Old People

Old People

Download Indonesian Subtitle

Release info

ㅡOld People NF-RT-01:41:31
A Commentary by DD_Movie
NF RETAIL | t.me/ddmoviechannel

Tags

other
Published on: 2022-10-16
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN

DAHULU KALA, ROH PENDENDAM DIDUGA MENDIAMI ORANG-ORANG TUA.

KEKUATAN GELAP YANG MENGAMBIL ALIH ANGGOTA KLAN TERLEMAH.

DAN MEMBAWA MEREKA KE DALAM KEMARAHAN YANG TAMPAK BUTA.

…cuaca di Jerman dari Eropa Timur dan Tenggara,

membawa udara laut hangat ke arah kita.

Setelah kabut pagi menghilang,

cuaca akan cerah dan kering dengan diikuti kenaikan suhu.

Selama akhir pekan, sebagian besar negara akan mencapai titik 30 °C.

Di timur laut, suhu bisa mencapai 40 °C.

Angin dari utara ke barat laut akan tiba pada malam hari.

Selasa akan berawan dengan hujan yang tersebar…

- Dia tak menduganya, 'kan? - Apa maksudmu?

Karena kau bilang kepadanya aku tak suka kaki.

- Tapi ada di profilnya. - Aku tahu!

- Setidaknya, itu katamu. - Aku tahu!

Aku harus pergi. Aku mengambil sif Jule dan harus ke apartemen berikutnya.

Kukira kau mau pulang. Pasti kau merasa bersalah sekarang, 'kan?

Jangan konyol.

Aku kasihan pada mereka semua.

Seluruh gedungnya hancur. Tak ada keluarga yang punya anak.

Aku harus pergi. Tuan Reincke menungguku.

Pria sedih itu, ingat? Yang berkursi roda?

Halo?

Tuan Reincke?

KESUNYIAN PASTI DIRASAKAN ORANG TUA

Tuan Reincke?

Tolong.

Tolong.

Tuan Reincke?

Tolong.

Ada apa?

Ini aku, Melissa.

Jadi, kalau kau…

Tidak!

Tolong…

Tolong jangan!

Beberapa minggu sebelum orang pertama dibunuh,

kami bicara di sekolah tentang bagaimana masyarakat kami menua secara drastis.

Sistem sosial kita akan runtuh di tahun-tahun mendatang.

Konflik antargenerasi akan meningkat.

Tapi jika melihat ke belakang,

tak ada yang tahu

apa yang memicu kejadian ini pada hari-hari musim panas terakhir.

Bukan kegilaan yang mengutuk malam baru

Ayo, Laura, bernyanyilah!

Tidak.

Laura agak terlalu tua untuk menyanyi. Benar?

Dulu, ini lagu keluarga kita. Ayah menyanyikannya dengan kita dan Kakek.

Sampai Ibu menceraikan Ayah.

Noah, bisa jawab teleponnya? Itu Sanna.

- Hai, Bibi Sanna! - Hei, Jagoan. Apa kabar?

- Baik. Ibu sedang menyetir. - Aku tak sabar bertemu kalian.

- Kapan kalian tiba? - Menurut GPS, 11 menit.

Aku gugup sekali, tapi Malick lebih gugup. Hei, Sayang!

Gaunmu bagaimana?

Indah sekali. Aku mau memakainya untuk kerja juga.

Gaun pengantinmu?

- Bagaimana kabar Aike? - Ya, bagaimana kabar Kakek?

KONEKSI TERPUTUS

Teleponnya mati.

Tenang, Noah. Kita hampir tiba. Kita akan lihat kondisi Kakek.

Aku tak sabar bertemu Kakek.

Juga Ayah.

- Terus bergerak. - Lukas!

Jaga Thalan. Aku segera kembali.

Baiklah.

Aku harus kembali ke panti. Linda menelepon.

Beberapa penghuni menolak makan.

Jadi, mereka langsung meneleponmu?

Ya, mungkin cuma karena cuaca.

Kau mau melewatkan resepsi malam ini? Kita bisa…

Pernikahan Nn. Sanna?

Ella membawa Laura dan Noah.

- Kau tak mau bertemu anak-anakmu? - Kami bisa bertemu besok.

Aku tak cemburu, Lukas. Setidaknya, tak terlalu.

Aku mau melihatmu berkemeja putih lagi. Menurutku, itu seksi sekali.

- Aku atau kemejanya? - Keduanya. Disatukan.

Ella!

Hei, Pengantin Cantik!

Tunggu! Aku akan turun menemui kalian.

Malick, Ella sudah tiba!

- Hei, semuanya! - Malick!

Sanna!

- Perjalanannya lancar? - Ya. Sudah berapa lama kalian di sini?

Sejak minggu lalu. Kami bersih-bersih dan mendekorasi.

- Di mana upacaranya? - Gereja desa.

- Lalu kembali ke sini untuk resepsi. - Menginaplah di kamar lama Ayah dan Ibu.

- Yang lain di desa. - Apa masih ada hotel?

