The first 200 lines.
TOHO
TOHO FILMS AND KUROSAWA PRODUCTION PRESENT
Dia terlihat sepertiku.
Aku seperti melihat diriku menjadi dua.
Aku menyamar menjadi dirimu sudah cukup lama,
Tapi dia adalah keajaiban.
Dimana kau menemukan dia?
Di tempat eksekusi.
Tempat eksekusi?
Dia akan di salib.
Aku pikir dia akan sangat berguna bagimu.
Apa yang dia lakukan?
Dia tertangkap mencuri. Dia seorang pencuri.
Pencuri?
Dan sangat kuat. Penyiksaan tidak bisa membuatnya buka mulut.
Selain mencuri, Dia juga mungkin sudah membunuh.
Apa yang penuntut katakan...
tentang kemiripannya denganku?
Tidak ada.
Hanya aku, saudaramu, bisa melihat itu dari awal.
Rambutnya, pakaiannya, cara dia berbicara semuanya sangat berbeda.
tidak seorangpun memiliki ide kecil
membuatnya mirip dengan Raja.
Bahkan aku, yang mengetahui kemiripannya,
Aku terpana pada rupanya setelah kita mendandani dia sepertimu.
Berasal darimana dia?
Seperti kau lihat,
Dia sangat mirip denganmu.
Aku berpikir mungkin ayah kita punya putra lain di suatu tempat.
Tapi jangan takut. Dia pengelana dari utara.
Dia tidak akan menjadi bagian dari saudara kita.
Bahkan dengan kemiripannya, Nobukado.
Dia sangat jahat sehingga dia pantas dihukum salib.
Bagaimana bisa bajingan ini menjadi diriku?
Diam!
Aku hanya mencuri beberapa koin. Aku hanya pencuri kecil.
Seorang pria yang membunuh ratusan...
dan mencuri seluruh negeri, hampir tidak ada satupun...
tidak ada satupun...
memanggil...
Memanggilnya bajingan.
Jaga lidahmu!
Aku akan disalib.
Hidupku akan berakhir hari ini!
Ancaman...
Ancaman bukan berarti kentut bagiku! Rebus aku, panggang aku, untuk semua yang aku lakukan!
Cukup bagus.
Apapun yang kau ingin katakan, katakanlah.
Jika kau tidak mengatakannya, aku akan.
Aku jahat, seperti yang kau katakan. Aku bajingan.
Aku membuang ayahku sendiri...
dan membunuh putraku sendiri.
Aku akan melakukan apa saja untuk memerintah negeri ini.
Perang dimana-mana.
Kecuali jika ada seseorang yang menyatukan bangsa dan menjadi Raja kami,
kita akan melihat lebih banyak darah disungai...
dan gunungan orang mati.
Ini dingin.
Luka lamaku akan terasa sakit jika terkena udara dingin.
Nobukado, Dia telah berbicara dengan berani.
Dia mungkin bisa berguna. Latihlah dia.
KAGEMUSHA
Maharaja,
Kita telah memotong saluran air ke istana.
Istana sekarang akan runtuh.
Aku juga berpikir begitu.
Aku harap sedikit tekanan akan membuatnya runtuh, tapi mereka sudah bertahan selama 20 hari.
Mereka tidak akan menyerah, hanya karena saluran air terputus.
Memang.
Kita menerobos penjagaan mereka didalam dan diluar,
dan mereka dengan tenang membuat lubang di benteng.
Seseorang memainkan seruling setiap malam.
Dan dia bermain cukup bagus.
Orang-orang kita mengesankan. Mereka tidak bisa menunggu sampai malam tiba.
Itu benar.
Dengarkan!
Kita harus membiarkan ayah tahu bahwa kita telah memotong terowongan air.
Ayahmu Raja Shingen berada disini.
Kecuali kita kepala pengikut,
Tidak hanya musuh, bahkan orang kita percaya bahwa Raja disini.
Tidak perlu mengirim utusan kepadanya.
Maharaja, Masakage Yamagata disini.
Suruh dia masuk.
Tinggalkan kami berdua.
Tuanku, Aku percaya kau dalam semangat yang bagus.
Tidak!
Asakura mengirimkan pesan. Dia kembali ke wilayahnya.
Orang-orangnya sudah letih dan ini adalah pertengahan musim dingin.
Orang-orang Nobunaga juga kelelahan.
Jika Asakura mundur,
Nobunaga akan mendapat bantuan Ieyasu Tokugawa dan menghalangi jalanku.
Mundurnya Asakura adalah penghianatan terhadapku.
Berapa umurmu, tuan?
- 53, seingatku. - Kenapa?
Tingkah lakumu seperti anak berusia 5 tahun!
Orang-orang berkumpul dan bubar.
