The first 200 lines.
2, 3, 4, 5, 6, 7, 75, 100, 200, 270...
Anda Suzume?
Saya memiliki pekerjaan untuk anda.
Oh, kalau pertunjukan musik di mana saja boleh...
Bukan...
Pekerjaannya... untuk menjadi teman wanita ini.
- Hai. - Hai.
Biolanya baik-baik saja?
Ya.
Musim dingin di Karuizawa cukup indah.
Tapi mereka menutup jendela saat pukul 10 malam...
Vilanya ada di bagian dalam Kyukaruizawa.
Itu vila pribadi milik kakekku, kita bisa memainkan musik sekencang mungkin.
Maaf! Aku bicara terus.
Aku sangat gugup hingga tidak bisa tidur tadi malam.
- Ya? - Gara-gara menonton video aku jadi terjaga.
- Video? - Video anak bebek jatuh ke parit... satu per satu.
Seperti itu?
Aku sangat menantikan tinggal bersamamu, Iemori, dan Suzume.
Kalau kubilang ini takdir.
Karena kita tidak sengaja bertemu di tempat karaoke di Tokyo.
Apalagi... kita berempat adalah pemain alat musik gesek.
Biola, biola, viola, selo.
Pas untuk membentuk grup kuartet.
Kita pasti akan menjadi kuartet terbaik.
Menurutku tidak "pasti"...
Maaf?
Katanya ada tiga jalan di hidup ini.
Tiga jalan? Ya?
Jalan menanjak, menurun...
Ah!
Bye bye!
Salam kenal Maki, aku Iemori.
- Siapa wanita itu tadi? - Mahasiswi yang tanya arah jalan karena tersesat.
Eh? Hanya tanya arah jalan?
Ya.
Tidak hanya akhir pekan, bagaimana dengan hari kerja?
Kalau tinggal bersama kita bisa mempererat hubungan sebagai kuartet.
Aku akan tinggal di sini selamanya.
Tapi... Maki punya keluarga.
Kamu memanggil Maki menggunakan nama keluarga atau nama depan?
Tidak, karena namanya Maki Maki, jadi sama saja...
Niatmu?
Nama keluarga.
Apa suamimu mengizinkanmu tinggal di sini?
- Keluargamu cukup dikenal, bukan? - "Lakukan apa yang kamu inginkan."
Eh?
"Lakukan apa yang kamu inginkan."
Oh kata-kata suamimu...?
"Tetaplah menjadi dirimu sendiri."
Ooh.
Ah, mari.
Agak licin, hati-hati.
Kita punya kamar masing-masing di lantai dua. Kamar mandi pria dan wanita juga terpisah.
- Suzume suka tidur di mana saja. - Kemarin bahkan tidur di toilet.
Dia sangat menantikan kedatanganmu.
Suzume. Suzume.
- Suzume! - Suzume!
Suzume.
- Suzume! - Suzume!
Ya?
Maki sudah datang.
- Eh? - Aduh!
Kalian baik-baik saja?
Akan kuambil sekarang ya.
Baru saja datang.
Berikan nada A.
- Ada apa? - Aku tidak yakin bisa memainkannya.
Kamu adalah satu-satunya musisi profesional di sini.
Mudah cemas ya?
Dia tidak bisa tidur setelah menonton video bebek jatuh ke parit.
Cari yang lebih menyenangkan.
Aku juga berpikir seperti itu, jadi aku menonton "10 Gol Bunuh Diri Premier League"...
Kenapa bukan gol spektakuler saja?
- Ya sudah, santai saja. - Ya.
Semakin asik-asik.
- Asik-asik? - Maksudku seperti semakin seru.
Eng sub: yuizaki_libra Timing: keiko1981 Alih bahasa: bungapasir
KUARTET
- Selesai. - Ya.
Bagaimana?
Mungkin dengan satu gesekan saja.
Ah, begitu ya. Baiklah.
Makan malamnya sudah siap.
Ya.
- Mulai sekarang mohon kerja samanya. - Mohon kerja samanya.
- Mari segera dimakan. - Oh piringnya...
Ah.
- Eh? - Kelihatannya enak. - Iya, kan?
Tunggu, tunggu dulu. Apa yang kalian lakukan?
- Kami akan makan ayam goreng? - Bukan, ini.
- Lemon? - Ya, lemon.
- Ya. - Kenapa kalian beri perasan lemon?
Kenapa... diberi lemon?
- Tiap orang berbeda. - Hmm?
Tapi ada lemon di sini.
Itu hanya untuk...
...mereka yang suka lemon, tapi setelah kita membagi ayamnya ke piring masing-masing, bukan begitu?
Begitu?
Ada tipe yang suka menambah perasan lemon dan tipe yang tidak suka, kan?
- Tapi ini lebih enak. - Jadi tidak renyah.
Lebih sehat kalau ditambah perasaan lemon.
