The first 200 lines.
DIPRODUKSI OLEH PADDY HOUSE
Tarik Tambang Besar Satsuma Sendai dimulai pada tahun 1600.
Saat klan Shimazu ingin meningkatkan
semangat pasukan sebelum pertempuran besar.
Sekitar 25 tahun lalu, pada tahun 1994,
kami merayakan hari jadi ke-395 Pertempuran Sekigahara.
Ada dua Jenderal yang memimpin penarik tali dan Pengganggu.
Sang bintang festival, pria di tengah, yang menabuh drum
dari rombongan Pinggir Kota, adalah Hiroshi Arima, ayahku.
Yang membawa bendera Jenderal adalah Yoshiaki Nakazono.
Dia ayah teman masa kecilku, Noriko, atau Tenko.
Tenko, saat berusia sepuluh tahun.
Aku, juga berusia sepuluh tahun.
Adikku, Atsuko, nama panggilannya Akko, selalu ada di dekatku.
Impianku adalah suatu hari menjadi Pemain Drum Utama untuk festival kuno kami.
LOVE AND THE GRAND TUG-OF-WAR
JUNI 2019
Mereka akan segera memilih tiga pemimpin festival utama.
Menurutmu siapa yang akan mereka pilih tahun ini?
Aku ketua juri, aku tidak bisa mengatakannya.
Baiklah, aku akan bicara sendiri.
Kudengar mereka memilih Pemain Drum Utama.
Karyawanmu, Yoshidome, memimpin tim Pinggir Kota.
Dan Fukumoto mewakili tim Pusat Kota.
Mereka seusia dengan putramu, dan sama seperti kita saat melakukannya.
Takeshi harus masuk tiga besar tahun ini
dan menjadi Pemain Drum Utama tahun depan.
Permisi.
Tidak, anakku belum siap menjadi Pemain Drum Utama.
Aku menantikan dia menggantikan peranmu.
Aku punya seorang putri, dia tidak bisa melakukannya.
Tenko Kecil, ya?
Dia selalu sangat bertekad.
Putrinya, cucu kami, juga tomboi.
Takeshi-mu bekerja dengan baik di kantor dan festival.
Kurasa tidak.
Dia menolak bekerja untukku dan meninggalkan festival.
Dia akhirnya mengejar impian bodoh di Tokyo.
Kau sangat bahagia saat mereka berdua masuk SMA.
Ingatanmu menipumu.
Dia masuk ke Universitas Waseda yang terkenal.
Kau berpura-pura kesal, tapi kau sangat bangga.
Semua orang tahu itu.
Sudah saatnya kau bangga dengan putramu.
Lihat dia, mabuk berat lagi.
Telepon istrinya.
MANAJEMEN OPERASIONAL DAN TEKNIK GEDUNG
Takeshi, aku butuh bantuanmu.
Ibu tidak bisa mengetuk dahulu?
Maaf, Nak.
Sadarlah!
Maaf soal ini, Takeshi.
Kita tidak boleh membiarkannya minum terlalu banyak.
Dia mulai menua.
- Terima kasih. - Selamat malam.
Pemain Drum Utama sialan!
Ayah, berbaringlah di kasur.
Terima kasih, Takeshi.
Sayang, kau harus membuka pakaianmu.
Lepaskan aku!
Selamat pagi.
Tidak sarapan, Akko?
Aku tidak punya waktu.
Jarang melihatmu memakai setelan.
Aku mau ke Kantor Pemerintahan.
Ibu, aku akan pulang terlambat. Aku makan di luar.
Sampai jumpa.
Aku sudah selesai.
Upacara pemurnian pukul 15.00, jadi, datanglah tepat waktu.
Aku akan datang.
Aku pergi.
Hati-hati di jalan.
Aku sudah selesai.
STASIUN SENDAI
Ada apa?
Pak! Kau baik-baik saja?
Cepat! Panggil ambulans!
Cepat, ini mendesak!
UPACARA PELETAKAN BATU PERTAMA DAN PEMURNIAN
Ke mana anak itu sekarang?
Mungkin terjadi sesuatu?
Kau, minggir!
Letakkan bantalan di dada pasien.
Ambulans sudah datang.
Di sini.
Aku dokter. Dia mengalami gagal jantung.
Beri jalan.
Pak Arima, kita harus mulai.
Di mana Takeshi?
Beri dia beberapa menit lagi.
Upacara suci tak bisa menunggu.
Pak Pendeta Shinto, silakan mulai.
Dia menyelamatkan nyawa seseorang, beri dia kelonggaran.
Apa dia hidup?
Dokter Korea itu pergi bersamanya ke rumah sakit.