Mereka pergi kekiri dan ke kanan, mengikuti kemauan mereka.
Kau tahu itu cukup bagus, kau sendiri dikalahkan oleh amarahmu.
Aku menangis untukmu!
Pria dengan pemikiran yang kecil tidak bisa bermimpi untuk berkuasa.
Kembalilah ke asalmu.
Kau adalah monyet Gunung.
Kau seharusnya mengumpulkan kacang di Gunung Kai!
Sudah cukup.
Apa yang membawamu kemari?
Kami memotong terowongan saluran air.
Apa istana akan segera runtuh?
Aku harap.
Akan ada hujan dan salju.
Maka istana kemungkinan akan bertahan sedikit lama.
Pemimpin pengawal adalah pejuang yang hebat.
Dia yang memainkan seruling saat malam.
Aku dengar soal seruling itu.
Akankah seruling dimainkan lagi malam ini,
bahkan dengan saluran air yang sudah diputus?
Jika kita mendengarnya malam ini,
Para pengawal akan bertahan.
Istana tidak akan runtuh.
Tapi jika kita tidak mendengar seruling itu, istana telah hancur.
Kehancuran sudah dekat.
Aku ingin mendengarnya sendiri jika seruling itu dimainkan malam ini.
Persiapkan kursi untukku di istana.
- Apa itu? - Apa yang terjadi?
Apa? Tuan Shingen di tembak?
Penembak jitu menembaknya.
Dia terluka parah.
- Kita tidak tahu apakah dia masih hidup? - Tepat sekali, Maharaja.
Bagaimanapun, ini adalah kesempatan yang tepat untuk klan Tokugawa kita.
Diam.
Bahkan jika dia mengalahkanku di perang di Mikata,
Aku bukan seorang pengecut. Kematiannya tidak membuatku senang.
Sebagai Raja perang, Dia tidak tertandingi.
Dia berusia lebih dari 50 tahun.
Jika dia benar-benar mati,
itu adalah kehilangan yang hebat.
Tuanku.
Dengan Asai dan Asakura di Otani,
Shogun di Kyoto,
pejuang Ikkou di Ishiyama,
dan Shingen di Mikawa,
Tuan Nobunaga harus melakukan pertempuran di keempat sisi.
Sebagai sekutunya, itu wajar...
Bahwa kita bersukacita dalam kemalangan Shingen.
Dengan segera,
Kita harus segera mengirim surat kepada Tuan Nobunaga.
Itu tidak perlu.
Berita seperti ini tidak akan lolos dari pendengarannya.
Kenyataannya,
Itu tidak akan membuatnya senang kehilangan selangkah terhadap Shingen.
Apa? Shingen mati?
Menurut mata-mata kita,
Isunya dia ditembak dan dibunuh.
Dasar bodoh! Aku tidak mau isu.
Aku ingin fakta. Apa dia masih hidup atau sudah mati?
Ambilkan kursiku.
Hanya ada satu hal di dunia ini yang membuatku takut.
Yaitu monyet Gunung.
Dia telah berdiri dijalanku.
Kematiannya akan menjadi anugerah.
Aku akan bergerak ke Kyoto, dengan nyaman dan santai.
Sayang sekali tidak ada usaha. Cari tahu apa dia sudah mati atau masih hidup. Mengerti?
Kudaku!
Apa?
Tuan Shingen mati?
Kita telah kehilangan pemimpin yang hebat.
Dia benar-benar...
pria yang heroik.
Kita datang sejauh ini dan merebut istana. Kenapa kita mundur sekarang?
Ada alasannya.
Aku mendengar rumor.
Raja kita telah ditembak.
Buka matamu dan lihat sendiri.
Tuan Shingen...
berada disini.
Untuk merebut Kyoto...
Untuk mengibarkan bendaraku di ibukota...
Sudah lama membelai mimpiku.
Tapi...
jika sesuatu terjadi padaku,
Jangan mengejar mimpi itu.
Ingatlah.
Kematianku jangan sampai diketahui.
Rahasiakan itu,
Setidaknya untuk 3 tahun.
Jaga milik kita. Jangan pernah meninggalkannya.
Jangan bergerak.
Jika kau mengabaikan perintahku dan melakukan penyerangan,
Seluruh klan Takeda kita akan musnah.
Patuhilah kata-kataku!
Ini...
adalah permintaan terakhirku.
Ayah.
Tapi aku tidak akan mati.
Aku bilang "jika."
Aku harus bersiap untuk hal yang terburuk.
Tapi bukan...
bukan untuk mati.
Lubang menembak di istana seperti ini.
Dan targetnya?
Di bawah benteng kedua, naik melalui tembok paling luar.
No comments yet. Be the first to leave one.