Saat memutuskan makan ayam goreng, kita tidak mempedulikan kesehatan, kan?
- Tapi lebih enak begini, kan? - Tunggu, bukan begitu. Maksudku adalah...
Tidak perlu meributkan lemon, kan?
Kami akan mulai berhati-hati untuk sesuatu seperti lemon...
- "Sesuatu seperti lemon..." - Ya?
- Ah, tidak. - Apa yang ingin kamu katakan?
Menurutku bukan hanya lemon.
Kamu bukan tipe yang suka menambah perasan lemon?
Peras atau tidak peras... maaf, menurutku bukan itu masalah utamanya.
Lalu apa?
Kenapa kamu tidak bertanya sebelum memeras lemonnya?
Itu! Itu maksudku.
Bukannya melarang, tapi kamu menganggap semua orang suka.
Maksud Iemori adalah kenapa kamu tidak menanyakan dulu padanya.
Tepat sekali. Beppu, bisa kamu cuci ayam gorengnya?
- Tidak bisa. - Perasan lemon tidak bisa diulang.
- Diulang? - Tidak bisa dikembalikan seperti semula.
Maaf.
Harusnya aku menanyakan dulu kalau kamu ingin perasan lemon.
Eh, salah?
- Mengenai budaya menanyakan perasan lemon... - Budaya...
- Ada dua filosofi. - Filosofi?
- Paham, kan? - Paham.
Kalau ingin menanyakan perasan lemon, bagaimana menanyakannya?
- "Boleh kuberi lemon?" - "Ah, silakan."
Seperti itu, kan?
"Boleh kuberi lemon?" "Ah, silakan."
Kalau kamu bertanya seakan wajar memberi perasan lemon, mereka akan terpaksa mengiyakan.
Itu namanya intimidasi. Aku coba bertahan.
Bagaimana seharusnya?
"Ada lemon... ya?"
"Ya, ada."
Seperti itu.
Bukannya semakin tidak jelas?
- Kamu menertawakanku? - Aku tidak menertawakanmu, kan?
Kalian menganggap pemain viola itu tidak toleran...
Iemori, aku paham perasaanmu, tapi...
- ...lihat ayam gorengnya. - Ya?
Akan segera dingin.
Maaf, salahku. Mari makan.
Selamat makan.
Ah enaknya.
Ya, aku minta maaf.
Hal yang sama terjadi saat aku kelas 5 SD. Aku jadi topik pembicaraan kelas.
- Oh, bagaimana? - Tidak akan kuceritakan.
- Aku jadi penasaran. - Trauma yang kualami akan kusimpan sendiri.
Oh iya, tahu tidak kalau penduduk Tohoku suka menambah gula pada tomat?
Eh~?!
Akan lebih hebat lagi kalau suatu hari kita bermain di Teater Nasional.
Itu mimpi kita.
Ya, begitulah. Berat kalau menggantungkan hidup sebagai musisi saja.
Maki, kapan kamu menikah?
3 tahun yang lalu.
Suaminya pegawai agensi periklanan.
Apa yang kamu suka darinya?
Pertanyaan yang penting ya.
Suhu tubuhnya saat normal 37.2°C.
Kamu menyukai suhu tubuhnya saat normal?
Saat suhu tubuhmu tinggi...
...ada aroma unik dari sini.
Ohh.
Senangnya berkeluarga.
Aku pulang.
Jalan menanjak~
Jalan menurun~
- Beppu. - Ya?
Apakah kakekmu saat ini...
...ada di Jerman?
Ya, mungkin.
Apa yang kamu lakukan?
- Hey, jangan menyuruh Beppu mengerjakan ini. - Maaf.
- Oh tidak apa-apa... - Ada nilai dari keberadaanmu di sini.
- Yamori. - Saya Iemori.
- Sampo. - Baik. Permisi.
Oh? Pemiliknya sendiri yang akan mencuci rambutku?
Tidak, saya hanya asisten.
Maaf, kamu terlihat seperti berusia 30an.
Saya 35 tahun.
Saya ketua pekerja paruh waktu di sini.
Sekilas info.
Ditemukan jasad pria berusia 40 tahun...
...di danau taman daerah Suginami, Tokyo.
Pada pukul 15.00 seorang pria melaporkan...
...menemukan jasad yang mengapung di danau...
...saat sedang berjalan-jalan di taman 3 Chome, Kitamachi, Suginami.
Menurut laporan dari pihak kepolisian...
...diperkirakan itu adalah jasad pria berusia 40 tahun.
Tidak ada bekas luka yang terlihat.
Aku tidak bisa tidur lagi.
Menonton video lagi?
Video kesalahan-kesalahan Atlet Ichiro.
Aneh-aneh yang kamu tonton.
Hati-hati di situ.
Apa?
- Yang benar saja. - Kamu tidak apa-apa, Beppu?
Hati-hati.
Suzume, hati-hati...
Hati-hati.
No comments yet. Be the first to leave one.