Release info

왼손잡이 아내ㆍLeft-Handed Wife E33 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Download di oppa.kdramaindo.tv. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-02-20
Downloads: 29
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 33"

Ibu, aku mau menelepon Do Ri di rumah temannya.

Aku mau tahu harus menjemputnya pukul berapa.

Silakan.

Apa yang kamu lakukan?

Sudah kubilang. Aku harus memeriksa sesuatu.

Dia tidak ada di toilet bawah ataupun di dalam sini.

Dia berbohong pergi ke toilet.

Apa yang kalian berdua lakukan di sini?

Kenapa kamu di sini, alih-alih di toilet?

Kenapa kamu berduaan bersama Do Kyung?

Hyacinth putih berarti kegembiraan cinta.

Biru berarti kebahagiaan cinta.

Arti hyacinth ungu adalah

cinta yang kekal.

Ini bunga kegemaranku dan suamiku.

Baiklah kalau begitu. Maaf sudah mengganggumu.

Apa? San Ha!

Kita harus bicara!

Apa yang kamu lakukan untuk mengganggunya?

Katakan kepadanya! Apa yang kamu lakukan?

Aku tidak mau bilang kepadamu.

Aku mengganggu Do Kyung,

bukan kamu.

Do Kyung suamiku.

Suamimu?

Kenapa kamu berbohong bilang ke toilet

di tengah makan malam untuk mengikuti suamiku?

Apa yang mau kamu lakukan

selagi tidak ada yang melihat?

Kamulah

yang berusaha melakukan sesuatu.

Apa?

Berbohong dan bersiasat.

Itu keahlianmu.

Apa aku salah?

Arloji itu. Apa kamu memasangkan arloji palsu

pada jasad palsu?

Memangnya kenapa?

Itu yang membuat San Ha menerima kematiannya.

Dia tahu

bahwa arloji itu palsu.

Mereka menantiku, jadi, aku harus pergi.

Aku belum selesai.

Apa yang kamu lakukan ke Do Kyung di kamar kami?

Aku harus memeriksa sesuatu

dan sudah selesai.

Memeriksa sesuatu?

Dia memeriksa sesuatu?

San Ha bilang dia harus memeriksa sesuatu denganmu. Apa itu?

Do Kyung!

Bukan apa-apa.

Jangan berbohong.

Ada yang terjadi di antara kalian saat aku masuk.

Kenapa kamu berbohong?

San Ha meminta maaf karena sudah mengganggumu!

Pelankan suaramu. Mereka akan mendengarmu.

Siapa yang peduli soal itu sekarang?

Kamu berahasia dengan wanita itu

di belakang istrimu.

Itu bukan apa-apa.

Jadi, katakan saja kepadaku ada apa!

Dia bertanya apa aku sehat.

Itu saja.

Pembohong.

Arti hyacinth ungu ini adalah cinta yang kekal.

Ini bunga kegemaranku dan suamiku.

Maaf.

Astaga. Supmu pasti sudah dingin.

Bi Hong, bawakan San Ha semangkuk sup baru.

Tidak apa-apa.

Maaf, aku tahu aku lancang,

tapi kurasa aku harus pergi.

Sebenarnya, aku tidak enak badan sejak siang ini,

tapi aku kemari karena tidak bisa menolak Pimpinan.

Kamu baik-baik saja?

Tetap saja. Kita sedang makan malam.

Sayang.

Sayang sekali, tapi kurasa kita harus membiarkannya pergi.

Aku tidak tahu. Maaf memintamu datang saat kamu tidak enak badan.

Kamu tidak akan terlalu kecewa?

Kesehatannya adalah prioritas.

Jika boleh, aku mau pergi juga.

Aku mau mengantarkannya pulang.

Silakan.

Kamu sebaiknya berpamitan dengan Do Kyung juga.

Dia akan kecewa jika kamu pergi tanpa pamit.

Aku akan bilang kepadanya sendiri.

Maaf. Aku akan segera menghubungi.

Baik.

Selalu jaga kesehatanmu.

Tolong antarkan dia pulang dengan aman.

Pasti. Jangan khawatir.

Bagaimana perasaanmu? Kamu diam saja selama di mobil.

Jauh lebih baik berkat kamu.

Ya...

