
Pak, bukan begitu.
Chae Woon.
Aku sungguh minta maaf. Semua terjadi begitu cepat.
Dasar berandal.
Apa yang harus kulakukan sekarang?
Apa yang harus kulakukan dengan pegawaiku?
Apa yang harus kulakukan dengan keluargaku?
Aku sungguh minta maaf.
Aku pasti akan membuat pabrikmu berjalan lancar kembali.
Sekali lagi, aku sungguh minta maaf.
Kamu punya masalah sendiri. Apa yang bisa kamu lakukan?
Aku tahu situasimu sekarang.
Aku tahu kamu sedang kesulitan.
Ibu.
- Jae Hee. - Ibu.
Apa...
Apa ini?
Ibu.
- Ibu. - Apa yang terjadi?
Apa Jae Hee melakukan kesalahan?
Apa dia gagal mengembalikan uangmu?
Sebanyak apa?
Sampai nanti.
Tunggu. Aku akan membayarmu kembali. Sebanyak apa?
Sebanyak apa...
Jae Hee, apa...
Kamu terluka? Siapa yang melakukan ini kepadamu?
Siapa? Apa yang terjadi?
- Min Jae, ayo. - Lepaskan aku.
Lepaskan!
Ini semua salahmu.
Ini semua salahmu!
Semua ini terjadi karena kamu mengusirnya.
Karena kamu, dia meninggalkan rumah saat kuliah dan mengalami semua itu.
Itu sebabnya dia berakhir seperti ini.
Karena itulah ini terjadi.
Karena itulah...
- Ibu. - Min Jae.
- Ibu baik-baik saja? - Ibu.
Kenapa Ibu tiba-tiba datang ke sini?
Ini salahmu.
Ini salahmu.
No comments yet. Be the first to leave one.