Hanya satu. Tapi menikah di sini adalah ide yang bagus, 'kan?

Lihat, Noah. Kalian selalu main di sana, di tepi hutan.

Di ayunan lama. Kau dan Laura.

Ayah memasangnya untuk kami.

Kau harus lihat apa yang dibuat Malick di pondok itu.

Masih direnovasi, tapi dia menyiapkan kamar tidur kami di atas

dengan kompor kayu, bak mandi, dan ranjang kanopi.

Kurasa dia punya rencana untuk malam ini.

Baiklah.

Sarang cinta.

Apa kau tahu ada lorong bawah tanah yang menghubungkan dua rumah ini?

Sungguh?

Orang kaya biasa berlibur ke rumah ini.

Kakek memberitahuku. Dan nelayan tinggal di sana.

- Nelayan? - Ya, mereka punya banyak tugas.

Bersih-bersih, memasak, dan lainnya.

Pelayan!

Ya, dan mereka membawa masakan mereka lewat terowongan itu.

Kakek memberitahumu semua itu?

Tapi itu seratus tahun lalu.

Di mana Ayah?

Di Panti Jompo Saalheim.

Di mana? Kukira dia tinggal di desa.

Tidak, dia di panti jompo.

Kalian tak bicara sejak saat itu?

Aku yakin dia menyesali ucapannya.

Tentang perceraianmu dengan Lukas dan…

fakta bahwa kau pergi.

Kakek datang ke resepsi malam ini?

Tentu saja. Bagaimana lagi?

Kuharap kondisinya cukup baik.

Kesehatannya menurun drastis.

- Hai, Alex. - Kau masih ingat siapa aku?

Kau mau turun?

Tok, tok.

Aku dan Ibu akan menjemput Kakek bersama Bibi Sanna. Mau ikut?

Aku harus menyelesaikan tugas sekolah.

Tunggu!

Jangan lupa alat hirupmu.

Santai saja, ya?

Agar kau tak terlalu lelah di resepsi malam ini.

Noah!

Tunggu! Aku datang!

Waktunya pergi!

Jadi, sampai mana kita?

Mau naik perahu mewah?

Mau coba?

Tentu! Aku sering melihatmu dan pamanmu melakukannya.

Laura! Jangan terlalu cepat!

Jangan khawatir dan pegangan!

- Lihat siapa itu. - Itu Ayah?

Hai, Ayah!

Hei, Jagoan, apa kabar?

Aku senang sekali!

Kau mau bicara dengannya?

Ya. Tentu.

Sudah kuduga itu kalian.

Di mana Laura?

Dia ingin tinggal di rumah. Mungkin diam-diam bertemu Alex.

Sejoli itu. Apa kabar kalian?

Apa kabar, Ella?

Baik.

Kalau kau?

Aku harus mencari kemeja putih, tapi tak tahu di mana.

Aku punya kemeja putih. Akan kupinjamkan kalau Ayah mau.

Tidak, kau pakai itu, Jagoan.

Lagi pula, Ayah takkan muat.

Kau mau ke mana? Kukira kau akan menikah.

Menjemput Aike.

Kim bisa mengajakmu berkeliling. Dia baru ke sana.

Dia mungkin bersama ayahmu.

Bagus. Terima kasih.

Baiklah, nona-nona. Sampai jumpa di gereja.

- Noah, sampai jumpa, Buaya! - Kau yang buaya!

Di mana orang-orang?

Apa maksudmu? Ada banyak orang.

Tapi hanya yang tua.

Tak banyak yang tersisa di area ini. Hanya panti jompo, tak ada yang lain.

PANTI JOMPO SAALHEIM

Bukankah kita harus melapor masuk?

Di mana yang lain?

Entahlah.

Ayo, Noah. Kita cari Kakek.

Hannah!

Hannah!

Anakku.

Hannah.

Selamatkan aku!

Maaf, tapi aku bukan Hannah.

- Apa yang terjadi, Bu? - Entahlah.

Astaga, Ny. Kirschner.

Ayo kembali ke ranjang.

- Oke? - Kami mencari Kim. Apa dia di sini?

Ya, dia di kantor. Tunggu sebentar.

Tunggu. Kim, ada pelanggan!

Sanna!

Hai, Kim. Kau sibuk?

Tidak. Aku tahu kau akan datang. Kau ingin bertemu Aike, 'kan?

Aku mau Kakek datang ke pernikahan!

Dia pasti suka. Sudah lama tak ada pesta di sini.

Ella.

Senang bertemu denganmu lagi.

Halo, Kim.

Baiklah. Ikut aku, Jagoan. Ayo temui kakekmu.

- Apa yang terjadi di sini? - Apa maksudmu?

Orang-orang tua. Mereka selalu begini?

Kami kekurangan staf.

Makin banyak yang tak bisa kami tangani.

Semua orang membiarkannya begitu saja. Semua terus memburuk.

Tapi mereka diikat.

Dibuat tak bisa bergerak, ya.

More Indonesian subtitles for Old People

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left