Mau minum teh atau kopi di dekat sini?

Lupakan saja.

Akan kukatakan di sini.

Terima kasih, San Ha.

Datang ke makan malam sebagai pasanganku berarti

kamu membiarkanku masuk

setidaknya sedikit, bukan?

Mari makin mendekat secara perlahan.

Nam Joon, maaf.

Aku memanfaatkanmu hari ini.

Aku harus menemui Do Kyung

dan hanya itu caranya.

Aku tahu seharusnya tidak begini, menimbang perasaanmu kepadaku,

tapi aku egois hari ini.

Aku tahu aku jahat.

Maaf.

Aku berjanji akan membalasmu untuk malam ini.

Hati-hati dalam perjalanan pulang.

Kamu menganggapku apa?

Apa aku tampak segampangan itu karena kubilang aku menyukaimu

dan akan menantimu?

Aku harus memastikan.

Aku tahu aku salah, tapi aku memanfaatkanmu.

Aku hanya bisa memikirkan satu hal sekarang.

Menemukan suamiku.

Suamimu sudah mati. Ini saatnya...

Ini saatnya menerima itu.

Apa kamu tidak melihatku?

Yang kulihat hanya kamu.

Tidak. Aku tidak bisa menerima

kematian Soo Ho.

Nam Joon?

Halo.

Kamu rupanya.

Aku memang merasa mendengar suaramu.

Kalian berdebat?

Tidak.

Dasar pemalu.

Katamu kamu tidak menemuinya, tapi ternyata menemuinya.

Pimpinan mengundangku. Aku menemuinya di sana.

Jangan terburu-buru menyimpulkan.

Terima kasih sudah mengantarku.

Hati-hati.

Tapi kamu tidak boleh memulangkan tamu seperti ini.

Kamu mau masuk untuk minum teh?

Tidak perlu Bu. Lain kali.

Duduklah.

Aku lelah. Bisakah bicara besok?

Kenapa Pimpinan Aura memanggilmu ke rumahnya?

Dia sudah memilihmu sebagai istri Nam Joon, bukan?

Bukan seperti itu.

Katakan apa yang terjadi.

Kamu pasti punya alasan

untuk menerima undangannya dan memutuskan pergi ke sana.

Aku tidak bisa memberi tahu kalian saat ini.

Tolong percayalah kepadaku

dan tunggulah sebentar lagi.

Sudah kubilang. Aku harus memastikan sesuatu.

Apa yang kamu lakukan?

Aku tidak tahu harus menganggap ini apa.

Aku harus memeriksa

apa kamu punya bekas luka bedah.

Soo Ho.

Aku tidak tahu bagaimana kamu bisa menjadi Do Kyung,

tapi sudah jelas kamu suamiku.

Tunggu, Sayang.

Akan kubawa kamu kembali.

Aku harus memeriksa

apa kamu punya bekas luka bedah.

Ada apa?

Dia bukan tipe orang yang bertindak gegabah.

Aku tahu aku salah, tapi aku memanfaatkanmu.

Aku hanya bisa memikirkan satu hal sekarang.

Menemukan suamiku.

Apa artinya dia kemari untuk memastikan apa Do Kyung

Lee Soo Ho?

Untuk menemui Do Kyung?

Mobilnya.

Bi Hong?

Ya?

Apa kamu mengambil mobil miniatur dari kamarku?

Mobil miniatur? Apa...

Mobil mainan itu.

Do Ri membawanya ke atas.

Do Ri.

Kamu tadi ke kamar paman?

Apa? Ya.

Kurasa itu mainan paman. Kembalikan.

Tidak.

Kamu tidak boleh menyentuh barang orang lain.

Ada apa, Do Ri?

Apa yang kamu lakukan terhadapnya?

Dia mengambil barangku tanpa izin.

Do Ri.

Kamu tidak boleh mengambil barang orang lain.

Lihat ayah. Kamu anak baik, bukan?

Mari kembalikan.

Anak pintar.

Apa masalahnya sampai kamu membuat seorang anak menangis?

Dia cucu tersayangku.

Dia ibumu.

Cantik, bukan?

Dia ibuku?

Mari masuk.

I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for I Told You I Was Ill: The Life and Legacy of Spike Milligan

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left