Jadi, bukan kau yang menyelamatkannya?
GRUP KONSTRUKSI ARIMA
Selamat malam.
Kau tahu kenapa Ibu meminta kita semua kemari?
Entahlah. Aku punya rencana malam ini.
Hari ini ulang tahun ibumu, kau lupa?
Aku benar-benar lupa.
Dia tidak akan memanggil kita ke pestanya.
Selamat malam, Bu.
Maaf meminta kalian datang sepulang kerja.
Jika tidak keberatan, aku akan mulai.
Hari ini menandai ulang tahunku yang ke-60.
Usia resmi pensiun Jepang.
Mulai hari ini, aku berhenti bekerja sebagai manajer Konstruksi Arima.
Apa?
Kau serius?
Aku tidak mengerti.
Kalian bertiga akan melakukan pekerjaan rumah tangga.
Aku pensiun dari pekerjaan dan pekerjaan rumah tangga.
Orang yang mengambil alih sebagai manajer di sini...
Aku tidak mau, Bu.
Tidak perlu.
Hidemi akan mengambil alih sebagai manajer kantor.
Itu sangat egois.
Aku menghabiskan hidupku memenuhi kebutuhan egoismu.
Itu saja.
KEDIAMAN ARIMA
Ibu, ini masih pagi, mau ke mana?
Kenapa Ibu tidak membangunkanku?
Kalian berdua sudah cukup dewasa untuk mengurus diri sendiri.
Baiklah.
Aku pergi untuk menikmati kehidupan pensiunku yang baru dan bebas.
Tidak ada sarapan?
Dan aku sudah terlambat.
Kenapa berisik sekali pagi-pagi?
Ayah!
Di mana sarapannya?
Takeshi, ayo.
Kita mulai dari mana?
Mari mulai dengan gudang bahan di belakang.
Perhatikan, atau kau akan terluka.
GRUP KONSTRUKSI ARIMA
Kau sudah menyelesaikan estimasi untuk Konstruksi Sakuraba?
Tidak ada waktu untuk itu sekarang. Di mana laporan keuangan tahun lalu?
Istrimu yang menangani keuangan.
Klien sangat marah.
Lalu kenapa?
Maaf.
Klien bodoh, bukan kau.
Bukan kau, klien lain.
Anak buah Fukumoto akan memimpin Kru Pusat Kota.
Bukankah dia berhenti SMA karena berkelahi?
Saat itu, dia bintang tim bisbol.
Seorang teman terlibat masalah, dia berusaha memperbaikinya.
Dia pria yang keren.
Kau tidak memperbaiki keadaan dengan ancaman dan kekerasan.
Aku tak mau itu.
Takeshi, dalam dua tahun, kau harus memimpin Kru Pinggir Kota.
Tidak mungkin.
Ayolah, itu tradisi keluargamu selama beberapa generasi.
Aku sudah selesai.
Sayang.
- Kau terlambat. - Maaf soal itu.
Bekerja keraslah, Sayang.
Aku akan langsung pulang, Sayang.
Kalian berdua sangat mesra.
Kau seperti gigolo saja.
Dia gigoloku.
Sebaiknya aku pergi.
Hati-hati.
Kakak Akko: Giliranmu membuat makan malam
Ini tidak akan bertahan selamanya, bukan?
Bagaimana kita mengubahnya?
Tidak bisa. Ibu harus berubah.
Tapi ini tugas seorang ibu.
Dan kantor juga.
Itu masalahnya. Ibu muak melakukan semuanya.
Aku harus makan di luar.
Aku akan pergi ke barku.
Aku pulang.
Kau belum melakukan pekerjaan rumah.
Ibu dari mana saja?
Sudah kubilang, ingat? Aku sudah pensiun.
Baiklah.
Kita lihat saja siapa yang menyerah lebih dahulu.
Takeshi!
Apa?
JULI
Paman Arima?
Halo, Tenko.
Ya, aku pergi berbelanja. Lalu kenapa?
- Apa yang terjadi? - Hentikan.
Mogok kerja, ya? Dia jelas punya semangat.
Sudah lebih dari sepekan.
Kau masih ditugaskan di Tokyo?
Aku ditugaskan di sini, jadi, kami kembali.
Benarkah? Kalau begitu, kau akan melihat tarik tambang tahun ini.
Pasukan yang kupimpin juga akan berpartisipasi.
Prajuritmu?
Aku pemimpin peleton sekarang.
Sangat mengesankan, Tenko.
Benar, bukan?
Dan suamimu?
Letnan Tiga Noriko Nakazono,
bercerai secara resmi pada bulan Mei, 2019.
No comments yet. Be the first to leave one.